Ada yang masih inget sama porkas gan ? SDSB ?, abe baru paham setelah baca artikel ini, padahal pas kecil kata ini cukup familiar. Cekidot..
Berasal dari kata forecast, pada tanggal 28 Desember
1985, Kupon Berhadiah Porkas Sepak Bola diresmikan, diedarkan, dan dijual.
Porkas dimaksudkan menghimpun dana masyarakat untuk menunjang pembinaan dan
pengembangan prestasi olahraga Indonesia.
Porkas lahir berdasarkan UU No 22 Tahun 1954 tentang Undian, yang antara lain
bertujuan agar undian yang menghasilkan hadiah tidak menimbulkan berbagai
keburukan sosial.
Pada Porkas masyarakat diminta untuk menebak M – S – K atau menang,
seri, dan kalah. Porkas beredar hanya sampai tingkat kabupaten dan anak-anak di
bawah usia 17 tahun dilarang menjual, mengedarkan, serta membelinya. Kupon
Porkas ini terdiri atas 14 kolom dan diundi seminggu sekali, setelah 14 grup
sepak bola melakukan 14 kali pertandingan. Jadwal pertandingan ditentukan oleh
PSSI dari jadwal di dalam dan luar negeri. Setiap pemegang kupon yang tahun
1985 senilai Rp 300 menebak mana yang menang (M), seri (S), dan kalah (K).
Penebak jitu 14 kesebelasan mendapat hadiah Rp 100 juta.
Pada tanggal 11 Januari 1986, penarikan pertama Porkas dilakukan. Sampai dengan
akhir Februari tahun yang sama, dana bersih yang dikumpulkan dari
penyelenggaraan Porkas ini mencapai Rp 1 miliar. Pertengahan tahun 1986,
pengedaran Porkas dilakukan melalui sistem loket. Para
distributor, agen, subagen yang terbukti melakukan penyimpangan dipecat oleh
Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS), sebuah yayasan yang juga
mengelola Undian Tanda Sumbangan Berhadiah.
Akhir tahun 1987, Porkas berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga
Berhadiah (KSOB) dan bersifat lebih realistis. Dalam SOB ada dua macam kupon,
kupon berisi tebakan sepak bola. Kali ini yang ditebak pada kupon tidak lagi
menang-seri-kalah seperti pada Porkas, tetapi juga skor pertandingan, bahkan
skor babak pertama dan babak kedua. Kupon SOB kedua berisi tebakan sepak bola
dan tebakan huruf. Dalam kurun waktu Januari-Desember 1987, SOB menyedot dana
masyarakat Rp 221,2 miliar.
Pertengahan bulan Juli 1988, Mensos Dr Haryati Soebadio dalam rapat kerja dengan
Komisi VIII DPR menegaskan, kupon KSOB dan TSSB tahun 1988 diperkirakan
menyedot Rp 962,4 miliar dana masyarakat. Artinya, meningkat empat kali
dibandingkan dengan hasil penjualan tahun 1987. Tanggal 1 Januari 1989, SOB dan
TSSB dihentikan dan diganti permainan baru bernama Sumbangan Dermawan Sosial
Berhadiah (SDSB). Tujuan SDSB, menyumbang dengan beriktikad baik dan terbagi
atas dua macam kupon; Kupon A seharga Rp 5.000 dengan hadiah Rp 1 miliar, dan
Kupon B seharga Rp 1.000 dengan hadiah Rp 3,6 juta. Kedua kupon ini ditarik
seminggu sekali dengan jumlah yang diedarkan 30 juta lembar (Kupon A sebanyak 1
juta lembar dan Kupon B sebanyak 29 juta lembar).
Tetap, hasilnya adalah sama. Kupon ini diminati oleh semua kalangan, mulai dari
pelajar, ibu rumah tangga sampai orang dewasa. Semua punya mimpi yang sama
untuk kaya secara instan. Maka kuburan pun didatangi, orang pintar
diwawancarai, bahkan orang gilapun ditanya: nomor berapa yang akan keluar besok.
--
[MILIS ELINS]_______________________________________________________
Post to this group, send to elin...@googlegroups.com
Unsubscribe from this group, send to elins-ugm-...@googlegroups.com
More options, visit to http://groups.google.com/group/elins-ugm
___________________________________________________________________
Berati PERTAMAX lo juga april mop ya do, haha