Apakah Blackberry Masih Bisa Digunakan

38 views
Skip to first unread message

Manases Blakemore

unread,
Aug 5, 2024, 11:39:02 AM8/5/24
to congwinsparbizp
HPBlackBerry dikenal sebagai hp dengan keamanan tertinggi, smartphone Blackberry mengklaim dirinya tidak dapat disadap oleh siapa pun. Maka tak heran jika banyak pejabat yang banyak memilih HP ini dijadikan daily driver nya. Contohnya saja seperti ibu Retno Marsudi selaku mentri luar negeri Indonesia yang kepergok sedang menggunakan HP BlackBerry dengan seri Blackberry Key 2 pada tahun 2022 silam.

Whatsapp salah satu layanan pesan dengan pengguna terbanyak di dunia. Ia telah menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan masyarakat dunia. Instagram sebagai layanan media sosial yang menawarkan beragam keasyikan seperti dapat dijadikan arsip foto/video aktivitas kita sehari-hari. Tiktok yang menawarkan layanan hiburan berbasis video dan ada juga video edukasi di dalamnya.


Maka, dalam meningkatkan pengalaman pengguna pihak developer aplikasi memberikan kebijakan khusus terhadap beberapa HP yang sudah tidak bisa mendapatkan layanan mereka. Seperti whatsapp yang memberhentikan layanan pada HP tertentu, karena dianggap sudah ketinggalan sistem operasi yang akan membuat user mengalami pengalaman yang kurang baik.


BlackBerry sempat bangkit ketika dipegang perusahaan TCL yang berasal dari China. BlackBerry dihadirkan dengan sistem OS Android dan meluncurkan tipe Blackberry KeyOne dan Key2. Namun, TCL juga tidak bisa mengembalikan kejayaan Blackberry masa lalu. Dengan begitu, secara resmi TCL terpaksa menghentikan produksi BlackBerry pada tahun 2020.


Maka, disimpulkan HP BlackBerry sudah tidak dapat digunakan pada tahun 2024. HP ini sudah tidak bisa digunakan untuk mengirim pesan, browsing, whatsapp dll. Namun, jika anda hanya ingin menjadikan HP ini sebagai barang koleksi atau sekedar nostalgia masih bisa kok hehe.


Para penggunanya pun didorong untuk segera segera beralih dan memindahkan data yang dimilikinya ke perangkat dengan OS lain, misalnya Android, Huawei, dan lainnya. Pemakainya tak punya pilihan lain, selain harus memuseumkan perangkat yang menggunakan OS BlackBerry.


Pengamat TI dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, penghentian dukungan BlackBerry terhadap OS-nya tersebut akan berdampak buruk terhadap semua perangkat Blackberry karena pada saatnya akan tidak bisa digunakan lagi.


Hal itu pun disebutnya sudah menjadi takdir bagi BlackBerry yang dulu begitu dielu-elukan dan kini tinggal kenangan. Heru pun mengingatkan risiko buruk yang akan didapat para pengguna yang masih merasa nyaman menggunakan OS BlackBerry dan perangkatnya hingga sekarang.


Sebab, secara sistem, mulai Rabu (5/1), keamanan OS BlackBerry sudah tidak dijamin lagi keamanannya. Walaupun masih bisa digunakan, itu karena BlackBerry memberlakukan masa transisi. Tetapi, pada akhirnya, OS tersebut tidak akan bisa digunakan secara lancar, atau mati.


Pendiri Vaksincom Alfons Tanujaya menambahkan, jika sudah dihentikan dukungannya, artinya OS BlackBerry yang melayani semua HP Blackberry (non-Android) mestinya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Karena, koneksi seluler maupun Wi-Fi melalui server yang melayani semua perangkat yang menjalankan OS Blackberry sudah dimatikan.


Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menuturkan, dengan dihentikannya dukungan layanan OS BlackBerry, aplikasi kini sudah tidak bisa lagi diinstal melalui BlackBerry World dan layanan data BlackBerry juga dihentikan. Namun, ponselnya masih bisa digunakan dengan tanpa layanan dukungan dari BlackBerry.


Sependapat dengan Heru, Alfons menyarankan para pengguna perorangan OS BlackBerry dan perangkat pendukungnya untuk segera menghentikan pemakaiannya dan beralih ke perangkat dengan OS lain, di antaranya Android.


Sebagai informasi, setelah dipegang perusahaan asal Tiongkok, TCL, ponsel BlackBerry sempat hadir dengan OS Android, antara lain melalui peluncuran BlackBerry KeyOne dan Key2. Sayangnya, TCL juga tidak mampu mengembalikan ke masa keemasannya dan terpaksa berhenti memproduksinya sejak tahun 2020.


Karena itu, fungsi-fungsi utama seperti untuk mengakses data/internet, panggilan telepon, berkirim/menerima SMS, dan memanggil nomor darurat 911 sudah tidak berfungsi optimal lagi. Selanjutnya, BlackBerry ingin fokus memberikan layanan keamanan intelijen perangkat lunak bagi perusahaan dan pemerintahan. (lm)


TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan induk BlackBerry Messenger (BBM), BlackBerry Limited mengumumkan meski layanan aplikasi BBM Messenger di Indonesia akan dihentikan, tetapi pengguna masih tetap bisa menggunakan layanan BBM Entreprise (BBMe). BBMe merupakan platform serupa BBM Messenger, yakni pengiriman pesan terenkrispsi end to end muktahir, tetapi berbayar.


"Meskipun kami menghormati keputusan Emtek, kami sangat menyayangkan karena platform tidak berjalan dan berkembang seperti yang kami harapkan," ujar Mark Wilson, Chief Marketing Officer, BlackBerry dalam keterangan resmi, Kamis 18 April 2019.


Bagi pengguna, BBMe akan tersedia secara gratis untuk satu tahun pertama. Setelah itu pengguna akan dikenakan biaya berlangganan selama 6 bulan sebesar USD $ 2,49. Saat ini, pengguna dapat mengunduh BBMe dari Google Play Store, sedangkan pengguna iPhone mesti bersabar karena aplikasi tersebut belum tersedia di Apple App Store


Seperti diberitakan, aplikasi perpesanan Blackberry Messenger (BBM) di Indonesia akan dihentikan operasionalnya secara resmi. Lewat akun resmi di Facebook pada Kamis 18 April 2019, pihak BBM secara resmi mengumumkan bahwa aplikasi tersebut akan berhenti beroperasi pada 31 Mei 2019.


"Kami telah mencurahkan hati dan tenaga kami untuk mewujudkanya, dan kami bangga atas apa yang telah berhasil kami capai hingga saat ini. Walaupun berat, kini telah tiba waktunya untuk kami beranjak," tulis pengumuman tersebut dalam akun Facebook BBM, Kamis.


Berhentinya layanan aplikasi pesan BBM ini memang tak terlalu mengejutkan. Sebab, sejumlah negara sebelumnya juga menutup layanan BBM Messenger. Sebelum layanan dihentikan, Indonesia tercatat sebagai negara yang masih menggunakan BBM Messenger.


Berhentinya BBM juga tak begitu mengejutkan terutama di tengah persaingan aplikasi pesan instan serupat seperti Line, Whatsapp hingga KakaoTalk yang juga semakin dinamis. Hal ini ditambah dengan banyaknya developer yang ikut mengembangkan aplikasi pesan serupa.


Adapun di Indonesia sendiri aplikasi pesan BBM sempat merajai pangsa pasar pertengahan tahun 2000-an. Hal ini seiring dengan makin lebarnya pangsa pasar ponsel BlackBerry yang juga makin diminati pengguna saat itu. Selain itu, platform ini terkesan sangat eksklusif karena hanya bisa digunakan terbatas pada ponsel BlackBerry.


Munculnya ponsel smartphone layar sentuh dari Iphone dan juga hadirnya sistem operasi Android tenyata mengubah semuanya. Banyak pengembang yang kemudian mengembangkan platform aplikasi serupa seperti yang digunakan oleh BlackBerry Messenger.


Akibat perkembangan ini, BlackBerry harus bersaing memperebutkan pangsa pasar yang dulu hanya di dominasi oleh satu aplikasi. Belum lagi, muncul isu bahwa manajemen perusahaan enggan berbenah diri menghadapi perubahan platform dengan hadirnya Android.


Sementara itu, merujuk pada layanan Google Play, aplikasi WhatsApp telah diunduh sebanyak 87 juta pengguna, Line sebanyak 11 juta dan KakaoTalk sebanyak 2 juta. Sedangkan BBM Messenger telah diunduh sebanyak 12 juta.


Beberapa tahun yang lampau, BlackBerry Messenger merupakan layanan messaging favorit, bahkan sampai saat WhatsApp muncul pun masih banyak digunakan. Akan tetapi lambat laun, keperkasaan WhatsApp membuat BBM tutup permanen. Akankah sejarah berulang di mana WhatsApp nanti mengalami nasib serupa?


BBM berhenti beroperasi di 31 Mei 2019 karena sudah ditinggalkan penggunanya. Dalam sejarahnya, BBM pernah jadi layanan messaging idola, salah satu tulang punggung ponsel BlackBerry di masa kejayaannya.


Waktu itu dan beberapa tahun setelahnya, belum ramai layanan messaging yang sama bagus. Maka BBM jadi favorit meski hanya dapat dipakai di ponsel BlackBerry. Fitur khasnya sebut saja PIN untuk tambah kontak, sampai suara ping buat menyapa teman atau kalau pesan tak juga dibalas.


Kemampuannya pun makin canggih. BlackBerry Messenger kemudian tak hanya buat berkirim pesan, bisa pula mengirim foto, voice note, lokasi, sampai voice call. Bisa dibilang, BBM adalah pionir layanan messaging modern.


Saat ini, WhatsApp adalah aplikasi messaging terpopuler di dunia, dengan 2 miliar pengguna aktif, masih sangat jauh di atas pesaing semacam Telegram atau Signal. Induknya pun amat kuat, yaitu Facebook. Beberapa pakar pun coba menganalisa apakah WhatsApp nantinya bisa tersalip atau memudar popularitasnya layaknya BlackBerry Messenger.


Film dokudrama BlackBerry merekam naik turunnya ponsel tersebut dan perusahaan di belakangnya, tetapi apakah ponsel BlackBerry masih ada setelah sekian lama? Disutradarai oleh Matt Johnson dari sebuah skenario yang ia tulis bersama dengan Matthew Miller, BlackBerry bergabung dengan daftar drama biografi yang berkembang tentang kisah sukses perusahaan, termasuk The Social Network dan, baru-baru ini, Ben Affleck's Air.


Berakhirnya BlackBerry meninggalkan pasar pada tahun 2008, satu dekade atau lebih setelah dimulainya kemitraan Mike Lazaridis dan Doug Fregin dengan Jim Balsillie. Mike Lazaridis sekarang menjadi CEO Research in Motion, dengan co-CEO Jim Balsillie telah dikeluarkan dari dewan direksi setelah penyelidikan SEC, dan BlackBerry Storm akan segera dikirim ke toko. Meskipun film ini menegaskan bahwa BlackBerry tidak lagi memiliki saham di pasar ponsel, butuh beberapa saat untuk itu terjadi, dan ponsel BlackBerry masih digunakan selama beberapa tahun setelah film berakhir. Sampai hari ini, bagaimanapun, kisah perusahaan tersebut sangat berbeda dari awal mulanya.


Ponsel terakhir yang dirancang secara internal oleh BlackBerry adalah pada tahun 2017, dengan BlackBerry KeyOne. BlackBerry menuju ke arah yang berbeda sebelum sepenuhnya berputar ke sesuatu yang lain. Penonaktifan layanan perusahaan merupakan langkah besar ke arah yang berbeda, karena BlackBerry melepas masa lalunya dan berjalan ke masa depan dengan tujuan baru dan berbagai layanan baru, serta kepemimpinan baru, sementara tidak menyimpang terlalu jauh dari landasan yang diletakkan pendirinya.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages