Pengalaman pribadi berobat ke H. Rasyidin Sukaraja Sukabumi.
Saya dulu pernah berobat kesana th 2002 karena kasus Tyroid (struma) kelenjar tyroid membengkak besar dileher dan sering gangguan debar jantung meningkat serasa mau mati ....
Saya ke H. Rasyidin atas info temen sekantor yang saudaranya berhasil sembuh karena penyakit yang sama dan pembantunya sembuh dari kanker getah bening oleh H. Rasyidin.
Benar seperti yang diceriterakan Brur Hanny, kita harus menghubunginya dulu pertelepon utk pesan hari berobatnya karena antrean puanjang. Dan kita harus datang menginap semalam disana utk ditangani esok harinya. Pak Haji sebelum menangani saya, nanya dulu apa keluhan saya dan cara menanyakannya seperti seorang dokter ahli (karena kayaknya tahu apa itu penyalit tyroid). Kemudian bliow bilang kesaya kalau akan mengangkat tyroidnya, namun karena bliow bukan dokter, maka katanya hanya akan mengambil sebagian saja tyroidnya mudah-mudahan sembuh seterusnya.
Yang bliow lahukan kemudian saya disuruh berbaring, bliow rupanya mulai siapkan pisau dan semacam benda tajam lainnya dan alat pemukul kecil. setelah cuci tangan, bliow mulai mbaca wiridan, dan saya ikuti dalam hati. Sambil mbaca wiridan, bliow tatahkan benda tajam tadi kebagian leher saya. Kemudian selesai wiridan, bliow ambil pisau dan mulailah membedah leher saya (saya sadar 100% dan merasakannya namun tidak ada rasa sakit sama sekali). Kemudian bliow ambil sebagian kelenjar tyroid dan tunjukkan kesaya dan dibungkus kapas dibuang di tong sampah.
Leher saya lalu dengan tangannya dirapatkannya, dan ditutup memakai LAK BAN. Bliow pesen, malemnya jam 19.00 lak ban bisa dibuka (note setalh saya buka pada waktunya tiada ada bekas luka sedikitpun).
Setelah "DIOPERASI" saya kemudian diberi kertas yang telah bliow beri tulisan/ rajahan, utk nantinya saya rebus dengan sepanci air, dan airnya saya minum sampai 40 hari. Kalau ampir habis harus saya jok lagi.
Sebelum saya, ada pasien dari Banyuwangi, ibu-ibu dengan kanker dibagian perut yang begitu besar, masuk keruang saja harus dipapah. Namun setelah ditangani Pak H. Rasyidin, kluar ruangan bisa jalan sendiri hanya dibimbing oleh suaminya.
Demikianlah pengalaman saya berobat dengan H. Rasyidin di Sukaraja.
Salam,
dss