Filmini mengikuti perjalanan tiga orang sahabat yang meninggalkan desa asal mereka untuk mengejar mimpi di Wamena, kota terbesar di pegunungan Papua. Dalam perjalanannya, mereka tidak hanya menemukan gaya hidup baru tetapi juga mengenal HIV/AIDS.
Sebagai pemeran utama dalam film ini adalah bintang-bintang baru Maximus Itlay dan Benyamin Lagowan, keduanya mahasiswa di Universitas Cenderawasih di Jayapura. Nama-nama besar yang turut mendukung film ini antara lain adalah Nicholas Saputra dan Susan Bachtiar.
Dengan diluncurkannya film ini, AusAID akan mendukung penayangan dan diskusi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat bersama dengan pemerintah setempat, LSM dan berbagai sekolah serta universitas.
Australia menyediakan $25 juta untuk meningkatkan akses layanan HIV di Papua dan Papua Barat, yang memiliki tingkat HIV tertinggi di Indonesia, melalui program REACH (Rapidly Expanding Access to Care for HIV). Program ini akan meningkatkan jumlah orang yang menerima layanan dan perawatan HIV. Program ini merupakan bagian dari Kemitraan HIV antara Australia dan Indonesia sebesar $100 juta (2008-16).
Also known as Lasya F. Susatyo, Fauzia Lasja Susatyo. Fauzia Lasja Sustayo an Indonesian female film director. He began his career in 2004 through the romantic comedy "Lovely Luna". In 2006 he made a film about boy band starring Christian Sugiono and Adinia wirasti titled "Their World". One year later, Lasja make more movies pop by "Not Ordinary Stars" and proceed with filling one of the segments in the film anthology "Chants". In 2011, Lasja again directed children's film titled "Blue Sky" produced by Nia Dinata. The last movie he worked on was "Cinta dari Wamena" which aired on June 2013.
3a8082e126