Organon Adalah

0 views
Skip to first unread message

Danny Hosford

unread,
Aug 5, 2024, 10:16:30 AM8/5/24
to downhighgistsou
OrganonCo. adalah perusahaan farmasi Amerika Serikat yang berkantor pusat di Jersey City, New Jersey.[4] Organon mengkhususkan diri dalam bidang terapi inti berikut: kesehatan reproduksi , kontrasepsi, psikiatri, terapi penggantian hormon (HRT), dan anestesi. Organon menjual ke pasar internasional.

Organon didirikan oleh Dr. Saal van Zwanenberg di Oss, Belanda, pada tahun 1923 sebagai bagian terpisah dari pabrik daging Zwanenberg's fabrieken. Produk pertamanya adalah insulin pada tahun 1923.[5] Pada tahun 1930-an Organon memproduksi estrogen.[5]


Pada tahun 1962, ia membeli saham Nederlandsche Cocanefabriek (Pabrik Kokain Belanda). Nama perusahaan diubah menjadi Koninklijke Zwanenberg-Organon (KZO), dan merger dengan produsen serat AKU pada tahun 1969 menjadi AKZO, kemudian Akzo Nobel. Organon adalah unit bisnis perawatan kesehatan manusia Akzo Nobel. Pada tahun 2004, Organon mengakuisisi produsen bahan aktif farmasi Diosynth.[6]


Pada November 2007, Schering-Plough mengakuisisi Organon BioSciences dan perusahaan farmasi veteriner Intervet dari Akzo Nobel.[7] Schering-Plough memindahkan Organon ke markas besarnya di New Jersey.[8] Dua tahun kemudian, Schering-Plough bergabung dengan Merck & Co., yang dikenal sebagai Merck Sharp & Dohme atau MSD di luar Amerika Serikat dan Kanada.[9]


Pada Mei 2020, Merck & Co. mengumumkan bahwa Organon & Co. akan menjadi nama sempalan (spin-off) yang tertunda dari bisnis kesehatan wanita, produk warisan, dan biosimilar, yang menurut perusahaan akan "diselesaikan pada akhir paruh pertama tahun 2021."[10] Merck menyelesaikan spin-off tersebut dan Organon & Co. menjadi perusahaan publik pada 3 Juni 2021.[11]


Pada November 2021, perusahaan tersebut mengumumkan akan mengakuisisi Forendo Pharma dan senyawa utamanya, inhibitor 17β-hydroxysteroid dehydrogenase tipe 1 oral yang berpotensi pertama di kelasnya.[12][13]


Organon (bahasa Yunani Kuno: Ὄργανον, har. 'instrumen, alat, perkakas') adalah kumpulan risalah Aristoteles tentang logika dan dialektika, yang judulnya diberikan oleh para pengikut Aristoteles yang disebut kaum Peripatetik; bahkan menurut M. Barthlemy St. Hilaire penamaan tersebut belum dikenal hingga abad ke-15.[1] Aristoteles menuliskan risalah logika dalam tulisan yang terpisah-pisah, dan baru dikumpulkan dalam satu jilid di sekitar masa Andronikus dari Rhodes di sekitar tahun 60 SM,[1] dan salah satu salinan yang cukup lengkap dikerjakan oleh Aldus Manutius dengan judul "Eis organon Aristotelous: Annymon" (1495)[2] dan "Aristotelous Organon: Aristotelis Stagiritae Peripateticorum" (1597).[3]


Secara harfiah, organon artinya adalah alat atau perkakas untuk membuat atau mengerjakan sesuatu;[6] secara makna, sesuai isi Organon, logika adalah suatu alat yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan filosofis atau untuk mengerjakan filsafat dan tidak dianggap sebagai suatu tujuan pada dirinya sendiri.[6]


Pada Abad Pencerahan, Francis Bacon menggunakan istilah ini untuk karyanya yang berjudul Novum Organum (dapat diartikan sebagai "metode baru sains") yang berisi tentang metode atau instrumen empiris yang baru (novel) dalam sains untuk menggantikan instrumen lama dari Aristoteles.[6]


Istilah organon memungkinkan risalah logika Aristoteles dikenal secara luas.[6] Menurut M. Barthlemy St. Hilaire penamaan tersebut belum dikenal hingga abad ke-15.[1] Aristoteles menuliskan risalah logika dalam tulisan yang terpisah-pisah, dan baru dikumpulkan dalam satu jilid di sekitar masa Andronikus dari Rhodes di sekitar tahun 60 SM.[1]


Francis Bacon mengikuti penamaan ini dan mengambil istilah "Organon" saat menuangkan tulisannya tentang logika induktif versus logika tradisional dadalam buku New Orgaon atau Novum Organum.[6] Filsuf lain melanjutkan revisi terhadap organon yang telah dimulai oleh Francis Bacon misalnya Whewell dengan Novum Organum Renovatum.[6] Namun, sebagaimana dikatakan Immanuel Kant dalam Philosophy: A Short History (1787), bahwa "ilmu logika, yang sudah sedemikian maju sejak awal, menunjukkan fakta bahwa sejak Aristoteles ilmu logika tidak maju satu langkah pun dan tampaknya telah mencapai tujuan ultimanya."[7]


Untuk menjawab ""Organon"" maka perlu memahami karya Francis Bacon tahun 1620 dengan judul "The Novum Organum" ("Novum" artinya novelty atau keterbaharuan, "Organum" artinya instrument atau alat), maka makna "Novum Organum Scientiarum" ('new instrument of science') atau "Alat Baru Pencarian Ilmu".


"Organon" adalah bahasa Yunani, berarti '' instrumen '' atau '' alat ''. Aristotle sebagai Bapak Logika tentu menguasai segala bidang ilmu, seperti menguasi logika, fisika, kedokteran, seni, estetika, teologi, dan karya multi dimensi untuk kajian episteme. "Organon" pada karya Aristotle adalah "Logika"; maka logika adalah alat untuk membantu semua pemahaman ilmu; tanpa logika ilmu tidak mungkin dapat berkembang.


Lalu Apa itu ""Organon"" ?; Maka "Organon" bagi Aristotle; adalah enam (6) risalah tentang logika. Intinya dokrin "Organon", adalah "alat" membentuk pemikiran manusia dengan basis Logika atau Fakultas Akal Budi. Tanpa ""Organon" atau Logika sebagai keutamaan ''instrumen'' atau '' alat ''; tidak mungkin dapat memahami fisika, estetika, kedokteran, atau astronomi, ekonomi, politik, sosial budaya, etika, atau semua ilmu tanpa alat bernama "Logika". Aristotle membuat dokrin ""Organon"" dibagi menjadi enam karya yang membahas berbagai topik: (1) Kategori, (2) Tentang Interpretasi atau hermeneutika, (3) Analisis Sebelumnya atau Doktrin kesimpulan logis; (4) Analisis Posteriori, (5) Topik, dan (6) Sanggahan Sophistik. Keberlanjutan tentang "enam (6) risalah tentang Logika dan strukturnya karya Aristotle seperti dijelaskan sebagai berikut:


Tentang Aristotle "Organon" Tentang Interpretasi atau hermeneutika, bentuk "proposisi", yang merupakan kalimat yang mengandung kebenaran atau kesalahan. Proposisi menegaskan penilaian tentang konsep; bagi Aristotle, konsep adalah kemiripan hal-hal, seperti yang dialami oleh orang tertentu, berbeda dengan realitas objektif. Sebuah proposisi mencoba untuk menggabungkan atau memisahkan konsep, dan itu dianggap benar ketika kombinasi atau pemisahannya sesuai dengan kombinasi atau pemisahan dari hal-hal yang diwakilinya. Maka pengenalan "sastra atau bahasa" sebagai penanda memberikan dasar untuk memahami apa arti kriteria "kebenaran dan kesalahan.


Analisis Sebelumnya Doktrin kesimpulan logis disebut Aristotle sebagai "sillogisme". Silogisme terdiri dari asumsi atau premis tertentu yang darinya kesimpulan dapat disimpulkan. Aristotle menyebut istilah-istilah itu sebagai "ekstrem" dan "tengah". Istilah tengahnya adalah kesimpulan yang menghubungkan kedua ekstrem tersebut. Ada di sebut Premis Major, Premis Minor, Simpulan (dari hal-hal umum ke hal-hal khusus); atau harus afirmatif atau negatif dan memiliki ruang lingkup, universal atau khusus. Ada empat jenis Proposisi; Afirmatif Universal; Negatif Universal; Afirmatif Khusus; Negatif Khusus. Bentuk hubungan Logis antara empat proposisi; Kebalikan yang berlawanan, Kebalikan yang kontradiktif, Subkontrak, subalternasi. Bentuk hubungan logika derivatif lainnya: (1) Hukum non-kontradiksi; (2) perbedaan kebutuhan atau kontingensi;


Aristotle pada Analisis Posteriori (metode Episteme) menunjukkan bagaimana teori logisnya dapat diterapkan pada pengetahuan ilmiah (episteme). Aristotle menyatakan sains harus didasarkan pada aksioma (kebenaran yang terbukti dengan sendirinya), dari mana seseorang dapat menarik definisi dan hipotesis. Geometri Euclidean memberikan contoh sistem yang dibangun di atas model logis semacam ini. Dua Bentuk Penalaran Dialektis atau metode matematika/logika/deduksi harus dapat dibuktikan dengan fakta/empiric/induksi. Maka ilmu harus bersifat dualism deduksi-induksi' atau rasional empiris; didukung oleh proposisi kategorikal universal berasal dari pengalaman indrawi;


Aristotle tentang "Topik" adalah berhasil berdebat dengan tiga cabang: logika proposisi, predikat, dan relasi. Topik silogisme dialektis (dapat diperdebatkan). Topik berkaitan dengan silogisme dialektis; yaitu, dengan pertanyaan-pertanyaan yang merupakan masalah "opini" (dalam pengertian Platonis). Aristotle menawarkan nasehat yang masuk akal tentang bagaimana menyerang atau mempertahankan berbagai pandangan yang an dihadapi oleh orang Yunani terpelajar di Athena. Signifikansi terletak pada keseriusan Aristotle menangani masalah yang ditawarkan oleh kaum Sofis untuk diselesaikan dengan keutamaan Logika. Dan Aristotle memusatkan perhatian pada silogisme sebagai instrumen argumen logis, karena silogisme paling efektif dan meyakinkan dalam perdebatan (retorika).


Aristotle "Tentang Sanggahan Sophistik"; ("di Indonesia dipraktikkan dalam Ujian Skripsi, Tesis, Disertasi, atau di sidang Di Pengadilan Antara Jaksa vs Pengacara" untuk menemukan kebenaran dan sanggahan/bantaan). Aristotle "Tentang Sanggahan Sophistik" adalah tradisi akademik pada pendidikan Debat Akademik Athena (Diskusi, Dialog); setidaknya ada dua peserta, yang masing-masing memiliki peran berbeda: Penanya (Arguer) dan Penjawab (Responden), dan ditambah beberapa orang penonton. Ada sebagai "tahap pembukaan" debat, ditentukan tentang tema apa debat itu. Penanya mengajukan masalah untuk diskusi dengan mengajukan pertanyaan proposisional (yaitu, pertanyaan yang menawarkan pilihan antara dua proposisi yang kontradiktif, seperti 'Apakah alam semesta tidak terbatas atau tidak'); Penjawab memilih jawaban positif atau negatif sebagai tesisnya. Kontradiksi tesis Penjawab adalah tesis Penanya. Tujuan utama Penanya adalah untuk menyangkal tesis Penjawab dengan argumen deduktif yang terdiri dari premis dan kesimpulan, yang terakhir identik dengan tesisnya sendiri. Untuk melakukannya, Penanya harus terlebih dahulu mendapatkan premis dari mana ia dapat menyimpulkan tesisnya.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages