Re: Kompas Antivirus 3.0.1 Download

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Hugues Abidi

unread,
Jul 16, 2024, 10:38:26 AM7/16/24
to cicokingdi

KOMPAS.com - Kecanggihan perangkat teknologi seperti laptop atau komputer tidak lepas dari risiko dan ancaman keamanan. Salah satu ancaman yang sering ditemukan adalah virus dan malware.

Bitdefender merupakan antivirus yang dibekali dengan sejumlah fitur keamanan perangkat seperti perlindungan ketika melakukan transaksi online melalui Safepay, pengelolaan kata sandi (password), hingga perlindungan dari ransomware.

Kompas Antivirus 3.0.1 download


DOWNLOAD ->>->>->> https://urluss.com/2yMwF1



Antivirus ini juga bisa memberi peringatan kepada pengguna dan melacak malware di dalam perangkat. Bitdefender juga menawarkan fitur untuk menjaga privasi pengguna seperti fitur keamanan untuk webcam agar tidak dibajak peretas.

Kaspersky merupakan antivirus yang mendukung perangkat PC atau laptop berbasis Windows. Fiturnya mencakup smart self-protection, pemindaian virus yang diklaim lebih cepat, perlindungan virus, dan anti-malware.

Antivirus Trend Micro diperuntukkan bagi pengguna perangkat Windows. Software ini dibekali fitur unggulan yaitu sistem anti-ransomware yang disebut Folder Shield. Meski begitu, Trend Micro diklaim cukup menguras daya baterai perangkat.

Avira merupakan software antivirus yang tersedia untuk perangkat Windows maupun Mac OS. Avira memiliki sejumlah opsi paket premium yakni Avira Antivirus Pro, Avira Internet Security, dan Avira Antivirus Prime.

Sophos Home hadir dengan dua versi yaitu gratis dan berbayar. Untuk pengguna premium, harga berlangganan Sophos Home dibanderol sebesar 45 dollar AS per tahun atau sekitar Rp 660.000. Sementara di Indonesia, harga berlanggannya dipatok Rp 731 ribu.

Software ini dibekali dengan sejumlah fitur seperti Ransomware Shield, perlindungan anti-phishing, melindungi keamanan browser, pengelola kata sandi, dan mendeteksi celah keamanan yang ditemukan pada perangkat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menanggapi rencana Kementerian Pertanian (Kementan) yang ingin memproduksi massal kalung aromaterapi eucalyptus yang diklaim bisa menjadi antivirus corona.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementan Dr. Ir. Fadjry Djufry mengatakan, kalung antivirus corona merupakan produk eucalyptus yang dibuat dengan teknologi nano yang juga telah di-launching pada Mei 2020.

KOMPAS.com -- Peneliti terus mengembangkan antivirus untuk mengobati infeksi virus yang ada saat ini. Pengembangan terkini, para peneliti merancang nanopartikel antivirus yang diyakini mampu menghancurkan virus sejumlah penyakit di tubuh kita.

Dengan kinerja yang berbeda dengan antivirus yang sudah ada, nanopartikel antivirus ini tidak hanya mencegah infeksi sel sehat oleh virus tetapi menghancurkan berbagai jenis virus, seperti virus herpes simpleks, human papillomavirus (virus pada kulit), virus sinsitial pernafasan dan dengue (demam berdarah) dan Lentivirus (HIV).

Nanopartikel adalah partikel yang berukuran antara 1 dan 100 nanometer. Dalam nanoteknologi, suatu partikel didefinisikan sebagai objek kecil yang berperilaku sebagai satu kesatuan terhadap sifat dan persebarannya.

Profesor Petr Kral dari Universitas Illinois di Chicago bersama rekan-rekannya menjelaskan bahwa antivirus yang ada saat ini kebanyakan hanya mencegah dan harus diberikan terus menerus agar infeksi tidak menyerang kembali. Akibatnya, virus justru akan bermutasi dan menjadi resisten atau kebal terhadap antivirus.

Dimuat di dalam jurnal Nature Materials, Kral dan seorang asisten profesor kimia dari Universitas Texas di El Paso, Lela Vukovic, merancang nanopartikel tersebut dengan meniru protein di permukaan sel, yang disebut heparin sulfate proteoglycan (HSPG).

Obat antivirus yang ada saat ini meniru HSPG agar mengikat virus dan mencegahnya mengikat ke sel, tetapi kekuatan ikatannya relatif lemah. Obat ini juga tidak bisa menghancurkan virus, dan virus bisa menyerang kembali saat konsentrasi obat mulai menurun.

Untuk itu, Kral dan rekannya mencoba melakukan simulasi yang rumit untuk merancang nanopartikel antivirus baru dengan meniru HSPG tetapi mampu mengikat virus lebih kuat sekaligus menghancurkan mereka pada saat bersamaan.

"Kami mengetahui komposisi umum dari domain virus pengikatan HSPG yang harus diikat oleh nanopartikel, dan struktur nanopartikel, tetapi kami tidak mengerti mengapa nanopartikel baru berperilaku sangat berbeda dalam hal kekuatan mengikat dan mencegah masuknya virus ke dalam sel," kata Kral seperti dikutip dari Sciencedaily pada hari Senin (18/12/2017).

Kral juga menggandeng para eksperimentalis, pakar virus dan ahli biokimia dari Swiss, Italia, Prancis dan Republik Ceko. Para peneliti mendesain sedemikian rupa agar nanopartikel antivirus yang baru mampu lebih mumpuni.

Pemahaman yang mendalam tentang interaksi antara kelompok atom dalam virus dan partikel nano, memungkinkan peneliti untuk memperkirakan kekuatan dan durasi ikatan potensial yang dapat terbentuk di antara kedua entitas tersebut, dan membantu mereka untuk memprediksi bagaimana ikatan tersebut dapat berubah dari waktu ke waktu dan akhirnya menghancurkan virus.

Hasilnya, tim Karl mampu memberikan "rancangan" akhir dari nanopartikel anti-virus yang dapat mengikat secara tak terelakkan ke berbagai virus, dan menyebabkan penghancuran mematikan pada virus, tanpa merusak jaringan atau sel sehat.

"Kami dapat menyediakan data yang dibutuhkan ke tim perancang sehingga mereka dapat mengembangkan prototipe dari apa yang kami harapkan akan menjadi antivirus anti-viral broad-spectrum yang sangat efektif dan aman yang dapat digunakan untuk menyelamatkan nyawa," kata Kral.

LOS ANGELES, KOMPAS.com - Setelah menjadi seorang bajak laut dalam film The Pirates of the Carribean: Dead Men Tell No Tales, aktor Johnny Depp bakal menjadi seorang pencipta antivirus.

Layar lebar ini berdasarkan adaptasi dari artikel majalah Wired berjudul Last Stand John McAfee yang ditulis oleh Joshua Davis. Kisah utamanya bakal menyorot kehidupan McAfee yang meninggalkan peradaban kota dan memilih pindah ke hutan Belize, Amerika Tengah.

Cerita dimulai saat seorang reporter majalah Wired bertugas mewawancarai McAfee. Ketika sampai di sana, sang reporter menemukan fakta bahwa hidup McAfee tak stabil, penuh ketakutan, skandal kepemilikan senjata, hingga pembunuhan.

Namun, hingga kini belum diketahui jadwal rilis film bersangkutan. King of the Jungle menambah daftar proyek film Depp yang akan datang, ada film Orient Express, Fantastic Beasts and Where to Find Them 2, dan Labyrinth.

Ternyata kalung itu bukanlah antivirus dengan makna sebenarnya. Pengujian baru sampai tahap in vitro di laboratorium dan bukan spesifik pada jenis virus corona SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan mengaku, pengujian dilakukan pada virus corona terhadap model virus corona beta dan gamma. Hasilnya, formula Balitbangtan mampu menghambat 100 persen pertumbuhan virus avian influenza dan gamma coronavirus.

"Kami tidak overclaim. Izin dari BPOM tidak menyebut antivirus di situ, sama seperti di eucalyptus roll on ini tidak menyebut. Izin edar ini sebagai jamu," kata Fadjry dalam konferensi pers di Kantor Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Bogor, Senin (6/7/2020)..

Produk ini mengeluarkan aroma secara lepas lambat (slow release) sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu. Untuk mendapatkan efek aromaterapi yang optimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya.

Selain kalung, ada empat produk berbasis eucalyptus lainnya buatan Kementan, yakni roll on, inhaler, balsam, dan diffuser aromaterapi. Produk roll on dan inhaler rencananya mulai dipasarkan pada akhir Juli 2020.

Kemudian, dilakukan ekstraksi maupun destilasi untuk mendapatkan bahan aktifnya. Bahan aktif yang diperoleh kemudian diuji karakteristik dan kemampuan anti virusnya dengan pengujian in vitro pada telur berembrio.

Bahan aktif utamanya terdapat pada cineol-1,8 yang memiliki manfaat sebagai antimikroba dan antivirus melalui mekanisme M pro. M pro adalah main protease (3CLPro) dari virus corona yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi virus corona.

Menurut dia, uji klinis tidak dilakukan lembaganya karena memang tidak memiliki wewenang dan kompetensi untuk melakukan hal itu. Uji klinis harus dilakukan oleh tim dokter, dalam hal ini harus diketuai oleh dokter spesialis paru.

Namun, saat ini tawaran untuk uji klinis sudah datang dari Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin. Fadjry memastikan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan penelitian dengan bantuan perguruan tinggi untuk memastikan manfaat produk sebagai antivirus.

Misalnya yang dilakukan oleh Norton Antivirus. Norton digandeng produsen laptop Asus dengan promo beli notebook Asus tipe apa saja yang sudah dibundling dengan Antivirus Norton, akan mendapat gratis satu Antivirus Norton lagi. Masing-masing lisensi selama satu tahun.

Sedangkan untuk promo antivirus ESET Smart Security (untuk 3 user), pengunjung akan mendapat gratis modem AHA myTV plus bonus antivirus ESET Mobile Security. Selain itu, ada pula promo lainnya seperti :

Bonus voucher Rp 25 ribu untuk pembeli produk Android di stand AHA
Harga Antivirus ESET dengan lisensi satu tahun berkisar dari Rp 75 ribu hingga Rp 390 ribu. Harga ini sudah termasuk diskon 30 hingga 57 persen dari harga normal.

Sedangkan Antivirus Kaspersky memberikan promo beli satu gratis satu untuk semua produk Antivirus 3 user, Promo beli satu gratis satu berlaku bagi produk Kaspersky Antivirus 2012, Kaspersky Internet Security 2012, dan Kaspersky Pure.

Selain produk tersebut, di booth Kaspersky juga tersedia produk Kaspersky for Mac dan Kaspersky Mobile Security namun tidak ada promo beli satu gratis satu. Harga semua produk Kaspersky berkisar Rp 89 ribu hingga Rp 349 ribu (untuk 1 user) dan antara Rp 209 ribu hingga Rp 499 ribu.

Please note that this article was automatically translated using Microsoft Azure AI, Open AI, and Google Translation AI. We cannot ensure that the entire content is translated accurately. If you spot any errors or inconsistencies, contact us at hot...@kompas.id, and we'll make every effort to address them. Thank you for your understanding.

b1e95dc632
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages