Fwd: Chain of Kindness

18 views
Skip to first unread message

Teddy

unread,
May 24, 2009, 11:12:28 PM5/24/09
to Shiela, niko ibrahim, verli, Yulius Lukmana, Martin Sutanto, Firman Priatno, Erick Costanio, Yoshua, ade rusmana, junjun, cmn-s...@googlegroups.com, alumn...@googlegroups.com


---------- Forwarded message ----------
From: Susanty Ng <susan...@yahoo.com>
Date: 2009/5/23
Subject: Fwd: Chain of Kindness
To: Anton 96 <anthoniu...@yahoo.com>, Popo Anwar <p89...@yahoo.com>, Aries <ya...@centrin.net.id>, bandri <bandr...@yahoo.co.id>, Erawaty Darmawan <era...@abhimata.co.id>, Natalia eco 97 <vani...@yahoo.com>, Yulia Ekawati <yuliaekaw...@gmail.com>, fefdy <fef...@yahoo.com>, Fransisca <yap_fr...@yahoo.com>, Go Femong <spvac...@indosat.net.id>, helena handojo <566...@swin.edu.au>, helena handojo <hand...@yahoo.com>, christian handoko <chris_...@yahoo.com>, inawaty <ina1...@yahoo.co.id>, Ista <diajen...@yahoo.com>, Ko F <effrij...@yahoo.com>, nina kwee <nina...@yahoo.com>, marcella lawiarso <marcl...@yahoo.com>, Teddy Lawrence <teddy.l...@gmail.com>, Lena <kwee...@yahoo.co.id>, Leonny <leo...@oureverydaythings.com>, Jessy Lie <jlie...@yahoo.com>, Guntoro Lie <gun...@yahoo.com>, Lisa <bon...@rocketmail.com>, Lisa2 <secret_fas...@yahoo.com>, Maria <agustin...@yahoo.com>, martha <martha.a...@wfp.org>, martha <martha_yul...@yahoo.com>, Mary <soung...@yahoo.com>, Merry <merrys...@yahoo.com.sg>, Suryadi Ng <s4_s...@yahoo.com>, Wie Nurnani <wie...@yahoo.com>, oo <a2o...@yahoo.com>, David Paulus <mel0...@yahoo.com.au>, radiaswari <djawan...@yahoo.com>, Purnama Salura <con...@pursal.com>, Sandy <sandy_s...@yahoo.com>, Tea Seroya <tese_...@yahoo.com>, Evi Setiawan <kuk...@yahoo.com>, Yenni Setio <yee...@yahoo.com>, Sigit <si...@innocent.com>, Sigit <sigit....@raindown.org>, irwan soetikno <irwa...@yahoo.com.sg>, riany Stannard <rianys...@yahoo.com.au>, Sudarto <su.d...@gmail.com>, sudarto <huang_...@yahoo.com.sg>, Iwan Susanto <iwanp...@gmail.com>, ervin suteja <ervins...@yahoo.com>, Vebriyani Valentina <saya...@yahoo.co.id>, Lady Victorian <monokurob...@yahoo.com>, Meina Waldemar <meinaw...@yahoo.com>, wijaya <hpwid...@yahoo.com>, Iwan Yulianto <mail...@yahoo.com>, Zerij <j3q...@gmail.com>




--- On Sat, 5/23/09, besiwaty ng <besi...@yahoo.com> wrote:

From: besiwaty ng <besi...@yahoo.com>
Subject: Fwd: Chain of Kindness
To: "Eny" <m1nn13...@yahoo.com>, "Erni" <erni...@yahoo.com>, "friends forever" <tomodac...@yahoo.com>, "hanny" <bert...@yahoo.co.uk>, "desy kho" <excalib...@yahoo.com.my>, "Lim Joni" <wo_s...@yahoo.com>, "jenny lim" <by_j...@yahoo.com>, "linda" <fang...@yahoo.com>, "elisa ll" <el1s...@yahoo.com>, "poni" <fu_w...@yahoo.com>, "suryadi" <s4_s...@yahoo.com>, "marlinda widjaja" <lhin...@yahoo.com>, "Leo Wijaya" <leo_wi...@yahoo.co.id>, susan...@yahoo.com, j35...@yahoo.com
Date: Saturday, May 23, 2009, 3:29 AM



--- On Thu, 5/14/09, Affandi Srijaya <affand...@yahoo.com.sg> wrote:

From: Affandi Srijaya <affand...@yahoo.com.sg>
Subject: Fwd: Chain of Kindness
To: "Julia" <joel...@yahoo.com>, "Evelyn Chang" <eve_c...@yahoo.com>, "Mimin" <mi...@jpldkt.co.id>, "Leny Metasari" <leny_m...@mulialand.co.id>, "Johny" <paci...@yahoo.com>, ahu...@evergreen-marine.co.id, "Rico Surito" <rico...@yahoo.com>, ti_l...@yahoo.com, "besiwaty ng" <besi...@yahoo.com>, suria...@yahoo.com, "Tanti" <gigg...@yahoo.com>, tere...@yahoo.com, "Giri Susilawaty" <gi...@jpldkt.co.id>, "Hartono Setiawan Harjono" <she...@yahoo.com>, "Yenny Lim" <yenny...@yahoo.com>, "Diana" <dianak...@yahoo.com>, "Tina" <tina.h...@yahoo.com>, "Gunarko Hartoyo" <guna...@yahoo.com>, "Eeng" <ee...@jpldkt.co.id>, "Warsidi" <war...@jpldkt.co.id>
Date: Thursday, May 14, 2009, 10:47 AM



---Let's this Kindness Chain never broke..pass to all friends we loves

Rantai Kebaikan

> Pada suatu malam dengan hujan lebat, seorang pria tengah mengendarai
> mobil bututnya untuk pulang ke rumah.  Di tengah jalan ia melihat seorang
> wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan, disamping
> mobilnya yang sedang mogok. Meskipun hari agak gelap, pria itu
> dapat melihat bahwa sang nyonya tua sedang membutuhkan pertolongan. Maka
> pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar
> menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu
> mendekati sang nyonya.
>
>
> Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
> seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini
> akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan
> kelaparan.
>
>
> Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di
> sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan
> itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.
>
>
> Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam
> mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan
> Anderson."
>
>
> Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut
> seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian
> sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu
> beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti
> ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.
>
>
> Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan
> kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada
> pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan
> ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
>
>
> Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang
> nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima
> kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya
> itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
> seandainya pria itu tak menolongnya.
>
>
> Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain
> tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan
> mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang
> lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia
> berbuat hal sebaliknya.
>
>
> Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin
> membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang
> yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan
> kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."
>
>
> Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari
> itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman
> ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.
>
>
> Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe
> kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan
> menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak
> kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan
> di sekitar tempat itu sangat asing baginya.
>
>
> Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk
> mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis
> meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
> hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir
> delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya
> mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita
> lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
> memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya.
> Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan.
>
>
> Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang
> kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang
> kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali
> wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
> Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.
>
>
> Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita
> itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah
> ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang
> sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan
> saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini
> berhenti padamu.'"
>
>
> Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.
>
>
> Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus
> diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan
> untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah
> dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang
> uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita
> baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya
> butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit
> mendapatkan uang yang cukup.
>
>
> Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika
> suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan
> ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Se galanya akan beres. Aku
> mengasihimu, Bryan Anderson!"



Regards, Lisan









Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages