Perkembangan dunia kesehatan terutama dalam hal perawatan luka diabetes kian hari kian pesat dikarenakan prevalensi penderita diabetes yang semakin meningkat. Penyakit diabetes adalah penyakit sistemik metabolik akibat adanya gangguan fungsi atau produksi insulin guna mengangkut glukosa dalam darah menuju sel sehingga hal tersebut berdampak negatif bagi banyak organ mulai dari otak hingga kaki. Oleh karena itu penyakit diabetes sering memunculkan head to toe disease semisal stroke, retinopati, katarak, gagal jantung, gagal nafas hingga ulkus ekstremitas bawah yang membutuhkan intervensi efektif. Permasalahan ini menstimulasi para pakar kesehatan khususnya perawat di dunia untuk mengembangkan terapi perawatan luka diabetes. Berbagai macam Evidence Based of Nursing Practice yang menyajikan teknik perawatan luka terkini mulai dari memilih cairan untuk cleansing awal luka hingga dressing untuk menutup luka telah dipublikasikan di berbagai jurnal baik di level nasional maupun internasional.
Berawal dari fenomena ini Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang sudah merintis sebuah klinik “Sembuh Lukaku” yang cukup dikenal oleh masyarakat kota Magelang sehingga tidak sedikit pasien dari berbagai pelosok kota yang datang untuk mendapatkan perawatan khusus luka diabetes. Klinik tersebut juga menerima tindakan awal kegawatan medis semisal luka kecelakaan. Klinik ini diharapkan bisa menjadi “embrio” (cikal bakal) Rumah Sakit khusus luka di Magelang. Demikian keterangan dari Dwi Sulistyono BN dan Ns. Sodiq Kamal S.Kep.,CWCC yang sekaligus menjadi pemrakarsa berdirinya klinik tersebut.
Untuk menindaklanjuti harapan tersebut di atas dan dalam rangka sosialisasi klinik “Sembuh Lukaku” beserta teknik perawatan luka terkini, maka FIKES UMMGL kembali mengadakan seminar dan workshop dengan tema“Evidence Based in Wound Care” yang diadakan pada tanggal 28 – 29 Desember 2013. Kegiatan ini adalah hasil kerja sama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Provinsi Jawa Tengah dan Klinik Perawatan Luka "Rumah Luka" Cirebon. Kegiatan ini juga diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari sebagian dosen dan karyawan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang, beberapa perawat yang berasal dari berbagai Rumah Sakit se-karesidenan Kedu, diantaranya RS PKU Muhammadiyah Purworejo, RS PKU Muhammadiyah Temanggung, RSUD Temanggung, RSUD Muntilan, RSUD Tidar, RSUD Purworejo, RST dr. Soejono, RSJ Prof. Dr. Soerojo, RSI Kota Magelang, RS Harapan Magelang dan beberapa Puskesmas. Satu hal yang menarik bahwa seluruh peserta dari kegiatan ini tidak dipungut biaya.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diisi oleh empat pembicara yang sudah pakar dalam menangani luka diabetes yaitu Ns. Eko Winarto S.Kep., M.Kep Sp. KMB; Ns. Junaedi S.Kep CWCCA CBWT; Ns Aries Asmorohadi S.Kep.,M.Kep.,ETN; dan Ns. Ade S.Kep., CWT. Adapun agenda kegiatannya, pada hari pertama diadakan pretest dan pemberian teori sekaligus review tentang sistem integumentum (kulit) dan seluk beluk ulkus beserta intervensi terkini. Hari kedua masih diberikan teori hingga pertengahan siang yang kemudian dilanjutkan dengan implementasi praktikum perawatan luka dengan mendatangkan pasien ulkus diabetikum sebagai contoh penerapan terapi, kemudian posttest dan evaluasi. Jadi selama dua hari dari jam 08.00-17.00 para peserta diberikan pembekalan teori dan praktik. Harapannya setelah menyelesaikan kegiatan ini para peserta memiliki kompetensi dasar untuk merawat luka karena sudah mendapatkan sertifikasi resmi perawatan luka. Demikian dijelaskan oleh Ns. Robi’ul Fitri Masithoh S.Kep selaku ketua panitia.