OOT : Dituding Penjahat Perang, Israel Panik

1 view
Skip to first unread message

soegi yanto

unread,
Sep 18, 2009, 6:27:05 PM9/18/09
to ndh...@yahoogroups.com, ndh...@googlegroups.com, ppnss...@yahoogroups.com, sangatta, FTK...@yahoogroups.com, mar_e...@yahoogroups.com, kapa...@yahoogroup.com, alb-s...@yahoogroups.com, ari.s...@ymail.com, arief.fr...@gmail.com, abdi.k...@yahoo.com, andri....@yahoo.com, ankaa.s...@yahoo.com, Agus Adrianto, Toni, tri hardhono, Basuki, dedy kincung, Ni Nyoman Dewi Reni, Bejat Eko Siskal, fajar, agung GB gb, gendut Wicaksono, sapto hari, siklu...@yahoogroups.com, Mur Kuncoro Indro Siskal, au...@diploma-kapal.ft.undip.ac.id, abdul kid, hendra, marsono_tjm...@yahoo.co.id, Koncuro, Nur Rois, nur rois, pandu Ndu, aulia, pri yanto, rentol, zualika, ankaa setiawan, saformadiato madianto, troy yulianto, budi yuana, Ahmad Zainuri
  Sabtu, 19 September 2009
 
  Internasional
[ Kamis, 17 September 2009 ]
Dituding Penjahat Perang, Israel Panik
TEL AVIV- Israel menolak tegas laporan PBB yang menyatakan Negeri Yahudi itu telah melakukan kejahatan perang selama menyerbu Jalur Gaza pada akhir Desember 2008 hingga pertengahan Januari 2009 lalu. Menurut mereka, yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel di Gaza sudah sesuai dengan ketentuan internasional.

"Kami akan membaca laporan PBB itu dengan hati-hati. Kami juga akan melakukan investigasi kalau ternyata ada pelanggaran yang dilakukan pasukan kami," ujar bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel kemarin (16/9), seperti dikutip Middle East Online kemarin.

Laporan itu dibacakan Richard Goldstone, ketua tim pencari bukti PBB, di markas PBB di New York pada Selasa (15/9) lalu. Menurut Goldstone, keempat anggota panel yang diketuainya menemukan sejumlah bukti kalau Israel telah melakukan keja­hatan perang selama 22 hari menyerbu Gaza.

Kekejaman Israel di Gaza menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina. 447 di antaranya berusia di bawah 18 tahun. Itu adalah bentuk puncak reaksi Israel terkait kemenangan Hamas di pemilu 2007. Sejak Hamas berkuasa di wilayah miskin itu, Israel terus melakukan blokade, baik darat, udara, maupun laut.

Kelompok hak asasi manusia dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Israel, mengutuk keras aksi militer itu. Mereka bahkan menyebut tindakan Israel itu sebagai bentuk genosida alias pembunuhan massal.

Israel pantas panik akibat laporan PBB itu. Sebab, kalau sampai laporan itu diserahkan Dewan Hak Asasi Manusia PBB ke Pengadilan Kriminal Internasional di den Haag, sejumlah petinggi militer Israel bisa diseret dengan dakwaan sebagai penjahat perang.

"Tel Aviv berusaha sekuat tenaga menghindari Pengadilan Kriminal Internasional," tulis harian berhaluan kiri Israel Haaretz.

Untuk itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah bertemu dengan menteri luar negeri, penasihat politik senior, dan penasihat hukum hingga larut malam pada Selasa (15/9) lalu. Netanyahu, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman, dan Menteri Pertahanan Ehuid Barak telah pula melobi melalui telepon seluruh sekutunya di seluruh dunia agar menolak laporan PBB tersebut.

"Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan diplomatik dan upaya politik di level internasional untuk menghadang dampak laporan Komisi Goldstone tersebut,'' ujar Yigal Palmor, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel. (cak/ttg)

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages