Selamat pagi teman2 semua.... Selamat hari minggu palma... Tuhan dielu-elukan hari ini.
Sejak kemarin kami ikut FIABCI Kongress, diundang oleh Pak Teguh Satria yg adalah president FIABCI Asia Pasifik.
Karena pertemuan ini, kami bertemu dgn Bpk Gubernur, Pak Teguh memperkenalkan yayasan kita kpd Pak Gubernur... Dan Pak Gubernur menyebut Yayasan kita dlm pidatonya. (Dan aku mrs, setiap perjumpaan bukan kebetulan! Padahal aku sebenernya rada "males", tp kok ya Gubernur lewat persis tempat dudukku sehingga aku berjabat tangan, dan kebetulan Pak Teguh yg mau menyambut kedatangan Pak gub, ada di sebelahku, dan Pak Teguh langsung mengatakan "ini dri Tahura, dan Pak Gub langsung berbinar dan tertarik! Dan pd saat sambutan beliau menyebut yayasan tahura sambil menoleh ke tempat duduk kami... Hehehe.. Dan aku percaya, bhw ada connecting!)... Menggembirakan!
Kami duduk satu meja dgn Pak Gunawan, Nasional Director Jones Lang LaSalle dan Pak Ruddy COO Group Podomoro Bandung, ada dua hal yg Pak Ruddy katakan soal Yayasan kita, 1. Mestinya hrs dipikirkan potensi komersiilnya. Supaya tidak minta sumbangan terus.
2. Proposal yg masuk ke podomoro sngat banyak, dan tdk bisa semuanya diberi, karena dana kami kecil.
(Padahal dlm iklan podomoro appartemen di ciumbeleuit menyebut tahura sbgai salah satu fasilitas! Hehehe...)
Kata2 beliau ini menantang sy sec pribadi, bhw saya tdk mau jd "Pengemis" terus. Minta terus... Dan Pak Gunawan menghibur dgn mengatakan "jgn kuatir, yayasan ini bisa mendapatkan dana CSR kl lihat program2nya. Hehehe...
Pada saat yg sama...
Kami jg berjumpa dgn Pak Ipong Witono, salah satu tokoh gereja katolik yg juga pny concern trhdp ecologi dan selama ini kami ajak tp tdk pernah mau..
Beliau mengatakan kepadaku "hati2 di Tahura!" Jgn sampai jadi sprti babakan siliwangi atau takuban perahu. Apakah ibu pernah ke Gn. Karembi? Di sana kami menjg hutan, menanam terus dan membawa anak2 sekolah unt belajar tentang hutan.
Jgn sampai dikomersilkan". Aku tertegun.... (Sebelumnya ada yg bilang harus ada komersilnya! Dan sekarang jgn sampai komersil!).
Dan kpd Pst. Ferry beliau mengatakan... "Pst. Ferry, unt apa pst ikut seminar dan ikut ngurus2 hutan? Pastor harus sangat hati2 agar tdk dimanfaatkan. Karena pasword dr yayasan ini adalah Pastor!"
Aku makin tertegun.... Dan tiba2 aku sadar, bhw Pak Iponk tdk percaya kpdku kepada yayasan ini juga mungkin..." Dan tiba2 airmataku mengalir tak tertahan... Sedihnya dicurigai! Padahal sdh sering mengalami...
Ya, teman2... Itulah realitas yg harus kita hadapi. Masyarakat blm tentu paham dan menerima.
Dan aku, meskipun sedih, berterima kasih pada Pak Iponk yg sdh mengingatkan, agar aku dan kita semua tetap fokus pd visi misi yayasan dan waspada dlm berstrategi.
Semoga kita semua, berjuang bersama2, menjaga kemurnian kita... semua ini kita jadikan pecutan semangat unt melakukan yg terbaik, bahkan melampaui yg terbaik yg bisa kita lakukan.
Hari ini, seluruh peserta FIABCI akan ke Tahura dan Pak Triweko akan presentasi soal apa yg mau kita lakukan. Dengan ketulusan kita akan sambut mereka...
Mohon doa...
Unt awal tentu saja kita perlu modal awal. Ketika bertemu Pak Teddy Rahmat, beliau mengatakan bhw "yayasan hrs pny modal dasar. Yayasan hrs membeli ijin yg ada. Saat ini fokus aja dulu mengumpulkan uang! Krn tnp uang akan berat." Selama ini Pst. Ferry sdh kesana kemari menyebarkan proposal, dan hasilnya baru sedikit. Ada seorang ibu yg mberi 100 jt, dan ultra menjanjikan 200juta (blm cair sampai sekarang). Ada Pak Teddy Rahmat yg menjanjikan akan memberi setengah dr yg diberikan Pak Edwin kpd kita (hehehe...), dan juga blm terealisasi.
Oleh karena itu, kpd para pendiri, sy sungguh mohon bantuan pemikiran apa yg hrs kita lakukan (strategi) sehingga jgnlah yayasan kita ini jatuh jd yayasan "peminta".
Dan...
Memang betul sebagian besar dr kita ikut dlm perjalanan dan perjuangan ini karena Pst Ferry (dan seharusnya tdk ada masalah, bila seorang pastor membela ekologi, our mother nature... ) Dan sekarang, dgn kekuatan kita masing2, kita bantu perjuangan pastor dan mulai meluaskan jaringan.
kami sudah mencoba menyusun bbrp strategi yg mungkin bisa kita lakukan unt pencarian dana awal.
1. Para pendiri melakukan gathering teman2 dekatnya, dan kami diundang unt presentasi.
2. Para pendiri bergerak sendiri menyebarkan proposal kpd teman2 yg pny concern pd lingk hidup.
3. Melakukan gathering kecil dan para pendiri bersama2 mengundang teman2nya.
4. Melakukan presentasi resmi unt para pelaku usaha yg pny dana CSR unt melihat apakah CSR mrk cocok unt dukung kita.
Pak Djoko Kusumowidagdo sdh bersedia unt bantu jd koordinator bidang usaha ini.
Dlm wkt dekat, kami akan mengundang unt rapat diskusi soal hal ini. (Termasuk juga strategi soal ijin, yg muncul dlm FGD dgn Unpar).
Mohon tanggapan dan dukungan teman-teman.
Salam Damai
Shierly Megawati
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!