Daily Devotion - by Iwan Santoso

0 views
Skip to first unread message

Teddy

unread,
Sep 25, 2009, 1:19:29 AM9/25/09
to

Whatever He Does

Then Jesus answered and said to them,”Most assuredly, I say to you, the Son can do nothing of Himself, but what He sees the Father do; for whatever He does, the Son also does in like manner.” — John 5:19

Yesus mengatakan hal tsb di atas kepada orang Yahudi setelah Ia menyembuhkan seorang yang sudah lumpuh selama 38 tahun pada hari Sabat di kolam Bethesda. Hal itu bertentangan dengan apa yang orang Yahudi percayai selama bertahun-tahun, yaitu bertentangan dengan hukum jika bekerja pada hari Sabat. Namun Yesus menjawab mereka dengan mengatakan bahwa apa yang Ia lihat Bapa lakukan maka Ia lakukan juga.

Mari kita bahas dalam perspektif lingkungan kerja ayat di atas. Pertama, kita dapat mengambil contoh apa yang Yesus perbuat di muka bumi ini. Sama seperti Ia melakukan segala sesuatu dengan melihat apa yang BapaNya lakukan, demikian juga kita melakukan segala sesuatu mengambil teladan dari apa yang Yesus pernah lakukan di muka bumi ini. Tahukah Anda bahwa selama 33 tahun kehidupanNya di bumi ini, Ia menghabiskan waktu kurang lebih 30 tahun mengikuti Yusuf yang adalah tukang kayu? Ia menghabiskan banyak sekali waktu di marketplace! Bahkan selama masa pelayananNya selama 3 tahun lebih setelah itu, ia menghabiskan juga banyak waktu-waktunya di marketplace. Dari 132 kehadiran Yesus di publik, 122 di antaranya berada di Marketplace! Bagi Anda pekerja atau pengusaha, jika Anda percaya bahwa Yesus masih hidup sampai hari ini, maka Anda sekarang mengetahui ke mana Anda harus mencari Dia di saat Anda membutuhkanNya…

Hal yang kedua yang dapat kita contoh dari keteladanan Yesus adalah Ia mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan apa yang Ia lihat BapaNya lakukan. Bukan karena kehendakNya pribadi, namun kehendak BapaNya. Memang kita mempunyai kehendak bebas karena kita sebagai manusia diciptakan dengan spesifikasi tsb. Namun, Bapa di surga menantikan kita dengan kehendak bebas kita, memilih melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Penundukan diri adalah sesuatu yang langka pada jaman ini. Betapa banyaknya manusia yang tidak mau menundukkan dirinya dengan berbagai macam alasan yang memang masuk akal. Namun penundukan diri tidaklah hanya sebatas masuk akal atau tidak. Banyak manusia menyerah dan memilih untuk melakukan sesuatu yang lebih nyaman bagi dirinya sendiri. Tidak suka dengan bos di kantor langsung mengambil keputusan untuk keluar, mengalami gesekan dengan saudaranya langsung mengambil keputusan untuk menjauh, mengalami ketidakcocokan dengan pasangan hidupnya langsung mengambil keputusan berpisah. Yesus ketika menghadapi pergumulan di getsemani mengatakan : namun…, biarlah kehendakMulah yang terjadi. Dan penundukan diri itulah yang membuatNya ditinggikan di atas segala-galanya.

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages