Belajar Ilmu Mantiq Pdf 124

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Dominick Ochs

unread,
Jul 13, 2024, 9:39:09 PM7/13/24
to cructabpole

Buku ini mengulas kitab klasik ilmu mantik yang jadi rujukan utama para santri dan mahasiswa: as-Sullam al-Munawraq karya Syekh Abdurrahman al-Akhdhari (1575 M). Kitab yang ditulis tahun 941 H ini mengurai 17 bab tentang ilmu mantik dalam 114 bait syair (nazham).

belajar ilmu mantiq pdf 124


Download https://urlgoal.com/2yUISe



19. Ilmu itu dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu: a) Tashawwur (diskriptif), artinya ilmu yang didapat dari arti kata-kata secara mandiri. b)Tashdiq (pembenaran), artinya ilmu yang diperoleh darihasil pendiskripsian arti satu kata (mufrad).

21. Ilmu itu dapat diklasifikai lagi menjadi dua macam, yaitu: a) Ilmu nazhari, yaitu ilmu yang didapat dari pemikiran panjang logis; b) Ilmu Dharuri, yaitu ilmu yang didapat tidak melalui pemikiran panjang.

23. Jika susunan kata dalam bait itu dibuat biasa sebagaimana tidak dalam bentuk bait, maka artinya adalah sesuatu yang bisa dipakai untuk menyampaikan sesuatu pada ilmu tasawwur itu, disebut dengan istila Qaul Sarih. Jika demikian, beribadahlah!

Ilmu mantiq merupakan suatu pengetahuan yang secara khusus bertujuan menjaga akal manusia agar tidak salah dalam berpikir. Menurut Imam Al-Ghazali, umat Muslim boleh mempelajari mantiq, bahkan beliau menganjurkannya. Hal ini dapat dilihat dari pernyataannya: "Siapa saja yang tidak mengetahui mantiq, maka ilmunya patut diragukan."

Buku ini secara lugas dan lengkap menguliti ilmu mantiq dari Aristoteles hingga Al-Ghazali. Secara garis besar, buku ini menyajikan empat bagian yang menjelaskan pengertian ilmu mantiq, penggagas ilmu mantiq, pembahasan pokok dalam ilmu mantiq , dan ilmu mantiq Al-Ghazali.

Di tangan Al-Ghazali, mantiq bukan sekedar menjadi warisan tradisi Yunani-Hellenistik belaka, tetapi menjadi bagian inheren dari Al-Qur'an oleh karena itu, pantas jika sang Hujjatul Islam menghukumi belajar mantiq sebagai fardhu kifayah ( yang level kewajibannya hanya satu tingkat di bawah fardhu 'ain). Sebab, apabila kita mempelajari ilmu mantiq, kita bisa lebih mudah dalam membuat keputusan , menganalisis resiko, dan memecahkan masalah, Selamat Membaca.

Kegunaan ilmu logika yaitu:a. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secararasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.b. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.c. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajamdan mandiri.d. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri denganmenggunakan asas-asas sistematis.

Mantiq adalah ilmu yang digunakan untuk menjaga kesalahan dalam berpikir sehingga seseorang akan selamat dari cara berpikir yang salah. Maka dengan menguasai ilmu Mantiq, seseorang dapat berpikir dengan cara yang benar, tidak lagi keliru.

Selama ini kita ketahui bahwa ilmu mantik merupakan ilmu nalar, atau ilmu berpikir logis, atau ilmu untuk berpikir secara rasional. Salah ataukah benar? Jika Anda masih ragu dengan definisi tersebut, maka silakan baca buku Belajar Mudah Ilmu Mantik yang diterbitkan oleh Qaf Media Kreativa pada Agustus 2022 lalu.

Karena, selain buku ini membahas dengan detail mengenai analogi, kotradiksi, proposisi, relasi kata terhadap makna, pembagian argumen, dan lain sebagainya, tidak ketinggalan buku ini pun memaparkan definisi ilmu mantik secara rinci serta hukum mempelajarinya.

Dari definisi tersebut dapat kita pahami, ilmu mantik merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji kaidah-kaidah yang dapat membimbing kita untuk berpikir yang benar dan menghasilkan yang benar pula, sehingga kita terhindar dari berpikir keliru yang akan menghasilkan kesimpulan yang keliru pula.

Sementara hukum mempelajari ilmu mantik, para ulama berselisih pendapat. Sumber perbedaan pendapat para ulama ini sesungguhnya adalah ilmu mantik yang telah bercampur dengan perkataan para filsuf yang sesat. Sedangkan ilmu mantik yang murni, seperti buku ulasan dari kitab As-Sullam al-Munawraq karya Al-Akhdhari ini, tidaklah muncul perselisihan pendapat ulama mengenai hukum bolehnya mempelajari ilmu mantik.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mempelajari ilmu mantik itu boleh, asalkan ilmu mantik yang sedang dipelajari adalah ilmu mantik yang murni. Atau boleh saja ilmu mantik tersebut bercampur dengan kalam filsuf, tetapi filsuf yang tidak mengingkari perkara-perkara yang wajib diimani. Sedangkan jika ilmu mantik tersebut telah terkontaminasi dengan gagasan para filsuf yang menyimpang dan sesat, maka hukum mempelajarinya haram. Semoga setiap ilmu yang kita pelajari mendapat rida Allah dan dijauhkan dari pemikiran-pemikaran sesat dan menyesatkan.

Ilmu mantiq atau logika umumnya dipelajari di pesantren, setelah santri belajar berbagai macam ilmu, seperti gramatika bahasa Arab (nahwu-sharaf), kitab fiqh dan ilmu ushul-nya, kitab hadits dan ilmu musthalah-nya, kitab tauhid dan kitab lainnya. Yang umum berlaku, ilmu mantiq dipelajari, setelah santri mengkhatamkan kitab Alfiyah Ibni Malik.

Bagi pesantren yang kurikulum madrasahnya menggunakan enam tingkatan kelas, ditambah kelas persiapan, umumnya ilmu mantiq diajarkan di jenjang terakhir, dan wajib dihafalkan berbarengan dengan ilmu balaghah.

Kitab ilmu mantiq yang lazim diajarkan di pesantren Indonesia adalah kitab Sulamul Munawraq karya Syekh Abdurrahman bin Muhammad al-Akhdhori, yang hidup di abad X H atau abad XVI M. Ilmu mantiq dalam kitab ini diuraikan dalam bentuk nazam, yang baitnya berjumlah seratus empat puluh empat. Kitab ini sering dipelajari bersama kitab syarah-nya, seperti kitab Idhahul Mubham karya Syekh Ahmad al-Damanhuri dan kitab Taqrirat terbitan Pesantren Lirboyo.

Mushonnif (penulis kitab) mengawali kitabnya ini dengan memuji Allah dan Nabi Muhammad. Lalu menjelaskan pengertian sekaligus kegunaan ilmu mantiq. Katanya, posisi ilmu mantiq bagi pikiran laiknya ilmu nahwu (gramatika bahasa Arab) bagi lisan. Orang yang menguasai dan menggunakan kaidah-kaidah ilmu mantiq akan terbebas dari berpikir yang salah, dan terbuka baginya dari pemahaman yang rumit, seperti halnya orang yang mengusai dan menggunakan ilmu nahwu, akan terhindar dari kesalahan pengucapan dalam bahasa Arab dan mampu memahami kata-kata yang tersusun dalam bahasa Arab yang rumit.

Pada pembahasan macam-macam ilmu baru, atau di bab pertama, dijelaskan perihal tashawwur dan tashdiq. Contoh praktik tashawwur dan tashdiq bisa kita temukan, salah satunya di kitab ilmu tauhid, Fathul Majid karya Syekh Nawawi Banten. Beliau mengatakan, (memberi label) hukum atas sesuatu merupakan cabang dari penggambaran atau pembuahan pikiran (tashawwur) terhadap sesuatu tersebut. Karena itu, sebelum menjelaskan sifat-sifat Allah dan rasul-rasul-Nya, antara mana yang wajib, mustahil dan jaiz, beliau mengetengahkan pengertian ke tiga katagori itu.

Para filsuf Yunani mulai dari Socrates, Plato sampai Aristoteles secara berkesinambungan menyempurnakan ilmu logika sebagai bantahan terhadap kaum Sophis, yang mengatakan bahwa kebenaran itu tidak ada, tidak bisa diketahui, atau setidaknya bersifat subyektif.

Para ulama Islam selalu terbuka terhadap hasil karya peradaban lain dengan kritis. Karya ilmu logika dari Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, dikaji, dikritisi, dipilih mana yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, bahkan diberi catatan tambahan atau pembahasan yang sekiranya perlu.

Sehingga ilmu mantik yang ada saat ini adalah buah penyempurnaan tiada henti dari para ulama Islam. Oleh karenanya, perdebatan mengenai kebolehan belajar ilmu mantik, sebenarnya bukan untuk ilmu mantik yang sudah mengalami proses penyempurnaan diatas. Melainkan untuk ilmu mantik terdahulu yang tercampur filasat Yunani.

Pecihitam.org -Terkadang orang bertanya-tanya apa ilmu Mantiq itu sebenarnya? Bahkan dengan serampangan kadang orang malah beranggapan bahwa ilmu Mantiq itu adalah yang sebetulnya tidak perlu dipelajari dan didalami.

Padahal dari ilmu mantiq sendiri kita diajarkan terkait kaidah kidah berpikir dengan benar, sistematik, terukur dan mendalam. Tidak hanya itu, Ilmu Mantiq pun menuntut kita untuk berpikir sebelum berucap, merenung sebelum bertindak dan menelaah sebelum menghakimi orang yang berbeda paham.

Manfaat yang signifikan mempelajari ilmu mantiq pada intinya adalah untuk dapat berpikir dengan benar hingga menyampaikan seseorang pada kesimpulan yang benar, tanpa mempertimbangkan kondisi dan situasi yang memungkinkan dapat mempengaruhi seseorang

Kalau demikian setiap manusia wajib belajar mantiq karena ilmu mantiq dapat menyampaikan seseorang kedalam kebenaran. Bisa saja terdapat satu kesimpulan yang benar tanpa memakai ilmu dan kaidah mantiq, namun kebenaran tersebut tidak dapat dipercaya karena kebenaran tanpa dasar mantiq adalah kebenaran yang kebetulan atau kebenaran yang tidak pasti.

Ilmu kalam adalah ilmu yang mempelajari agama dengan mengedepankan logika daripada dalil. Orang yang menekuni dan mengamalkannya disebut ahlul kalam. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

Imam kita Asy-Syafii telah sangat keras mengharamkan untuk menyibukkan diri dengan ilmu kalam. Beliau sangat tegas dalam mengharamkannya, beliau keras dalam menetapkan hukuman bagi orang yang simpati kepadanya, menganggap jelek perbuatannya, serta menyebutkannya sebagai besar dosanya.

Tentu saja ilmu kalam masih ada di zaman sekarang, baik disadari atau tidak, baik terang-terangan atau terselubung. Karena kita dapati masih banyak orang-orang yang mengedepankan akal ketika berbicara masalah agama. Ini adalah pengaruh dari tersebarnya ilmu kalam.

Jika penjelasan di atas telah dipahami, akan diketahui bahwa ilmu kalam masih ada sampai sekarang. Bahkan banyak buku-buku dan kitab-kitab yang memuatnya dan diajarkan di sekolah-sekolah serta kampus-kampus. Oleh karena itu hendaknya setiap kita waspada terhadapnya dan banyak meminta kepada Allah hidayah dan taufik agar dijauhkan dari segala bentuk pemahaman yang menyimpang.

aa06259810
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages