Esensi dari Hadirat Tuhan adalah kehadiran Tuhan. Ada waktunya dimana
hadirat Tuhan sampai dapat dirasakan "lebih" oleh kita. Biasanya orang
menangis karena merasakan bahwa Dia begitu dekat dengan kita. Ada
juga yang merasakan kasih Tuhan mengalir dalam dirinya sehingga ada
damai sejahtera yang luar biasa mulai dirasakan oleh orang tersebut.
Memang ada saatnya kehadiran Tuhan dapat dirasakan oleh jiwa kita.
Sayangnya ada orang-orang tertentu yang terlalu memuja pengalaman-
pengalaman tersebut. Akhirnya mereka menjadikan pengalaman-pengalaman
tersebut sebagai tolak ukur dari kehadiran Tuhan. Apakah jika perasaan
(jiwa) kita tidak merasakan sesuatu, maka hadirat Tuhan tidak ada?
Menurut saya hadirat Tuhan tidak dapat dibatasi oleh hal tersebut.
Terlebih jika kita menyadari bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus,
maka sebenarnya kita mengalami kehadiranNya 24 jam dalam 1 hari. Jadi
yang lebih penting dari semua pengalaman-pengalaman akan hadirat
Tuhan, kita harus meyakini, menyadari dengan iman kita bahwa Dia
sungguh hadir dalam kehidupan kita.