Teddy
unread,Mar 23, 2009, 2:57:02 AM3/23/09Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to cmn-s...@googlegroups.com, alumn...@googlegroups.com
Tanggal: 21 Maret 2009
Dampak Pornografi Bagi Otak
Saat ini materi pornografi begitu mudah diperoleh dan diakses, baik melalui majalah, tabloid, maupun situs-situs yang mengandung pornografi. Bebasnya akses informasi dan materi pornografi mempunyai efek negatif yang luas, baik bagi perkembangan jiwa anak-anak maupun meningkatnya kriminalitas dan kasus perkosaan.
Ternyata dampak pornografi bukan itu saja. Sajian pornografi yang sering diterima bisa menyebabkan efek kecanduan, yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu. Kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain.
Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.
Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.
"Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya," kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.
Kondisi tersebut tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.
"Pornografi dapat merusak sel-sel otak, akibatnya perilaku dan kemampuan intelegensia akan mengalami gangguan," tambah Kepala Pusat Pemeliharaan, Peningkatan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan H. Jofizal Jannis.
Ia menjelaskan, penurunan intelegensia secara langsung dan tidak langsung akan menurunkan produktivitas dan menurunkan indeks pembangunan sumber daya manusia.
Namun kini ada harapan kerusakan otak itu bisa dipulihkan hingga mendekati normal dengan berbagai metode penyembuhan.
Terapi yang dapat digunakan untuk memulihkan kerusakan otak akibat kecanduan, antara lain pemberian motivasi pribadi (Add comment by writer: Misalnya berdoa) untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandu (Add comment by writer: Berkomunitas) dengan menurunkan secara drastis aksesnya terhadap pornografi.
Selain itu pembentukan kelompok pendukung dengan konselor (Add Comment by writer: Membentuk kelompok PA) dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya juga sangat bermakna dalam upaya pemulihan.
--- Posted by Erik at 10:33 PM