Insulation not Isolation

5 views
Skip to first unread message

Johanes Glenn

unread,
Nov 25, 2012, 8:53:01 AM11/25/12
to datetam...@googlegroups.com
Dear All,

Ini semua paraphrase dari kotbah hari ini oleh Ps. Jose Carol, please do recheck karena ini dari interpretasi saya:

Main Passage:

Rome 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna

Don't become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking. Instead, fix your attention on God. You'll be changed from the inside out. Readily recognize what he wants from you, and quickly respond to it. Unlike the culture around you, always dragging you down to its level of immaturity, God brings the best out of you, develops well-formed maturity in you.

Bahwa di katakan melalui verse tersebut, janganlah sampai kita sampai terbiasa dengan culture yang ada bahkan tanpa kita mensortir hal tersebut. Tetapi arahkan perhatian kepada Tuhan, dan the pointnya adalah apakah kita siap membedakan mana yang kehendak Allah dan siap merespond hal tersebut. Bahwa culture dunia ini hanya akan membawa kita turun ke level ketidak dewasaan, yet Tuhan justru akan mengeluarkan yang terbaik daripada kita [immaturity vs maturity].

James 4:4

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah

You're cheating on God. If all you want is your own way, flirting with the world every chance you get, you end up enemies of God and his way.

Dalam hal ini dinyatakan perbedaan 2 approach dunia dan Allah. Ada percakapan dengan Nikodemus ketika ia bertanya mengenai Kerajaan Allah, dan Tuhan Yesus menyambutnya dengan mengatakan jika ia tidak lahir baru maka ia tidak akan dapat masuk kedalamNya. Dalam hal ini Tuhan Yesus sedang berbicara dengan concept yang berbeda, Nikodemus hanya mengerti tentang kelahiran badani maka ia bertanya apakah ia bisa masuk kembali kedalam kandungan ibunya. Tuhan Yesus sedang berbicara tentang dimensi yang berbeda, spiritual. Kelahiran baru disini membawa arti yang jauh lebih dalam daripada sekedar kelahiran badani (fisik). Dalam hal ini persahabatan dengan dunia yang hanya akan membawa spiritual kita menjauh dari yang Tuhan ingin bawa kita menuju kesana.

Jika dalam hidup ini banyak pertanyaan mengenai apa yang boleh dan tidak (seperti bolehkah merokok atau tidak, minum alkohol atau tidak) sebenarnya pertanyaan tersebut jauh lebih dalam daripada concept boleh atau tidak. 

contoh menggunakan ayat:

1 Chorintians 5:9-10

Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. 
Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini

Apakah kita berarti tidak boleh berelasi dengan orang cabul? Mengapa dalam ayat ke 10, justru dikatakan bukan dengan semua orang cabul? Mana cabul yang boleh atau tidak?

dalam The Message:

I wrote you in my earlier letter that you shouldn't make yourselves at home among the sexually promiscuous. I didn't mean that you should have nothing at all to do with outsiders of that sort. Or with crooks, whether blue or white-collar. Or with spiritual phonies, for that matter. You'd have to leave the world entirely to do that!

Point dari hal ini adalah jangan merasa nyaman dengan mereka yang cabul (make yourselves at home). Tetapi tidak berarti kita tidak akan bersinggungan (mengisolasi diri) karena jika mau melakukan hal itu, berarti kita harus keluar dari dunia ini (at all) Kita tidak dipanggil untuk keluar dari dunia, tetapi lahir kedalam duni tetapi bukan berasal dari dunia ini. Think about who we really are, the real core of our life. ps: baca kelanjutannya cukup menarik.

2 Chorintians 5:3-6

The world is unprincipled. It's dog-eat-dog out there! The world doesn't fight fair. But we don't live or fight our battles that way—never have and never will. The tools of our trade aren't for marketing or manipulation, but they are for demolishing that entire massively corrupt culture. We use our powerful God-tools for smashing warped philosophies, tearing down barriers erected against the truth of God, fitting every loose thought and emotion and impulse into the structure of life shaped by Christ. Our tools are ready at hand for clearing the ground of every obstruction and building lives of obedience into maturity

Perhatikan bahwa dunia ini tidak memiliki prinsip, semua hal yang ditawarkan dunia adalah untuk mencapai keinginan kita dengan cara apapun. Paulus membawa pesan bahwa kita tidak hidup seperti itu, (But we don't live or fight our battles that way—never have and never will). Karena itu sangat penting untuk tidak meninggalakan core hidup kita, apakah kita mengenal kehendak Tuhan dan dapat meresponinya dengan baik. 

Lihat bahwa alat yang kita miliki bukan untuk menghancurkan tetapi untuk membangun. Ingat dengan phrase "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. (1 Chor 10:23).

Karena itu dalam mengerti Firman Tuhan ada sebuah kerangka yang dapat membantu untuk menganalisa lebih dalam.


{(Deduksi(Interpretasi(Absolut))) Personal Preference, Norma, Culture, Sosial}

perhatikan bahwa bagian tengah adalah absolut, sesuatu yang ditentukan dengan jelas, benar - salah. Ini yang harus dipegang dengan erat. Jika hal tersebut tidak di katakan dengan jelas (apakah ada tidak boleh merokok di Alkitab?) Hal ini menjadi interpretasi, bagaimana orang menginterpretasi (careful bisa berbeda2). Jika tidak tercantum dengan jelas tentang hal yang spesifik bisa menggunakan deduksi dimana kita mengambil beberapa event dan mengambil kesimpulan dari hal tersebut.

Tetapi diluar semua itu perhatikan bahwa masing-masing dari kita akan terbawa dengan personal preference, Norma, Culture, dan Nilai sosial di tempat dimana kita dibesarkan. Perhatikan hal-hal tersebut bahwa kita tidak akan terjebak dengan menggunakan Nilai2 tersebut untuk berkompromi ataupun justru untuk menghakimi orang lain. Pegang erat hal yang menjadi absolut, think again about the verse apakah kita mengenal Kehendak Allah dan dapat meresponinya.

Ada hal yang bisa kita gunakan sebagai filter

1 John 2:15-17

Don't love the world's ways. Don't love the world's goods. Love of the world squeezes out love for the Father. Practically everything that goes on in the world—wanting your own way, wanting everything for yourself, wanting to appear important—has nothing to do with the Father. It just isolates you from him. The world and all its wanting, wanting, wanting is on the way out—but whoever does what God wants is set for eternity

Perhatikan bahwa dunia ini menawarkan (apa yg terjadi di dunia ini):
- Wanting your own way
- Wanting everything for yourself
- Wanting to appear important

Apakah hal ini yang mendrive kita untuk melakukan sesuatu? Definitly bukan kehendak Tuhan. Salah satu contoh yang terdekat adalah banyak orang membeli barang mewah (tas LV?) apakah salah? Tidak, tetapi apakah membangun? Mengapa ia membeli? Apakah ingin terlihat penting? Mengenai dirinya? Apakah jati dirinya ditentukan oleh tas tersebut? Hal ini yang membawa hidup ke arah yang salah.. (See how love of God is not present overthere).


--
Best Regards,
Johanes Glenn

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages