1. PENDAHULUAN
Seiring pertumbuhan ekonomi Indonesia, semakin banyak bermunculan bisnis ritel, mulai dari minimarket, supermarket, dan hypermarket. Hal ini berdampak pada semakin banyaknya bisnis ritel yang memberikan akses konsumen ke pilihan belanja yang semakin banyak. Kios-kios kecil di lingkungan sekitar terkena dampak positif dan negatif dari pesatnya pertumbuhan bisnis ritel seperti minimarket di kawasan pemukiman. Persepsi masyarakat terhadap penurunan penjualan dan penurunan pelanggan akibat munculnya pasar kontemporer seperti Indomart dan Alfamart (Muhzinat & Achiria, 2019).
Dengan menjamurnya minimarket baru ini, pelanggan sering disuguhi lingkungan belanja yang nyaman, ber-AC, sejuk, luas, buka sepanjang hari. Konsumen sering menemukan lingkungan yang panas dan kotor di pasar tradisional atau toko kelontong, dan seringkali tidak ada jaminan atas barang yang dibeli. Seiring dengan penyesuaian tersebut, perilaku konsumen berkembang akibat konsumen lebih memperhatikan kualitas produk yang hendak dibelinya. Alhasil, mereka mencari kemudahan, kepuasan, fasilitas lengkap, kepastian harga, dan kebebasan memilih produk yang diinginkan.
Berdasarkan persaingan yang sudah dipaparkan diatas, maka pemilik toko kelontong harus memperhatikan beberapa hal, antara lain memperbaiki dekorasi bangunan fisik; penampilan pelayan; kebersihan; keramahan; dan ketangkasan dalam menggunakan modal untuk melayani pembeli dengan baik. Toko kelontong di Desa-desa, juga disebut sebagai Toko eceran, melayani berbagai kebutuhan rumah tangga dan membutuhkan sedikit modal. Keberhasilan pemasaran suatu perusahaan tidak hanya diukur dari berapa banyak pelanggan yang dapat dikelolanya, tetapi juga seberapa baik perusahaan dapat mempertahankan pelanggan tersebut. Puas atau tidaknya pelanggan tergantung pada kualitas layanan yang mereka terima. sumber daya manusia yang memadai, sehingga terlihat proses pelayanan yang rumit (Efendi et al., 2022).
Menurut Anggraeni, UMKM seperti toko kelontong belum berkembang secara maksimal karena pemiliknya kurang memiliki pengetahuan di bidang produksi dan pemasaran serta pertumbuhan usaha yang tidak stabil. Hal ini didukung oleh temuan Intania, dkk yang menemukan bahwa produk dan promosi berpengaruh besar terhadap pembelian dalam penelitiannya Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Kopi Starbucks di Jakarta (Intania et al., 2021). Hal ini artinya semakin banyak variasi produk yang ditawarkan maka penjualan atau minat konsumen akan meningkat. Begitu juga jika promosi yang dilakukan lebih inovatif dan menarik maka penjualan pun akan meningkat. Saat ini, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) telah berhasil membangkitkan 58,97 juta penduduk Indonesia dan merupakan salah satu kekuatan di balik pertumbuhan ekonomi negara. (Ianta & Sungkowo, 2020).
Toko kelontong Erna dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan jenis usaha yang menjual sembako dan kebutuhan lainnya ke lingkungan sekitar. Toko Kelontong Erna berada di Desa Jetak Lengkong, Kecamatan Wonnopringgo, Kabupaten Pekalongan, dekat dengan rumah warga yang cukup padat di jalan raya yang ramai dan mudah dijangkau oleh masyarakat umum. Kebutuhan sehari-hari seperti sembako, makanan, minuman ringan, rokok, alat tulis, alat kebersihan, dan barang lainnya dijual di Toko Kelontong Erna.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian kualitatif merupakan jenis analisis yang digunakan dalam penelitian ini. Peneliti berfungsi sebagai instrumen kunci dalam metode penelitian kualitatif, yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi.
Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang bersumber internal yang didapatkan secara langsung melalui pelaksanaan observasi, yaitu pengamatan secara langsung, dan wawancara. Sedangkan data sekunder bersumber eksternal yang didapat melalui referensi dari luar, baik artikel, jurnal, dan lainnya. Data primer dari penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan wawancara kepada 5 informan, sedangkan data sekunder dari penelitian ini didapatkan dari literatur atau referensi seperti jurnal, digital book, dan penelitian terdahulu.
Toko kelontong erna menjual sembilan bahan pokok atau biasa disebut sembako yang merupakan kebutuhan sehari-hari yang wajib untuk dipenuhi. Sehingga permintaan pasar terhadap sembako akan selalu tinggi karena barang yang dijual selalu dibutuhkan oleh banyak orang setiap harinya, seperti gula, beras, minyak goreng, sabun, dan sebagainya.
b) Analisis Pesaing
Pesaing Toko Kelontong Erna yaitu Toko-Toko kelontong lain yang berada disekitarnya seperti Toko Hafiz, Toko Asep. Dan Toko Nafil. Tidak hanya itu,menjamurnya mini market di era sekarang juga menjadikan pesaing berat bagi Toko Kelontong Erna.
2) Target Pasar
Berdasarkan segmennya, target yang dituju dalam pemasaran Toko Kelontong Erna adalah orang-orang yang berada di sekitar lingkungan tokonya, baik warga sekitar maupun orang-orang yang melewati jalan raya yang membutuhkan sembako, rokok, alat tulis, sabun, makanan dan minuman ringan, dan sebagainya. Selain itu, target pasar dari Toko Erna yaitu semua orang baik dari kalangan bawah, menengah maupun atas, dengan rentang usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, serta dari semua gender bsik laki-laki maupun perempuan.
3) Posisi Pasar
Berdasarkan hasil wawancara kepada 5 informan, dapat diketahui bahwa posisi pasar yang digunakan oleh Toko Kelontong Erna di Desa Jetak Lengkong adalah untuk menyediakan berbagai macam produk sehari-hari yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif dan pelayanan yang baik. Untuk memperkuat posisinya, Toko Kelontong Erna berusaha membangun kepercayaan konsumen agar konsumen selalu ingat untuk melakukan pembelian di Toko Erna, dengan cara memberikan pelayan yang terbaik untuk konsumen, melayani dengan ramah dan secepat mungkin, memberikan saran kepada konsumen terhadap suatu produk dan membantu mereka untuk mencarikan produk yang tidak dimiliki Toko, sehingga konsumen akan selalu nyaman melakukan pembelian di Toko Kelontong Erna
a. Product (Produk) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler dan Armstrong produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada target pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan keterangan dari kelima informan penelitian, maka produk-produk yang ditawarkan adalah bahan-bahan kebutuhan pokok sehari-hari, termasuk sembako, makanan dan minuman ringan, rokok, alat tulis, alat kebersihan, dan sebagainya. Produk utama yang dijual di Toko Erna yaitu sembako seperti beras, gula, gandum, minyak goreng, garam, dan lain-lain.
b. Price (harga) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler & Armstrong Harga adalah jumlah uang yang harus dibayar konsumen untuk mendapatkan produk (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan keterangan dari kelima informan penelitian harga dari produk-produk yang ditawarkan di Toko Erna mulai kisaran Rp5.00,- hingga lebih dari Rp50.000,-, tergantung jenis produk dan jumlah pembeliannya.
c. Place (tempat) Toko Kelontong Erna
Menurut Kotler dan Armstrong tempat meliputi kegiatan perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen yang menjadi target (Bisnis et al., 2017). Sesuai dengan segmentasi geografis Toko Kelontong Erna, keterangan dari kelima informan penelitian juga menunjukkan bahwa Toko Kelontong Erna berada di Desa Jetak Lengkong Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.
d. Promotion (promosi)
Menurut Kotler & Armstrong Promosi adalah aktivitas untuk memperkenalkan dan mengkomunikasikan manfaat produk dan membujuk konsumen sasaran untuk membelinya (Bisnis et al., 2017). Berdasarkan hasil wawancara kepada Ibu Erna, Toko Kelontongnya telah menerapakan sales promotion dalam kegiatan pemasarannya, yaitu berupa diskon dan bonus. Diskon diberikan pada saat konsumen membeli produk dalam jumlah banyak. Selain itu, Toko Kelontong Erna juga menawarkan premi dalam bentuk bonus produk tertentu untuk pembelian produk dengan jumlah besar, biasanya bonus ini dilakukan pada Bulan Ramadhan tepatnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kedua strategi promosi tersebut digunakan Toko Erna untuk menarik perhatian konsumen dan untuk membuat konsumen senang berbelanja di Toko Erna.
e. Procces
Stock produk sembako dalam toko Erna didapatkan dari belanja langsung dari pasar tradisional dan agen/ sales yang memberikan stock langsung ke toko. Kemudian untuk pengeluaran barangnya menggunakan metode FIFO (First In First Out) artinya barang yang pertama kali masuk akan dijual pertama juga. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar produk-produk yang dijual ataupun stock yang ada di Toko Erna tidak kadaluwarsa.
Analisis Keuangan (Financial)
Toko Kelontong Erna adalah sebuah toko kelontong yang sudah berdiri mulai tahun 2008. Modal awal yang digunakan dalam membuka toko kelontong ini yaitu Rp. 750.000.- Adapun untuk biaya modal ini digunakan untuk membeli peralatan dagang (seperti lemari susun besar dan kecil serta gunting) dan barang dagangan. Untuk membuktikan layak atau tidaknya bisnis kelontong ini, dapat dilihat melalui analisis keuangan sebaga berikut
Rasio biaya operasional terhadap penjualan yang rendah menunjukkan bahwa toko kelontong mampu menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi daripada biaya operasional yang dikeluarkan, yang merupakan hal yang baik untuk kinerja keuangan.
b. Rasio Keuntungan Bersih terhadap Penjualan
Rasio ini mengukur seberapa besar keuntungan bersih yang dihasilkan perusahaan dari setiap penjualan yang dilakukan. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kinerja keuangan perusahaan.
Rasio keuntungan bersih terhadap penjualan yang tinggi menunjukkan bahwa toko kelontong mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari setiap penjualan yang dilakukan, yang merupakan hal yang baik untuk kinerja keuangan.
c80f0f1006