JESUS ROCKS!!
Saya beri judul sharing saya “Jesus Rocks!”
Kenapa saya beri judul “Jesus Rocks”? Karena Tuhan Yesus adalah pribadi yang benar-benar telah “rocking my world”. Dia telah menggoncangkan dan mengubahkan kehidupan saya dari biasa-biasa saja menjadi luar biasa sejak saya berjalan bersama-Nya.
Buat saya, bisa melayani Tuhan adalah ANUGRAH.
Kalau Tuhan sudah memilih kita untuk melayani, kerjakanlah dengan maksimal dan bertanggungjawab. Kerjakanlah dengan hati yang gembira. Sebab segala sesuatu yang dikerjakan dengan hati yang gembira, hasilnya akan berbeda dengan yang dikerjakan dengan bersungut-sungut.
“God would rather use the available than the able”.
Tuhan akan memakai orang-orang yang menyediakan dirinya untuk turut serta dalam pekerjaan Tuhan di dunia ini - dalam setiap bidang panggilan kita masing-masing tentunya.
Tuhan sendiri yang akan perlengkapi orang-orang yang meng-available-kan dirinya, menyelaraskan jadwalnya dengan jadwal Tuhan.
Saya tidak meng-available-kan diri dengan cara mengajukan diri untuk membawakan Firman Tuhan, well, ga terlalu pede juga sih, siapa gw? Tapi saya meng-available-kan diri dengan berusaha sebisa saya, meng-iya-kan ketika ada tawaran untuk membawakan Firman Tuhan.
Tuhan tidak selalu memilih orang dengan talenta atau status sosial yang luar biasa, tapi Tuhan pasti perlengkapi orang-orang yang setiap hari berjalan bersamaNya, mendengar suaraNya, dan mengikutiNya.
Saya adalah bukti nyata bahwa Tuhan tidak selalu memilih orang dengan talenta atau status sosial yang luar biasa.
Saya orang yang biasa-biasa saja. Saya tidak terlalu cantik, tidak terlalu pintar, tidak terlalu kaya - saya lahir di keluarga menengah, saya tidak terlalu memiliki talenta untuk berbicara didepan umum. Tetapi, sejak saya meng-iya-kan panggilan Tuhan, percaya ga percaya, Tuhan sendirilah yang perlengkapi saya, dengan cara-cara yang tidak terduga di luar akal pikiran saya.
Kalau saya ingat-ingat, di bulan September 2011, itu pertama kalinya Tuhan berikan saya panggilan untuk bicara di mimbar, saat itu saya menangis. Saya menangis karena stress. Saya berpikir keras dengan logika saya sendiri, saya berusaha menggunakan kekuatan sendiri. Yang saya pikirkan ialah, “Tuhan, saya ga punya background sekolah theology.” “Tuhan, saya lulusan Fashion Design.” “Mana ada Tuhan yang mau percaya sama saya?” Saya seorang wanita, waktu itu berusia 24 tahun. Di beberapa gereja, wanita tidak diperbolehkan untuk bicara di mimbar, apalagi yang masih muda. “Tuhan sudah gila ya?” Saya menganggap Tuhan gila karena saya takut Tuhan salah kasih saya visi.
Waktu itu 2 bulan setelahnya, saya interview Date Leader dengan Ps.Jeffrey.
Di interview saya dengan Ps.Jeffrey, saya menceritakan panggilan Tuhan untuk mengajar buat saya. Saat itu Ps.Jeffrey berikan 1 kalimat yang luar biasa dashyat yang membuat saya tenang sejak hari itu, sampai hari ini.
Ps. Jeff bilang, “Kalau panggilan, kerinduan, visi kita itu datangnya benar dari Tuhan, PASTI Tuhan yang akan perlengkapi kita!”
Ps. Jeff bilang, “Ga mungkin Tuhan kasih kita suatu visi, tapi Tuhan ga taruh bibit atau potensi itu dalam diri kita.”
Saat saya mempersiapkan sharing ini, Tuhan ingatkan saya, “Sama seperti Tuhan perlengkapi Musa yang bahkan tidak pandai bicara untuk menghadap Firaun dan membawa keluar bangsa Israel dari perbudakan, Tuhan yg sama-lah yang pasti akan perlengkapi kita semua, asalkan kita mau setiap hari berjalan bersamaNya, mendengar suaraNya, dan mengikutiNya!”
Semua orang bisa melayani Tuhan, asalkan kita mau dan merespon dengan tepat terhadap panggilan Tuhan sesuai dengan bidang kita masing-masing.
Kalau saya yang biasa-biasa saja bisa dipakai dan diperlengkapi Tuhan, apalagi saudara-saudara yang dari sananya sudah luar biasa, pasti lebih bisa lagi dipakai Tuhan.
Hari ini, Dia masih terus memanggil kita, untuk melakukan pekerjaan-pekerjaanNya, melayani Dia - baik besar maupun kecil, semuanya sama di mata Tuhan , asalkan kita melakukannya dengan motivasi dan motiVISI yang benar!
“Melayani Tuhan harus didasari dengan motivasi dan motiVISI yang benar.”
Motivasi artinya adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu.
MotiVISI (visi) artinya adalah tujuan, pandangan atau wawasan ke depan.
Motivasi atau alasan (mengapa) seseorang melakukan pelayanan akan menentukan seberapa besar daya tahannya ketika menghadapi tantangan.
Tantangan bisa datang darimana saja, baik dari lingkungan sekitar maupun dari dalam diri sendiri.
Motivisi (visi) atau tujuan seseorang melakukan pelayanan juga akan menentukan seberapa cepat dan seberapa tepat ia akan menggenapi panggilan Tuhan dalam hidupnya.
Seseorang yang tahu tujuannya mau kemana, akan lebih cepat dan tepat sampai ke suatu tempat.
Sampai hari ini, Tuhan masih dan terus mencari orang-orang yang berintegritas, yang bisa membantuNya mengubah dunia.
“Ketika seseorang menggabungkan kemauan, talenta, dan integritas, dia akan menjadi aset terbesar dalam sebuah tim.”
“Tim yang baik menggunakan semua karunia, serta menikmati kesamaan dan perbedaan yang ada.”
Tim yang baik ga meng-highlight perbedaan.
Tuhan yang memilih siapa yang akan diberi karunia apa, jadi kita tidak usah berkompetisi atau membanding-bandingkan, itu ga penting. Yang penting, setiap dari kita menggunakan semua karunia kita, serta menikmati kesamaan dan perbedaan. Enjoy the differences between us!
Kita ini di JPCC 1 tim. Kita sama-sama bekerja buat Tuhan. Bukan buat Jeffrey Rachmat, atau buat Alvi Radjagukguk, tapi buat Tuhan.
Pekerjaan Tuhan di dunia ini akan terus berjalan, DENGAN ataupun TANPA saya dan saudara didalamnya. Saya benar-benar ga layak untuk menjadi sombong atas pelayanan saya.
Saya ga layak untuk bermegah diri atas pelayanan saya. Kalau beberapa waktu belakangan ini saya mendapatkan kesempatan untuk preaching di beberapa Youth Service gereja lain, saya tau banget bahwa itu semua ga ada hubungannya dengan skill komunikasi saya, ga ada hubungannya dengan koneksi-koneksi yang saya miliki. Saya bisa melakukan itu semua bukan karena kehebatan saya sama sekali. Saya tau banget bahwa saya cuma alat, cuma saluran yang Tuhan pilih, untuk memberitakan kabar baikNya.
Bisa melayani Tuhan dengan cara memimpin jiwa-jiwa adalah suatu anugrah yang luar biasa juga buat saya.
Saya mulai lead DATE sejak saya di Malaysia, waktu itu saya berusia 19 tahun.
Selama saya melayani sebagai pemimpin komunitas sel, saya banyak sekali menjumpai orang dengan berbagai macam tingkah laku. Awalnya menurut saya ini agak merepotkan, terkadang sampai sekarang pun masih.
Mulai dari ada yang mau bunuh diri dengan loncat dari jendela, ada yang on-off DATE, ada yang pacaran putus - lalu keluar DATE - bahkan pindah gereja, sampai ada juga yang diminta emailnya untuk dimasukkan ke MyJPCC saja ga mau.
Tapi percaya ga percaya, saya sendiri yang diberkati melalui pelayanan saya. Saya belajar berinteraksi dan menghadapi orang dengan berbagai kepribadian, latar belakang.
Melihat pertumbuhan rohani daters saya, merupakan kepuasan tersendiri buat saya.
Hal yang saya pelajari, ga usah membanding-bandingkan banyaknya jiwa yang kita layani dalam komunitas sel kita. Tuhan tau segalanya tentang kita, Dia tau kapasitas kita, Dia akan kasih sesuatu yang sesuai dengan kapasitas kita.
Sebagai pemimpin, kadang kita bingung dimana posisi kita dalam suatu struktur organisasi.
Apakah saya dibawah si A, atau saya diatas si B, kepada siapa saya harus respek, oleh siapa saya harus direspek. Kepada siapa saya harus mengasihi dan mempedulikan. Oleh siapa saya seharusnya dikasihi dan dipedulikan.
Sebenarnya posisi pemimpin itu tidak susah untuk ditentukan.
1 hal lagi yang saya pelajari selama perjalanan kepemimpinan saya:
“Posisi semua pemimpin adalah dekat dengan Tuhan.”
Yesaya 55:6
Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah selama Ia dekat!
Saya belajar bahwa:
Relationship saya dengan Tuhan Yesus jauh lebih penting daripada pelayanan saya di mimbar, relationship saya dengan Tuhan Yesus jauh lebih penting daripada posisi kepemimpinan saya.
Proses dengar-dengaran yang saya lakukan dengan Tuhan Yesus selama saya mempersiapkan sermon, jauh lebih penting daripada performance saya saat membawakan sermon itu sendiri.
Relationship saya dengan pencipta saya, bahkan adalah hal yang paling penting, yang saya miliki.
Saya sadari bahwa Tuhan rindu banget punya relationship yang benar-benar intim dengan saya.
Saya belajar bahwa cari Tuhan 1 jam di pagi hari, ga akan membuang-buang waktu saya. Waktu yang saya investasikan buat Tuhan ga akan hilang dengan sia-sia. Hubungan intim dengan pencipta saya adalah hal yang penting, efektif dan produktif.
Tidak pernah terpikirkan dalam logika saya, bahwa saya betah untuk duduk diam, menggali Firman Tuhan selama 7 jam sehari didepan laptop, bermain dengan buku yang namanya konkordansi. Tapi ketika kita jatuh cinta dengan seseorang, ya, hal itulah yang terjadi, kita ga akan bosan-bosan membaca surat cintaNya.
Kedepannya, masih banyak lagi hal-hal, visi yang Tuhan titipkan pada saya. Tapi, sekarang saya ga khawatir lagi, bukan karena sekarang saya merasa sedikit lebih hebat, melainkan karena saya tau dan rasakan sendiri bahwa Tuhan yang paling hebat selalu membimbing dan menyertai saya.
Masih banyak lagi hal-hal yang harus saya kerjakan di tahun 2013 ini, tahun 2013 adalah tahun saya akan berusaha “Make it happen!”
Yeremia 17:7-8
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Saya berdoa semoga di tahun 2013 ini, kita semua, JPCC Leaders diberikan hikmat yang lebih lagi dalam menjalani kehidupan, selalu mengandalkan Tuhan dalam segala hal, taruhlah harapan kita hanya kepada Tuhan! Miliki hubungan yang intim dengan Tuhan, dengar-dengaran dengan Tuhan setiap hari! Let's rock Jakarta, Indonesia, di tahun 2013! Let's rock the world with rockstar, Jesus Christ!