Cara Beli Paket Internet Cellcard

0 views
Skip to first unread message

Nikita Desjardins

unread,
Aug 4, 2024, 2:59:44 PM8/4/24
to derhousoftrec
Ketikamembeli kartu SIM baru dan memasangnya, kamu mungkin dihadapkan pada permasalahan berupa tidak ada layanan pada jaringan. Itu merupakan hal yang biasa, jadi kamu tidak perlu khawatir. Pasalnya, ada banyak cara untuk mengatasi masalah terkait kartu SIM baru yang tidak ada sinyal.

Masalah kartu SIM baru yang tidak ada sinyal dapat muncul karena beberapa faktor. Akibatnya, kamu mungkin tidak dapat melakukan atau menerima panggilan, mengirim atau menerima SMS, hingga mengakses data seluler untuk menggunakan internet.


Matikan ponsel terlebih dahulu kemudian keluarkan kartu SIM dan periksalah bagian permukaan logamnya, kotor atau tidak. Jika kotor, bersihkan kartu SIM menggunakan kain yang lembut dan bersih, setelah itu masukkan kembali.


Bahan pelindung berupa logam dan magnet dapat menjadi penyebab dari sinyal yang buruk dan tidak stabil. Jika kamu menggunakan pelindung atau casing dari bahan logam atau magnet, coba lepaskan pelindung tersebut.


Tapi sekarang ada yang berbeda. Biasanya saya hanya berjalan berdua dengan salah satu sahabat saya. Kali ini kami bersepuluh. Ini perjalanan tanpa jasa biro perjalanan pertama yang saya koordinir. Pastinya akan menjadi pengalaman berkesan untuk saya pribadi dan teman-teman saya.


Perencanaan dan persiapan jalan-jalan ini sudah kami mulai sejak September 2019, bersamaan dengan persiapan traveling Eropa-Asia saya dan Wulan. Alhamdulillah semua tertangani dengan baik. Tidak tahu mengapa, meski tidak mudah, saya senang saja mengurus semuanya tanpa tur. Hehehe.


Nah, biaya keseluruhan jalan-jalan 6 hari ke dua kota di dua negara ini tidak mahal. Bisa saya katakan sangat murah tapi berkualitas dan tidak backpacker-an dengan budget berkisar 5 juta per orang. Dan itu bisa terjadi karena banyak hal. Pertama, jumlah kami banyak. Jadi pembagian biaya bisa lebih murah. Kedua, trip ini diurus sendiri jadi tidak ada biaya SDM yang harus dibayar. Ketiga, memanfaatkan momen promosi. Keempat, pinter-pinternya yang koordinirlah alias saya. Buahahaha. Ya percuma item 1-3 ada kalau yang mengurus ga pinter. Maksa.com ?


Harga tiket per orang berkisar dari Rp 1,3 juta hingga Rp 1,45 juta. Ini sudah termasuk fasilitas kabin 7 kg dan bagasi 10 kg serta makan di pesawat. Kalau sekarang saya perhatikan tiket Citilink dengan rute yang sama minimal Rp 2,5 juta.


Nah, untuk transportasi antara Kamboja dan Vietnam, kami menggunakan bus terbaik, yaitu Giant Ibis. Banyak sih pilihan lain yang lebih murah. Tapi keamanan, keselamatan dan ketepatan waktu adalah hal utama.


Tiket bus kami beli dari Klook. Sebenarnya bisa memesan langsung melalui website Giant Ibis dengan harga yang sama. Hanya saja harus menggunakan kartu kredit dan kebetulan tidak punya. Jadi saya memilih membayar tunai secara online menggunakan kartu Jenius. Ish, sudah kayak marketing Jenius aja ini nyebut Jenius selalu. Hahaha.


Lalu bagaimana dengan transportasi sehari-hari? Mudah dan sederhana. Untuk perjalanan ke Ho Chi Minh, bus Giant Ibis menjemput kami ke Home Chic Hotel tempat kami menginap di Phnom Penh. Sementara di Ho Chi Minh, jarak dari kantor Giant Ibis ke hotel hanya sekitar 120 meter. Dekat sekali, bukan? Jalan kaki kurang dari 5 menit.


Untuk transportasi lain ya cukup menggunakan GrabCar atau GrabTuktuk yang beroperasi di kedua kota dengan tarif yang tidak mahal karena lokasi hotel yang strategis. Rata-rata kami hanya menghabiskan USD 1 yang dibagi 3 orang untuk 1 kali naik GrabCar atau GrabTuktuk.


Hotel kami pesan melalui Traveloka. Untuk di Phnom Penh kami memilih penginapan bintang tiga yang indah bernama Home Chic Hotel. Ia hanya berjarak 500 meter dari Monumen Kemerdekaan Kamboja. Untuk menuju ke Royal Palace yang berjarak sekitar 2 km bisa menggunakan GrabCar ataupun tuktuk.


Untuk triple deluxe 2 malam biayanya Rp 874.771,00 dan Rp 950.765 per kamar. Kalau dibagi 3, setiap orang hanya membayar Rp 300 ribuan untuk 2 malam dengan fasilitas lengkap termasuk sarapan. Sementara kamar untuk 2 orang berbiaya Rp 341.298,00 ribu per malam per kamar. Mengapa bisa murah? Karena kami memanfaatkan Epic Sale dari Traveloka di bulan September ?


Untuk teman-teman, pilih selalu penginapan di backpacker area baik di Phnom Penh ataupun Ho Chi Minh. Begitu juga di Hanoi. Karena bus dan tur biasanya memberi layanan penjemputan ke area ini. Fasilitas publik pun dipastikan lengkap dan sangat dekat. Mencari oleh-oleh dan restoran halal pun mudah.


Untuk Phnom Penh, kami mengunjungi Royal Palace di hari pertama serta beberapa berjalan ke Independence Monument di hari ke-6. Sayangnya waktu kami terlalu sempit untuk bisa mendatangi Killing Fields yang berada 16 km dari Home Chic Hotel. Tapi kalau Anda berminat, tiket masuk ke Killing Fields USD 3 dan biaya taksi online ke lokasi sekitar Rp 185 ribu pulang pergi dengan GrabCar.


Karena jarak dari Ipeace Hotel ke kantor Sinh Tourist hanya sepelemparan batu, kami tidak menggunakan fasilitas penjemputan hotel. Pokoknya sejahtera, aman dan sentosalah menginap di sini. Ke mana-mana dekat.


Beberapa anggota rombongan menyempatkan diri mengunjungi Saigon Central Post Office, Notredame Cathedral (menurut informasi sedang dalam perbaikan) dan Istana Kemerdekaan. Cukup menggunakan GrabCar atau hop-on hop-off bus.


Untuk Phnom Penh, rencananya kami membeli SIM Card di bandara. Menurut informasi online, SIM card CellCard dengan kuota internet 2 GB untuk 7 hari hanya USD 2. Namun, karena menuruti informasi sopir yang menjemput di bandara, kami terpaksa membeli SIM Card CellCard dengan biaya USD 6 termasuk kuota internet 3 GB untuk 7 hari.


Jadi, untuk Anda yang akan ke Phnom Penh, beli saja di bandara. Bukan saja lebih murah, pemasangannya pun lebih cepat. Kami menghabiskan waktu hampir 45 menit untuk menunggu staf toko mendaftarkan dan memasang kartu di telepon kami. Huuuuh.


Hotel tempat kami menginap juga menyediakan koneksi internet via WiFi secara gratis. Juga bus Giant Ibis yang kami tumpangi. Tapi saya pribadi, berdasar pengalaman, cenderung membeli SIM Card tanpa banyak pertimbangan.


Yup, menurut saya pengeluaran kayak gini ga usah terlalu dihitung-hitung dengan pemikiran mendalam karena ini penting untuk keselamatan kita juga di negeri orang. Jumlahnya tidak seberapa dibanding kebaikan untuk diri kita dan orang lain.


Seumpama kita terpisah dari rombongam saat berjalan atau berbelanja. Atau saat berada di luar hotel tiba-tiba ada urusan keluarga yang penting. Jadi ga ngerepotin atau ganggu orang lain juga. Iya kan?


Tapi bagaimana untuk makanan halal? Saya yakin akan lebih mahal karena di negara dengan minoritas Muslim, makanan halal tidak bisa didapatkan di pinggir jalan atau di sembarang tempat. Pastinya restoran khusus. Hehehe. Begitu juga di Phnom Penh dan Ho Chi Minh.


Saya mendapati 2 restoran Indonesia halal di Phnom Penh dan cukup banyak restoran Malaysia serta Asia Selatan halal. Untunglah lokasi mereka tidak jauh dari tengah kota. Selama di Phnom Penh kami memilih makan di Warung Bali yang lokasinya dekat dengan Royal Palace.


Whatever, terlepas dari negara mana yang saya tuju, saya pribadi sudah memiliki standar biaya makan per hari untuk tiap negara yang saya kunjungi. Untuk negara seperti Vietnam atau Kamboja Rp 150 ribu per hari. Jadi uang makan Rp 900 ribu untuk 6 hari. Syukur banget kalau berlebih. Kalau ga berlebih ya ga masalah puuuun. Hehehe. Kalau untuk trip di luar ASEAN biaya makan per hari per orang saya hitung minimal Rp 200 ribu per hari.


Prinsipnya, kalau soal makan, toleransi harga saya agak kendur. Hahaha. Mengapa? Karena saya tidak mau sakit di negeri orang. Saya memilih boros membeli makanan dibanding sakit di luar negeri meski ada asuransi. Ribet, cyyyn. Dan pasti membuat repot orang lain. Padahal doa saya saban hari kepada Allah adalah jangan buat saya merepotkan atau jadi beban orang lain.


Selain itu kami tidak akan banyak menggunakan taksi online karena sudah menggunakan jasa tur, antar-jemput bandara dan bus Giant Ibis. Kalau hanya jalan berdua biasanya saya cadangkan biaya transportasi (di luar biaya tur dan sebagainya) minimal Rp 100 ribu per hari.


Untuk memudahkan pembayaran, karena saya tidak memiliki mata uang Kamboja, saya menggunakan fasilitas pembayaran dengan kartu debit Visa. Apalagi kalau bukan Jenius. Jadi, lebih mudah juga bagi saya untuk membagi biaya per orang dan memudahkan teman yang membayar ke saya. Ini contohnya. Jenius mengeluarkan laporan dalam rupiah. Untuk di bawah ini, biayanya sama dengan Rp 25.204,00.


Biaya ketiga adalah tambahan bagasi. Saya memesan tambahan bagasi 20 kg atas nama saya bersama sepupu. Untuk berjaga andai terjadi kelebihan bagasi meski sudah ada jatah 10 kg per orang. Pengalaman saya, perempuan itu sering datang dengan satu koper dan pulang dengan 2 koper. Hahaha.


Untuk tambahan bagasi 20 kg saya membayar Rp 300 ribu. Dibagi 2 orang menjadi Rp 150 ribu per orang. Teman lainnya membeli Rp 400 ribu untuk 30 kg dibagi 3. Sementara pembelian di konter pada hari H dikenai Rp 50 ribu per kilogram. Mahal kan.


Kelima, tips. Nah, ini ternyata cukup sering kami keluarkan. Untunglah ada biaya cadangan. Tidak banyak sih. Tips untuk antar-jemput bandara, untuk petugas hotel, untuk pemandu wisata dan untuk grup pemusik di Ben Tre. Jumlahnya kurang dari Rp 50 ribu per orang selama perjalanan. Bahkan mungkin ada yang hanya mengeluarkan Rp 12 ribuan.


Ketika tiba-tiba kehabisan kuota internet saat sedang digunakan, bisa sangat menjengkelkan, terutama jika hal itu terjadi pada saat yang penting seperti rapat online, ujian online, dan keadaan mendesak lainya. dan pastinya semua provider telekomunikasi kamboja sedang berlomba untuk menghadirkan Paket internet yang sangat murah entah itu internet harian ataupun bulanan.


Itulah tadi beberapa hal mengenai cara cek kuota CellCard, Metfone, Smart Cambodia Dengan informasi di atas, diharapkan pengguna provider di Kamboja dapat dengan mudah melakukan transaksi pembelian paket data internet dan juga mengetahui cara cek kuota di kamboja dengan mudah tanpa harus takut kehabisan pulsa karena tersedot otomatis.


Lupa Cara Cek nomer Kamboja yang kamu gunakan? dan tidak tau cara cek Nomor Cellcard, Metfone dan SMART Cambodia saat ini. Nomor Cambodia tersebut memiliki fitur untuk mengecek nomor kartu tanpa aplikasi dan internet yaitu cukup menggunakan Dial.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages