| Selamat malam Mas Fuad..... Terima kasih atas emailnya yang sangat simpatik, santun dan menunjukkan kebesaran jiwa.... Sungguh menjadi penghiburan untuk kami (khususnya saya....). Berbagai tanggapan dari anggora yayasan kami memperlihatkan bahwa kami semua prihatin dengan kejadian ini..... Dunia ini ya mas, mengapa begitu sulit untuk mengulurkan tangan perdamaian daripada perselisihan.......? Saya pribadi sebetulnya punya harapan bahwa saya bisa berjumpa lagi dengan Mas Fuad dan teman-teman bidang ekologi, setelah berbagai penelitian yang dilakukan. Tentu memang ada hasil tertulis (yang sangat ilmiah, sehingga menjadi susah buat saya yang bodoh dan kurang kompeten ini untuk bisa paham). Saya berharap, tim dengan bahasa verbal yang lebih sederhana dan mudah dicerna, bisa memberikan sedikit gambaran tentang hasil penelitian.... dan terutama rekomendasi nyata, saat ini, apa yang harus kami lakukan, untuk ikut melestarikan hutan milik kita ini...... Sayang sekali, bahwa pintu itu sudah tertutup. Padahal, pekerjaan masih sangaaaat banyak. Konsep Master Plan dari Unpar yang dikerjakan Pak Karyadi, dkk. Sangat luar biasa. Saat ini kami sedang menyiapkan tim konservasi kami, sebisa-bisanya, sesuai dengan kemampuan kami. Kami sedang mengerjakan herbarium bekerjasama dengan LIPI Cibodas, untuk 100 species tanaman keras (bayangkan mas, hutan ini belum punya koleksi herbarium satupun!)...... Baru itu yang mampu kami lakukan. Mimpinya, kami ingin punya lembaga penelitian sendiri... Akan kami lanjutkan seluruh amanat ini mas..... dan kami sungguh percaya, kekuatan kami adalah hanya dari yang Maha Kuasa saja. Doakan saja kami ya mas.... Agar semangat ini terjaga, sampai titik darah penghabisan. Salam hormat, Shierly Megawati --- Pada Kam, 7/3/13, m fuad <mfu...@gmail.com> menulis:
|