Sebuah film bagi kebanyakan orang hanya dianggap sebagai tontonan yang menghibur. Namun, film ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa visual dan audio yang khas, yakni bahasa sinematik. Film tidak hanya berbicara masalah jenis, genre, dan tema film, namun juga bagaimana cerita dikemas dengan segala aspek sinematiknya, yakni mise-en-scene, sinematografi, editing, serta suara. Bahasa sinematik yang demikian variatif menjadi pilihan bagi sineas untuk berkarya. Untuk bisa memahami film secara utuh, tentunya harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang bahasa sinematik.