Paragrafdi atas merupakan Surat Al-Isra Ayat 84 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada beberapa tafsir mendalam dari ayat ini. Ada beberapa penjabaran dari banyak ahli tafsir berkaitan kandungan surat Al-Isra ayat 84, di antaranya seperti terlampir:
Itulah sekumpulan penjabaran dari berbagai ahli ilmu terhadap makna dan arti surat Al-Isra ayat 84 (arab-latin dan artinya), moga-moga bermanfaat untuk kita semua. Sokonglah usaha kami dengan mencantumkan tautan menuju halaman ini atau menuju halaman depan TafsirWeb.com.
Paragraf di atas merupakan Surat Al-Isra Ayat 36 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan kandungan menarik dari ayat ini. Diketemukan kumpulan penjabaran dari berbagai ulama tafsir terhadap isi surat Al-Isra ayat 36, di antaranya seperti tercantum:
Demikian beberapa penjelasan dari kalangan ulama tafsir mengenai makna dan arti surat Al-Isra ayat 36 (arab-latin dan artinya), semoga berfaidah untuk kita bersama. Bantu perjuangan kami dengan memberikan link ke halaman ini atau ke halaman depan TafsirWeb.com.
Arab-latin: Wa qaḍā rabbuka allā ta'budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna 'indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Dihimpun dari Quran NU Online, surat Al Isra ayat 23 ini menyatakan, "Dan Tuhanmu telah menetapkan dan memerintahkan agar kamu wahai sekalian manusia jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Misalnya dengan mengatakan kepada keduanya perkataan "ah", yakni perkataan yang mengandung makna kemarahan atau kejemuan, dan janganlah engkau membentak keduanya jika mereka merepotkan kamu atau berbuat sesuatu yang kamu tidak menyukainya.
Menurut al muyassar yang dikutip dari Tafsirweb, tafsir surat Al Isra ayat 23 adalah sebagai berikut. Dan tuhanmu (wahai manusia) telah memerintah, mengharuskan dan mewajibkan untuk diesakan dalam peribadahan kepadaNya, dan Dia memerintahkan untuk berbuat baik kepada bapak-ibu, terutama di saat mereka berusia lanjut.
Bahkan jangan pula berkata "ah" sekalipun ia merupakan tingkat terendah dari ucapan yang buruk. Dan janganlah muncul darimu tindakan buruk kepada mereka berdua. Akan tetapi bersikaplah lembut kepada mereka berdua. Dan katakanlah kepada mereka berdua selalu perkataan lembut bagi tulus.
Al-Qur'an, dalam surat Al-Isra' ayat 70 menjelaskan tentang kemuliaan manusia. Ayat ini menjadi landasan bagi umat Islam untuk memahami kedudukannya di muka bumi. Mari kita kupas makna ayat tersebut beserta tafsirnya.
Artinya, "Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna."
Ragam Tafsir Profesor Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah jilid VII halaman 513 menjelaskan, ayat ini dimulai dengan sumpah Allah yakni dengan "qad" (قَدْ) yang menegaskan kemuliaan manusia (anak cucu Adam) dengan dikaruniai berbagai kelebihan.
Tubuh yang indah, kemampuan berbicara dan berpikir, serta pengetahuan, menjadi bukti keistimewaan manusia. Kebebasan memilih pun diberikan, memungkinkan mereka untuk menentukan jalan hidup. (Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, jilid VII, halaman 513).
Allah memuliakan manusia dengan menyediakan berbagai kemudahan. Mereka diberikan akses untuk menjelajahi daratan dan lautan dengan berbagai alat transportasi, baik yang diciptakan langsung oleh Allah maupun yang diciptakan atas ilham-Nya.
Singkatnya, ayat ini merupakan penegasan atas kemuliaan manusia yang dianugerahi berbagai kelebihan dan kemudahan oleh Allah. Keistimewaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi manusia untuk menggunakannya dengan sebaik-baiknya dan senantiasa bersyukur kepada Allah.
Semoga Anda selalu berada dalam keberkahan dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sejak dirilis pada 2018, Learn Quran Tafsir telah dikunjungi lebih dari 1 juta kali dan mendapatkan infaq lebih dari 1000 donatur yang berbeda. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga Allah membalas kebaikan Anda semua.
Dari seluruh pengguna yang berdonasi, rata-rata donasi adalah sekitar 400.000 rupiah. Donasi sebesar 10.000 rupiah setiap bulan per pengguna akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pengembangan produk setiap bulan. Donasi Anda akan digunakan untuk perpanjangan server, serta upaya kami dalam menambah tafsir, mempercanggih fitur pencarian, membuat aplikasi iOS, dan menambah kualitas pengalaman pengguna demi mendekatkan umat dengan tafsir Al-Qur'an.
Learn Quran Tafsir bercita-cita untuk menjadi solusi terbaik umat dalam mempelajari tafsir Al-Qur'an. Demi mempermudah kita dalam mengamalkan surat An-Nahl ayat 68 bahwa Al-Qur'an menjelaskan segala sesuatu. Kami membutuhkan bantuan Anda untuk mendekatkan masyarakat dengan tafsir Al-Qur'an.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran menjelaskan orang yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha dengan sungguh-sungguh, melakukan amal sholeh dan beriman, maka usaha mereka akan dibalas dengan baik oleh Allah SWT. Hal ini dijelaskan dalam Surah Al-Isra' Ayat 19 dan tafsirnya.
وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ وَسَعٰى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَّشْكُوْرًا
Dalam penjelasan Tafsir Kementerian Agama, dalam ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa orang yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh serta tetap beriman, maka dialah orang yang usahanya mendapat balasan yang baik.
Yang dimaksud dengan orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat adalah orang-orang yang mencita-citakan kebahagiaan hidup di akhirat, dan berusaha untuk mendapatkannya dengan mematuhi bimbingan Allah serta menjauhi tuntutan hawa nafsunya.
Orang yang demikian ini selama hidupnya di dunia menganggap bahwa kenikmatan hidup di dunia serta kemewahannya adalah nikmat Allah yang harus disyukuri dan digunakan sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya.
Itulah sebabnya di akhir ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa orang yang demikian itulah yang akan mendapat balasan dari Allah dengan pahala yang berlimpah-limpah, sebagai imbalan dari amalnya yang saleh dan ketabahannya melawan kehendak hawa nafsu. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga Firdaus dan kekal selama-lamanya di sana.
Dalam ayat ini disebut tiga syarat yang harus dipenuhi agar seseorang itu mencapai kebahagiaan yang abadi yakni. Pertama, adanya kehendak untuk melakukan suatu perbuatan dengan mengutamakan kebahagiaan akhirat di atas kepentingan duniawi.
Ketiga, menjadi orang Mukmin, karena iman merupakan dasar untuk diterima atau tidaknya amal perbuatan. Seseorang yang hatinya kosong dari iman, tidak akan mungkin menerima kebahagiaan yang abadi itu.
3a8082e126