Membuat Miniatur Pesawat

0 views
Skip to first unread message

Catrin Muzquiz

unread,
Aug 4, 2024, 10:47:16 PM8/4/24
to coacranterso
Briansapaan akrabnya menceritakan miniatur pesawat rakitannya yang ia buat memiliki panjang badan pesawat (fuselage) 3 meter, dan panjang sayap (wings pane) 3,5 meter. Material pesawat didominasi Styrofoam. Ringan. Memudahkan pesawat untuk terbang.


Didalam badan pesawat Citilink ATR 72 itu terdapat rangkaian kelistrikan untuk penunjang. Termasuk delapan unit baterai yang biasa digunakan untuk rokok elektrik. Bisa diterbangkan selama 10 menit, dengan dukungan daya yang ada.


Ahman Brian Rozaki mengaku suka sekali bermain dengan dunia kelistrikan. Bahkan sejak masih duduk dibangku kelas 8 SMP, dia sudah terbiasa otak atik barang elektronik.


"Ya hingga akhirnya, tertarik untuk merakit pesawat mainan dengan belajar secara otodidak. Dari kanal Youtube maupun grup media sosial," jelasnya Senin (16/10/2023).


Menurutnya, sudah puluhan pesawat yang dia rakit. Ada yang gagal. Tidak sedikit pula yang berhasil diterbangkan. Banyak juga rekaman hasil karyanya yang dia bagikan di kanal youtube pribadi. Tidak terkecuali miniatur pesawat Citilink yang berhasil dia rakit. Pernah diterbangkan di area Bandara Ngloram. Remot kontrol sebagai navigasi.


"Perlu satu tahun untuk merakit dan menyelesaikan ini. Tapi kalau mau serius, dalam waktu dua bulan bisa selesai," ujarnya.


Semangatnya untuk belajar. Mengeksplorasi kreativitas. Tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya. Sutari dan Umiasih. "Orang tua sangat mendukung," ungkapnya.


Tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Untuk membuat satu unit pesawat, bisa menghabiskan uang Rp1 juta sampai Rp2,5 juta. Itu digunakan untuk segala tetek bengek dan komponen yang butuhkan. Tidak terkecuali remot kontrol. Dia mengungkapkan bagian paling sulit dalam merangkai pesawat.


"Paling sulit menemukan gravitasinya. Artinya tidak berat ke depan maupun belakang. Tidak berat ke samping kanan maupun ke kiri. Supaya saat terbang bisa tenang dan seimbang," ungkapnya.


Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kreatif siswa SMK Muhammadiyah 2 Cepu yang mampu membuat pesawat mainan jenis ATR 72 ini.


Setelah itu, Erick mengajak Khomaidi ke kokpit pesawat Garuda bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. Tak hanya itu, Erick bahkan memberikan kejutan ulang tahun dengan membawakan kue untuk Khomaidi.


Pada kesempatan tersebut, Khomaidi juga menerima dukungan dana CSR sebesar Rp50 juta dari BRI yang dapat digunakan olehnya untuk modal usaha. Selain itu, Khomaidi mendapat dukungan promosi dari Garuda Indonesia berupa kesiapan kanal GarudaShop untuk menjual miniatur pesawat buatannya.


Pesawat Cessna 172 Skyhawk merupakan pesawat kecil dengan kapasitas 4 orang, pesawat ini dapat bergerak karena adanya sistem control surface. Tujuan dari perancangan ini adalah membuat miniatur control surface pesawat Cessna yang tujuannya untuk mempermudah memahami bagaimana garak pesawat ketika mengudara dengan mengimplestasikan sistem flight control yang sebenarnya pada miniatur pesawat dengan menggunakan sistem komponen Arduino dan Potensiometer sebagai pengatur pengendalian. Untuk tercapainya pembuatan miniatur alat peraga control surface pesawat Cessna 172 Skyhawk menggunakan 2 metode yaitu metode analisis dan metode eksperimental. Metode analisis terdiri beberapa tahapan yaitu, studi literatur, pembuatan desain, dan penentuan bahan. Metode eksperimental yaitu perancangan, manufaktur, uji coba, dan pembuatan laporan. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini adalah sebuah miniatur alat peraga control surface pesawat Cessna 172 Skyhawk perancangan ini diharapkan bisa menjadi sebuah fasilitas media belajar untuk mahasiswa dan dosen program studi Teknik Aeronautika khususnya pada matakuliah praktik sistem pesawat udara 2.


Kepada detikcom, Humaidi mengaku belajar secara otodidak dari Facebook dan Google. Awalnya, dia bergabung di grup Facebook yang memuat informasi pembuatan miniatur pesawat. Setelah itu, dia mencari informasi lanjutan melalui Google.


"Pertama begini saya gabung grup komunitas, di sana ada cara bikin pesawat. Saya menyimak aja di situ. Belajar dari elektroniknya. Tapi saya juga sambil melihat di Google. Yang lebih membantu saya di Google itu," kata Humaidi saat dihubungi detikcom, Rabu (25/8/2021).


Humaidi juga mengaku tak lulus MI atau SD. Namun ia bertekad dan terus belajar membuat miniatur pesawat secara otodidak. Dalam tiga bulan, Humaidi akhirnya mampu membuat pesawat yang bisa diterbangkan.


"Karena kalau kata teman saya bikin pesawat harus ada yang membimbing, tapi saya semangat alhamdulillah meskipun nggak ada yang membimbing bisa. Sampai teman-teman di komunitas heran kok bisa bikin yang langsung besar padahal masih pemula. Karena komunitas di Google tidak banyak orang yang bisa membuat pesawat besar. Setahu saya cuma ada empat di Indonesia," tambahnya.


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu langsung Gus Humaidi atau Khomaidi, pria yang sempat viral karena membuat miniatur pesawat Garuda Indonesia yang berhasil diterbangkan di langit Madura.


Humaidi yang merupakan seorang santri asal Sampang, Madura itu pun diundang ke Jakarta oleh mantan bos Inter Milan itu untuk menerbangkan langsung miniatur pesawat tersebut di lapangan khusus aeromodelling yang ada di kawasan Bandara Halim Perdana Kusuma.


Selain itu, Gus Humaidi mendapatkan dukungan promosi dari Garuda Indonesia berupa kesiapan kanal GarudaShop untuk menjual miniatur pesawat buatannya.Dia juga berkesempatan naik pesawat Garuda Indonesia.


Menurut Erick Thohir, Gus Humaidi merupakan gambaran bahwa orang Indonesia sejatinya sangat mendukung maskapai Garuda Indonesia sebagai national flag carrier. Hal inilah yang melatarbelakangi dirinya untuk mengajak Khomaidi merasakan naik pesawat Garuda Indonesia.


Ia menambahkan, BUMN terus mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif di Indonesia. Salah satunya dengan mendukung para kreator-kreator di Indonesia, seperti Humaidi, untuk semakin berkembang.


Erick mengatakan, dirinya bermimpi Indonesia menjadi negara yang ekonomi kreatifnya maju, dengan pop culture yang bisa menjadi andalan bagi perekonomian nasional. Seperti nilai tambah dari kreasi Humaidi yang bisa memperkaya elemen pop culture khas Indonesia.


Sementara itu, Gus Humaidi mengaku, mendapatkan inspirasi untuk membuat miniatur pesawat setelah belajar aeromodelling, yang ia tuangkan dalam bentuk miniatur pesawat Garuda Indonesia. Miniatur ini yang nantinya akan difasilitasi penjualannya dalam kanal GarudaShop.


PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membantu Khomaidi mengembangkan hasil kreativitasnya dalam membuat miniatur pesawat terbang Garuda Indonesia. Bantuan yang diberikan diantaranya adalah dukungan dana CSR sebesar Rp50 juta dari BRI yang dapat menjadi modal usaha bagi Khomaidi dan dukungan promosi dari Garuda Indonesia berupa kesiapan kanal GarudaShop untuk menjual miniatur tersebut.


Kegiatan ini diawali ketika Erick Thohir melihat video Khomaidi di media sosial yang inspiratif dimana dia membuat dan menerbangkan miniatur pesawat Garuda Indonesia. Erick menambahkan, hal ini merupakan gambaran bahwa orang Indonesia sejatinya sangat mendukung maskapai Garuda Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi Erick, untuk mengajak Khomaidi merasakan naik pesawat Garuda Indonesia


Sejalan dengan visi yang sama dalam menyediakan wadah kreativitas bagi generasi muda Indonesia, sebagai wujud kolaborasi dan sinergitas BUMN, Garuda Indonesia akan mendukung penjualan miniatur tersebut melalui platform GarudaShop, setelah produk miniatur tersebut telah siap dipasarkan.


Arul (21) menyelesaikan salah satu miniatur pesawat dari bahan dasar pipa di Jalan Sadananya, Ciamis, Jawa Barat, Selasa (22/02/2022). Ia merupakan mahasiswa IT yang beralih profesi menjadi pembuat miniatur, pekerjaan ini sudah ditekuninya selama setahun. Miniatur dijual dengan kisaran harga Rp250 ribu sampai Rp400 ribu per unit.


Agus Humaidi, seorang santri dari Desa Tlambah, Sampang, Madura yang videonya viral. Banyak orang takjub padanya yang mampu membuat dan menerbangkan miniatur pesawat Garuda Indonesia di sebuah perkebunan sayur.


Hal ini kemudian sampai ke telinga Erick Thohir dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiawan, yang pada Selasa (15/2/2022) akhirnya bertemu langsung dengan Agus. Pertemuan ketiganya diabadikan dalam postingan di akun Instagram @kementerianbumn.


Melalui video yang diunggah di akun tersebut, terlihat Agus yang unjuk kebolehan menerbangkan miniatur pesawat buatannya di depan kedua pejabat tersebut. Karyanya ini mendapatkan apresiasi dan menjadi bukti bahwa anak Indonesia mampu membuat miniatur pesawat.


"Menteri BUMN mengapresiasi minatur pesawat Garuda Indonesia karya Agus Humaidi. Di sini kita #SobatBUMN mendapatkan pelajaran hidup, Agus Humaidi membuktikan bahwa semua berkesempatan sama dalam meraih mimpi, seorang santri dari desa di Madura bisa membuat miniatur pesawat Garuda Indonesia yang langsung diterbangkan di hadapan Menteri BUMN Erick Thohir di lapangan khusus aeromodeling di kawasan Halim Perdana Kusuma," demikian caption pada postingan itu.


"Berawal dari hobi dan kecintaan terhadap pesawat udara, Gus Khomaidi berhasil membuat miniatur pesawat yang bisa diterbangkan. Keren banget. Selain jalan-jalan di hanggar, saya juga melihat langsung pesawat tersebut diterbangkan," katanya.


Seorang perajin miniatur pewasat terbang warga Beran RT 1 RW 1 Desa Kismoyoso Boyolali Deni Kurniawan mengatakan bahwa pesanan miniatur pesawat terbang produksinya datang dari kalangan personel angkatan udara (AU) baik dari perwira maupun instansinya.


"Pemesan miniatur pesawat terbang biasanya digunakan untuk hiasan rumah atau kenang-kenangan pejabat kalangan TNI AU. Pesanan miniatur pesawat datang dari instansi dan perwira TNI AU baik di Jabar, Jakarta, Bandung, maupun Yogyakarta," katanya, Senin (31/5/2021).


Dia rata-rata bisa memproduksi lima unit miniatur pesawat per bulan. Biasanya membuat pesawat berdasarkan pesanan seperti pesawat milik TNI AU seperti pesawat latih, jet tempur, pesawat komersial, pesawat xtra 300 dan helikopter.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages