Tiba-tiba aku melihat sang pemuda yang berdiri persis di belakang mereka
melemparkan selembar uang 50 realan di samping sang wanita dengan
sembunyi-sembunyi dan cepat. Lalu sang pemuda tersebut segera berbicara kepada
sang wanita dengan penuh kesopanan dan ketenangan seraya berkata, "Ukhti,
perhatikan, mungkin uang 50 realan ini jatuh dari tas kecilmu…".
Lalu sang
pemuda menunduk dan mengambil uang 50 realan tersebut dari lantai lalu ia
berikan kepada sang wanita. Sang wanitapun berterima kasih kepadanya lalu
melanjutkan pembayaran barang ke kasir, kemudian wanita itupun pergi.
Setelah
sang pemuda menyelesaikan pembayaran barang belanjaannya di kasir iapun segera
pergi tanpa melirik ke belakang seakan-akan ia kabur melarikan diri. Akupun
segera menyusulnya lalu aku berkata, "Akhi…sebentar dulu…!, aku ingin berbicara
denganmu sebentar". Lalu aku bertanya kepadanya, "Demi Allah, bagaimana kau
punya ide yang cepat dan cemerlang seperti tadi?"
Tentunya pada mulanya sang
pemuda berusaha mengingkari apa yang telah ia lakukan, akan tetapi setelah aku
kabarkan kepadanya bahwa aku telah menyaksikan semuanya, dan aku menenangkannya
dan menjelaskan bahwasanya aku bukanlah penduduk Mekah, aku hanya menunaikan
ibadah umroh dan aku akan segera kembali ke negeriku, dan kemungkinan besar aku
tidak akan melihatnya lagi. Lalu iapun berkata, "Saudaraku, demi Allah aku tadi
bingung juga, apa yang harus aku lakukan, selama dua menit tatkala sang wanita
dan kedua putrinya berusaha mengumpulkan uang mereka untuk membayar kasir…, akan
tetapi Robmu Allah subhaanahu wa ta'aala mengilhamkan kepadaku apa yang telah
aku lakukan tadi, agar aku tidak menjadikan sang wanita malu di hadapan kedua
putrinya… Demi Allah, saya mohon agar engkau tidak bertanya-tanya lagi dan
biarkan aku pergi".
Aku berkata kepadanya, "Wahai saudaraku, aku berharap
engkau termasuk dari orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka :
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (٥) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (٦)
فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (٧)
"Adapun orang yang memberikan
(hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang
terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah"
(QS Al-Lail 5-7)
Lalu sang pemuda itupun menangis, lalu meminta izin kepadaku
dan berjalan menuju mobilnya sambil menutup wajahnya.