Faktanya setelah di lakukan penelusuran Gubernur Bank Indonesa Agus Martowardojo menjelaskan bahwa gambar yang dipersepsikan sebagai gambar palu arit tersebut merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan yang disebut gambar dengan teknik isi (restoverso).Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia.Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000. Hal yang sama di uangkapkan oleh Direktur Utama Perum Peruri Prasetio yang menegaskan logo Bank Indonesia pada uang NKRI yang menggunakan metode rectoverso semata-mata bertujuan untuk memastikan sistem keamanan terjaga.
Kepada UNAIR NEWS (13/5/2023), Ekonom Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Rossanto Dwi Handoyo SE MSi PhD, mengatakan bahwa hegemoni dolar AS sebagai mata uang dunia lahir dari Perjanjian Bretton Woods. Perjanjian tersebut menghasilkan Sistem Bretton Woods, yaitu sistem di mana Dolar AS akan menggunakan emas sebagai standar dan nilai mata uang lainnya akan bertaut pada nilai dollar AS.
Ia menjelaskan, melihat persoalan yang terjadi, Amerika menawarkan dan menjaminkan dolar sebagai mata uang pembayangan dalam perdagangan antar negara. Dalam komitmennya ketika itu, Amerika akan menjaminkan 1/35 oz emas dalam setiap cetakan satu dolar.
Namun, sistem tersebut akhirnya runtuh pada tahun 70-an akibat ketidakmampuan Amerika dalam menjamin mata uangnya. Ekonomi AS saat itu pun mengalami stagflasi dengan tingginya tingkat pengangguran. Tambahnya, ketidaksesuaian inilah yang meruntuhkan perjanjian Bretton woods.
Kekuatan dolar yang telah terpupuk lama tersebut belum mampu tergantikan oleh lainnya. Sehingga, dolar tetap menjadi acuan hingga kini. Setiap pertukaran mata uang antar negara, maka dolar akan menjadi penyambung dalam pertukaran nilai yang terjadi.
Sebelum tercipta uang sebagai alat tukar transaksi ekonomi, ada yang namanya tahap pra barter. Yakni, manusia memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Mereka berburu dan mengumpulkan bahan pangan sendiri.
Oleh karenanya, manusia mulai menggunakan barang seperti kulit, kerang, kopi, garam, manik-manik, hingga hasil pertanian lainnya yang digunakan sebagai upah atau gaji bagi para pekerja. Barang-barang tersebut lantas dijadikan alat transaksi yang disepakati oleh masyarakat.
Selain besi ada juga bahan-bahan material lainnya yang dijadikan alat tukar pada masa uang pasca barang. Kala itu, besi paling umum digunakan karena memiliki fisik yang tidak mudah rusak dan tahan lama.
Uang tersebut digunakan sebagai mata uang resmi di daerah yang dikenal dengan nama Great Scythia, sebuah wilayah yang mencakup beberapa wilayah lain seperti Ukraina, Asia Tengah, Eropa Timur, Kaukasus Utara dan Rusia.
Uang pasca barang juga terdiri dari berbagai bentuk, seperti lumba-lumba dan sekop dengan bahan dasar besi. Namun, uang pasca barang tidak memiliki mata uang dan hanya berlaku di daerah-daerah tertentu.
Selanjutnya tahap uang logam. Di masa ini, uang logam pertama kali diciptakan oleh bangsa Lydia pada abad ke-6 Sebelum Masehi atau sekitar 580 SM. Uang logam ini tercetak dari elektrum, campuran emas 75% dan perak 25% dengan gambar singa.
Nah, bangsa Yunani menjadi cikal bakal pembuatan uang koin yang dikenal hingga saat ini karena mereka membuatnya dengan bentuk menarik. Yunani berperan besar menyebarkan uang koin dengan dikuasainya beberapa wilayah oleh bangsa ini.
Mereka memperkenalkan masyarakat yang belum menggunakan mata uang. Sementara itu, kepulauan yang melakukan perdagangan dengan negara-negara seperti India, China dan lain sebagainya mulai mencetak uang sendiri pada masa Kerajaan Syailendra, pada abad ke-8 dengan bahan baku emas dan perak.
Seiring berjalannya waktu, mulailah timbul kesulitan ketika jumlah uang logam semakin dibutuhkan padahal jumlah logam mulia sebagai bahan dasar uang sangat terbatas. Akhirnya, penggunaan uang logam sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar.
Dari situ diciptakanlah uang kertas. Dalam sejarah pemakaiannya sebagai bahan uang, Cina dianggap sebagai bangsa yang pertama kali menemukannya, yaitu sekitar abad pertama Masehi pada masa Dinasti T'ang. Penemunya ialah Ts'ai Lun.
Lun membuat uang kerta pertama dari kulit kayu pohon murbei yang daunnya digunakan sebagai pakan ulat untuk industri sutra Cina. Selain itu, Cina juga mulai mencetak mata uang Huizi yang digunakan sebagai mata uang resmi negara itu pada masa Dinasti Song Selatan tahun 1160.
Di sisi lain, ada sejarah yang mengatakan jauh sebelum Lun, orang Mesopotamia juga telah membuat uang kertas. Sayangnya mereka gagal karena bahan baku yang digunakan justru tidak sekuat bahan milik Lun.
Mengutip laman Kementerian Keuangan, pada November 1945, Menteri Keuangan AA Maramis membentuk "Panitia Penyelenggara pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia" yang diketuai TRB Sabaroedin dari Kantor Besar Bank Rakyat Indonesia (BRI).
ASEAN bermula dari inisiatif Thailand saat menjadi penengah proses rekonsiliasi hubungan Indonesia, Filipina, Malaysia. Keempat negara ini kemudian berniat memperbaiki hubungan dan memperkuat kerja sama kawasan dengan mengajak Singapura.
Organisasi regional ini kemudian secara resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 di Bangkok setelah wakil dari lima negara meliputi Indonesia, Malaysia, FIlipina, Singapura, dan Thailand, menandatangani Deklarasi Bangkok (Deklarasi ASEAN).
Nah dari kesebelas negara tersebut tentunya memiliki mata uang resmi masing-masing. Selama beberapa tahun ke belakang, sejatinya ada inisiatif dan gagasan untuk membentuk satu mata uang sebagaimana yang berlaku di Uni Eropa.
Rupiah adalah mata uang resmi Indonesia, yang dilambangkan dengan simbol Rp dan kode internasional IDR. 1 rupiah Indonesia dibagi menjadi 100 sen, meskipun koin sen tak lagi digunakan dalam praktek sehari-hari.
Bisa dibilang, dollar Singapura adalah mata uang negara ASEAN yang paling banyak digunakan dalam perdagangan internasional dibandingkan uang milik negara-negara Asia Tenggara lainnya. S$ 1 nilainya saat ini sama dengan Rp 11.900.
Dari tahun 2003 hingga 2006, SBV mengeluarkan serangkaian uang baru untuk melengkapi denominasi uang yang beredar, memenuhi kebutuhan pembayaran perekonomian dan meningkatkan kualitasnya agar tidak mudah dipalsukan.
Mata uang negara ASEAN kesembilan adalah kip yang merupakan mata uang Laos dengan kode LAK. Nilai satu Kip dibagi menjadi 100 att atau sen. Mata uang negara Laos ini dikeluarkan oleh Bank Nasional Laos.
Meskipun Kip adalah mata uang Laos satu-satunya yang resmi, dalam praktiknya, mata uang asing seperti dollar Amerika Serikat (USD) juga sering digunakan dalam transaksi, terutama di sektor pariwisata dan perdagangan internasional.
Mata uang negara Laos ini bisa dibilang cukup lemah. Bahkan termasuk dalam deretan mata uang yang nilai tukarnya paling lemah di dunia. Nah untuk kurs nilai tukarnya, 1 kip Laos sendiri nilainya setara dengan Rp 0,76.
Aturan tersebut berbunyi, bahwa semua transaksi resmi harus menggunakan dollar AS. Namun begitu, masyarakat masih diperbolehkan menggunakan mata uang lain yang juga masih beredar cukup banyak seperti rupiah, bath (Thailand), escudo (Portugis), dan dollar Australia.
NFT (Non Fungible Token) sedang viral dan hangat dibicarakan di dunia maya setelah seorang pemuda dengan identitas maya Ghozali Everyday meraup keuntungan milyaran hasil dari menjual foto selfie dengan NFT. NFT sendiri memiliki fungsi seperti sertifikat digital yang menujukkan terhadap suatu karya seni yang bisa diperjualbelikan di pasar daring atau marketplace digital, seiring ramainya dunia Cryptocurrency membuat NFT ramai digunakan untuk meraup keuntungan.
Berbeda dengan mata uang crypto, pemilik harus menjual aset digital (seperti foto, karya seni, dll) untuk mendapatkan keuntungan. Kasus Ghozali Everyday membuat banyak penduduk Indonesia beramai-ramai mencoba mengikuti dengan melakukan upload foto selfie untuk dijual dan dikonversi menjadi NFT. Dan yang menjadi ancaman saat ini adalah tidak sedikit swafoto (foto selfie) yang dijual adalah foto selfie dengan memegang KTP Elektronik.
Beberapa dekade lalu, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1967, lima negara di kawasan Asia Tenggara mendirikan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) di Bangkok. Kelima negara tersebut yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Pendirian ASEAN bertujuan untuk menciptakan kawasan yang bebas dari konflik bersenjata, mengatasi perbedaan politik dan ideologi, serta meningkatkan kerja sama ekonomi dan sosial di antara negara-negara anggota. Pada saat itu, Asia Tenggara memang tengah menghadapi berbagai tantangan seperti konflik dan ketegangan regional, perbedaan ideologi politik, dan ketidakstabilan ekonomi.
Kini, anggota ASEAN telah bertambah menjadi 11 negara. Setelah melihat berbagai kemajuan yang dicapai negara-negara pemrakarsa, lima negara lain kemudian turut bergabung ke dalam ASEAN, yakni Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Timor Leste menyusul menjadi anggota ASEAN pada 11 November 2022.
Setiap tahun, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN diselenggarakan oleh negara yang memegang keketuaan. Pemimpin-pemimpin anggota ASEAN bertemu untuk membahas perkembangan dan penguatan kerja sama ASEAN, isu-isu penting internal, serta isu-isu penting di luar kawasan. Tahun ini Indonesia kembali dipercaya menjadi Ketua ASEAN setelah sebelumnya pernah menjalankan tugas serupa pada tahun 1976, 1996, 2003, dan 2011.
Mengutip artikel Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang dimuat di Kompas pada 8 September 2023, bagi Indonesia momentum keketuaan ASEAN menjadi penting tidak hanya untuk mengukuhkan perannya sebagai pemimpin (leader) di kawasan, tetapi juga memastikan pembahasan agenda di forum sejalan dengan kepentingan nasional.
Sebelum penyelenggaraan KTT ASEAN, Indonesia menggelar pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ke-Sepuluh atau The 10th ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governor Meetings (AFMCGM) pada 25 Agustus 2023 di Jakarta. Pertemuan ini merupakan pertemuan AFMCGM kedua tahun ini sekaligus menjadi pertemuan penutup. Sebelumnya, Indonesia telah menggelar pertemuan di Bali pada bulan Maret.
c80f0f1006