PKLG dan DIPO MRI serta KRD Cadangan utk KA Bandara Kuala Namu

35 views
Skip to first unread message

dpdspk...@yahoo.co.id

unread,
Feb 13, 2013, 11:11:31 AM2/13/13
to DPD5 Groups
From: jo...@kereta-api.co.id
Date: Wed, 13 Feb 2013 15:13:54
To: OP Pusat<opp...@kereta-api.co.id>; broadcastocgroup<broadcas...@kereta-api.co.id>
Reply-To: jo...@kereta-api.co.id
Subject: PKLG dan DIPO MRI serta KRD Cadangan utk KA Bandara Kuala Namu

PKLG dan Dipo MRI

Hari ini saya berkesempatan diajak Kdo 1 melihat PKLG MRI. Sungguh suatu aset yang tidak dimanfaatkan secara maksimal dan sangat disayangkan.

Selama 4 tahun di KAI, saya tidak pernah merasa terkejut seperti yang saya alami siang hari ini, melihat aset terbengkalai sedangkan saya masih ingat rekan2 senior membicarakan kemungkinan meninggikan Dipo Kereta di Dao yang terendam banjir dengan nilai pembangunan yang amat besar, mengapa tidak memberikan alternatif yang lebih murah ini? Apakah tidak tahu atau lebih suka "belanja" yang menjadi wabah penyakit di KAI sekian lama dan masih terus berulang?

Ingat, KAI adalah Badan USAHA yang setiap pengeluaran harus menghasilkan pelayanan dan/atau pendapatan yang membaik.

Beberapa pelajaran yang saya ambil dari pengalaman siang ini adalah:

1. Saya setuju usulan Kdo 1 utk mengubah PKLG MRI menjadi Dipo Kereta dan Loko dengan biaya rutin perawatan sarana Daop 1 yang ada karena rel masih ada tersisa untuk pembangunan ini. Dirpras/TE membantu pelaksanaan yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab Daop 1.

2. Agar seluruh Kepala Daerah memanfaatkan peninggalan yang ada semaksimal mungkin supaya berhemat.

3. Direksi KAI ke depan wajib pernah mengalamai penugasan sebagai Kepala Daerah atau Kepala Balai Yasa Besar spt MRI atau YK atau Dirut anak perusahaan, supaya lebih paham pemanfaatkan fasilitas yang sudah ada ketimbang cuma berfikir untuk investasi besar saja!

KRD Cadangan Utk KA Bandara Kuala Namu

Saya melihat hasil kerja BY MRI ini, luar biasa, top dengan segala keterbatasan yang ada, terima kasih kepada Sdr. Joko Hardianto, Sdr A Tarra dan semua rekan BY MRI.

Saya minta segera dikirim ke Medan utk uji coba pengoperasian.

KRD ini adalah hasil karya dari barang "rongsokan", dan akan digunakan untuk cadangan thd KRD baru yang akan datang segera.

Wajah yang membuat saya tergerak untuk bekerja lebih keras

Saya juga melihat wajah wajah sederhana yang dengan semangat dan ketekunan mengurus PKLG dan Dipo MRI, hati saya tergerak melihat wajah wajah rekan rekan saya disana. Wajah wajah yang mendorong saya bekerja lebih keras untuk memajukan KAI dan perkeretaapian.

saya bersyukur dan berterima kasih kepada Kdo 1 yang memberikan saya kesempatan hari ini. Apa yang saya lihat di wajah wajah yang saya temui siang ini membuat saya paham bahwa banyak wajah yang bercokol di kantor pusat itu tidak mewakili seluruh wajah sederhana dan tekun yang kita miliki.

Dengan segala kerendahan hati, saya harus mengaku bahwa saya sering tidak merasa nyaman melihat banyak wajah di torpus dan di lokasi yang mudah dijangkau seperti stasiun dan lainnya, yang terkesan berpolitik, egois, dan tidak pernah bekerja dengan sungguh sungguh memajukan KAI. Hal ini diperparah dengan segelintir oknum yang sering mengatasnamakan seluruh pegawai untuk menuntut segala fasilitas dengan mengancam dan menekan seolah olah mereka berperan seperti pengawas direksi. Lucu!

Kilas Balik Perasaan Saya

Awal tahun lalu, SPKA (yang mengatasnamakan seluruh pegawai?) pernah melayangkan surat ke Men BUMN dengan tembusan sampai ke Bapak Presiden yang ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen SPKA dan banyak ketua DPD dengan tujuan supaya saya diberhentikan. Saya dituduh merugikan perusahaan dengan investasi besar dan sebagian diperoleh dari hutang ke perbankan.

Perlu saya jelaskan bahwa pada bulan Februari 2009, Saya ditugaskan sebagai dirut Perusahaan Terbatas Persero Kereta Api Indonesia atau disingkat PT Kereta Api Indonesia (Persero). Semua tindakan saya adalah sesuai UU PT dan UU BUMN serta semua investasi dilakukan dengan persetujuan RUPS tiap tahun dan dipertanggungjawabkan secara tertulis dan disetujui oleh Men BUMN sebagai pemegang saham.

Apa yang saya lakukan sebagai direktur utama untuk KAI adalah amanah pemegang saham yang dituangkan didalam keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) serta kewenangan saya yang diatur di dalam anggaran dasar perseroan.

Direksi juga mengatur kesejahteraan berdasarkan jenjang kewenangan dan tanggung jawab setiap orang, sehingga tidak sama dengan konsep komunis! Semua BUMN juga mengatur begitu, mulai PLN sampai BRI dan Pertamina. Kalau kesejahteraan seorang pelaksana mau sama dengan kesejahteraan Masinis atau Kepala Stasiun, tentu flasafah Badan Usaha harus diubah atau falsafah negara yang harus diubah juga? Di China yg menganut paham komunispun membedakan kesejahteraan pelaksana dan pimpinan secara berjenjang.

Sejauh yang saya tahu, sebelum 2009, KAI tidak pernah mencetak keuntungan bersih seperti di tahun 2009 sebesar Rp. 154 milyar, 2010 sebesar Rp 210 Milyar , 2011 sebesar Rp. 201 Milyar dan 2012 diestimasikan sebesar Rp 300 Milyar.

Kesejahteraan juga sudah diperbaiki mulai dari total biaya tenaga kerja Rp. 900 Milyar per tahun di 2008 sampai menjadi Rp. 2.400 Milyar per tahun di 2012. Banyak wajah yang bersyukur dengan perbaikan kesejahteraan kecuali para pihak yang telah meminta men BUMN memecat saya setahun yang lalu.

Di tahun 2012, KAI menambah hutang sebesar Rp. 2 Trilyun namun Aset bertambah Rp. 3 Trilyun. Apakah itu keputusan saya semata? Bukan ! Itu ditetapkan di RUPS Pemegang Saham dan disetujui atas nama Men BUMN.

Bagaimana kalau tidak bisa bayar hutang? Sepanjang kerja keras dan tidak korupsi, pasti bisa bayar hutang karena semua hutang dipakai untuk investasi yang dapat menghasilkan pendapatan.

Pendapatan di tahun 2008 sebesar Rp. 4.2 Trilyun per tahun dan di 2012 lebih dari Rp. 7 trilyun per tahun dan diharapkan meningkat menjadi sktr Rp. 8.5-9 Trilyun di tahun 2013 dan 10 Triyun di 2014.

Tambahan uang tunai dari hasil usaha bersih di tahun 2012 saj adalah sebesar Rp. 1 trilyun. Bayangkan !

UPT Kemenhub ?

Saya menduga bahwa banyak rekan lebih suka tidak berhutang, menggantungkan diri pada APBN, menjadi "onderbow" Kemenhub. Kalau memang mau begitu, silahkan usul ke Pemerintah untuk kembali berpenghasilan seperti PNS lagi.

Saya tidak bersedia memimpin KAI yang menjadi UPT Kemenhub karena itu bukan Badan Usaha melainkan unit pelaksana teknis yang tidak punya tanggung jawab menghasilkan pendapatan !

Semangat Saya Siang Ini.

Lalu ada pertanyaan, siapakah yang sanggup meneruskan memimpin KAI kalau masa tugas saya habis di tahun depan? Silahkan tanya kepada Men BUMN ! Itu bukan urusan saya.

Namun, dengan melihat wajah wajah sederhana dan tekun di siang hari ini, saya berharap bahwa saya tetap dipercaya untuk memimpin KAI sampai jauh ke depan.

Saya pernah bertanya ke Men BUMN atas surat SPKA tersebut dan beliau malah tertawa terbahak bahak !

Selama 4 tahun memimpin KAI, kita telah mendapat berbagai penghargaan dari berbagai pihak terutama di tahun 2012 menjadi BUMN terbaik dan lain sebagainya. Saya selaku dirut KAI memperoleh banyak penghargaan karena dianggap mampu membawa KAI berubah menjadi lebih baik dan lebih melayani !

Akhirnya, saya ingin mengaku bahwa apa yang bisa menggerakkan semangat saya untuk tetap memimpin KAI adalah wajah rekan2 saya dilapangan yang penuh rasa syukur dan semangat kerja yang tekun.

Agar dikomunikasikan ke akar rumput.

Selamat bekerja.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

tarso...@yahoo.co.id

unread,
Feb 13, 2013, 11:13:33 AM2/13/13
to dpd5...@googlegroups.com
Kopi infonya makasih
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
*TATAS DINI*
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "DPD5_PWT" dari Grup Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke dpd5_pwt+berhenti berlan...@googlegroups.com .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages