Tahun 2022 akan segera berakhir di tengah bayangan resesi global dan ketidakpastian ekonomi. Berbagai perusahaan teknologi melakukan PHK yang mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Pemulihan ekonomi dimasa pandemi COVIID-19 juga dirasa semakin berat. Pandemi telah banyak merubah aktifitas kehidupan. Banyak pekerjaan dilakukan seca... selengkapnya
eBimtek ini fokus kepada Ujian Sertifikasi Ahli Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tingkat Dasar, sehingga sangat cocok untuk diikuti oleh siapapun dengan sedang belajar pengadaan barang/jasa pemerintah maupun yang akan ujian sertifikasi ahli pengadaan barang/jasa pemerintah tingkat dasar. Dengan sistem belajar mandiri, dimana modul pelatihan dan latihan soal ... selengkapnya
Ujian ini diselenggarakan dalam bentuk Ujian Berbasis Komputer (CBT: Computer Based Testing). Pengerjaan ujian akan dilakukan dengan menggunakan komputer yang tersedia di tempat ujian berlangsung pada masing-masing negara. Oleh karena itu, peserta ujian akan menjawab soal-soal yang ditampilkan pada layar komputer serta audio yang diperdengarkan melalui headphone.
Jumlah soal kira-kira terdiri dari 50 soal dengan waktu ujian selama 60 menit. Tidak ada batasan waktu pengerjaan soal untuk setiap bagian. Anda dapat meninjau dan mengoreksi jawaban Anda kapan saja dalam bagian yang sama. Namun, setelah Anda beralih ke bagian berikutnya, Anda tidak dapat kembali untuk menjawab bagian sebelumnya. Di bagian Pendengaran, Anda tidak dapat beralih ke soal sebelum atau sesudahnya untuk meninjau dan mengoreksi jawaban Anda.
Berikut merupakan dokumen dengan format slide yang merangkum isi pokok materi nomor 1 s.d. 7 di atas serta garis besar tentang JFT-Basic (bahasa Jepang dan Inggris). Silakan mengunduh dokumen garis besar tentang ujian.
Mengunduh dokumen garis besar tentang ujian.
Saat Anda mengembangkan karier di bidang keuangan, sertifikasi CFA (Chartered Financial Analyst) dapat menjadi langkah penting untuk mencapai kesuksesan yang lebih tinggi. Setelah berhasil melewati Level I CFA Exam, Anda akan menghadapi tantangan baru di Level 2 dan Level 3. Dalam artikel ini, kami akan membahas delapan perbedaan signifikan antara ujian Level 2 dan Level 3 CFA, yang akan membantu Anda memahami persiapan yang diperlukan dan mengapa mengambil sertifikasi ini begitu penting.
Pada Level 2, Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang analisis investasi dan pengelolaan portofolio. Namun, di Level 3, fokusnya berubah menjadi implementasi dan pengawasan strategi investasi. Anda akan belajar tentang perencanaan keuangan, manajemen risiko, dan strategi investasi yang lebih kompleks.
Perbedaan yang signifikan antara Level 2 dan Level 3 adalah bentuk pertanyaan yang diberikan. Di Level 2, Anda akan menemui pertanyaan-pertanyaan yang lebih banyak bersifat konseptual dan teoritis. Sementara itu, di Level 3, Anda akan menghadapi soal-soal berbasis kasus yang meminta Anda menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata.
Level 3 CFA Exam menekankan aspek praktik profesional yang melibatkan perencanaan keuangan, hubungan dengan klien, dan implementasi strategi investasi. Ujian ini dirancang untuk menguji kemampuan Anda dalam membuat keputusan investasi berdasarkan kebutuhan klien dan tujuan jangka panjang.
Dalam Level 3, Anda akan diajarkan keterampilan komunikasi yang efektif dan tata bahasa yang baik dalam laporan portofolio dan presentasi. Ini penting untuk menjadi seorang profesional yang dapat berkomunikasi dengan baik dan mempengaruhi pemangku kepentingan dalam industri keuangan.
Di Level 3, Anda akan menghadapi ujian berbasis kasus tertulis (essay). Anda harus mampu menjawab pertanyaan secara lengkap dan terstruktur, serta memberikan analisis mendalam terhadap situasi yang diberikan. Ini akan menguji kemampuan Anda untuk menerapkan konsep dan memecahkan masalah nyata.
Untuk mengambil ujian Level 3, Anda perlu memiliki pengalaman praktis minimal empat tahun di bidang investasi atau keuangan. Persyaratan ini dirancang untuk memastikan bahwa Anda memiliki pemahaman praktis tentang industri dan dapat menghubungkan konsep-konsep teoritis dengan aplikasi nyata.
Level 3 CFA Exam menguji ketahanan mental dan emosional Anda. Anda akan menghadapi tantangan besar dalam memecahkan soal berbasis kasus dan menyajikan analisis dengan baik dalam format tulisan. Persiapkan diri secara mental dan emosional untuk menghadapi ujian ini dengan penuh percaya diri.
Pada Level 3, Anda akan mengeksplorasi etika profesi dengan lebih mendalam. Ujian ini akan menguji pemahaman Anda tentang prinsip-prinsip etika yang diterapkan dalam industri keuangan, dan kemampuan Anda untuk mengambil keputusan yang etis dalam konteks situasi yang kompleks.
Dalam mengembangkan karier Anda di bidang keuangan, sertifikasi CFA adalah pilihan yang tepat. Level 2 dan Level 3 CFA Exam akan memberikan Anda pengetahuan dan keterampilan yang mendalam untuk berhasil dalam analisis investasi dan pengelolaan portofolio. Selain itu, sertifikasi CFA juga memberikan pengakuan global yang dapat meningkatkan peluang karier Anda di industri keuangan.
Jika Anda ingin mengembangkan karier keuangan Anda, mengambil ujian Level 2 dan Level 3 CFA adalah langkah yang penting dan berharga. Dengan persiapan yang tepat dan komitmen yang kuat, Anda dapat menjadi seorang profesional yang dihormati dan berhasil dalam industri keuangan. Tantang diri Anda, tingkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda, dan ambil langkah pertama menuju kesuksesan dengan sertifikasi CFA.
Mulai tahun 2021, ujian CFA mengalami perubahan dari yang sebelumnya paper-based testing (PBT) menjadi Computer-based testing (CBT). Semua ujian akan dilaksanakan online. Waktu pengerjaan yang diberikan adalah 4,5 jam hingga 5,5 jam jika ingin mengambil waktu istirahat. Mari kita telusuri lebih lanjut tentang struktur ujian CFA:
Ujian level 1 terdiri dari 180 pertanyaan pilihan ganda, yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama terdiri dari 90 soal pilihan ganda dan dapat dikerjakan selama 2 jam 15 menit. Topiknya adalah etika & standar profesional, metode kuantitatif, ekonomi, pelaporan dan analisis keuangan. Sesi kedua juga terdiri dari 90 soal pilihan ganda dan dapat dikerjakan selama 2 jam 15 menit. Topik dari sesi kedua adalah keuangan perusahaan, ekuitas, pendapatan tetap, derivatif, investasi alternatif dan manajemen portofolio. Rata-rata waktu pengerjaan 1 soal adalah 90 detik.
Ujian CFA level 2 terdiri dari beberapa kelompok studi kasus dengan 88 pertanyaan pilihan ganda yang dibagi menjadi dua sesi. Total waktu ujian yang diberikan adalah 4,5 jam, tiap sesi berdurasi 2 jam 15 menit. Setiap kelompok terdiri dari studi kasus dan juga terdapat 4 atau 6 pertanyaan pilihan ganda. Setiap sesi akan ada 44 pertanyaan pilihan ganda yang masing-masing memiliki nilai 3 poin.
Struktur soal ujian level 3 CFA terdiri dari beberapa kelompok studi kasus dengan soal pilihan ganda dan pertanyaan esai yang dibagi menjadi dua sesi. Total waktu ujian yang diberikan adalah 4,5 jam, tiap sesi berdurasi 2 jam 15 menit. Sesi pertama terdiri dari 8 sampai 11 studi kasus dengan pertanyaan yang memerlukan jawaban tertulis. Selain itu terdapat juga beberapa pertanyaan pilihan ganda.
Salah satu faktor kunci dalam menyusun soal adalah tingkat kognitif yang ingin diukur. Tigkat level kognitif penyusunan soal merujuk pada sejauh mana siswa harus berpikir atau memproses informasi untuk menjawab pertanyaan. Salah satu kerangka kerja yang sering digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat kognitif adalah Taksonomi Bloom.
Penilaian merupakan salah satu tanggung jawab utama guru, selain merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Dalam proses penilaian pembelajaran, guru memiliki opsi untuk melakukan evaluasi secara formatif, yang dilakukan setiap akhir pembahasan satu bab atau topik. Selain itu, guru juga dapat melakukan penilaian secara sumatif, yang terjadi pada akhir periode tertentu untuk mengevaluasi pemahaman siswa terhadap lebih dari satu bab atau pokok bahasan, seperti yang dilakukan pada pelaksanaan UTS atau UAS.
Dalam proses penilaian, guru perlu menyiapkan alat penilaian yang akan diberikan kepada siswa. Salah satu alat penilaian yang umum digunakan oleh guru adalah soal tes tertulis. Namun, dalam menyusun soal untuk penilaian, guru tidak bisa sembarangan; ada aturan dan tata cara yang harus diikuti.
Langkah pertama dalam menyusun soal adalah membuat kisi-kisi soal. Pada kisi-kisi ini, guru harus menentukan indikator soal dengan benar karena indikator soal akan mencerminkan bentuk soal yang akan dibuat. Saat menentukan dan membuat indikator soal, guru perlu memperhatikan level kognitif sebagai persyaratan kurikulum yang harus dicapai oleh siswa setelah pembelajaran. Guru menyiapkan soal dengan level kognitif untuk siswa dengan tujuan untuk mengukur dan mendorong perkembangan kognitif siswa secara holistik.
Dengan menyediakan soal pada berbagai level kognitif, guru dapat secara lebih efektif mengevaluasi pemahaman siswa dari aspek-aspek dasar hingga keterampilan berpikir yang lebih tinggi. Ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Soal-soal yang dirancang pada level kognitif yang lebih tinggi, seperti analisis, evaluasi, dan sintesis, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Ini membantu siswa tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga memahami, menerapkan, dan menilai informasi.
Berbagai level kognitif memungkinkan guru untuk menyajikan tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan individu siswa. Ini dapat membantu siswa dengan tingkat keterampilan yang berbeda merasa terlibat dan mendapat kesempatan untuk tumbuh.
Soal-soal pada level kognitif tinggi, seperti aplikasi, analisis, dan sintesis, memungkinkan guru untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks dunia nyata. Ini menunjukkan sejauh mana siswa dapat menggunakan konsep-konsep yang dipelajari dalam situasi yang tidak familiar.
c80f0f1006