Indonesia punya banyak ladang minyak dan gas, baik yang sudah, sedang, maupun yang belum tereksplorasi dan tereksploitasi. Walau penemuan cadangan minyak di dunia menurun secara signifikan, konon, cadangan minyak di Indonesia masih cukup besar dan belum terjamah.
Menurut laporan IHS, salah satu perusahaan penyedia informasi di bidang energi dunia, “there were some important finds that opened up some new areas, bolstered nearby producing areas and provided more building blocks for the future.” Terlebih lagi, pemerintah membuka tender dan menawarkan banyak blok pada para bidder di tahun-tahun ini.
Tak pelak, potensi ini mengundang banyak perusahaan minyak dan gas (migas) asing untuk berbondong-bondong berinvestasi di Indonesia. Ujung-ujungnya, lapangan pekerjaan buat sektor ini juga menjadi terbuka. Tapi sebenarnya, bagaimana sebetulnya salary dan benefit yang diperoleh untuk pekerjaan di sektor migas ini?
Chevron adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Pusatnya ada di San Ramon, California. Selain migas, Chevron juga bermain di eksplorasi, produksi, refinery, pemasaran dan transportasi, pembangkit energi, sampai chemical product.
Perusahaan ini berdiri tahun 1879 di Pico Canyon, California. Pada 2001, Chevron merger dengan Texaco dan membentuk ChevronTexaco. Namun pada 9 Mei 2005, ChevronTexaco melepas moniker Texaco dan kembali ke nama Chevron. Texaco tetap menjadi merek di bawah Chevron. Pada 19 Agustus 2005, Chevron bergabung dengan Unocal Corporation, sebuah gerakan yang membuat Chevron produsen terbesar energi geotermal di dunia.

Chevron terbilang cukup loyal terhadap karyawannya. Tabel di atas adalah berdasar PKB tahun 2006. Konon komponen tersebut sudah mencakup basic salary plus 21% regional allowance. Fresh graduate umumnya masuk di tingkat 18A.
Adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat China setelah CNPC dan Sinopec. Perusahaan ini punya hak eksklusif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam di lepas pantai China. CNOOC juga merupakan sebuah perusahaan milik negara yang mana 70% sahamnya dimikili oleh pemerintah Republik Rakyat China. Mereka juga terdaftar di NYSE dengan kode ticker CEO.
CNOOC hadir di Indonesia dengan nama CNOOC Southeast Sumatra Ltd sebagai salah satu perusahaan KKKS yang ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di lepas pantai Laut Jawa, sekitar 90 km sebelah utara Teluk Jakarta, Indonesia.

Berdasar Peraturan Perusahaan 2006, gaji yang ditawarkan terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate masuk ke CNOOC pada level 19.
ConocoPhillips berpusat di Houston, Texas. Merupakan salah satu oil company besar yang memiliki lini bisnis terintegrasi — konon terbesar ketiga setelah Exxon dan Shell. ConocoPhillips lahir 30 Agustus 2002 sebagai produk merger antara Conoco Inc. dan Phillips Petroleum Company.
ConocoPhillips dikenal sebagai perusahaan dengan technological expertise untuk eksplorasi dan produksi di laut dalam, reservoir management and exploitation, 3-D seismic technology, high-grade petroleum coke upgrading, dan teknologi sulfur removal yang begitu sophisticated.

Menurut Peraturan Perusahaan 2006, gaji untuk karyawan terlihat seperti pada tabel di atas. Gaji mereka cukup bersaing dengan struktur gaji Chevron. Fresh graduate biasanya masuk di level 12.
ENI berpusat di Italia dan bermain di sektor minyak dan gas alam. Juga punya usaha di engineering and construction, electricity generation, dan petrochemical. Sejujurnya, saya kurang tahu pasti tentang bisnis dan pencapaian mereka. Sepanjang yang saya tahu, mereka ENI di Eropa Selatan dan juga punya (sedikit) kepentingan dan investasi di Indonesia.

Dari sounding orang dalam, struktur gaji di ENI untuk tahun 2004-2006 adalah seperti terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate biasanya masuk pada tingkat ke 8.
Perusahaan minyak bentukan Kuwait Petroleum Corporation yang beroperasi di beberapa negara di luar Kuwait, seperti Mauritania dan Mesir. Di Indonesia, mereka punya project di Buton dan telah memiliki interest di Blok Seram Non-Bula sejak 1985.
Struktur gaji KUFPEC terlihat seperti tabel berikut. Fresh graduate masuk di level 9. Struktur gaji tersebut adalah yang berlaku untuk tahun 2004-2006.

Rasanya semua sudah cukup tahu bahwa Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) adalah satu-satunya BUMN yang bertugas mengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia.
Pertamina pernah mempunyai monopoli pendirian SPBU di Indonesia, namun monopoli tersebut telah dihapuskan pemerintah pada sekitar tahun 2000-an. Pertamina mengoperasikan 7 kilang minyak dengan kapasitas total 1.051,7 MBSD, pabrik petrokimia dengan kapasitas total 1.507.950 ton per tahun dan pabrik LPG dengan kapasitas total 102,3 juta ton per tahun.
Pertamina adalah hasil gabungan dari perusahaan Pertamin dengan Permina yang didirikan pada tanggal 10 Desember 1957. Penggabungan ini terjadi pada 1968. Direktur utamanya saat ini adalah Ariffi Nawawi. Saya kurang mengetahui perkembangan Pertamina sejak sepeninggal Ari Soemarno. Namun yang jelas, Pertamina menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia: sektor hulu dan hilir, serta ditunjang oleh kegiatan anak-anak perusahaan dan perusahaan patungan yang jumlahnya begitu banyak.
Pertamina adalah salah satu yang cukup loyal dalam memberi gaji dibandingkan perusahaan-perusahaan “made in Indonesia” lainnya. Gambaran gaji karyawan Pertamina dapat dilihat pada tabel berikut. Fresh graduate ada di level 8. Konon, benefit, fasilitas, termasuk “sambilan” di Pertamina bisa lebih besar dari basic salary-nya. Ada yang bisa memberi konfirmasi?

Star Energy adalah perusahaan energi yang juga terintegrasi dengan unit bisnis minyak, gas, dan listrik. Berpusat di Inggris, perusahaan ini sebenarnya lebih dikenal sebagai perusahaan energi daripada perusahaan migas.
Di Indonesia, Star Energy dibuka tahun 2003 oleh Supramu Santosa dengan kerjasama menggandeng Nusantara Capital.
Susunan basic salary Star Energy terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate biasanya masuk pada entry level ke 8.

Tately N.V. adalah perusahaan eksplorasi dan rekayasa perminyakan asal Malaysia. Mereka berkongsi dengan PEXCO Group di Indonesia untuk menggarap PSC di Palmerah (Jambi) dan Lhokseumawe (Nanggroe Aceh Darussalam).
Basic salary Tately terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada peraturan perusahaan tahun 2006. Gaji tersebut adalah basic salary yang berlaku pada tahun 2006. Fresh graduate masuk di level 7.

Dibandingkan Petronas, nama Tately memang kurang bergema. Namun, mereka (katanya) menawarkan gaji dan benefits package yang tak kalah kompetitif. Kantor pusat mereka di Indonesia ada di Plaza Bapindo, Menara Mandiri.
Total S.A. adalah perusahaan perminyakan asal Perancis yang berpusat di Paris. Mereka juga bermain di gas, crude oil, eksplorasi gas alam, transportation, refining, power generation, sampai product trading and marketing. Perusahaan ini juga terdaftar di NYSE dengan kode ticker TOT. Mereka juga dikenal bermain sebagai chemical manufacturer dan salah satu dari enam besar oil company di dunia.
Total beroperasi di lebih dari 130 negara dengan 111 ribu karyawan lebih. Di Indonesia, gaji yang mereka tawarkan terlihat pada tabel berikut. Data bersumber pada buku peraturan perusahaan tahun 2006. Fresh graduate masuk di level 10.

Menurut sejarahnya, Total hampir saja “diambil” oleh Royal Dutch Shell — andaikata waktu itu PM Perancis, Raymond Poincaré tidak ngotot agar Perancis membangun perusahaan minyak sendiri sesudah Perang Dunia I. Total akhirnya berdiri 28 Maret 1924 dengan nama Compagnie Française des Pétroles (CFP) mencaplok 23.75% kepemilikan saham Turkish Petroleum Company sebagai kompensasi yang diberikan Jerman melalui Konferensi Sanremo.
Tahun 1985 mereka mengganti nama menjadi Total CFP. Tahun 1991 mereka menghilangkan nama CFP. Pernah dikenal sebagai Total Fina setelah mengakuisisi Belgian Petrofina (1999) dan pernah juga dikenal dengan nama TotalFinaElf pasca merger tahun 2000. Kini mereka kembali menamai dirinya Total sejak 2003.
Semoga bermanfaat.
Tips: Sedangkan yang ini dari: http://rovicky.wordpress.com/2006/10/30/is-the-oil-boom-over-4-milih-kerja-kontrak-atau-permanen/
Jadi sebaiknya minta kontrak atau permanen, Mas Vicky?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan ketika “peluang kerja” sedang mengalami perubahan. Musim pancaroba dalam pasaran kerja selalu mengundang petanyaan ini terutama bagi pekerja serta HR diperusahaan.
Sebelumnya kita tengok dulu aja ya …. apa saja perbedaan antara permanent dengan kontrak ?
Bekerja kontrak atau permanen bisa dilihat dari beberapa sisi. Okay deh awalnya kita tengok dulu dari sisi “Job Security” aku terjemahkan bebas saja sebagai pengamanan kerja. Dan nantinya kita tengok dari kondisi saat ini, khususnya pekerja perminyakan. Tetapi sebelumnya harus diingat bahwa bekerja kontrak ini bisa dua macam, yang satu pekerja kontrak untuk low level workers (pekerja kasar) dan high level wokers (konsultan). Secara mudahnya konsultan biasanya bekerja di perusahaan dalam sistem kontrak waktu tertentu juga tetapi seringkali tidak tergabung dalam serikat pekerja. Dalam tulisan kali ini terutama untuk high level workers. Yang low level worker (blue collar) ini seringkali sudah bermuatan sangat politis, aku ndak nyampai untuk mikir kesana.
Pekerja kontrak high level ini gaji bulanannya, malah lebih besar dari pegawai tetap. Kalau menurut Bruce Crager, CEO (Inteq Engineering) semstinya yang status kontrak 1.5-2 kali itu. Berbeda dengan yang low level (blue collar) yang juga statusnya kontrak looh, tetapi gajinya malah dibawah yang pegawai permanen. Jelasnya soal tantangan yang high level itui baca tulisan disini sebelumnya.
Job Security
Sebenernya job sekurity ini tidak bisa dengan begitu saja dianggap kurang kalau sebagai kontraktor. Permasalahannya dimana kita mau menaruhnya. Kalo kita taruh di perusahaan sekalipun, maka kita mesti lihat apa iya kumpeni kita akan tetap survive dan eksist sampai akhir usia pensiunkita ? Aku jadi inget dulu (sekitar sepuluh tahun lalu) ketika seorang temen di CPI dan ARCO crita kalau CPI bisa menampungnya sampai pensiun. Namun kenyataannya belum genap 20 tahun sudah kerja ARCO sudah berganti pemilik, juga keduanya sudah membuat program pengurangan pegawai. Demikian juga Mobil, Vico dll.
Lantas mengapa masih ingin permanen ?
Juga tentunya harus disadari adanya kenyataan, masih lebih banyak pekerja yang ingin bekerja sebagai permanen staff walaupun setelah resign (atau Kesepakatan pemutusah hubungan kerja MAT-Mutial Agreement Termination). Banyak diantara mereka yang menginginkan menjadi pegawai permanen lagi ditempat lain.
Namun kenyataannya banyak yang baru bekerja 2-3 tahun sudah kepingin berpindah lagi. Jadi, sebenarnya agak aneh juga untuk apa menjadi pegawai permanen, kalau toh akhirnya menjadi “belalang yang loncat mencari rumput hijau” ?
Bukan salah mereka, namun mereka (yg jadi belalang ini) banyak yang ngga sadar kalo dirinya sudah berubah ke tahap independent sekarang. Mereka masih mendua, padahal sudah merasa “memiliki” job sekuriti di otaknya, dan di dadanya juga, barangkali. Dan biasanya pada tahap ini keinginannya lebih banyak untuk hal-hal yang bersifat ‘kemandirian materi’. Nyari yg gajinya gede, kerjanya enak, ngga pernah dikejar2 tukang kredit lagi :).
Seorang manager HR tentunya sadar akan adanya perilaku pegawai-pwgawai sperti ini saat ini.
Apa enaknya jadi pegawe tetap ?
Nah, kalau anda memang saat ini masih sebagai pegawe permanen, tentunya bukan hal yang buruk, walaupun sedang musim orang berloncatan. Pegawai permanen yang dikejar mestinya posisi tertinggi diperusahaan, ntah sebagai MANAGER atau bahkan VP. Karena kedua posisi itu merupakan posisi tertinggi di permanen staff (walopun banyak juga terlihat di bbrp perusahaan posisi ini diduduki oleh “kontraktor“).
Tentunya pegawai tetap harus memiliki visi sebagai the driver not the engine, perlu memiliki managerial skill. Berbeda dengan temennya yg jadi kontraktor, sebagai mesin, yg memerlukan technical skill yg lebih dibanding manarial skill.
Jadi dalam soal ini tergantung diman anda menaruh pengaman kerja anda. mau ditaruh di depan pintu (perusahaan) sebagai pegawai tetap atau di pundak sendiri (own risk) sebagai kontraktor ?
- “Untuk kondisi saat ini bagaimana, Pak Dhe ?”
+ “Kalau Pakdhe sebagai pekerja, saat ini yang tepat memilih untuk longterm contract atau permanen“
- “Alasane nopo, Dhe ?”
Pilih saja “Longterm contract or permanent” Why ?
Ada beberapa alasan yang mungkin dapat dipakai adalah: saat turunnya harga jual crude, kalau berlangsung cukup lama, maka setiap perusahaan minyak akan cenderung menahan pegawai tetapnya dan memutuskan pegawai kontraknya. Karena memutus ‘pegawai tetap’ akan memakan biaya dan dampak bisnis (kesan politis) yang seringkali kurang bagus. Berita-berita yang menyusul beberapa hari belakangan ini menunjukkan bahwa keengganan BIG PLAYER untuk “bermain“. Statement mereka dengan keluhannya tentang kesulitan akses ke sumber daya ini, serta kenyataan pernyataan mereka yang hanya mendapat untung kecil dari sisi EP
mungkin menyebabkan permintaan pegawai EP menyusut dalam setahun atau dua tahun mendatang.
Coba tengok grafik diatas itu. Kalau dilihat bentuk gejolak sebagai sebuah pulse, maka pulse kali ini akan berupa pulse dengan amplitude serta panjang gelombang yang semakin besar. Fluktuasi dalam satu kali gejolak periodanya semakin panjang kan ? Saya perkirakan (interpretasi dan intuisi) impactnya barangkali akan cukup panjang. Ini cuman gathuk-gathuk looh, aku ya ndak ngerti model prediksi harga yang paling canggih, wong prediksi ini selalu saja salah kok
Hanya saja coba perhatikan besarnya penurunan harga crude beberapa pekan terakhir ini. Dimana harga sudah merosot dibawah
harga terendah selama fluktuasi naik kemarin. Penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa pekan kemarin ini sangat mungkin merupakan indikasi bahwa ‘oil boom is over‘. Prediksi bisa bermacam-macam salah satu dari Indonesia tersiar kabar di detik.com. Prediksi ini skali lagi kemungkinan juga salah, tetapi hampir semua bulan ini memperkirakan harga minyak mentah akan menurun akibat Negara-negara OPEC akan meningkatkan produksinya. Ingat ambisiusnya ARAMCO dalam tulisan sebelumnya.
Apakah OPEC akan mampu mempengaruhi harga kali ini. Walaupun beberapa tahun kemarin OPEC tidak berkutik mengontrol harga tetapi kali ini mungkin saja, mengapa ? Coba simak yang ditulis rekan saya Benny yang bekerja di OPEC :
quote –Dari sisi produksi, NOC kontribusinya 50%, “others” 36%, super majors ini “cuma” 14%. Dilihat dari reserves, super majors cuma punya akses 4%, NOC sekitar 71% dan sisanya “others”. (sumber: materi oxford energy seminar 2006). — end
Okelah harga barangkali anjlok tapi tetapi apakah oil boom is over ini juga berlaku untuk workforce boom ?
The investor will need bussines as usual
Kalau saya melihat trend serta kecenderungan gejolak workforce adalah ketika munculnya bisnis yang tidak seperti biasanya. Ketika terjadi gejolak ekonomi entah gejolak harga maupun gejolak politis (perang), maka akan terjadi kondisi yang uncontrolable. Kondisi ini sangat tidak kondusif buat pemain besar (BIG PLAYER) sebut saja investor). Nah walaupun harga nantinya tetap diatas 60 USD/bbl (prediksi 2 tahun kedepan sekitar 50 USD/bbl,
Tetapi kalau iklim investasinya “bussines as usual” maka posisi pekerja yang paling enak adalah sebagai pegawai permanen, karena dalam setahun dua tahun kedepan ini perusahaan akan cenderung menghire dengan iming-iming retention packages, bonus dll. Perusahaan akan cenderung mengontrak seseorang pekerja untuk longterm.
Pada saat harga minya cenderung naik, kontrak jangka pendek akan sangat menguntungkan pekerja, karena tahun berikutnya ketika perpanjangan kita dapat menawar atau minta gaji naik atau pindah ke perusahaan lain. Kalau harga sedang naik tetapi kontraknya jangka panjang, biasanya tidak ada negosisasi gaji sebelum kontrak ini habis. Lah kalau lima tahun kontrak tetapi gaji ngga naik juga kan kecuut !! Ketika harga turun supaya penghasilan juga tidak ikutan turun ya itulah saatnya mengambil/memilih kontrak jangka panjang atau permanen sekalian, karena pekerja permanen dimanapun ngga pernah (suangat jarang) gajinya diturunkan.
Jadi kalau dalam bulan-bulan mendatang ada tawaran bekerja, akan lebih menguntungkan apabila memilih longterm contract (more than 2 years) atau permanent. Hanya saja itung-itungan tiga komponen utama harus pas (1. remunerasi/gaji, 2. working environment, dan 3. career oportunity)
pssst perkara nanti setelah dua tahun lagi kondisinya berubah kita (sebagai pekerja) toh bisa hengkang lagi … Husst !
P Please consider the environment before printing this e-mail
Indonesia punya banyak ladang minyak dan gas, baik yang sudah, sedang, maupun yang belum tereksplorasi dan tereksploitasi. Walau penemuan cadangan minyak di dunia menurun secara signifikan, konon, cadangan minyak di Indonesia masih cukup besar dan belum terjamah.
Menurut laporan IHS, salah satu perusahaan penyedia informasi di bidang energi dunia, "there were some important finds that opened up some new areas, bolstered nearby producing areas and provided more building blocks for the future." Terlebih lagi, pemerintah membuka tender dan menawarkan banyak blok pada para bidder di tahun-tahun ini.
Tak pelak, potensi ini mengundang banyak perusahaan minyak dan gas (migas) asing untuk berbondong-bondong berinvestasi di Indonesia. Ujung-ujungnya, lapangan pekerjaan buat sektor ini juga menjadi terbuka. Tapi sebenarnya, bagaimana sebetulnya salary dan benefit yang diperoleh untuk pekerjaan di sektor migas ini?
Chevron adalah salah satu perusahaan energi terbesar di dunia. Pusatnya ada di San Ramon, California. Selain migas, Chevron juga bermain di eksplorasi, produksi, refinery, pemasaran dan transportasi, pembangkit energi, sampai chemical product.
Perusahaan ini berdiri tahun 1879 di Pico Canyon, California. Pada 2001, Chevron merger dengan Texaco dan membentuk ChevronTexaco. Namun pada 9 Mei 2005, ChevronTexaco melepas moniker Texaco dan kembali ke nama Chevron. Texaco tetap menjadi merek di bawah Chevron. Pada 19 Agustus 2005, Chevron bergabung dengan Unocal Corporation, sebuah gerakan yang membuat Chevron produsen terbesar energi geotermal di dunia.

Chevron terbilang cukup loyal terhadap karyawannya. Tabel di atas adalah berdasar PKB tahun 2006. Konon komponen tersebut sudah mencakup basic salary plus 21% regional allowance. Fresh graduate umumnya masuk di tingkat 18A.
Adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) terbesar ketiga di Republik Rakyat China setelah CNPC dan Sinopec. Perusahaan ini punya hak eksklusif untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi minyak mentah dan gas alam di lepas pantai China. CNOOC juga merupakan sebuah perusahaan milik negara yang mana 70% sahamnya dimikili oleh pemerintah Republik Rakyat China. Mereka juga terdaftar di NYSE dengan kode ticker CEO.
CNOOC hadir di Indonesia dengan nama CNOOC Southeast Sumatra Ltd sebagai salah satu perusahaan KKKS yang ditunjuk BPMIGAS untuk melakukan proses pengeboran minyak dan gas bumi di lepas pantai Laut Jawa, sekitar 90 km sebelah utara Teluk Jakarta, Indonesia.

Berdasar Peraturan Perusahaan 2006, gaji yang ditawarkan terlihat pada tabel di atas. Fresh graduate masuk ke CNOOC pada level 19.
ConocoPhillips berpusat di Houston, Texas. Merupakan salah satu oil company besar yang memiliki lini bisnis terintegrasi -- konon terbesar ketiga setelah Exxon dan Shell. ConocoPhillips lahir 30 Agustus 2002 sebagai produk merger antara Conoco Inc. dan Phillips Petroleum Company.
Menurut sejarahnya, Total hampir saja "diambil" oleh Royal Dutch Shell -- andaikata waktu itu PM Perancis, Raymond Poincaré tidak ngotot agar Perancis membangun perusahaan minyak sendiri sesudah Perang Dunia I. Total akhirnya berdiri 28 Maret 1924 dengan nama Compagnie Française des Pétroles (CFP) mencaplok 23.75% kepemilikan saham Turkish Petroleum Company sebagai kompensasi yang diberikan Jerman melalui Konferensi Sanremo.
Tahun 1985 mereka mengganti nama menjadi Total CFP. Tahun 1991 mereka menghilangkan nama CFP. Pernah dikenal sebagai Total Fina setelah mengakuisisi Belgian Petrofina (1999) dan pernah juga dikenal dengan nama TotalFinaElf pasca merger tahun 2000. Kini mereka kembali menamai dirinya Total sejak 2003.
Semoga bermanfaat.
Tips: Sedangkan yang ini dari: http://rovicky.wordpress.com/2006/10/30/is-the-oil-boom-over-4-milih-kerja-kontrak-atau-permanen/
Jadi sebaiknya minta kontrak atau permanen, Mas Vicky?
Ini pertanyaan yang sering ditanyakan ketika "peluang kerja" sedang mengalami
perubahan. Musim pancaroba dalam pasaran kerja selalu mengundang petanyaan ini
terutama bagi pekerja serta HR diperusahaan.
Sebelumnya kita tengok dulu aja ya .... apa saja perbedaan antara permanent dengan kontrak ?
Bekerja kontrak atau permanen bisa dilihat dari beberapa sisi. Okay deh awalnya kita tengok dulu dari sisi "Job Security" aku terjemahkan bebas saja sebagai pengamanan kerja. Dan nantinya kita tengok dari kondisi saat ini, khususnya pekerja perminyakan. Tetapi sebelumnya harus diingat bahwa bekerja kontrak ini bisa dua macam, yang satu pekerja kontrak untuk low level workers (pekerja kasar) dan high level wokers (konsultan). Secara mudahnya konsultan biasanya bekerja di perusahaan dalam sistem kontrak waktu tertentu juga tetapi seringkali tidak tergabung dalam serikat pekerja. Dalam tulisan kali ini terutama untuk high level workers. Yang low level worker (blue collar) ini seringkali sudah bermuatan sangat politis, aku ndak nyampai untuk mikir kesana.
Pekerja kontrak high level ini gaji bulanannya, malah lebih besar dari
pegawai tetap. Kalau menurut Bruce Crager, CEO (Inteq Engineering) semstinya
yang status kontrak 1.5-2 kali itu. Berbeda dengan yang low level (blue
collar) yang juga statusnya kontrak looh, tetapi gajinya malah dibawah yang
pegawai permanen. Jelasnya soal tantangan yang high level itui baca tulisan
disini
sebelumnya.
Job Security
Sebenernya job sekurity ini tidak bisa dengan begitu saja dianggap kurang kalau sebagai kontraktor. Permasalahannya dimana kita mau menaruhnya. Kalo kita taruh di perusahaan sekalipun, maka kita mesti lihat apa iya kumpeni kita akan tetap survive dan eksist sampai akhir usia pensiunkita ? Aku jadi inget dulu (sekitar sepuluh tahun lalu) ketika seorang temen di CPI dan ARCO crita kalau CPI bisa menampungnya sampai pensiun. Namun kenyataannya belum genap 20 tahun sudah kerja ARCO sudah berganti pemilik, juga keduanya sudah membuat program pengurangan pegawai. Demikian juga Mobil, Vico dll.
Lantas mengapa masih ingin
permanen ?
Juga tentunya harus disadari adanya kenyataan, masih
lebih banyak pekerja yang ingin bekerja sebagai permanen staff walaupun setelah
resign (atau Kesepakatan pemutusah hubungan kerja MAT-Mutial Agreement Termination). Banyak diantara
mereka yang menginginkan menjadi pegawai permanen lagi ditempat lain.
Namun
kenyataannya banyak yang baru bekerja 2-3 tahun sudah kepingin berpindah lagi.
Jadi, sebenarnya agak aneh juga untuk apa menjadi pegawai permanen, kalau toh
akhirnya menjadi "belalang yang loncat mencari rumput hijau" ?
Bukan salah mereka, namun mereka (yg jadi belalang ini) banyak yang ngga
sadar kalo dirinya sudah berubah ke tahap independent sekarang. Mereka
masih mendua, padahal sudah merasa "memiliki" job sekuriti di otaknya,
dan di dadanya juga, barangkali. Dan biasanya pada tahap ini keinginannya lebih
banyak untuk hal-hal yang bersifat 'kemandirian materi'. Nyari yg gajinya
gede, kerjanya enak, ngga pernah dikejar2 tukang kredit lagi :).
Seorang
manager HR tentunya sadar akan adanya perilaku pegawai-pwgawai sperti ini saat
ini.
Apa enaknya jadi pegawe tetap
?
Nah, kalau anda memang saat ini masih sebagai pegawe permanen,
tentunya bukan hal yang buruk, walaupun sedang musim orang berloncatan. Pegawai
permanen yang dikejar mestinya posisi tertinggi diperusahaan, ntah sebagai
MANAGER atau bahkan VP. Karena kedua posisi itu merupakan posisi tertinggi di
permanen staff (walopun banyak juga terlihat di bbrp perusahaan posisi ini
diduduki oleh "kontraktor").
Tentunya pegawai tetap harus memiliki visi sebagai the driver not the engine, perlu memiliki
managerial skill. Berbeda dengan temennya yg jadi kontraktor, sebagai
mesin, yg memerlukan technical skill yg lebih dibanding manarial
skill.
Jadi dalam soal ini tergantung diman anda menaruh pengaman kerja anda. mau ditaruh di depan pintu (perusahaan) sebagai pegawai tetap atau di pundak sendiri (own risk) sebagai kontraktor ?
- "Untuk kondisi saat ini
bagaimana, Pak Dhe ?"
+ "Kalau Pakdhe sebagai pekerja, saat ini yang tepat
memilih untuk longterm contract atau
permanen"
- "Alasane nopo, Dhe ?"
Pilih saja "Longterm contract or permanent" Why ?
Ada beberapa alasan yang mungkin dapat
dipakai adalah: saat turunnya harga jual crude, kalau berlangsung cukup lama, maka
setiap perusahaan minyak akan cenderung menahan pegawai tetapnya dan memutuskan
pegawai kontraknya. Karena memutus 'pegawai tetap' akan memakan biaya dan dampak
bisnis (kesan politis) yang seringkali kurang bagus. Berita-berita yang menyusul
beberapa hari belakangan ini menunjukkan bahwa keengganan BIG PLAYER untuk
"bermain". Statement mereka dengan keluhannya tentang kesulitan akses
ke sumber daya ini, serta kenyataan pernyataan mereka yang
hanya mendapat untung kecil dari sisi EP mungkin menyebabkan permintaan pegawai
EP menyusut dalam setahun atau dua tahun mendatang.
Coba
tengok grafik diatas itu. Kalau dilihat bentuk gejolak sebagai sebuah pulse,
maka pulse kali ini akan berupa pulse dengan amplitude serta panjang gelombang
yang semakin besar. Fluktuasi dalam satu kali gejolak periodanya semakin panjang
kan ? Saya perkirakan (interpretasi dan intuisi) impactnya barangkali
akan cukup panjang. Ini cuman gathuk-gathuk
looh, aku ya ndak ngerti model prediksi harga yang paling canggih, wong prediksi
ini selalu saja salah kok
Hanya saja coba perhatikan besarnya penurunan harga crude
beberapa pekan terakhir ini. Dimana harga sudah merosot dibawah harga terendah
selama fluktuasi naik kemarin. Penurunan yang sangat signifikan dalam beberapa
pekan kemarin ini sangat mungkin merupakan indikasi bahwa 'oil boom is over'. Prediksi bisa
bermacam-macam salah satu dari Indonesia tersiar kabar di detik.com. Prediksi ini skali lagi kemungkinan juga
salah, tetapi hampir semua bulan ini memperkirakan harga minyak mentah akan
menurun akibat Negara-negara OPEC akan meningkatkan produksinya. Ingat
ambisiusnya ARAMCO dalam tulisan sebelumnya.
Apakah OPEC akan mampu mempengaruhi harga kali ini. Walaupun beberapa tahun kemarin OPEC tidak berkutik mengontrol harga tetapi kali ini mungkin saja, mengapa ? Coba simak yang ditulis rekan saya Benny yang bekerja di OPEC :
quote -Dari sisi produksi, NOC kontribusinya 50%, "others" 36%, super majors ini "cuma" 14%. Dilihat dari reserves, super majors cuma punya akses 4%, NOC sekitar 71% dan sisanya "others". (sumber: materi oxford energy seminar 2006). -- end
Okelah harga barangkali anjlok tapi tetapi apakah oil boom is over ini juga berlaku untuk workforce boom ?
The investor will need bussines as usual
Kalau saya melihat trend serta kecenderungan gejolak workforce adalah ketika munculnya bisnis yang
tidak seperti biasanya. Ketika terjadi gejolak ekonomi entah gejolak harga
maupun gejolak politis (perang), maka akan terjadi kondisi yang uncontrolable. Kondisi ini sangat tidak
kondusif buat pemain besar (BIG PLAYER) sebut saja investor). Nah walaupun harga
nantinya tetap diatas 60 USD/bbl (prediksi 2 tahun kedepan sekitar 50 USD/bbl,
Tetapi kalau iklim investasinya "bussines as usual" maka
posisi pekerja yang paling enak adalah sebagai pegawai permanen, karena dalam
setahun dua tahun kedepan ini perusahaan akan cenderung menghire dengan iming-iming retention packages, bonus
dll. Perusahaan akan cenderung mengontrak seseorang pekerja untuk longterm.
Pada saat harga minya cenderung naik, kontrak jangka pendek akan sangat menguntungkan pekerja, karena tahun berikutnya ketika perpanjangan kita dapat menawar atau minta gaji naik atau pindah ke perusahaan lain. Kalau harga sedang naik tetapi kontraknya jangka panjang, biasanya tidak ada negosisasi gaji sebelum kontrak ini habis. Lah kalau lima tahun kontrak tetapi gaji ngga naik juga kan kecuut !! Ketika harga turun supaya penghasilan juga tidak ikutan turun ya itulah saatnya mengambil/memilih kontrak jangka panjang atau permanen sekalian, karena pekerja permanen dimanapun ngga pernah (suangat jarang) gajinya diturunkan.
Jadi kalau dalam bulan-bulan mendatang ada tawaran bekerja, akan lebih menguntungkan apabila memilih longterm contract (more than 2 years) atau permanent. Hanya saja itung-itungan tiga komponen utama harus pas (1. remunerasi/gaji, 2. working environment, dan 3. career oportunity)