Majalah Indonesia

0 views
Skip to first unread message

Karlyn Hemmerling

unread,
Aug 3, 2024, 4:19:13 PM8/3/24
to dihorgabers

The two issues, Harvesting and Sharing, will be published together in one volume to accompany the exhibition. With short stories and features by leading journalists, researchers, and writers from Indonesia, majalah lumbung touches on topics such as cosmology or architecture, food or eating together, thereby forming a foundation for the content featured at documenta fifteen. The individual contributions are conveyed through numerous illustrations and an attractive layout in magazine quality.

Peran media dalam kehidupan sosial dapat mempresentasikan berbagai informasi dan ide kepada khalayak. Secara tidak langsung, media telah memberi peran dalam membentuk konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat. Tidak dipungkiri pula, media telah turut andil dalam memberikan identitas dari standar kecantikan. Salah satu media cetak hiburan adalah majalah. Di Indonesia, majalah Indonesia beragam jenisnya, namun yang telah cukup lama bergaung di Indonesia dan menjadi kegemaran banyak perempuan Indonesia, yakni majalah Femina. Sebagai daya tarik majalah, sampul majalah merupakan hal yang pertama kali diperhatikan. Sebagai majalah perempuan, Femina memakai wajah perempuan untuk cover majalah mereka. Hal ini dilakukan untuk mempertegas identitas mereka sebagai majalah perempuan. Perempuan dalam sampul majalah Femina adalah perempuan yang dianggap cantik dan sesuai dengan isu yang ada pada majalah tersebut. Tulisan ini membahas konstruksi sampul majalah Femina menampilkan standar kecantikan perempuan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan konstruksitivisme dengan metode semiotik dari Roland Barthes. Sampul majalah Femina mencerminkan bahwa perempuan adalah seorang ibu sekaligus seorang istri, juga memiliki karir yang sukses. Hasil penelitian ini menggambarkan standar kecantikan perempuan Indonesia yang dimunculkan pada majalah Femina adalah muda, berkulit mulus dan putih, bertubuh langsing, menggunakan busana yang sedang tren (high fashion), menggunakan makeup yang tidak berlebihan, dan seksi sekaligus kuat (memiliki power).

Edisi pertama "Majalah Inside the RCO" untuk Januari-Maret 2024 kini tersedia untuk diunduh. Edisi ini menandai dimulainya persiapan Kerangka Kerja Sama baru oleh Tim Negara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCT) di Indonesia, yang mencerminkan pendekatan terstruktur untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Majalah ini merinci perkembangan Common Country Analysis (CCA) yang sedang berlangsung dengan keterlibatan pemangku kepentingan yang komprehensif, yang bertujuan untuk menyelesaikan prioritas strategis yang selaras dengan aspirasi pembangunan Indonesia.

Peristiwa penting dan peluncuran yang dirinci dalam terbitan ini mencakup Komunitas Pers Ramah Lingkungan dan peluncuran buku berdampak yang memuat 22 narasi yang selaras dengan etos SDGs. Inisiatif-inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menumbuhkan masyarakat yang terinformasi dan terlibat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Bagi pembaca yang tertarik untuk memahami lebih dalam mengenai aksi-aksi transformatif ini dan implikasinya terhadap jalan Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan, majalah elektroniknya dapat diunduh di bawah ini.

National Geographic merupakan jurnal resmi National Geographic Society yang secara global menyajikan informasi tentang dunia dan segala isinya sejak 1888. Pembahasan utamanya mengenai sejarah alam semesta, kehidupan puspa dan satwa, budaya, perkembangan ilmu pengetahuan, dan pelestarian alam. Edisi perdana National Geographic Indonesia terbit pada April 2005. Setiap bulan dengan tebal 88 halaman kami menyajikan kisah feature yang didukung data akurat dan foto-foto yang bercerita. Kami hadir demi misi menyebarkan informasi geografis di Nusantara.Kami bangga menjadi salah satu bagian dalam upaya menginspirasi dan mengajak warga untuk lebih peduli dengan Planet ini.

Pengiriman perdana majalah akan dilakukan dalam waktu 2 (dua) minggu sampai dengan 4 (empat) minggu setelah transaksi dinyatakan valid dan disesuaikan dengan jadwal terbit edisi majalah yang terdekat setelah transaksi valid telah diterima oleh GRIDSTORE. Pelanggan akan mendapatkan konfirmasi pengiriman perdana majalah melalui email dalam waktu 1x24 jam hari kerja.

Semarang (ANTARA) - Majalah internal Kementerian Perdagangan, Indonesia Trade Insight berhasil meraih penghargaan Bronze Winner Bidang Media Kategori E- Magazine pada ajang The 5th Anugerah Humas Indonesia (AHI) Award 2023. Penyerahan penghargaan yang diselenggarakan setiap tahun oleh Humas Indonesia berlangsung di Hotel Quest, Semarang, Jumat.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan M Rivai Abbas mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi pihaknya dalam memacu kinerja, khususnya terkait dengan pengelolaan media internal agar lebih baik.

Ia menyebut Humas Kemendag menempatkan komunikasi publik sebagai perhatian utama dalam setiap pengambilan kebijakan internal. Informasi tentang kebijakan diolah dengan sangat baik agar bisa disampaikan kepada masyarakat luas dalam kesempatan pertama.

Majalah INTRA dibuat dalam versi e-magazine untuk melayani keinginan masyarakat yang semakin terdigitalisasi sehingga dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Pembaca dapat mengunduh Majalah INTRA kapanpun melalui website Kemendag www.kemendag.go.id dan cukup menekan klik berbagai gambar dan artikel sehingga bisa terhubung dengan media sosial dan website pemerintah.

Dalam bentuk e-Magazine ini pembaca dapat membaca INTRA dalam format baca seperti membaca majalah cetak, mudah dibacanya dan interaktif sehingga masyarakatpun dapat memutar video yang terkait dengan topik bahasan di majalah ini.

Referensi informasi yang tersaji dalam majalah Poultry Indonesia tidak hanya tercakup dalam negeri saja, Poultry Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri untuk menyajikan informasi terkait perkembangan perunggasan di luar Indonesia.

Poultry Indonesia terdiri dari sekelompok orang yang memiliki dedikasi dan apresiasi tinggi terhadap pekerjaan mereka, dengan senantiasa selalu menyajikan sebuah majalah yang layak dibaca oleh masyarakat perunggasan.

Majalah Poultry Indonesia tersedia di Toko Buku Gramedia namun dengan kuantiti terbatas. Anda bisa juga langsung membeli dengan menghubungi Poultry Indonesia melalui: Telepon : +6221 62318153 Email : sirk...@poultryindonesia.com Instagram : @poultryindonesia Atau daftar secara online dengan cara isi formulir pendaftaran poultryindonesia.com/berlangganan

Advertorial adalah artikel yang dimuat di media massa dengan cara membayar yang bertujuan untuk promosi. Selain itu juga advertorial bisa diartikan sebagai iklan yang disusun atau dibuat sedemikian rupa sehingga seperti sebuah artikel yang dikarang oleh media cetak yang bersangkutan.

Referensi informasi yang tersaji dalam majalah Poultry Indonesia tidak hanya tercakup dalam negeri saja, Poultry Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri untuk menyajikan informasi terkait perkembangan perunggasan di luar Indonesia.

Koresponden Luar Negri:
Elis Helinna (New York, Amerika Serikat)

Koresponden Dalam Negeri:
Boy Gunawan Agustino (Tegal), Muhrishol Yafi (Sidoarjo), Mahardika Agil Bimasono (Yogyakarta), Sri Maulidini (Purwokerto), Tri Okto Sareji Adytia (Poso).

Di era pendudukan Jepang, majalah menjadi salah satu sumber arus informasi yang diatur dengan ketat. Konten dan gambaran yang diperlihatkan harus dalam konteks kepentingan Jepang. Majalah yang kemudian menjadi alat propaganda adalah Majalah Djawa Baroe. Penelitian ini mengambil objek literasi majalah Djawa Baroe sebagai studi kasus dengan batasan bahasan hanya pada kulit muka untuk mengetahui apakah agenda Jepang dapat terepresentasikan melalui kulit muka tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif dengan tinjauan historis, dengan observasi langsung bentuk fisik Majalah Djawa Baroe, studi berbagai arsip dan literasi yang terkait konteks pendudukan Jepang ini, menghasilkan temuan bahwa kulit muka majalah Djawa Baroe merepresentasikan propaganda dari agenda eksploitasi Jepang terhadap Indonesia, yaitu Romusha; Pangan; Perempuan dan Hiburan; Agama dan Kebudayaan; Beasiswa; dan Pendidikan. Agenda dan representasi propaganda Jepang ini secara umum memiliki unsur yang sama yaitu Japanisasi, yang merupakan persiapan dari agenda yang lebih besar yaitu Persemakmuran Lingkup Asia Timur Raya, atau bisa dikatakan sebagai usaha Jepang menyatukan satu kawasan Asia yang berada di bawah kepemimpinan Jepang.

Rabu (27/04/2016) Kedutaan Australia bersama Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia meluncurkan arsip Inside Indonesia versi digital. Bertempat di Perpustakaan UI, acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang berperan penting atas proyek digitalisasi Inside Indonesia.

Alasannya sederhana, agar majalah ini bisa diakses oleh audiens yang lebih luas. Pengarsipan digital ini juga berarti melepas segel terlarang yang tersemat di edisi-edisi majalah pada masa Orde Baru.

Semenjak kemunculannya pada 1983, Inside Indonesia konsisten membahas isu seputar hak asasi manusia, lingkungan, sosial, dan politik dalam penerbitannya setiap triwulan. Uniknya semua kru, baik editor, penulis, dan fotografer yang terlibat dalam Inside Indonesia tidak dibayar sama sekali. Sejak awal majalah ini memang tidak dirancang untuk mengejar keuntungan.

Inside Indonesia sendiri adalah media yang diproduksi oleh akademisi dan peneliti baik yang berasal dari Indonesia dan luar negeri. Dengan menetapkan standar tulisan yang tinggi, majalah ini meraih cukup banyak perhatian sejak awal penerbitannya.

Dengan meletakkan konteks pemerintahan Soeharto yang berkuasa saat itu, hadirnya Inside Indonesia sangat berharga bagi masyarakat Indonesia maupun Australia. Beragam isu sensitif yang tak tersentuh pena media arus utama adalah sajian tetap majalah ini.

Untuk mencapai tujuan dari cita-cita imperialismenya, selain menggunakan kekuatan militer Jepang juga memanfaatkan teknik propaganda. Teknik propaganda ini dibawa oleh sejumlah sastrawan dan seniman yang dikirimkan ke daerah pendudukan Jepang dan dilibatkan sebagai anggota departemen propaganda. Mereka menguasai media massa seperti majalah, Koran, radio dan lain sebagainya. Di Indonesia, salah satu media masa yang dijadikan ajang propaganda Jepang adalah majalah Djawa Baroe yang terbit sejak 1 Januari 1943 sampai dengan 1 Agustus 1945.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages