sedikit banyak saya telah belajar tentang siapa yahudi dan nasrani, yg
sumbernya tidak bisa saya sebutkan satu persatu. yg ingin saya
ingatkan kepada saya pribadi dan kepada teman-teman adalah bagaimana
tingkah laku yahudi dan nasrani yg sebaiknya kita jauhi karena islam
telah mempunyai jalannya sendiri.
pada setiap rekaat sholat kita tentu membaca al fatihah. pada surat
tersebut kita tentu memahami bahwa kita memohon kepada Allah untuk
ditunjukkan jalan yg lurus, yaitu jalan orang2 yg telah diberi nikmat
oleh Allah, bukan jalan orang2 yg dilaknat (yahudi) dan bukan jalan
orang2 yg tersesat (nasrani). yahudi= terlaknat, nasrani= tersesat.
cirikhas mereka:
yahudi:
1. menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
mereka tega membunuh para nabi, lalu mengganti sebagian isi kitab
Taurat lalu mengatakan bahwa itu dari Tuhan. lalu sekarang mereka
mengganti taurat dengan kitab yg lain
2. membantah dan menyelisihi perintah Allah.
mereka pernah tidak mau menghormati hari sabath yg diperintahkan Allah
utk menghormatinya, lalu mereka pernah membuat patung anak sapi utk
dijadikan sesembahan selain Allah.
3. sombong.
mereka merasa sebagai manusia pilihan Allah sehingga menganggap orang
lain lebih rendah dari mereka. termasuk bagi mereka adalah tidak
mengapa untuk membunuh bangsa Palestin.
4. tidak mau bersyukur atas karunia Allah.
mereka meminta lebih dari apa yg telah Allah berikan. mereka
diwajibkan meninggalkan riba tapi mereka malah menjalankannya.
lalu adapun orang2 nasrani yg tersesat mempunyai cirikhas:
1. mereka mengagungkan material.
mereka mengangkat nabi isa sebagai Tuhan karena menginnginkan sosok
Tuhan yg terlihat.
2. mengira bahwa hukum buatan manusia bisa lebih baik dari hukum Tuhan.
mereka menganggap bahwa tullisan2 orang2 tertentu sabagai kitab suci
karena mereka mengira bahwa orang2 tesebut adalah orang2 suci yg
dituntun sepenuh oleh roh suci.
3. mengkultuskan sesorang yg "dianggap" suci.
mereka mengangkat nabi Isa sebagai Tuhan. mengangkat para shahabat
nabi Isa sebagai para rasul. mengangkat seorang yg dahulunya
pengkhianat terhadap perjuangan dakwah nabi Isa dan pernah mengaku-aku
bertemu dengan nabi Isa, menjadi seorang suci yg dikultuskan. mereka
mengkultuskan seorang raja yg menyembah berhala yg telah meramu akidah
nasrani hingga diyakini orang2 hingga sekarang ini.
4. membuat akidah baru.
mereka membuat ajaran2 baru dalam agama, antara lain tentang dosa
warisan, penebusan dosa, termasuk tata cara beribadah. mengubah hari
suci dari sabath menjadi sunday. membolehkan tidak bersunat bagi
lelaki, membolehkan makan daging babi dst.
5. sangat kental dengan semangat mengumpulkan harta utk kepentingan pribadi.
bila kita baca literatur tentang keuskupan katolik, ternyata ambisi
menguasai duniawi sangatlah kental terasa. pendeta berhak menggunakan
dana yg dikumpulkan oleh para jemaat sehingga tidak heran kehidupan
pendeta nasrani jauh dari kesan miskin.
sebenarnya bila mau dikaji lebih lama lagi bisa jadi lebih banyak pula
yg harus ditulis. namun karena keterbatasan kapasitas memory ruang
otak saya, akhirnya saya ingin mengajak diri pribadi dan teman-teman
semuanya utk lebih mengutamakan kehidupan yg Islami dari pada sekedar
ikut-ikutan dengan trend yg ada, semoga berkenan dan bermanfaat.
'D'
berikut isinya:
Realita Umat Islam Hari Ini
Alam Islami
22/12/2006 | 01 Zulhijjah 1427 H | Hits: 6.558
Oleh: Tim dakwatuna.com
Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat
(al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat
besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama
Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam.
Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi,
Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang buruk ini telah
diprediksikan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya: Dari Said
Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:” Kamu pasti akan mengikuti sunah
perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi
sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan
mengikutinya”. Sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah saw apakah mereka
Yahudi dan Nashrani”. Rasul saw menjawab, ”Siapa lagi!” (H.R. Bukhari
dan Muslim)
Beginilah nasib dunia Islam di akhir jaman yang diprediksikan
Rasulullah saw. Mereka akan mengikuti apa saja yang datang dari Yahudi
dan Nashrani, kecuali sedikit diantara mereka yang sadar. Dan prediksi
tersebut sekarang benar-benar sedang menimpa sebagian besar umat Islam
dan dunia Islam.
Dari segi kehidupan sosial, sebagian besar umat Islam hampir sama
dengan mereka. Hiburan yang disukai, mode pakaian yang dipakai,
makanan yang dinikmati, film-film yang ditonton, bebasnya hubungan
lawan jenis dan lain-lain. Pola hidup sosial Yahudi dan Nashrani
melanda kehidupan umat Islam dengan dipandu media massa khususnya
televisi.
Dalam kehidupan ekonomi, sistem bunga atau riba mendominasi persendian
ekonomi dunia dimana dunia Islam secara terpaksa atau sukarela harus
mengikutinya. Riba’ yang sangat zhalim dan merusak telah begitu kuat
mewarnai ekonomi dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi
dunia seperti IMF, Bank Dunia, WTO dll mendikte semua laju
perekonomian di dunia Islam. Akibatnya krisis ekonomi dan keuangan
disebabkan hutang dan korupsi menimpa sebagian besar dunia Islam.
Begitu juga pengekoran umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani terjadi
dalam kehidupan politik. Politik dibangun atas dasar nilai-nilai
sekuler, mencampakkan agama dan moral dalam dunia politik, bahkan
siapa yang membawa agama dalam politik dianggap mempolitisasi agama.
Begitu buruknya kehidupan politik umat Islam, sampai departemen yang
mestinya mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu departemen agama,
menjadi departemen yang paling buruk dan sarang korupsi.
WAHN
Buruknya realitas sosial politik umat Islam di akhir zaman disebutkan
dalam sebuah hadits Rasulullah saw., beliau bersabda: Dari Tsauban
berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Hampir saja bangsa-bangsa
mengepung kamu, seperti kelompok orang lapar siap melahap makanan”.
Berkata seorang sahabat, ”Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu
itu?” Rasul saw. menjawab, ”Jumlah kalian pada saat itu banyak, tetapi
kualitas kalian seperti buih ditengah lautan. Allah mencabut rasa
takut dari musuh terhadap kalian, dan memasukkan kedalam hati kalian
penyakit Wahn”. Berkata seorang sahabat, ”Wahai Rasulullah saw., apa
itu Wahn?” Rasul saw. berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (H.R.
Ahmad dan Abu Daud)
Inilah sebab utama dari realitas umat Islam, yaitu wahn. Penyakit
cinta dunia dan takut mati sudah menghinggapi mayoritas umat Islam,
sehingga mereka tidak ditakuti lagi oleh musuh, bahkan menjadi
bulan-bulanan orang kafir. Banyak umat Islam yang berkhianat dan
menjadi kaki-tangan musuh Islam, hanya karena iming-iming dunia.
Bangsa Amerika, Israel dan sekutunya menjadi kuat di negeri muslim,
karena di setiap negeri muslim banyak agen dan boneka AS dan Israel.
Bahkan yang lebih parah dari itu, bahwa agen AS dan Israel itu adalah
para penguasa negeri muslim sendiri atau kelompok yang dekat dengan
penguasa.
Dunia dengan segala isinya seperti harta, tahta dan wanita sudah
sedemikian kuatnya memperbudak sebagian umat Islam sehingga mereka
menjadi budak para penjajah, baik AS Nashrani dan Israel Yahudi. Dan
pada saat mereka begitu kuatnya mencintai dunia dan diperbudak oleh
dunia, maka pada saat yang sama mereka takut mati. Takut mati karena
takut berpisah dengan dunia dan takut mati karena banyak dosa.
Demikianlah para penguasa dunia Islam diam, pada saat AS membantai
rakyat muslim Irak, dan Israel membantai rakyat muslim Palestina.
Mengikuti Yahudi dan Nashrani
Kecenderungan yang kuat terhadap dunia atau wahn, menyebabkan umat
Islam mengekor dan tunduk patuh kepada dunia barat yang notabenenya
dikuasi Yahudi dan Nashrani. Dan ketika umat Islam mengikuti Yahudi
dan Nashrani, maka banyak sekali kemiripan dengan meraka. Beberapa
kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap
Yahudi dan Nashrani, di antaranya:
I. PenYikapan terhadap Agama (Sekuler)
Kaum Yahudi dan Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka
mencampakkan agama dari kehidupan sosial politik. Dalam memandang
sesuatu, Kaum Yahudi dan Nashrani tidak berdasarkan agama mereka.
Ruang lingkup agama dipersempit hanya di tempat-tempat ibadah saja.
Sedangkan kehidupan sosial politik jauh dari nilai-nilai agama. Karena
mereka meyakini bahwa agama sudah tidak berfungsi lagi untuk
memberikan solusi kehidupan.
Gerakan sekuler tumbuh dan berkembang di dunia barat, dan berkembang
ke seluruh penjuru dunia seiring dengan datangnya para penjajah barat
ke dunia Islam. Maka berkembanglah sekulerisme di dunia Islam.
Kehidupan sosial politik di negara-negara Islam jauh dari nilai-nilai
ke-Islaman dan sekulerisme begitu sangat kuatnya di dunia Islam.
Sedangkan di Indonesia, sekulerisme sangat mudah dibaca dan sangat
transparan. Jika kita melihat partai-partai politik, maka mayoritasnya
partai sekuler, sampai partai yang basis masanya ormas Islam
sekalipun, masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya.
Sekulerisme begitu sangat dalam masuk dalam sendi-sendi kehidupan
sosial politik di Indonesia. Simbol-simbol pemerintahan, pakaian
masyarakat, bahasa yang digunakan dll sarat dari nilai-nilai
sekulerisme. Sementara dakwah Islam, masih sangat sedikit yang
mengajak pada kesempurnaan Islam dan penerapannya dalam kehidupan
masyarakat. Dakwah yang dominan di Indonesia adalah dakwah tasawuf
yang mengajak pada dzikir yang sektoral, pembinaan dan manajemen hati
yang sektoral dan sejenisnya.
II. PenYikapan terhadap Al-Qur’an
Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur’an
sebagaimana Yahudi dan Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan
sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang
menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut
seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur’an dan Hadits sbb:
1. Umiyah (Buta Huruf tentang Al-Qur’an)
Allah berfirman, “Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak
mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan
mereka hanya menduga-duga.” (Al-Baqarah 78)
Sifat yang menimpa bangsa Yahudi terkait dengan kitab Tauratnya juga
menimpa umat Islam terkait dengan Al-Qur’an, dimana mayoritas umat
Islam buta huruf tentang Al-Qur’an, dalam arti tidak pandai membacanya
apalagi memahaminya dengan baik.
2. Juz’iyah Al-Iman (Parsial dan Tidak Utuh dalam Mengimani Al-Qur’an)
Allah berfirman, “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab
(Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan
bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam
kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa
yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.”
(Al-Baqarah 85)
Ayat yang menyebutkan sikap Bani Israil terhadap Taurat ini juga
menimpa umat Islam dimana banyak diantara mereka yang beriman pada
sebagian ayat Al-Qur’an dan ingkar pada sebagian ayat yang lain. Umat
Islam banyak yang beriman pada ayat yang mengajarkan shalat, puasa dan
haji, tetapi mereka juga mengingkari ayat atau ajaran lain seperti
tidak mengimani pengharaman riba’, tidak beriman pada ayat-ayat yang
terkait hukum pidana (qishash dan hudud) dan hukum-hukum lain yang
terkait dengan masalah politik dan pemerintahan.
3. Ittiba Manhaj Al-Basyari (Mengikuti Hukum Produk Manusia)
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa
yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak
memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah
kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan
Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan
menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa
mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang
fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang
yakin?”
(QS Al-Maa-idah 49-50)
Inilah musibah terbesar yang menimpa umat Islam di hampir seluruh
dunia Islam pada akhir zaman, mereka mengikuti hukum sekuler buatan
manusia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam,
mereka tidak berdaya bahkan menolak terhadap pemberlakuan hukum Islam.
Kondisi ini akan tetap berlangsung sehingga mereka merubah dirinya
sendiri, berda’wah dan membebaskan dari semua pengaruh asing yang
menimpa umat Islam.
4. Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur’an
“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang
lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang
mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
(Al-Israa’:� 9)
Umat Islam tidak mengetahui dan tidak mendudukkan Al-Qur’an sesuai
fungsinya. Al-Qur’an yang berfungsi sebagai hidayah untuk manusia yang
hidup tetapi banyak diselewengkan, Sebagian umat Islam hanya
menggunakan Al-Qur’an terbatas sebagai bacaan untuk orang meninggal
dan dibaca saat ada orang yang meninggal. Al-Qur’an yang berfungsi
sebagai pedoman hidup hanya ramai di musabaqahkan. Sebagaian yang lain
hanya menjadikan Al-Qur’an sebagai kaligrafi yang menjadi hiasan
dinding di masjid-masjid atau di tempat lainnya. Sebagian yang lain
menjadikan Al-Qur’an sebagai jimat, yang lain hanya menjadi pajangan
pelengkap perpustakaan yang jarang dibaca atau bahkan tidak pernah
dibaca.
5. Hajr Al-Qur’an (Meninggalkan Al-Qur’an)
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al
Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.
Meninggalkan Al-Qur’an adalah salah satu masalah besar yang menimpa
umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur’an, dalam arti
tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak membaca, tidak
mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka.
Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu,
musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam
kehidupan dunia. Salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka
komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup.
III. PenYikapan terhadap Ahli Agama (Kultus)
Allah Taala berfirman, ”Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan
rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka
mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh
menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
(At-Taubah: 31)
Inilah sikap Yahudi dan Nasrani terhadap ahli agama mereka. Dan
ternyata banyak dari umat Islam yang mengkultuskan ulama dan kyai dan
menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci dan tidak pernah salah.
Terkait dengan surat At-Taubah 31, diriwayatkan dalam beberapa hadits
diantaranya oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani bahwa Adi bin Hatim
yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah saw. yang masih memakai
kalung salib dan Rasulullah saw. memerintahkan untuk melepaskannya.
Kemudian Rasul saw. membacakan ayat tadi. Adi menyanggahnya, ”Wahai
Rasulullah kami tidak menyembahnya”. Tetapi Rasulullah saw
menjawabnya, ”Bukankah mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah dan
menghalalkan yang diharamkan Allah?” Betul”, kata Adi. Rasul saw.
meneruskan, ”Itulah ibadah mereka”.
Demikianlah pendapat mayoritas ulama jika sudah menghalalkan apa yang
diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan Allah dan
mentaatinya maka itulah bentuk penyembahan terhadap ahli agama. Dan
ini pula yang banyak menimpa umat Islam, mereka mentaati secar buta
apa yang dikatakan ulama atau kyai padahal bertentangan dengan
Al-Qur’an dan Hadits.
IV. PenYikapan terhadap Dunia (Rakus)
Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta,
kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur’an, Allah
Taala berfirman, “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang
paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari
orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur
seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan
menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
kerjakan”. (Al-Baqarah 96)
Penyakit ini pula yang menimpa sebagian besar umat Islam sebagaimana
disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan sebagian umat Islam terhadap
dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga menghalalkan segala
cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan sebagian negeri
muslim lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi negera
terkorup di dunia, paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak
dll. Sungguh sangat jauh antara Islam dan realitas umat Islam.
Di antara dorongan dunia yang paling kuat daya tariknya adalah syahwat
wanita. Dan inilah yang sedang menimpa kita. Fenomena seks bebas,
pornografi merupakan santapan harian bagi sebagian umat Islam. Dan
realitas ini sangat cerdas dimanfaatkan oleh broker seks bebas.
Manusia yang sedang rakus dan lahap terhadap syahwat mendapatkan
makanan dan pemandangan yang sangat cocok bagi mereka. Lebih ironis
lagi orang-orang yang rusak itu dianggap paling berjasa oleh sebagian
kyai dan ulama, karena dapat menghibur manusia Indonesia yang lagi
stress. Memang manusia Indonesia sedang terkena penyakit dan penyakit
itu adalah penyakit hati dan syahwat. Dan mereka memuaskan rasa sakit
itu, sebagaimana narkoba memuaskan orang yang sedang kecanduan narkoba
itu.
Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Said Al-Khudri ra. Nabi saw.
bersabda:” Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya
Allah akan menguji kalian, maka Allah akan melihat bagaimana kamu
memperlakukan dunia. Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah
terhadap wanita, karena fitnah yang pertama menimpa Bani Israil adalah
pada wanita” (HR Muslim)
V. PenYikapan terhadap Akhirat (Meremehkan)
Allah SWT. berfirman: Artinya: Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali
tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari
saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga
Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan
terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”. (Bukan demikian), yang
benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya,
mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” (QS
Al-Baqarah 80-81).
Inilah sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat, lebih khusus lagi
terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata
penyakit ini juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang
meremehkan siksa api neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam,
seperti menegakkan shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat dll. Pada
saat yang sama mereka juga tidak takut berbuat dosa. Inilah fenomena
potret umat Islam.
Umat Islam yang melakukan korupsi, suap, manipulasi, dan curang dalam
kehidupan politik. Umat Islam yang bertransaksi dengan riba dalam
kehidupan ekonomi. Umat Islam yang meramaikan tempat hiburan dan
prostitusi dalam keremangan malam, bahkan siang sekalipun. Umat Islam
yang memenuhi meja-meja judi disetiap pelosok kota dan negeri. Umat
Islam yang banyak menjadi korban narkoba. Umat Islam dan sebagian kaum
muslimat yang buka aurat bahkan telanjang ditonton masyarakat. Dan
masih banyak lagi daftar kejahatan sebagain umat yang mengaku umat
Islam. Dan itulah potret dan realitas umat Islam hari ini.
Dan ketikan umat Islam terus mengikuti pola hidup Yahudi dan Nashrani
dan mengekor pada kepentingan mereka, maka akan berakibat sangat buruk
yaitu murtad dan jatuh pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min
dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari bahaya tersebut sebagaimana
yang Allah ingatkan kepada kita semua: “Hai orang-orang yang beriman,
jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab,
niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah
kamu beriman.” (Ali Imran: 100)
Pada tanggal 18/05/09, dediary prasetya <ded...@gmail.com> menulis: