Reputasi yang muncul dari penobatan rendang dan nasi goreng ini menjadi modal untuk promosi citra pariwisata Indonesia ke dunia. Karena semakin banyak makanan Indonesia yang dikenal di mancanegara akan menjadi branding dari daya tarik Indonesia.
Di sisi lain, wisata kuliner juga menjadi salah satu atraksi wisata yang terus meningkat geliatnya selama beberapa tahun terakhir. Penobatan rendang dan nasi goreng juga bisa mendatangkan potensi pasar yang besar bagi pebisnis restoran.
Sejarah panjang rendang di Indonesia sudah dimulai sejak awal abad ke-15 sebagai hidangan untuk bangsawan lokal. Rendang dipilih sebagai bekal berkelana karena dapat bertahan lama tanpa merusak cita rasanya. Hal ini sejalan dengan tradisi berkelana atau merantau khas masyarakat Minangkabau. Bahkan tradisi ini masih berlangsung hingga sekarang.
Kualitas rendang yang mampu bertahan lama ini sebanding dengan waktu yang dibutuhkan untuk memasaknya. Untuk memasak satu kuali rendang, dibutuhkan waktu sekitar 4-8 jam. Lamanya waktu memasak ini menjadi pembeda rendang khas Minang dengan rendang dari Malaysia dan negara Asia Tenggara lain.
Karena dimasak lama, tekstur kuliner khas Sumatera Barat ini lebih kering, lembut, tapi tetap renyah. Sedangkan, rendang dari wilayah lain umumnya lebih basah dan alot, karena tidak melalui proses memasak dan pemanasan berulang.
Didapuk sebagai makanan khas, rendang menyimpan 4 nilai filosofis tersendiri bagi masyarakat Minang. Unsur pertama adalah daging atau dalam bahasa minang disebut dagiang. Unsur ini menjadi lambang dari Niniak Mamak (kepala suku dalam bahasa Minang).
Unsur kedua adalah kelapa atau karambia yang melambangkan Cadiak Pandai atau kaum intelektual. Selanjutnya, lado atau cabai yang melambangkan alim ulama, dan pemasak atau bumbu sebagai simbol masyarakat Minangkabau.
Cita rasa unik pada rendang Sumatera Barat ini ternyata dipengaruhi oleh makanan khas India yang kaya akan rempah-rempah. Hal ini tidak mengherankan, mengingat Sumatera pernah menjadi pusat perdagangan dunia yang disinggahi pedagang dari berbagai negara.
Keakraban nasi goreng dengan masyarakat membuatnya mudah ditemui, mulai dari gerobak kaki lima hingga restoran bintang lima. Uniknya, dalam daftar tersebut nasi goreng tidak lampirkan sebagai fried rice, melainkan nasi goreng khas Indonesia.
Jika rendang mendapatkan pengaruh dari India, nasi goreng ternyata tersebar melalui pengelana dan pedagang China yang singgah di Indonesia. Terciptanya nasi goreng berawal dari kebiasaan masyarakat di Tiongkok yang tidak mau membuang sisa makanan yang tidak habis disantap. Nasi goreng ini juga merupakan bekal murah yang bisa dibuat pengelana menggunakan nasi dan lauk sisa yang dimasak kembali.
Persebaran nasi goreng faktanya bukan hanya di Indonesia, namun juga beberapa negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan. Namun keunikan sekaligus perbedaan nasi goreng di Indonesia dan negara lain ada pada jenis nasi dan bumbunya.
Di Indonesia, nasi goreng menggunakan bumbu yang lebih tajam, sehingga cita rasanya lebih kuat. Di wilayah lain, nasi goreng umumnya hanya menggunakan bawang merah, bawang putih, lada, dan kecap saja.
Di Indonesia sendiri ada berbagai variasi nasi goreng. Masing-masing varian memiliki cita rasa tersendiri, dan umumnya telah dipengaruhi oleh bumbu-bumbu lokal. Ragam nasi goreng khas Indonesia yang populer di antaranya; nasi goreng jawa, nasi goreng sunda, nasi goreng mawut, nasi goreng ikan asin, nasi goreng kambing, nasi goreng petai, dan nasi goreng seafood.
Setiap negara di dunia hampir dipastikan memiliki jajanan khas masing-masing. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki cerita sejarah di balik pembuatannya. Selain itu, setiap makanan juga memiliki cita rasa yang unik dan mudah melekat dalam ingatan penikmatnya.
Taste Atlas baru saja merilis daftar "100 Best Street Foods in the World" pada 15 April 2024 lalu. Dalam daftar tersebut, Taste Atlas memberi peringkat terhadap masing-masing jajanan khas berbagai negara dan mengurutkannya sebagai yang terbaik di dunia.
Siomay khas Indonesia resmi dinobatkan sebagai jajanan terenak alias nomor satu di dunia. Makanan yang umumnya berbahan dasar ayam atau ikan ini bahkan berhasil mengalahkan Kuotie khas China dan Tacos khas Meksiko yang cukup mendunia.
Tidak hanya Siomay, Pempek khas Palembang juga berhasil masuk ke dalam daftar lima besar jajanan terenak di dunia versi Taste Atlas. Makanan yang menduduki posisi keempat ini berbahan dasar ikan tenggiri dan disajikan dengan cuko.
Menurut Taste Atlas, kehadiran pempek berawal dari warga Palembang pada zaman dahulu yang sudah bosan dengan sajian ikan goreng atau bakar biasa. Bermula dari rasa bosan itulah muncul inovasi baru yang menggiling daging ikan dan dicampur dengan tepung tapioka.
Setiap makanan dibuat dari bahan yang berbeda dan mengalami transformasi yang berbeda untuk menciptakan rasa yang unik. Demikian pula, setiap negara di dunia memiliki makanan dan karakteristik yang berbeda. Dari menu rasa pedas, manis, dan gurih hingga lebih banyak rasa yang tak terbayangkan. Ada juga menu dengan aroma rempah-rempah yang tajam. Tentunya hal ini tidak terlepas dari budaya masing-masing negara. Jadi apa masakan internasional terbaik di dunia? Mari kita lihat beberapa hidangan lezat yang diakui secara internasional!
Makanan terenak di dunia adalah massaman curry, Thailand. Makanan ini memiliki cita rasa yang begitu khas yaitu manis pedas dan gurih. Kari massaman menggunakan pasta kari massaman. Pasta kari Massaman dibuat dengan rempah-rempah seperti kapulaga, kayu manis, adas manis dan pala. Bumbu ini biasa digunakan untuk membuat masakan India.
Karena kari massaman merupakan perpaduan masakan Thailand dan India. Menurut The Spruce Eats, nama massaman berasal dari mussulman, istilah kuno untuk menyebut Muslim. Mereka memperkenalkan banyak rempah-rempah baru ke Thailand pada awal abad ke-17. Seiring waktu, kata itu juga merujuk pada rempah-rempah aromatik dalam budaya Thailand dan India.
Karena hidangan ini berasal dari Islam, hidangan ini biasanya menggunakan daging sapi. Namun, terkadang bisa juga disajikan dengan bebek, tahu, ayam, atau sayuran. Bumbu kari ini terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, parutan kulit jeruk lemon, cabai merah, ketumbar, jinten, kunyit, kayu manis, cengkeh, kapulaga, asam jawa dan santan.
Seperti bahan kari lainnya, semua bahan ini dihaluskan. Bumbu halus ditumis kemudian ditambahkan santan dan bahan lainnya seperti daging sapi, ayam atau daging sayur. Semuanya dimasak dengan api kecil sampai saus mengental dan bahan-bahannya matang. Untuk aroma khusus, daun salam ditambahkan terakhir. Kari ini disajikan panas dengan kentang rebus atau nasi panas.
Puisi tersebut menceritakan perjalanan seorang pahlawan Troya bernama Aeneas dalam mitologi Yunani. Dia dan anak buahnya beristirahat di perjalanan. Mereka makan roti gandum tipis dengan jamur dan tumbuhan hutan di atasnya. Mereka memiliki roti gandum dan taburan. Ketika putra Aeneas, Ascanius, melihat ini, dia tertawa kecil. Dia bilang mereka sudah makan piring nya. Piring yang dimaksud adalah roti gandum.
Kemudian pada akhir abad ke-18, pizza yang kita kenal sekarang muncul di Naples, Eropa. Saat itu Napoli adalah salah satu kota terbesar di Eropa. Pada saat yang sama, populasi Napoli juga meningkat. Hal ini menyebabkan banyak orang jatuh miskin. Orang-orang yang terjebak dalam kemiskinan harus bertahan hidup dengan makanan murah. Pizza dinilai berdasarkan kemampuan finansialnya
Saat itu pizza dijual oleh pedagang kaki lima. Pizza dijual dalam potongan-potongan kecil, dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan permintaan pembeli. Pizza juga diberi topping bawang putih, lemak babi, dan garam sederhana. Topping ini disesuaikan dengan harga yang murah. Inilah gambaran pizza di masa lalu, sebagai makanan yang identik dengan kemiskinan. Namun, evaluasi pizza telah berubah sejak penyatuan Italia.
Sushi awalnya berasal dari metode pengawetan ikan di Asia Tenggara, dan menyebar ke Cina dan kemudian ke Jepang. Metode pengawetan ikan ini disebut narezushi. Narezushi adalah metode mengawetkan ikan, yang disajikan di atas nasi asin dan dibungkus dengan daun.
Dari proses pengemasan, ikan difermentasi sehingga bisa dimakan meski disimpan dalam waktu lama. Awalnya, nasi asin di narezushi akan dibuang dan hanya ikan yang dimakan. Jadi bisa dibilang narezushi tidak sama dengan sushi yang kamu makan sekarang. Lalu ada makanan bernama namanare, yang terbuat dari ikan mentah yang dibungkus dengan lapisan kulit. Ikan akan dimakan sebelum rasa makanan berubah.
Dari kedua makanan inilah sushi terbentuk, awalnya bertujuan untuk mengawetkan ikan, rencana ini berubah menjadi jenis masakan baru. Nenek moyang sushi modern, muncul pada zaman Edo sekitar tahun 1600-1800 di Jepang. Pada titik ini, ikan dan sayuran yang diletakkan di atas nasi cukup besar, seukuran onigiri.
Pembuatannya juga dilakukan dengan mencampurkan cuka di dalamnya. Ketika pertama kali muncul, sushi adalah makanan yang sangat mahal. Bahkan harga sushi pada waktu itu dikenakan pajak ke negara. Sushi juga dimakan dengan tangan tanpa menggunakan sumpit seperti yang terjadi saat ini.
Seiring waktu sushi menjadi makanan cepat saji di Zaman Edo yang dapat disantap jika buru-buru dan dijual di tenda-tenda kaki lima. Sejarah sushi yang panjang ini membuat muncul beberapa jenis sushi yang berbeda-beda.
Bebek peking pertama kali disiapkan oleh seorang koki pada masa Dinasti Ming (1368-16). Saat itu, menu favorit hidangan di istana adalah ayam bakar, angsa, dan bebek. Bebek Peking juga dianggap sebagai makanan mewah yang dinikmati oleh masyarakat Dinasti Ming. Jadi tidak semua orang bisa mencicipinya.
Sejak abad ke-16, Beijing telah ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Cina. Hal ini membuat sajian khas ini wajib ada di restoran dan mulai dikenal semua kalangan, termasuk masyarakat awam. Menurut harta karun masakan Cina, bebek sangat melambangkan kesetiaan sehingga menempati tempat yang penting.
Mereka harus memiliki berat badan ideal 2,5 kg. Angka 2,5 kg itu ideal karena bebeknya terlalu kecil dan dagingnya tidak empuk dan jika terlalu besar, dagingnya akan keras. Bebek dipanggang dalam oven batu dan dipanggang di atas kayu kurma merah.
c80f0f1006