Isak Muliana
unread,Sep 17, 2008, 2:06:13 AM9/17/08Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to CMN Single
Sekedar sharing aja, beberapa hari yang lalu saya denger VCD Khotbah
dari seorang penginjil perempuan namanya Maqdalene Kawotjo. Dia
membahas mengenai bagaimana sih menjadi murid Yesus itu? dan saya rasa
isinya sangat bagus, jadi saya mau bagikan ke semua. Kalo ada yang mau
menanggapi juga boleh. ^_^
Ayatnya diambil dari Matius 13:1-20
disana ada cerita ketika Yesus ada di tepi danau, banyak orang datang
kepada Yesus, dan kemudian Yesus menyampaikan perumpamaan mengenai
penabur. Yang menarik adalah setelah selesai Yesus menyampaikan
perumpamaan ini, muridnya bertanya kenapa kok Yesus menyampaikannya
dalam perumpamaan? jawaban Yesus disini sangat menarik, yaitu kita
lihat di ayat 11, yesus mengatakan bahwa "Kepadamu diberi karunia
untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak"
dan kepada murid2x kemudian Yesus menjelaskan arti dari perumpamaan
tersebut tapi kepada orang banyak, Dia hanya menyampaikan dalam
perumpamaan.
Jadi disini kalo kita ingin benar2x mengerti akan Rahasia Kerajaan
Sorga, maka kita tidak dapat hanya sekedar menjadi pengikut, karena
dari orang banyak itu mungkin saja mereka datang pada Yesus hanya
karena Yesus telah membuat banyak mujizat dan terkenal, sehingga
mereka datang padanya.
Seperti halnya juga ketika nikodemus datang kepada Yesus dan dia
memuji Yesus mengenai banyak mujizat yang diperbuat oleh Yesus, tetapi
Yesus berkata kepada dia bahwa untuk dapat melihat Kerajaan Allah, dia
harus lahir baru. Lahir baru disini berarti adanya perubahan dari cara
pikir dan cara pandang kita. Jadi ketika kita lahir baru kita
mempunyai cara pikir yang baru sehingga tingkah laku dan perbuatan
kita pun berubah. Pikiran seperti apa yang harus dimiliki oleh orang
yang sudah lahir baru? Tentu saja Pikiran dan perasaan yang serupa
dengan yang dimiliki oleh Yesus (Filipi 2:5).
Jadi sudahkah kita menjadi murid, ataukah kita masih hanya sekedar
pengikut saja?
Isak Muliana