--- On Sat, 5/23/09, besiwaty ng <besi...@yahoo.com> wrote:
From: besiwaty ng <besi...@yahoo.com> Subject: Fwd: Chain of Kindness
To: "Eny" <m1nn13...@yahoo.com>, "Erni" <erni...@yahoo.com>, "friends forever" <tomodac...@yahoo.com>, "hanny" <bert...@yahoo.co.uk>, "desy kho" <excalib...@yahoo.com.my>, "Lim Joni" <wo_s...@yahoo.com>, "jenny lim" <by_j...@yahoo.com>, "linda" <fang...@yahoo.com>, "elisa ll" <el1s...@yahoo.com>, "poni" <fu_w...@yahoo.com>, "suryadi" <s4_s...@yahoo.com>, "marlinda widjaja" <lhin...@yahoo.com>, "Leo Wijaya" <leo_wi...@yahoo.co.id>, susan...@yahoo.com, j35...@yahoo.com
Date:
Saturday, May 23, 2009, 3:29 AM
--- On Thu, 5/14/09, Affandi Srijaya <affand...@yahoo.com.sg> wrote:
From: Affandi Srijaya <affand...@yahoo.com.sg> Subject: Fwd: Chain of Kindness
To: "Julia" <joel...@yahoo.com>, "Evelyn Chang" <eve_c...@yahoo.com>, "Mimin" <mi...@jpldkt.co.id>, "Leny Metasari" <leny_m...@mulialand.co.id>, "Johny" <paci...@yahoo.com>, ahu...@evergreen-marine.co.id, "Rico Surito" <rico...@yahoo.com>, ti_l...@yahoo.com, "besiwaty ng" <besi...@yahoo.com>, suria...@yahoo.com, "Tanti" <gigg...@yahoo.com>, tere...@yahoo.com, "Giri Susilawaty" <gi...@jpldkt.co.id>, "Hartono Setiawan Harjono" <she...@yahoo.com>, "Yenny Lim" <yenny...@yahoo.com>, "Diana" <dianak...@yahoo.com>, "Tina" <tina.h...@yahoo.com>, "Gunarko Hartoyo" <guna...@yahoo.com>, "Eeng" <ee...@jpldkt.co.id>, "Warsidi"
<war...@jpldkt.co.id> Date: Thursday, May 14, 2009, 10:47 AM
---Let's this Kindness Chain never broke..pass to all friends we loves
Rantai Kebaikan
> Pada suatu malam dengan hujan lebat, seorang pria tengah mengendarai
> mobil bututnya untuk pulang ke rumah. Di tengah jalan ia melihat seorang > wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan, disamping
> mobilnya yang sedang mogok. Meskipun hari agak gelap, pria itu > dapat melihat bahwa sang nyonya tua sedang membutuhkan pertolongan. Maka
> pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar > menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu > mendekati sang nyonya. > > > Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada
> seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini > akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan > kelaparan. > > > Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di
> sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan > itu membuat sang nyonya
tambah
kedinginan. > > > Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam > mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan > Anderson."
> > > Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut > seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian > sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu
> beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti > ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka. > > > Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan
> kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada > pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan > ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.
> > > Bryan hanya
tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang > nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima > kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya > itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi
> seandainya pria itu tak menolongnya. > > > Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain > tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan
> mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang
> lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia > berbuat hal sebaliknya. > > > Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin > membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang
> yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan > kepada orang itu,
dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya." > > > Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari > itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman
> ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja. > > > Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe > kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan
> menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak > kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan > di sekitar tempat itu sangat asing baginya. > >
> Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk > mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis > meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang
> hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu
sedang hamil hampir > delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya > mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita > lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat
> memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. > Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan. > > > Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang
> kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang > kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali > wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu.
> Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu. > > > Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita > itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah
> ditolong
orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang > sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan > saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini
> berhenti padamu.'" > > > Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi. > > > Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus > diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan
> untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah > dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang > uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita
> baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya > butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit > mendapatkan uang yang cukup. > > > Ia tahu betapa
suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika > suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan > ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Se galanya akan beres. Aku > mengasihimu, Bryan Anderson!"
Regards, Lisan
|
|
|