Pengantar Linguistik Bahasa Jepang

0 views
Skip to first unread message

Qiana Thieklin

unread,
Aug 4, 2024, 4:08:40 PM8/4/24
to downgobropink
Skripsiini membahas tentang penggunaan kaomoji pada kalimat bahasa Jepang yang dianalisis secara mendalam berdasarkan tujuan dan fungsinya. Objek penelitian ini adalah salah satu media sosial yakni twitter, dengan memfokuskan kepada satu akun yaitu @Uchida_maaya. Pembahasan dari penelitian ini adalah penyebab kesalahpahaman dalam twitter dalam akun @Uchida_maaya, dan juga akan membahas tentang tujuan dan fungsi apa saja yang sering digunakan oleh Uchida dalam akun twitter-nya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptitf, sumber data pada pembahasan ini diambil dari twitter, buku-buku linguistik, kamus, dan jurnal. Diantaranya: Dasar-Dasar Linguistik Bahasa Jepang, Nonverbal Communication in Human Interaction, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Psikologi Komunikasi, Web no Kigou Kaomoji & Emoji, The Role of Emoticon in Computer-Mediated Communication. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah, berdasarkan penelitian Derks Djaante tentang motivasi penggunaan emoticon, tujuan yang paling banyak dipakai oleh Uchida dalam akun twitter-nya adalah mengekspresikan emosi, dan fungsi yang banyak digunakan berdasarkan teori Ekhman adalah sebagai pelengkap.

Banyak peluang karir yang terbuka bagi lulusan Sastra Jepang, seperti menjadi penerjemah, tenaga pendidik, leksikograf, bahkan bekerja di perusahaan Jepang. Lulusan kami juga dapat bekerja di berbagai sektor seperti pariwisata, keimigrasian, media massa, serta lembaga lainnya yang membutuhkan ahli bahasa dan budaya.


Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang memiliki kesempatan mendapatkan pengalaman langsung melakukan Internship selama 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun di Jepang di bidang perhotelan, restoran, industri sebagai penerjemah melalui program kerjasama dengan Industri Jepang. Melalui kurikulum MBKM setiap tahun sekitar 50 orang mahasiswa program Studi melakukan internship di Jepang. Pengalaman melakukan internship ini menjadi modal besar mereka untuk bersaing mendapatkan pekerjaan setelah tamat


Program Studi Sastra Jepang FIB USU mencakup proses pembelajaran setara dengan 146 satuan kredit semester (SKS) yang dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun. Mahasiswa berhak menyandang gelar Sarjana Sastra (S.S) setelah memperoleh minimum 146 SKS sesuai persyaratan kurikulum yang ditetapkan


Target capaian pembelajaran diharapkan mampu untuk membekali setiap mahasiswa Program Sarjana Sastra Jepang untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Jepang, memahami budaya, serta mampu dalam berbisnis.


Bahasa Jepang dalam program studi sarjana Sastra Jepang adalah bagian dari pendalaman ilmu terkait bahasa dan budaya Jepang. Mahasiswa dalam kelompok ini memfokuskan perhatian pada belajar bahasa Jepang secara komprehensif, termasuk aspek tata bahasa, kosakata, kanji, dan sistem penulisan hiragana dan katakana. Mempelajari bahasa Jepang juga mencakup memahami keunikan struktur bahasa yang mempengaruhi ekspresi dan pemikiran masyarakat Jepang. Aspek sosiolinguistik juga menjadi fokus, menggali bagaimana bahasa mencerminkan nilai, hierarki sosial, dan norma budaya dalam masyarakat Jepang.Selain itu, mahasiswa mempelajari budaya Jepang melalui bahasa. Mereka memahami perbedaan bahasa formal dan informal, ungkapan kultural, dan bahasa sehari-hari yang digunakan dalam konteks sosial dan profesional. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan benar dan sopan dalam berbagai konteks merupakan tujuan utama dari program ini.Tidak hanya menguasai bahasa lisan dan tulisan, mahasiswa juga memahami konteks historis dan budaya yang membentuk bahasa Jepang. Mereka mempelajari sejarah perkembangan bahasa dan sistem tulisan, serta peran bahasa dalam mewujudkan identitas nasional dan budaya Jepang.


Linguistik dalam program studi sarjana Sastra Jepang mendalami bahasa dan linguistik terkait bahasa Jepang. Fokus utamanya adalah memahami struktur bahasa, komponen linguistik, dan fenomena bahasa yang terkait dengan bahasa Jepang.Mahasiswa mempelajari tata bahasa Jepang, termasuk sintaksis, morfologi, fonologi, dan semantik. Mereka memahami cara kata-kata dan kalimat disusun, pola-pola frasa, serta bagaimana suara dan arti membentuk bahasa yang berfungsi sebagai sarana komunikasi.Aspek penting lainnya adalah analisis sosiolinguistik, di mana mahasiswa memahami bagaimana bahasa mencerminkan dan membentuk masyarakat Jepang. Termasuk di dalamnya adalah pemahaman mengenai dialek dan variasi bahasa dalam konteks geografis dan sosial.Selain itu, mahasiswa juga mempelajari sejarah bahasa Jepang, memahami perubahan-perubahan yang terjadi seiring waktu dan bagaimana kontak budaya memengaruhi bahasa. Penelitian linguistik juga dilakukan untuk memahami dan menganalisis bahasa secara ilmiah.


Sastra Jepang dalam program studi sarjana Sastra Jepang mendalami kekayaan sastra tradisional dan kontemporer Jepang. Mahasiswa menjelajahi berbagai karya sastra, termasuk novel, puisi, cerita pendek, drama, dan esai, yang mencerminkan budaya, sejarah, dan identitas Jepang.Mereka memahami berbagai aliran sastra, gaya penulisan, dan tokoh-tokoh penulis terkemuka. Analisis mendalam dilakukan terhadap tema, karakter, struktur naratif, dan penggunaan bahasa dalam karya sastra. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari bagaimana sastra Jepang merefleksikan masyarakat dan perubahan sosial.Aspek budaya juga ditekankan, termasuk tradisi, nilai, dan norma yang tercermin dalam karya sastra. Mereka memahami peran sastra dalam membentuk dan mempertahankan identitas budaya Jepang, serta cara sastra mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap kehidupan.Tujuan dari kelompok keilmuan ini adalah untuk menghasilkan sarjana yang memahami dan mengapresiasi keindahan, kompleksitas, dan nilai sastra Jepang.


Pranata Masyarakat Jepang dalam program studi sarjana Sastra Jepang memfokuskan pada studi mengenai struktur sosial, budaya, dan norma-norma yang mengatur masyarakat Jepang. Mahasiswa memahami dan menganalisis bagaimana kelembagaan sosial, kelompok-kelompok masyarakat, nilai-nilai, dan tradisi mempengaruhi kehidupan sehari-hari di Jepang.Mereka mempelajari sistem sosial Jepang, hierarki, norma-norma sosial, dan etika yang menjadi landasan dari kehidupan bermasyarakat di Jepang. Selain itu, aspek-aspek budaya seperti tata bahasa, etiket, adat istiadat, dan perayaan budaya juga menjadi fokus dalam kelompok keilmuan ini.Tujuan utama dari kelompok keilmuan ini adalah untuk menghasilkan sarjana yang memiliki pemahaman yang mendalam tentang pranata masyarakat Jepang, dan mampu menerapkannya dalam membaca, menganalisis, dan mengapresiasi karya sastra Jepang. Mereka diharapkan dapat memahami konteks budaya yang melingkupi karya sastra dan mengaitkannya dengan nilai-nilai dan norma-norma masyarakat Jepang.


Modul ini membahas tentang linguistik bahasa Jepang dan cabang-cabangnya seperti fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Linguistik bahasa Jepang mempelajari bahasa Jepang sebagai objek kajian dengan menggunakan pendekatan ilmu linguistik umum. Cabang-cabang linguistik bahasa Jepang mencakup studi tentang bunyi, sistem bunyi, pembentukan kata, struktur kalRead less

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages