Soal Sempoa Advance 1

0 views
Skip to first unread message

Clide Birkner

unread,
Aug 5, 2024, 3:44:13 AM8/5/24
to detuachingbar
MedanIDN Times - Saat melipir ke rumah Dafa Dwi Andika di Jalan Marelan, terlihat puluhan piala berjejer di lemari hias tua, yang di antaranya Juara 2 National Best Of The Best Student 2017 di Bali dan mendapat sertifikat lomba sempoa dari Thailand.

Pada tanggal (22/6/19), Dafa kembali meraih Juara 3 Nasional Sempoa Tigkat Advance yang berlangsung di Semarang. Dafa yang kini berusia 11 tahun dan duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 5 ini memilki bakat yang langka.


"Di usia segitu saya sering kasih vitamin aja kayak biasa dan pekerjaan kami kan berdagang di grosir, terbiasa dengan hitung-hitungan, ya orang tua Dafa sudah biasa dengan angka sehingga mudah juga untuk melatihnya," ujar Evawati.


Kata Eva, ia tak menyangka anaknya bisa dengan cepat menangkap materi angka-angka itu. Bahkan, di pertemuan pertama materi sempoa ia sudah bisa menyelasaikan soal dengan cepat dibanding teman-temannya yang lain.


Bagi Evawaty, memiliki seorang anak yang punya kemahiran berhitung merupakan kebanggaan yang wajib ia syukuri. Dengan mendukung bakat dan hobi Dafa yang suka nonton film salah satu bentuk dukungan yang ia berikan.


Epilog Oktober 2023:

Furqon lulus dengan predikat Cum Laude dari Teknik Informatika ITB. Furqon juga sudah diterima bekerja menjadi software engineer di Tokyo Jepang. Melihat ke belakang, investasi les seperti Sakamoto dan Bahasa Inggris di masa kecil punya dampak yang besar. SD Furqon adalah SD negeri biasa dekat rumah, secara akademik SD ini kurang, tapi menyenangkan bagi Furqon karena santai dan temannya juga sering main ke rumah. SMP Furqon juga bukan SMP paling favorit di Kota Bandung, tapi kegiatan organisasi sekolahnya sangat bagus. Kelemahan akademik ini dikompensasi dengan les. Les juga dapat dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan, seperti saat Furqon pindah dari Sempoa ke Sakamoto.


Update Maret 2019:

Furqon masuk ke STEI ITB melalui jalur SNMPTN. Saat kelas 12, karena beban yang berat, semua les di-stop kecuali bimbel. Berdasarkan ranking sekolah, Furqon berada di posisi 17, sehingga dapat lolos SNMPTN (jalur undangan). Nilai rata-rata Matematika: 89.6; Matematika IPA: 82.6 . Nilai UN Matematika Furqon juga mendapat 100. Saya pikir les di masa Furqon kecil terutama Sakamoto sangat berperan pada pelajaran Matematika.


Sebelum masuk SD, Furqon mengikuti les sempoa. Kemudian Sempoa dihentikan dan diganti dengan Sakamoto. Kedua les ini dipilih karena Furqon memang suka dengan Matematika. Kalau ditanya apa pelajaran yang paling dia sukai, jawabannya pasti matematika (ikut bakat ibunya nih). Berikut foto Furqon saat les Sempoa.


Sempoa sendiri dasarnya adalah ketrampilan, jadi jam terbang harus sangat banyak dan model belajarnya adalah drill. PR-nya juga banyak. Inilah yang membuat Furqon bosan (kalau yang ini mirip bapaknya, gampang bosan untuk hal yang rutin hehe ) Berdasarkan pengamatan ini dan rekomendasi gurunya, Furqon dipindahkan ke les Sakamoto yang kebetulan waktu itu berada di satu gedung.


Kalau dari cerita gurunya, Sakamoto ditujukan untuk problem solving, terutama untuk soal cerita. Model soalnya menurut saya mirip tes potensi akademik. Furqon cocok dengan les ini dan yang penting dia suka (calon engineer nih) Lagipula PR-nya bersifat sukarela dan hanya sedikit. Tentu saja Furqon lebih banyak memilih opsi tanpa PR hehe.


Dari yang saya lihat, kelebihan les-les ini terletak pada empat hal: rasio guru-murid (maksimum 1:5), individual learning (tiap murid bisa memiliki kecepatan berbeda), guru yang berpengalaman dan suasana yang dibuat menyenangkan tapi tetap mendorong kompetisi. Jadi sebenarnya kalau ada sekolah yang mengimplementasikan keempat hal tersebut untuk pelajaran Matematika, pasti murid-murid akan suka. Cuma hal ini memang sulit diterapkan di sekolah, bahkan untuk sekolah swasta yang mahal sekalipun.


April 2010:

Furqon akhirnya berhenti Sempoa, walaupun PR sudah ditiadakan dan mama plus gurunya terus mendorong, konfliknya terlalu besar sehingga saya malah khawatir Furqon jadi benci dengan urusan menghitung. Saat ini Furqon les Sakamoto, Bhs Inggris dan mengaji, semuanya dia senangi. Kami juga sedang menjajagi kursus pembuatan robot di jalan Tubagus Bandung sebagai pengganti Sempoa. Furqon saat ini sudah mulai senang membuat kreasi legonya sendiri (tadinya hanya mengikuti buku petunjuk), sehingga saya pikir perlu dipupuk terus. Menurut pendapat saya, salah satu skill terpenting yang harus dimiliki anak di masa depan adalah kreativitas dan problem solving.


Tentang les lain: les tambahan Furqon yang lain adalah Bahasa Inggris, drum dan mengaji, yang semua gurunya datang ke rumah. Prinsipnya, materi, jadwal dan guru harus bisa disesuaikan agar anak tetap punya waktu untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Sedangkan untuk les robot sudah berhenti (tempatnya jauh dan kurang pro), diganti dengan membeli set robot Lego Mindstrom. Kalau dari sisi teknis sih saya dan istri tidak masalah mengajari penggunaan Mindstorm ini, tapi Furqonnya sendiri kurang berminat untuk mengeksplorasi lebih lanjut (sindrom diajari ortu sendiri mungkin hehe). Beberapa contoh video rakitannya: color sorter, alpharex dan buaya


Sakamoto Method sama seperti mengajarkan aljabar memakai sudut pandang anak SD ^_^

Karena itu maka 70% soal Sakamoto berbentuk soal cerita.

Les Sakamoto tidak memberikan PR kecuali permintaan orang tua ^_^


Anak saya sebelumya les matematika yang berasal dari Jepang juga (K**on) , metoda yg digunakan adalah dengan melatih anak mengerjakan soal yang sama berulang-ulang sampai anak tersebut dapat menyelesaikan dengan cepat karena biasa. Anak saya cepat bosan krn PR yg dibawa ke rumah cukup banyak dan berulang2.


Referensi saya dari yang sepertinya merupakan official web site sakamoto (mohon koreksi ya). Kalau lihat siapa yang membuat site tersebut (di bagian footer), , merupakan perusahaan hosting dan web design di singapura.

Kemudian jika dilihat daftar kompetisi yang ada di situs tersebut, sepertinya tidak pernah dilakukan di Jepang. Di situs ini juga tidak ada link untuk bahasa jepang.


Kesimpulan saya, berdasarkan pencarian di internet (bisa salah ya, kalau infonya memang tidak ada di internet, atau tidak ada yang menggunakan bhs Inggris). Pusat sakamoto ini ada di Singapura dan tidak ada cabangnya di Jepang. Mohon koreksi kalau saya salah atau ada situs yang terlewati.


Pak Yudi,

Anak saya kelas 2 SMP, math nya saat ini sangat menurun, saya ingin ikutkan sakamoto, namun kendalanya adalah waktu pak,

krn ia sampe ke rumah sekitar pukul 17.30 dimana setelah itu ia sudah sangat lelah.. apakah ada kemuingkinan untuk melaksksanakan kursus sakamoto di rumah pak? pada hari sabtu/minggu?


Tapi apakah anak bapak sekolah dari pagi sampai sore? jangan-jangan kemampuan math-nya menurun justru karena keletihan. Nanti ditambah les malah tambah letih. Menurut saya lebih baik anaknya diajak bicara supaya diketahui dulu penyebabnya, jadi penangananya bisa tepat.


Saya sedang membandingkan beberapa jenis kursus matematika antara lain dengan cara perhitungan cepat, akan tetapi saya melihat bahwa metode sakamoto ini berbeda dimana lebih banyak menggunakan soal cerita sehingga lebih dapat melatih daya imaginasi dan problem solving anak. dimana kursus sakamoto yang dekat daerah mampang jaksel.


anak saya malah kebalikan dengan anaknya bapak, akan saya TK les di sakamoto, trus pindah ke sempoa, waktu SD.

Di sempoa emang PR nya banyak (bagi saya), dulunya ini yang bikin anak saya mau keluar, tapi saya tahan, dan saya buat enjoy,kadang hanya ngerjakan PR cuma separo aja.

Syukur, ternyata hal ini berjalan sebentar saja, karena gurunya juga saya kasih tahu kondisi anak saya ini, jadi ikut menyemangati.

Saat ini anak saya kelas 2 SD, level 7 di sempoa, ternyata PR yang kelihatannya bayak bagi saya, gak berarti banyak bagi anak saya. saya yang udah 40 th, ternyata kalah menghitung lawan anak SD.

Kayaknya kursus yang sudah disebut diforum ini sama aja baiknya, tergantung bagaimana kita memfasilitasi dan menyikapinya.

Kalo saya milih kursus cari yang dekat rumah aja, biar gak repot ngantar, dan tentunya gurunya yang care degan anak-anak. Thxs.


Sempoa untuk mendapat keterampilan cepat menghitung. Memang diperlukan, apalagi di SD kelas-kelas awal, memang menghitung ini yang pertama diajarkan. Tetapi untuk kedepan (SMP,SMA) skill pemecahan masalah di Sakamoto menurut saya lebih berguna. Sekarang anak saya sih ikut dua-duanya ?


Kedua anak saya pernah ikut sempoa di usia 9th dan 7 th. Bagi yang cewek 9 th, sempoa terlalu mudah, jadi dia bosan. Yang cowok 7 th, sempoa menuntut konsentrasi tinggi terus-menerus diawal kursus, jadi dia bete. Akhirnya, les sempoa berhenti.


Baru sekerg setelah yang cewek 12 thn masuk smp, dan yang cowok 10 th di kelas 5, mereka tertarik untuk les lagi, dan pilihannya di sakamoto. Karena, teman anak saya yang kursus di sakamoto selama 2th, dari nilai biasa jadi juara umum di sekolah saat lulus SD kemarn.


anak saya dulu cuma les sempoa (SAKAMOTO blm ada) dia les dari kelas 5 sd terus sampai modul grand-nya sempoa (kira2 selesainya di SMP kelas 3) Nah awal awal dia bosen, katanya terlalu mudah, tapi saya consult dengan kakak pembimbingnya. menurut pembimbingnya memang cara belajarnya begitu harus belajar dari yang paling mudah dulu. baru di tingkat yang lebih sulit. Nah menurut beliau pelatihan sempoa bertujuan bukan hanya melatih kecepatan berhitung tetapi juga meningkatkan konsentrasi dan melatih kecepatan berpikir dan melatih pemecahan masalah. mendengar begitu, saya bujuk anak saya untuk tetep les. dan untung kakak pembimbingnya membantu saya memberikan goal kepada anak saya dengan menunjukan buku modul grand kepada anak saya. Anak saya gak pernah dapat pr tuh.. yang ada namanya vitamin jadi ceritanya prnya diberikan kalau si anak yang minta (kata kakaknya seperti ke dokter vitamin diberikan ketika butuh). di modul awal anak saya ogah minta pr jadi gak pernah punya vitamin tapi belakangan dia udah suka (mungkin karena terbiasa ya?) jadi setiap pulang kursus dia minta pr yang banyakan.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages