Dan Allah swt. juga menyatakan : sungguh seandainya apa yang ada dibumi dijadikan sebagai tinta (aqlamm),dan tujuh lautan dijadikan sebagai tinta maka tidaklah bias untuk mengurai kalimat-kalimat Allah swt.
Adapun saya mengadakan /membahas keagungan surah al-patihah, ayat kursi, s. al-ikhlas, kelebihan-kelebihannya, paedah-paedahnya yang banyak, keajaiban rahasianya, kemulyaan-kemulyaannya yang khusus dan keberkatan-keberkatan yang bertambah pada hadits-hadits shohih yang akan dating, kemudian keagungan-keagungan basyarahnya bagi orang yang mengamalkan atau membacanya.
Demikian juga saya membahas tentang keistimewaan dan rahasia-rahasia bagi mereka yang terus-menerus bershalawat (mengamalkan shalawat) kepada nabi saw baik diwaktu pagi dan sore, hari maupun malam dan bagi mereka yang mengajarkan serta mengamalkannya, demikian juga bagi yang menyampaikannya (laki-laki maupun perempuan), anak-anak, dan tetangga-tetangganya.
Dan demikianlah wasiat nabi saw agar supaya memperbanyak waktu secara terus-menerus mengamalkannya, kemudian para ulama salaf dan ulama kini bersungguh-sungguh membacanya diwaktu malam dan terang. Kemudian jelaskanlah tata cara membacanya, jumlah-jumlahnya, waktu-waktunya atau sebagian waktu, kelebihan-kelebihannya, dan ajarkan anak-anak mereka, sahabat-sahabat mereka untuk memperbanyak dalam membacanya secara terus-menerus.
Sebagian dari terjemahan ini disusun berdasarkan kesimpulan penulis. Itu semua untuk memudahkan pemahaman dan kadang-kadang penulis tidak menterjemahkan isi kitab ini dalam bahasa literalnya, itu semua bertujuan seperti apa yang sudah dibahas secara detail diatas.
Adapun makna dari keseluruhan 3000 nama ini terhimpun dalam 3 nama-nama Allah yaitu : Allah, Arrahman, dan Arrahim, yang termaktub di dalam lafaz Bismillaahir rohmaanir rohiim. Maka barang siapa mengajarkan dan mengucapkan Bismillaahirrohmaanirrohiim, seumpama ia menyebutkan keseluruhan 300 nama-nama Allah tersebut.
Di dalam kitab yang sama pula, disebutkan bahwa sesungguhnya kalimah Bismillaahir rohmaanir rohiim itu ada sembilan belas huruf dan malaikat-malaikat penjaga neraka itu juga ada sembilan belas. Maka, barangsiapa membaca Bismillaahir rohmaanir rohiim dengan penuh ikhlas dan yakin kepada Allah SWT, bisa menyelamatkan siksaan Malaikat Zabbaniah.
Menurut pendapat ulama Mazhab Hanafi, dalam hal ini, niat tidak dijadikan syarat sah. Dalam pandangan ulama Mazhab Syafii, sebagaimana kategori pertama, niat dianggap sebagai syarat sah atau tidak amalan tertentu. Setiap zikir dan amalan harus diserap dari seorang pembimbing, terutama bagi kalangan awam. Poin ini oleh An-Nazili dijadikan sebagai pungkasan dari kitab Khazinat.
Di samping itu, niat adalah tolok ukur suatu amalan, diterima atau tidaknya tergantung niat dan banyaknya pahala yang didapat atau sedikit pun tergantung niat. Niat adalah perkara hati yang urusannya sangat penting, seseorang bisa naik ke derajat shiddigin dan bisa jatuh ke derajat yang paling bawah disebabkan karena niatnya.
Niat lebih utama daripada amalan MAKNA KAIDAH Kaidah ini menjelaskan keberkahan dan nilai pahala yang besar dalam niat. Karena niat semata sudah termasuk kategori ibadah yang diberi pahala oleh Allih Azza wa Jalla . Di antara yang menyebabkan timbangan amal kebaikan seseorang bertambah dan derajatnya naik di akhirat adalah niat yang shalih.
Barangsiapa berniat baik maka ia akan mendapatkan pahala meskipun dia belum mampu merealisasikannya dengan amalan. Apabila niat baik itu disertai dengan amalan maka ia meraih dua pahala, yaitu pahala niat dan pahala amalan. Oleh karena itu, niat lebih mendalam dan lebih utama daripada amalan. Apabila kedua terpadu, maka itu cahaya di atas cahaya.
Berdasarkan ketiga hadits tersebut, bisa dikatakan bahwa yang terpenting dalam suatu perbuatan adalah niat. Di mana ketika seorang Muslim dalam kondisi tertentu tidak bisa mengamalkan perbuatannya, tetapi telah berniat sebelumnya, maka pahala niat itulah yang dicatat oleh Allah SWT.
Ketahuilah wahai saudara-saudaraku, semoga Allah menunjuki kita untuk taat kepada-Nya, bahwa hadits ini merupakan hadits yang agung, yang juga menjadi prosnya agama Islam, disebabkan karena luasnya makna yang terkandung di dalamnya.
yakni , dengan jalan menyukai buat mereka apa-apa yang ia sukai buat dirinya sendiri, dan tidak suka buat mereka apaa-apa yang ia sukai buat dirinya sendiri, dan tidak suka buat mereka apa apa yang tidak disukainya buat dirinya sendiri.
Orang-orang yang lemah dan orang-orang yang sakit, dan juga orang-orang yang tidak mempunyai sesuatu yang akan dibelanjakan, tidaklah menanggung dosa (kerana tidak turut berperang) apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikitpun bagi menyalahkan orang-orang yang berusaha memperbaiki amalannya, dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.
Nasihat ialah melakukan sejumlah kebaikan kepada pihak yang dinasihati. Ibnu Hajar mengatakan hadis nasihat ini termasuk hadis-hadis yang disebut seperempat agama, dan diatara imam yang memberikan penilaian tentang hadis ini ialah Imam Muhammad bin Aslam ath-Thusi. Dalam riwayat Abi Daud Rasulullah saw. mengulangi kata addin an nasihat sebanyak tiga kali dan diawali lafadz Inna, di dalam hadis berikut :
Rasulullah saw. mengulang-ulang kalimat ini kerana memperkuatkan kedudukannya, dan menunjukkan kepada umat agar tahu dengan sebenarnya bahwa agama seluruhnya baik zahir maupun batin terangkum dalam nasihat. Yaitu melakukan dengan sempurna akan lima hak yang terkandung dalam hadis tersebut.
Nasihat bagi Allah maknanya beriman kepadaNya dengan benar dan beriman kepada seluruh apa yang terdapat dalam Kitab dan Sunnah dari namanamaNya yang husna (baik) dan sifat-sifatNya yang tinggi dengan keimanan yang benar tanpa menyerupakanNya dengan yang lain, tanpa meniadakan dan tanpa merubah-rubah maknanya. MengesakanNya dalam hal ibadah dan meniadakan kesyirikan, melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganlaranganNya, mencintai apa yang dicintaiNya dan membenci apa yang dibenciNya. Menerima dan mengakui segala nikmat-nikmatNya dan mensyukurinya serta mengikhlaskan untukNya dalam segala perkara.
Nasihat bagi kitabNya adalah beriman bahwa ia sebagai kalamullah yang diturunkan dariNya dan bukan makhluk, tidak akan dapat didatangi oleh kebatilan dari arah manapun, depannya maupun belakangnya. Meskipun seluruh jin dan manusia bersekutu untuk mendatangkan yang semisalnya niscaya tidak akan dapat menyerupainya. Allah berfirman Surah Al Bagara, ayat 23-24 :
Maka kalau kamu tidak dapat membuatnya, dan sudah tentu kamu tidak dapat membuatnya, maka peliharalah diri kamu dari api neraka yang bahan-bahan bakarannya : manusia dan batu-batu (berhala), (iaitu neraka) yang disediakan untuk orang-orang kafir.
Nasihat bagi RasulNya adalah membenarkan risalahnya, beriman kepada seluruh apa yang dibawanya, mentaati perintah-perintahnya dan laranganlarangannya, membelanya pada saat hidupnya dan setelah meninggalnya, membenci orang-orang yang membencinya dan mencintai orang-orang yang mencintainya, mengagungkan haknya dan memuliakannya, menghidupkan jalannya dan sunnah-sunnahnya, mengumandangkan dakwahnya dan menyebarkannya, menepis segala tuduhan-tuduhan yang ditujukan kepadanya, berkhidmat terhadap ilmunya dan memahami makna-maknanya, menyeru kepadanya dan mengagungkannya, menahan diri dari membicarakannya tanpa ilmu, berakhlak dengan akhlaknya yang mulia dan beradab dengan adabnya, mencintai ahli baitnya dan para sahabatsahabatnya, menjauhi orang-orang yang mengadakan hal yang baru dalam sunnah-sunnahnya atau mencela sebagian dari kalangan sahabatnya.
Pemerintah atau pemimpin merupakan pemegang peranan utama dalam menentukan maju tidaknya suatu umat atau bangsa. Nasihat bagi pemerintah ini bukan bererti mengimani secara utuh seperti kita beriman kepada Allah dan Rasulnya, akan terapi memberikan masukan yang dapat membangun kemajuan suatu bangsa.
Kita juga jangan lah menafikan kerja keras pemimpin memberikan yang terbaik terhadap rakyatnya. Dan di antara termasuk dalam nasihat dalam hal ini adalah mentaati mereka dalam kebenaran, memberitahu atau mengingatinya akan hak-hak warga negara, dan tidak melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang jujur dan adil.
Lalu Khadijah pergi membawa Nabi Muhammad bertemu dengan Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah anak paman Khadijah dan merupakan seorang penganut agama Nasrani pada masa jahiliyah. Dia yang menulis kitab Arab. Dia menulis kitab Injil dengan bahasa Arab. Saat itu dia telah menjadi syekh yang tua renta lagi buta.
Maka Nabi Muhammad mengabarkan padanya kejadian yang telah Beliau alami. Kemudian Waraqah berkata : Ini adalah Namus yang pernah diturunkan kepada Nabi Musa. Namus adalah malaikat. Dari situlah diketahui bahwa Nabi Muhammad dikukuhkan statusnya sebagai rasul. Muhammad pun menerima perintah menyampaikan serta mendakwahkan agama Islam.
Pendapat pertama. : susunan surah sebagaimana yang kita lihat saat ini tidaklah bersifat tawqifi. Ia disusun berdasarkan ijtihad para sahabat. Ini adalah pendapat mayoritas para ulama, diantaranya Imam Malik, Al qadhi Abu Bakar.
Dalil pendapat pertama adalah mushaf-mushaf yang ada di tangan para sahabat berbeda-beda susunan surahnya sebelum disatukan di masa Utsman bin Affan. Jika susunan surah itu bersifat tawqifi maka mustahil para sahabat menyelisihi dengan ijtihad mereka masing-masing.
Dalil pendapat kedua adalah bahwa para sahabat bersepakat atas susunan surah dalam mushaf yang ditulis pada masa Utsman bin Affan. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa susunan itu bersifat tawqifi. Karena jika bersifat ijtihadi tentulah mereka akan berpegang pada susunan masing-masing. Pendapat ketiga : susunan sebagaian surah besifat tawqifi dan susunan sebagian yang lain bersifat ijtihadi.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari di atas menyebutkan bahwa ketika seseorang tidur, setan akan menalinya dengan tiga ikatan tali. Lalu tiga ikatan tersebut diikatkan oleh setan sepanjang malam. Jika ia terbangun, lalu ia berdzikir kepada Allah, maka satu tali akan terlepaskan. Jika ia berwudhu, maka lepaslah tali yang kedua. Jika ia melaksanakan shalat (bersyukur setelah berwudhu) dengan disambung sholat lainnya, maka tali yang ketiga akan terlepas.
795a8134c1