GERAKAN 10 RIBU RUPIAH UNTUK DESI

2 views
Skip to first unread message

risa hananti

unread,
Nov 21, 2011, 4:02:18 AM11/21/11
to Ati Djumadi, dpp-ge...@googlegroups.com, fahira...@yahoo.com, Cyril Raoul Hakim, d.nur...@gmail.com, baban sarbana, jiha...@yahoo.com, nad...@yahoo.com, indah.w...@gmail.com, gega.sa...@gmail.com, am...@yahoo.com, aditya.p...@gmail.com, beriozk...@yahoo.com, stefani...@yahoo.com, sucim...@yahoo.com, yudh...@yudhawati.com, fisi...@gmail.com, tyas...@yahoo.com, tyasu...@yahoo.com, eghy...@gmail.com, eg...@eghy.net, lia_s...@yahoo.com, wira....@gmail.com, alvin_j...@yahoo.com, fakhri...@kinaryamuda.com, fakhril...@gmail.com, hurr...@yahoo.com, inggar...@yahoo.com, panc...@gmail.com, chae...@yahoo.com, adhe...@gmail.com, ghea....@gmail.com, indah.d...@dso.astra.co.id, glowin...@yahoo.com, mira....@yahoo.com, adir...@ymail.com, dr.risky....@gmail.com, sophi...@gmail.com, ar...@ariefwirawan.com, awa...@gmail.com, nova_ard...@yahoo.com, nita....@gmail.com, renno_...@yahoo.com, subha...@gmail.com, tommya...@yahoo.com, anggun...@gmail.com, anto...@yahoo.com, deri_ti...@yahoo.com, ardiyatman...@gmail.com, upzz...@yahoo.co.id, cans...@yahoo.com, Deni_sa...@yahoo.com, moz5_w...@yahoo.com, ilmuk...@gmail.com, smiley...@yahoo.com, kuta_l...@yahoo.com, ms.moham...@gmail.com, hika.tra...@ericsson.com, aditya...@gmail.com, me_s...@yahoo.com, olga...@yahoo.com, moch...@yahoo.com, aslimn...@gmail.com
Dear Kawan2 Gemadamai terkasih,

Berikut adalah gerakan yg saya dan kawan2 lama saya sedang kerjakan.
Semua bantuan kami terima dengan senang hati.
Tetapi yg sangat urgent saat ini adalah jika kami bisa memberikan
pengobatan secara tuntas bagi kawan kami yg sedang ditimpa berbagai
musibah penyakit.

Tersebut diatas adalah sekelumit kata pengantar dari saya pribadi,
berikut dibawah ini adalah kilasan secara menyeluruh mengenai progress
maupun kejadian secara mendetail nya.

Assalamu’alaykum wr. wb...

Bapak, Ibu, Teman, izinkan kami berbagi cerita. Butuh sekitar 10 menit
untuk membaca tulisan ini, namun mungkin lebih dari itu untuk dapat
meresapi isinya.

Hari ini, terbaca oleh kami sebuah artikel tentang seorang ibu di
Surabaya yang tewas demi melindungi bayinya yang berusia 2 bulan dari
kebakaran. Ia mendekap anaknya di kamar mandi hingga api padam,
alhamdulillah sang buah hati selamat, walaupun harus kehilangan sang
ibu untuk selamanya.

Ternyata, cinta ibu pada anaknya memang amat besar dan tak dapat ditawar-tawar.
Teringat kami pada seorang sahabat, Desi (Nur Rahmah Desiana) yang
memiliki seorang anak (Daffa, 4 tahun) yang sejak lahir menderita
Cerebral Palsy tipe Spastic Diplegia dimana otot gerak/motoriknya
sangat kaku hingga saat ini Daffa belum dapat duduk dan berdiri
sendiri. Desi rela melepaskan karirnya sebagai staf HRD di sebuah
perusahaan swasta karena Daffa kecil membutuhkan ekstra perhatian,
perawatan dan kasih sayang. Desi sadar tak ada orang lain yang dapat
memberikan itu semua lebih tulus daripada dirinya. Dana besar yang
dibutuhkan untuk pengobatan dan terapi demi optimalnya perkembangan
Daffa selalu ia dan keluarga upayakan ada pada waktunya. “My son comes
first”, itu yang selalu ada di pikirannya. Rasa lelah, sakit pada
lambung dan batuk panjangnya ia abaikan.

Hingga suatu siang, 4 bulan yang lalu ia merasa sesak napas dan
kesemutan pada otot-otot kakinya. Ini sudah melampaui batasnya,
akhirnya Desi dibawa ke rumah sakit Medika Permata Hijau untuk
menerima perawatan. Desi merasakan kebas dan kesemutan pada kaki yang
menjalar ke tangan. Tubuh bagian kirinya mati rasa. Setelah sempat
didiagnosa menderita stroke ringan, Dokter kemudian menyebut “Suspect
GBS (Gullain Barre Syndrome)” , sebuah kelainan autoimun sebagai
diagnosanya. Kali ini Desi runtuh. Dia tahu jika dirinya dipanggil
Tuhan saat itu, tidak ada orang lain yang dapat merawat,
memperhatikan, mendidik dan mengasihi Daffa seperti dirinya, Ibu
kandungnya. Ternyata biaya pengobatan untuk penyakit GBS ini teramat
mahal, mencapai ratusan juta rupiah. Tak terbayangkan dari mana Desi
bisa mendapatkan dana sebesar itu, sementara limit biaya kesehatan
dari kantor suaminya sudah sejak lama terlewati. Usaha Desi untuk
mengurus pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari kecamatan
pun tidak berhasil.
Seperti sebelumnya, kali ini pun Desi berhasil bangkit dengan keluarga
di sampingnya, kerabat dan sahabat di sekelilingnya dan Daffa kecil di
hatinya. Setelah menjalani perawatan lanjutan di RSCM dan menjalani
pemeriksaan Lumbar Puncture (pengambilan cairan otak via tulang
belakang), Desi menerima vonis bahwa ia menderita Chronic Inflammatory
Demyelinating Polyneurophathy (CIDP) atau yang juga dikenal dengan
sebutan GBS Kronik. Desi memutuskan untuk menjalani pengobatan minimal
untuk GBS (karena tidak mampu membayar biaya terapi lain yang lebih
efektif), walaupun obat-obat tersebut memiliki efek samping yang cukup
besar jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Resiko kegagalan pun
cukup besar bila ia kelelahan maupun terinfeksi virus/bakteri.
Sementara saat ini Desi harus merawat anaknya, melakukan terapi
motorik, pemijatan rutin, dan memberikan obat pada Daffa tiap 3 jam
sekali.
Saat ini sudah 4 bulan sejak Desi terkena serangan pertama GBS dan
selama 4 bulan hingga saat ini Desi menjalani pengobatan oral yang
mengandung streoid, dan dalam kurun waktu 4 bulan itu efek samping
dari obat2an yang yang dikonsumsi malah menambah masalah baru. Desi
yang dulu kurus sekarang terlihat gemuk karena steroid, wajahnya
terlihat bulat, tubuhnya pun terlihat kepayahan karena imunitas
tubuhnya yang berkurang karena obat-obatan tsb. Seandainya Desi dapat
menjalani pengobatan GBS dengan pengobatan yang lebih efektif..mungkin
Desi dapat sembuh tanpa harus bergantung pada obat2an tersebut dan
Desi dapat merawat Daffa kembali dengan tubuh yang sehat....Namun
pengobatan tersebut sangatlah mahal...mencapai ratusan juta rupiah...
Untuk itu, kami, teman2 Desi alumni SMA 65 angkatan 99 merasa perlu
melakukan sesuatu untuk membantunya melawan penyakitnya dan berjuang
demi anaknya. Kami berkumpul, bertukar pikiran, berupaya mengumpulkan
dana yang dia butuhkan untuk pengobatannya. Inilah hikmah yang tak
pernah Desi sadari, dia telah mempersatukan kami…sekali lagi..Kami
telah mengumpulkan dana secara spontan dari teman2 dekat kami... namun
upaya yang kami lakukan belumlah cukup. Dana yang terkumpul masih jauh
dari yang dibutuhkan.
Karena itu..izinkanlah kami untuk mengundang dan mengajak teman –
teman semua bersama kami dalam membantu seorang Ibu yang berjuang
melawan sakitnya demi buah hatinya. Desi harus “survive”, demi
anaknya..

------------------
Apa itu GBS?
Gullain Barre Syndrome (GBS) merupakan gangguan autoimun. Menyebabkan
kelemahan otot bahkan kelumpuhan bagi penderitanya. Gejala awalnya
tidak spesifik, menyerupai penyakit-penyakit umum lainnya. Batuk
berkepanjangan, keram dan nyeri sendi. Penyebab pastinya belum jelas,
pun pengobatannya. Umum ditemukan pada penderita usia 30-50 tahun
dengan frekuensi kejadian 1-2 orang dalam 100.000 populasi.

Pengobatan dan Biayanya
Belum ada pengobatan yang dianggap dapat menyembuhkan penyakit ini
secara total, namun ada terapi fisik dan terapi obat untuk meringankan
gejala dan penderitaan pasien, antara lain:
- Plasmapheresis, terapi sejenis cuci darah dengan biaya 85
juta/paket (belum termasuk biaya dokter, rumah sakit, perawatan pasca
terapi dan alat kesehatan)
- Intravenous immunoglobulin, terapi lewat infus semacam
kemoterapi dengan biaya 125 juta/paket (belum termasuk biaya dokter,
rumah sakit, perawatan pasca terapi dan alat kesehatan)
- Terapi oral methylprednisolon dan myfortic dengan tujuan
menurunkan sistem auto imun (immunosuppressant), namun memiliki resiko
kegagalan jika terinfeksi virus. Karena 2 terapi lainnya sangat mahal,
maka terapi oral inilah yang rutin dilakukan desi.
------------------
Kami mengundang teman2 di sini untuk membantu Desi dalam “Gerakan
Transfer 10 ribu Rupiah untuk Desi” . Kenapa 10 ribu ? karena Rp
10.000,- adalah batas minimal untuk dapat melakukan transfer dana
antar rekening. Namun kami sangat berterimkasih apabila teman2
berkenan memberi lebih.
Dana yang masuk akan digunakan untuk pengobatan GBS yang efektif bagi
Desi. Dan apabila ada dana lebih akan disalurkan untuk terapi Daffa
karena sejatinya Daffa pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan
kesempatan melakukan terapi berkejaran dengan waktu yang singkat.
Pasalnya inilah usia emas bagi Daffa. Masa sangat penting untuk
mengupayakan agar bocah yang belum bisa duduk itu punya kemampuan
untuk duduk, berdiri dan akhirnya berjalan...hal yang sangat
diharapkan oleh Desi.

Gerakan Transfer 10 ribu Rupiah ini dapat teman2 sampaikan ke rekening
sebagai berikut :

1. BCA : 2872367200 a/n M Iqbal or Arief irvan
2. Mandiri : 118-000-717459-1 a/n Puri Fitriani
3. BRI : 2123-01-000243-50-7 a/n Virgyne Livynia
4. BNI : 189552183 a/n Arie Budiman

Rekening – rekening tersebut adalah rekening yang telah kami siapkan
untuk penggalangan dana untuk Desi dan pemilik rekening tersebut
adalah sahabat-sahabat kami dan juga Desi , alumni SMA 65 angkatan 99.
Info selengkapnya dapat teman-teman lihat pada website: www.danapeduli65.org
Untuk proses pencatatan dan pertanggunjawaban, setelah melakukan
transfer rekening, mohon dapat melakukan konfirmasi melalui email:
Fadillah Rachmawati: deell...@yahoo.com atau Ratmiyati: ratm...@gmail.com
HP Dilla : 081513087874, HP Ratmi : 087881585957

Terimakasih banyak atas perhatian dan doa teman-teman, semoga Allah
SWT senantiasa memberi keleluasaan dan kelapangan bagi kita untuk
dapat membantu teman dan saudara yang membutuhkan, Amiin..

Berikut biodata Desi :

NAMA LENGKAP:NUR RAHMAH DESIANA
TTL:JAKARTA, 29 DESEMBER 1981
ALAMAT:PERUMAHAN DUTA BINTARO BLOK A1 No. 11
RT 5 RW 13 KELURAHAN PAKUJAYA KEC. SERPONG UTARA TANGERANG SELATAN
PEKERJAAN:IBU RUMAH TANGGA (DENGAN 1 ANAK YANG BERKEBUTUHAN KHUSUS)
PENYAKIT:SUSPECT: GBS (GULLAIN BARRE SYNDROME)
VONIS: CIDP (CHRONIC INFLAMMATORY DEMYELINATING POLYNEUROPHATY)
GEJALA:NYERI OTOT/SENDI, KESEMUTAN/KERAM, BATUK/PILEK BERKEPANJANGAN,
INFEKSI PENCERNAAN
KONDISI TERAKHIR:SEDANG DALAM PENGOBATAN ORAL MYFORTIC
(IMMUNOSUPPRESANT) DAN STEROID METHYLPREDNISOLON
DENGAN EFEK SAMPING YANG CUKUP BANYAK SERTA RESIKO KEGAGALAN CUKUP
BESAR JIKA YBS TERINFEKSI VIRUS ATAU DALAM KONDISI LELAH


PENDIDIKAN : ALUMNUS SMA 65 KEBON JERUK JAK-BAR ANGKT ‘99
ALUMNUS FAKULTAS
PSIKOLOGI UPI YAI ANGKT ‘99


Wassalamu’alaykum wr. wb.
Tim Gerakan Transfer 10 Ribu Rupiah untuk Desi
CP : Dilla & Ratmi


Note : Email ini dapat diforward dan disebarkanluaskan untuk tujuan
penggalangan dana bagi pengobatan Desi.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages