Perbedaan Desain Interior Antara Eropa dan Amerika Serikat

7 views
Skip to first unread message

sego jangan

unread,
Jan 15, 2022, 3:44:23 AM1/15/22
to desain rumah ala eropa
Tidak peduli apakah Anda tinggal di AS atau Eropa, setiap kali Anda menonton acara perjalanan atau pertunjukan rumah, Anda mungkin melihat betapa berbedanya rumah di benua ini. Satu perjalanan dari AS ke Eropa, dan Anda bisa langsung melihat perbedaan desain rumah.

Meskipun Amerika Serikat diciptakan oleh orang-orang yang sebagian besar bermigrasi dari Eropa, gaya arsitektur berubah selama berabad-abad, dan hari ini, sebagian besar rumah tidak terlihat seperti di Eropa.

Itu hanya bisa diduga karena arsitektur di Eropa tetap setia pada akarnya sejak ratusan tahun yang lalu, sementara AS memiliki banyak pengaruh berbeda oleh para migran yang datang dari seluruh dunia. Tapi apa perbedaan desain interior antara kedua benua ini? Tetap bersama kami, dan kami akan memberi tahu Anda semua yang perlu Anda ketahui.

Bahan yang digunakan
Desain rumah di dua benua ini hampir tidak memiliki kesamaan. Semuanya berbeda, mulai dari ukuran, bentuk, hingga bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Mari kita bahas itu dulu. Semua orang di dunia tahu bahwa sebagian besar rumah Amerika terbuat dari bahan ringan seperti kayu, plester, dan batu bata.

Di sisi lain, orang Eropa lebih memilih bahan tugas berat yang dapat bertahan dalam ujian waktu dan bertahan selama ratusan tahun. Rumah mereka biasanya terbuat dari batu dan kayu.

Sementara orang Amerika lebih menyukai atap sirap, orang Eropa memiliki atap kayu atau yang terbuat dari ubin yang lebih kaku.

Dapurnya juga sangat berbeda. Misalnya, dapur Amerika biasanya memiliki lantai keramik, sedangkan di Eropa, sebagian besar rumah memiliki lantai marmer atau yang terbuat dari batu. Kedua benua berbagi hasrat mereka untuk meja dapur granit di dapur dan lantai kayu tebal di bagian lain rumah. Penggunaan bahan yang berbeda dapat dijelaskan dengan kebutuhan dan elemen budaya yang berbeda.

Sebagian besar bahan yang digunakan di Eropa telah digunakan secara tradisional selama ratusan tahun tanpa bercampur dengan pengaruh lain. Namun, karena Amerika Serikat terus berkembang dan menerima orang-orang dari seluruh dunia, pengaruh mereka memiliki dampak besar pada tampilan rumah dan bahan dari mana mereka dibuat.

Selain itu, bahan yang digunakan dalam konstruksi rumah bergantung pada sumber daya alam di sekitarnya, itulah sebabnya ada perbedaan besar dalam gaya.

Ukuran properti rata-rata
Ukuran properti adalah salah satu perbedaan paling signifikan antara rumah di Eropa dan AS. Secara umum, orang Amerika lebih suka rumah yang lebih besar daripada orang Eropa. Rata-rata rumah di AS adalah 4.982 kaki persegi, sedangkan rata-rata rumah di benua lama hanya 1.589 kaki persegi.

Rumah Amerika biasanya memiliki beberapa kamar tidur, lebih dari satu kamar mandi, dan halaman yang luas. Di sisi lain, rumah-rumah Eropa biasanya memiliki satu atau dua kamar tidur dan hanya satu kamar mandi.

Namun, ada alasan untuk itu. Pertama-tama, banyak pemilik rumah di Eropa mewarisi properti mereka, atau mereka membelinya dari seseorang yang mewarisinya. Karena Eropa dikenal sebagai benua tua, ukuran banyak properti telah ditetapkan ratusan tahun yang lalu, jadi tidak ada yang bisa mengubahnya.

Kota-kota di Eropa umumnya berukuran lebih kecil, sehingga tidak memiliki banyak ruang untuk rumah besar. Kebanyakan orang Eropa lebih memilih rumah yang lebih kecil karena mereka jauh lebih hemat energi dan lebih nyaman untuk dirawat.

Orang Amerika, bagaimanapun, menyukai segala sesuatu yang besar. Mereka sangat menyukainya sehingga ukuran rumah rata-rata terus meningkat setiap tahun. Banyak pemilik ingin memperluas rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga baru, sementara yang lain berpikir bahwa ukuran rumah adalah tanda kekayaan dan kemewahan. Orang Eropa fokus pada penambahan furnitur dan detail unik ke rumah mereka daripada membuatnya lebih besar.

Ketika datang ke ekstensi yang dibangun tambahan, gaya mereka juga sangat berbeda di kedua benua ini. Misalnya, pemilik rumah AS selalu cenderung menambah ruang hidup mereka dengan ekstensi yang memiliki gaya yang sama dengan bagian rumah lainnya.

Orang Eropa, di sisi lain, melakukan hal yang berbeda. Banyak keluarga di Eropa tinggal di rumah warisan yang bisa berusia ratusan tahun. Banyak gaya telah berubah selama periode itu, jadi cukup normal untuk membangun ekstensi modern di rumah tradisional. Mereka tidak memiliki masalah dalam menggabungkan desain modern dan tradisional, yang menghasilkan beberapa desain rumah unik yang tidak akan Anda lihat di benua lain.

Efisiensi energi
Tidak mengherankan jika rumah di Eropa memiliki efisiensi energi yang lebih baik karena ukurannya jauh lebih kecil daripada rumah di Amerika. Sebagian besar pemerintah di Eropa memiliki undang-undang tentang efisiensi energi, dan banyak dari mereka mendorong untuk memaksimalkan isolasi dan efisiensi.

Selain itu, bahan yang digunakan dalam konstruksinya seringkali jauh lebih baik dalam menjaga kehangatan di dalam, sementara di AS, pemilik rumah tidak terlalu fokus pada efisiensi energi.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages