LinkedIndan pihak ketiga menggunakan cookie esensial dan non-esensial untuk menyediakan, mengamankan, menganalisis, dan meningkatkan Layanan kami, dan untuk menampilkan kepada Anda iklan yang relevan (termasuk iklan profesional dan lowongan kerja) di dalam dan di luar LinkedIn. Baca selengkapnya di Kebijakan Cookie kami.
Selain harga saham, pengumuman deviden oleh perusahaan publik juga menjadi suatu informasi penting bagi investor, hal tersebut disebabkan implementasi dari kebijakan deviden adalah salah satu faktor pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi, apakah mereka akan menginvestasikan dana mereka di sebuah perusahaan atau tidak. Menurut Jones (2000) return dapat berupa yield (dividend) dan capital gain (loss). Yield adalah cash flow yang dibayarkan secara periodik kepada pemegang saham (dalam bentuk deviden), sedangkan capital gain (loss) merupakan selisih dari harga saham pada saat pembelian dengan harga saham pada saat penjualan. Di lain hal teori-teori yang menitik beratkan untuk tidak mendistribusikan dividen beralasan pembagian dividen kepada pemegang saham menyebabkan posisi kas suatu perusahaan menjadi semakin berkurang dan mengakibatkan rasio utang terhadap ekuitas semakin membesar, dimana pelaku pasar atau investor pasar saham bisa berfikir negatif terhadap suatu perusahaan terhadap aksi korporsi tersebut, Menurut Miller dan Modigliani (1961) Bahwa nilai saham perusahaan di tentukan berdasarkan pendapatan dan risiko bisnis, dimana nilai saham perusahaan bergantung pada pendapatan yang di produksi dari aset perusahaan, bukan dari pendapatan yang di bagi antara deviden dan retained earnings. Apakah perusahaan wajib membayarkan deviden atau tidak masih menjadi pertanyaan relevan sampai dengan saat ini. The harder we look at dividend picture, the more it seem like a puzzle, with pieces that just do not fit together ( Black, F.,1976)
Kebijakan deviden (dividend policy) adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai deviden atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi dimasa yang akan datang. Apabila perusahaan memilih untuk membagikan laba sebagai deviden maka akan mengurangi laba yang ditahan dan selanjutnya akan mengurangi total sumber dana intern atau internal financing (Sartono, 2001 dalam Setiawati, 2012). Deviden merupakan proporsi laba atau keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah yang diperoleh sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliki pemegang saham dan disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan. Nilai dan waktu pembayaran deviden ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan nilai yang dibagikan berkisar antara nol hingga berkisar sebesar laba bersih tahun berjalan atau tahun lalu (Aribowo, 2007).
Tujuan penelitian yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengatahui dan menganalisis pengaruh, 1). Devidend yield terhadap harga saham. 2). Pengaruh ROE terhadap harga saham. 3). Pengaruh EPS terhadap harga saham. 4). Pengaruh ROE terhadap devidend yield. 5). Pengaruh EPS terhadap devidend yield. 6). Kemampuan devidend yield dalam memediasi pengaruh ROE terhadap harga saham. 7). Kemampuan devidend yield dalam memediasi pengaruh EPS terhadap harga saham.
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2012:5) Saham merupakan tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut
Menurut Jogiyanto (2000:8) Harga saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal
Deviden merupakan proporsi laba dan keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jumlah yang diperoleh sebanging dengan jumlah lembar saham yang dimiliki pemegang saham dan disesuaikan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan (Aribowo, 2007)
Harga saham yang cukup tinggi akan memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan, misalnya potensi dari capital gain maupun kepercayaan pihak kreditur jika perusahaan ingin mengeluarkan obligasi maupun meminjam uang pada perbankan.
Return on Equity merupakan rasio profitabilitas yang sangat pentung untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari investasi bagi pemegang saham di sebuah perusahaan. ROE dengan rasio 100 persen berarti bahwa setiap 1 rupiah ekuitas pemegang saham dapat menghasilkan 1 rupiah dari laba bersih. ROE juga dapat digunakan untuk melihat efektifitas manajemen dalam menggunakan pembiayaan ekuitas untuk mendanai operasi dan meningkatkan keuntungan perusahaan.
Dividend yield memberikan arti berapa banyak penghasilan yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan ke dalam saham suatu perusahaan. Pada umumnya perusahaan akan menggunakan rasio ini untuk pengambilan keputusan investasinya.
Dalam penelitian ini jenis data yang digunakan adalah data sekunder selama periode penelitian. Sumber data diperoleh dari publikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun galeri data BEI dan data publikasi pada web perusahaan
Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probability Sampling. Teknik Non Probability Sampling yang digunakan adalah pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kriteria yang digunakan sebagai berikut:
Uji ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya perubahaan struktural di dalam regresi, membuktikan adanya ketidaksamaan nilai parameter estimasi, di mana terjadinya perubahaan struktural mengakibatkan perbedaan intersep (konstanta) atau slope dalam regresi. Uji statistik F dapat digunakan untuk menguji perubahan tersebut. Formula dapat dipakai:
digunakan untuk memilih estimasi yang paling tepat antara pendekatan fixed effect dan pendekatan random effect di dalam regresi data panel. Pengujian ini didasarkan pada ide bahwa kedua metode OLS dan GLS konsisten tetapi OLS tidak efisien di dalam hipotesis nol. Hasil pengujian ini dapat dilihat berdasarkan nilai chi-square dan ρ-value. Apabila chi-square tabel lebih besar dari chi-square statistik dan ρ-value dari chi-square statistik tidak signifikan (lebih besar dari taraf signifikannya) maka model dengan pendekatan random effect yang lebih tepat digunakan.
Analisis determinasi dipakai untuk melihat persentase pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent. Koefisien determinasi menggambarkan besarnya pengaruh variabel Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) terhadap variabel Dividend Yield sebagai variabel mediasi atau untuk meneliti derajat keeratan hubungan antar variabel. Setiap tambahan suatu variabel independent maka R2 akan meningkat, tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependent atau tidak. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan adjusted R2 untuk mengukur besarnya persentase pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent
Untuk melihat peran variabel mediasi Dividend Yield dalam memediasi variabel bebas Return On Equity dan Earning Per Share terhadap Harga Saham dalam penelitian ini, rumus perhitungan adalah sebagai berikut:
Terdapat 7 (tujuh) hipotesis yang akan di uji. Pengujian menyangkut pengaruh langsung dua variabel bebas yaitu ROE dan EPS terhadap Dividend Yield sebagai variabel mediasi dengan menggunakan random effect model dan pengaruh langsung variabel ROE, EPS dan Dividend Yield sebagai variabel mediasi terhadap harga saham juga dengan menggunakan random effect model dan juga melakukan pengujian apakah dividend yield mampu memediasi pengaruh ROE dan EPS terhadap harga saham.
1. Pengaruh devidend yield terhadap harga saham dalam hipotesis pertama diduga variabel dividend yield berpengaruh terhadap harga saham, dimana nilai probabilitas t-statistic bernilai 0,0000 yang lebih kecil dari alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama diterima. Artinya dividend yield berpengaruh siginifikan terhadap harga saham.
2. Dalam hipotesis kedua diduga variabel ROE tidak berpengaruh terhadap dividend yield, dimana nilai probabilitas t-statistic bernilai 0,2239 yang lebih besar dari nilai alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua diterima. Artinya variabel ROE tidak berpengaruh terhadap dividend yield.
1. Dalam hipotesis ketiga diduga variabel EPS tidak berpengaruh terhadap dividend yield, dimana nilai probabilitas t-statistic bernilai 0,543 yang lebih besar dari alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga diterima. Artinya variabel EPS tidak berpengaruh terhadap dividend yield
2. Dalam hipotesis keempat ini diduga variabel ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham dimana nilai probabilitas t-statistic bernilai 0,3793 yang lebih besar dari alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis keempat ini juga diterima.
3. Pengaruh EPS terhadap harga saham. Dalam hipotesis kelima ini diduga variabel EPS berpengaruh positif terhadap harga saham dimana nilai probabilitas t-statistic bernilai 0,000 yang lebih kecil dari alpha 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis kelima ini dapat diterima. Artinya variabel EPS berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
4. Dalam hipotesa keenam diduga variabel dividend yield mampu memediasi pengaruh ROE terhadap harga saham, dimana hasil analisis jalur ROE-DY-HS dimana nilai perhitungan beta 1 yaitu hubungan EPS dan HS dan beta 2 yaitu jalur ROE-DY-HS dimana masing masing memiliki angka beta -0.021 dan -0.313 dan jika dikalikan mendapatkan angka 0.0006 lebih besar dari beta 3 sebesar -0.007 dengan demikian hasil perhitungan menghasilkan angka yang signifikan yang berarti DY mampu memediasi antara variabel ROE dan HS
5. Dalam hipotesa ketujuh diduga variabel dividend yield tidak mampu memediasi pengaruh EPS terhadap harga saham, dimana hasil analisis jalur EPS-DY-HS dimana nilai perhitungan beta 1 yaitu hubungan ROE dan DY dan beta 2 yaitu EPS dan DY dimana masing masing memiliki angka beta -0.145 dan -0.313 dan jika dikalikan mendapatkan angka 0.045 lebih kecil dari beta 3 sebesar 1.089 dengan demikian hasil perhitungan menghasilkan angka yang tidak signifikan yang berarti DY tidak mampu memediasi antara variabel EPS dan HS
3a8082e126