[1] Ibnu Athaillah berkata : “Tidak semua orang yang berguru kepada seseorang mendapat petunjuk. Jangan merasa aman karena kau telah berguru kepada beberapa Syekh. Barang siapa terperdaya dengan Allah, berarti ia telah bermaksiat, karena ia telah merasa aman dari hukuman-Nya. Sikap seperti itu bagaikan ucapan orang bodoh,’Aku berguru kepada Tuan Fulan. Aku telah bertemu dengan Tuan Fulan.’ Ia mengungkapkan berbagai pengakuan yang semuanya dusta dan batil. Seharusnya ketika berguru kepada para Syekh, mereka semakin takut dan cemas. Para Syekh itu berguru kepada Rasulullah Saw sehingga mereka menjadi lebih takut dan cemas.”
[2] Lukman al-Hakim berwasiat kepada anaknya,”Anakku, apa hikmah yang telah kau dapatkan?” Ia menjawab,”Aku tidak akan memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak penting.” Luqman kembali berkata,”Anakku, ada satu hal lagi. Duduklah bersama para ulama dan dekatilah mereka. Sebab, Allah menghidupkan yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan tanah yang mati dengan air hujan.”(Ghayts al-Mawahib al-Aliyyah, al-randi, 2/42)
* Sumber : Taj al-Arus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus,
2011; (Tajul Arus, 2013)
Hari ini adalah harinya. Aku harus
memulai.
Ya Rabb , dampingilah aku lekat-lekat.
Aku ingin Tahsin di Majelis ini....
Aamiin
Ismet Nurdin
Quality Assurance Department
PT. Panasonic Healthcare Indonesia
Kawasan Industri MM2100 Blok O-1
Cikarang Barat 17520 - Bekasi Indonesia
+62-21-898-0005 Ext 371/347
+62-881628-3613
+62-813-8271-7932
ismet....@id.panasonic.com
ismet....@mki.panasonic.co.id