Dear Cowboy 76,
Saya mengejar laporan mengenai ternak sapi perah kita, ke Pak Ringgas Hutagaol, ketua Koperasi P3S.
Awalnya dia tidak meresponse, lalu permintaan tsb saya forward ke Pak Bambang, Ketua FPSI.
Pak Bambang menjanjikan saya akan mengundang pengurus Koperasi P3S selaku pengelola pemeliharaan sapi di Jonggol untuk rapat dirumahnya, hari Selasa 10/1/2010 malam. Ternyata semalam Pak Ringgas dan Pak Ricky (bendahara) tidak datang.
Pagi ini, Pak Bambang telepon saya, kayaknya Ringgas cs menyalahkan Bambang dalam hubungannya dengan IPB.
Setelah menyadari bahwa Jonggol tidak cocok untuk ternak sapi perah, sebagian sapi dipindahkan ke Pengalengan.
Dalam proses pemindahan tersebut, masih ada 25 ekor di Jonggol, IPB menagih uang sewa kandang, jadinya dead lock.
Saat ini ada wacana untuk merubah menjadi sapi potong saja, ada pihak ke 3 yang berminat mengelolanya.
Ringgas cs, sedang mempelajari kemungkinan ini, setelah datanya lengkap, investor akan diundang.
Komunikasi antara Ringgas dan Bambang (pengawas) kurang harmonis, karena Bambang dan Mantan Menteri BUMN yg mau invest 50 paket ternyata bohong.
Saya juga susah melihat prospek usaha ini, tetapi secara kontrak memang uang kita beleum bisa ditarik sebelum 2 tahun.
Jadi, tahap sekarang kita hanya bisa waspada, setelah ada kesempatan keluar, mungkin kita punya pilihan, mau terus atau cut loss.
Jujur aku sampaikan bahwa aku punya rasa yang tidak enak dengan kalian.
Salam,
Endi
--
go and adventure to
www.beningphoto.com