Tafsir Ijmali

0 views
Skip to first unread message

Gene Cryder

unread,
Aug 3, 2024, 5:20:27 PM8/3/24
to dimastade

This research analyzes the use of ijmali tafsir methodology in Tafsir al-Wajiz by Wahbah al-Zuhaili and Tafsir al-Lubab by M. Quraish Shihab. The case study is surah Ya>sin in both commentaries. This literature study research uses descriptive-analytical and comparative methods. The results of the study found that the interpretation method used by Wahbah al-Zuhaili in tafsir al-Wajiz and Quraish Shihab in tafsir al-Lubab is the ijmali method. This refutes Ahsin Sakho Muhammad who states that Tafsir al-Wajiz and Tafsir al-Lubab are interpretations that use the tahlili method. Conversely, it strengthens the views of 'Abdal-Hayyal-Farmawi and Nashruddin Bai and states that the ijmali method is to explain the verses of the Qur'an in a concise manner with popular language, easy to understand and easy to read.

Dalam bahasa Indonesia, kata tersebut mengandung arti cara yang bersistem dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud guna memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan untuk mencapai sesuatu yang ditentukan.Sedangkan kata Ijmali secara bahasa artinya ringkasan, ikhtisar, global dan penjumlahan.

Dengan demikian, metode ijmali merupakan penafsiran Al Quran yang dilakukan dengan cara mengemukakan isi kandungan Al Quran melalui pembahasan yang bersifat umum. Tanpa uraian apalagi pembahasan yang panjang dan luas, juga tidak dilakukan secara rinci.

Metode tafsir ijmali adalah menafsirkan ayat-ayat Al Quran dengan cara mengemukakan makna global. Menjelaskan ayat-ayat Al Quran secara ringkas, namun meliputi dengan bahasa yang populer, mudah dipahami dan dibaca.

Sistematika penulisannya berdasarkan susunan ayat-ayat di dalam mushaf. Kemudian, penyajiannya tidak terlalu jauh dari gaya bahasa Al Quran. Sehingga, pendengar dan pembacanya seperti masih tetap mendengar Al Quran meskipun yang didengar itu tafsirnya. // Pengertian Tafsir Ijmali

Ciri-ciri dari metode ini yaitu mufassir menafsirkan Al Quran dari awal hingga selesai tanpa perbandingan dan penetapan judul. Kemudian, dalam metode ijmali tidak ada ruang untuk mengemukakan pendapat sendiri. Itulah sebabnya, kitab-kitab tafsir ijmali tidak memperlihatkan penafsiran secara rinci, akan tetapi ringkas dan umum.

Sehingga masih seperti saat kita membaca Al Quran, meskipun yang dibaca adalah tafsirnya. Namun pada ayat-ayat tertentu diberikan juga penafsiran yang agak luas, namun tidak seluas pembahasan pada tafsir tahlili.

Sesuai dengan sebutannya, tafsir ijmali merupakan penafsiran yang menafsirkan suatu ayat secara ringkas dan mudah dipahami oleh pembacanya. Selain itu juga, pesan-pesan yang terkandung dalam tafsir ini, sangat mudah dipahami oleh pembaca. // Pengertian Tafsir Ijmali

Peluang masuknya penafsiran isra iliyat dalam metode penafsiran ini dapat dihindarkan, bahkan dapat dikatakan sangat jarang sekali ditemukan. Hal tersebut disebabkan, uraiannya yang singkat hanya mengemukakan tafsir dari kata-kata dalam suatu ayat dengan ringkas dan padat. // Pengertian Tafsir Ijmali

Tidak dapat dipungkiri, banyak sekali godaan yang membuat kita jarang membaca Al Quran. Namun, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membuat lebih semangat dalam membaca Al Quran. Misalnya, membuat cover Quran menarik yang memberikan kesan lebih personal dan exclusive, tambah nama, tambah foto, tambah logo, quotes dan lain sebagainya.

Penerbitalquran.com melayani pemesanan berbagai macam alquran custom untuk keperluan wakaf, kantor, branding, promosi, organisasi, komunitas dan kebutuhan lainnya. Bagi Anda yang ingin menghubungi admin kami, silahkan whatsapp atau pun telpon admin kami di nomor 0853 1512 9995.

Penerbitalquran.com berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan kualitas dan ketepatan waktu dalam proses produksinya. Mulai dari tahap desain, pemilihan material, proses produksi dan kontrol kualitas kami kerjakan dengan standar tinggi untuk menjamin produk yang dihasilkan adalah produk terbaik dan dapat dikirimkan kepada klien tepat waktu.

Program kemitraan agen reseller alquran custom sesuai permintaan, kebutuhan dan karakter dari lembaga maupun individu by penerbitalquran.com. Terlebih, kami menyediakan beragam al quran custom bagi Anda yang mau menghafal Al Quran super cepat, mengerti terjemahannya serta desain cover premium custom nama Anda atau sesuai keinginan.

Tafsir is one way to find out and show the meaning and intent according to the content of the verses of the Qur'an. The purpose of this research is to reveal what methods can be used in interpreting the Qur'an. The research method used is library research. The tafsir methods used by mufassir on the interpretation of the Qur'an can be grouped into four methods; First, the method of ijmali interpretation. Second, the method of tahlili interpretation. Third, the maudhu`i interpretation method. Fourth, the method of interpretation of muqaran. The division of this category is a new categorization, because this category exists after research in various commentary books, as a result, experts in science divide the method of interpretation used by interpreters as 4 kinds. The four interpretation methods commonly used by the mufassir, each have advantages and disadvantages. Although the methods of interpreting the Qur'an are different, the essence remains the same, namely the mufassir trying to explain the meaning of the verses of the Qur'an for themselves and others.

This study attempts to explain the construct of ijmali interpretation in the book of commentary Al-Muyassar by 'Aidh Al Qarni. Using qualitative research methods with literature studies, this study found that the construct of ijmali interpretation in the book of Al-Muyassar commentary by 'Aidh Al Qarni tends to highlight the style of Sufi interpretation, the mention of the verse in its entirety; namely by first mentioning the verse in full and then interpreting it in its entirety, direct interpretation without using a language approach; such as language style, ta'bir, lafadh forms, dhamir, fi'il and so on. The technique and systematics of the Ijmali method used in the interpretation of Muyassar by 'Aidh Al Qarni is to explain the verses and letters according to the order of the mushḫaf. 'Aidh al-Qarni also interprets verses that are interpreted globally in the form of an interpretation using several series, namely by mentioning the name of the letter in each explanation of the interpretation. The advantages of Muyassar's interpretation in his interpretation use straightforward, clear and easy-to-understand language. While the weakness is not mentioning the sanad when quoting the hadith as a reference

Dengan demikian, secara singkat dapat diambil suatu pengertian bahwa yang dimaksud dengan metodologi tafsir adalah suatu prosedur sistematis yang diikuti dalam upaya memahami dan menjelaskan maksud kandungan al-Quran.

1.Metode Tahlili (Analitis)
Kata tahlili adalah bentuk masdar dari kata hallala-yuhallilu-tahliilan, yang berasal dari kata halla-yahullu-halln yang berarti membuka sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang tertutup darinya. Dari sini dapat difahami bahwa arti kata tahlil berarti membuka sesuatu yang tertutup atau yang terikat dan mengikat sesuatu yang berserakan agar tidak terlepas atau tercecer.

Sedang definisi penafsiran tahlili adalah metode penafsiran al-Quran yang dilakukan dengan cara menjelaskan ayat-ayat al-Quran dalam berbagai aspek, serta menjelaskan maksud yang terkandung di dalamnya sehingga kegiatan mufassir hanya menjelaskan ayat demi ayat, surat demi surat, makna lafal tertentu, susunan kalimat, persesuaian kalimat satu dengan kalimat lain, asbabun nuzul, nasikh mansukh, yang berkenaan dengan ayat yang ditafsirkan.

c)Memungkinkan untuk dapat memberikan penafsiran pada semua ayat, meskipun inti penafsiran ayat yang satu merupakan pengulangan dari ayat yang lain, jika ayat-ayat yang ditafsirkan sama atau hampir sama

1.Menghasilkan pandangan-pandangan yang parsial dan kontradiktif dalam kehidupan umat Islam
2.Faktor subjektivitas tidak mudah dihindari misalnya adanya ayat yang ditafsirkan dalam rangka membenarkan pendapatnya
Terkesan adanya penafsiran berulang-ulang, terutama terhadap ayat-ayat yang mempunyai tema yang sama
3.Masuknya pemikiran israiliyyat

1.Penafsiran yang menggunakan metode ini, tidak dapat diberikan kepada para pemula
2.Metode muqarrin kurang dapat diandalkan untuk menjawab permasalahan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. hal itu disebabkan metode ini lebih mengutamakan perbandingan daripada pemecahan masalah
3.Metode muqarrin terkesan lebih banyak menelusuri penafsiran-penafsiran yang pernah di berikan oleh ulama daripada mengemukakan penafsiran-penafsiran baru. Sebenarnya kesan serupa itu tak perlu timbul bila mufassirnya kreatif

Yaitu, metode penafsiran al-Quran yang dilakukan dengan cara memilih topik tertentu yang hendak dicarikan penjelasannya dalam al-Quran yang berhubungan dengan topik tersebut, lalu dicarilah kaitan antara berbagai ayat ini agar satu sama lain bersifat menjelaskan, kemudian ditarik kesimpulan akhir berdasarkan pemahaman mengenai ayat-ayat yang saling terkait itu.

This article delves into Muṣṭafa Muslim's method of mauḍū'ī tafsir, emphasizing the process of reinterpreting themes found within the Qur'an. The research methodology employed is library-based, utilizing an analytical framework. It commences with identifying primary sources pertinent to the research focus, particularly literature concerning Qur'anic interpretation, with a specific emphasis on the mauḍū'ī approach. The primary focus lies on Muṣṭafa Muslim's work "Mabāhits fī al-Tafsīr al-Mawdhū'ī." Through this investigation, it is evident that Muṣṭafa Muslim developed three distinct methods for crafting a distinctive mauḍū'ī interpretation. Firstly, he employs a technique to delve into the meanings of specific Qur'anic words. Secondly, he employs a method to identify and analyze themes present within individual Qur'anic surahs. Lastly, he utilizes an approach to explore themes spanning across various surahs in the Qur'an. By examining Muṣṭafa Muslim's approach to understanding and reinterpreting Qur'anic themes within the context of mauḍū'ī tafsir, this article offers valuable insights for researchers and enthusiasts of Qur'anic studies, thereby paving the way for further scholarly exploration in this domain.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages