Fwd: [RoBek] OOT : Atherosclerosis - Was --> Kematian Mendadak Ketika Berolahraga

9 views
Skip to first unread message

iyop

unread,
Oct 28, 2010, 5:04:46 AM10/28/10
to ceriwis_ax_is, 22alumni98, 3108, chyntia.vienna, its_desy, ara djonhar
---------- Forwarded message ----------
From: Pramudya Ade <pram...@gmail.com>
Date: Thu, 28 Oct 2010 07:50:01 +0700
Subject: Re: [RoBek] OOT : Atherosclerosis - Was --> Kematian Mendadak
Ketika Berolahraga
To: RO...@yahoogroups.com

Menyambung thread tempo hari dimana disebutkan tentang atherosclerosis oleh
salah seorang teman dari sir Apip, saya coba berbagi informasi tentang
penyakit tersebut. yang mana sebenarnya artikel tersebut bisa dicari di
internet. tapi, kita coba aja share disini...
Kuliah sehat yuuk.. mumpung masih pagi...


ATHEROSCLEROSIS

DEFINISI
Aterosklerosis (Atherosclerosis) merupakan istilah umum untuk beberapa
penyakit, dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur.
Penyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah
aterosklerosis, dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam
dari dinding arteri.

Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ
vital lainnya dan lengan serta tungkai. Jika aterosklerosis terjadi di dalam
arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika
terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa
terjadi serangan jantung.


PENYEBAB
Aterosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit, pindah
dari aliran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang
mengumpulkan bahan-bahan lemak. Pada saatnya, monosit yang terisi lemak ini
akan terkumpul, menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri.

Setiap daerah penebalan (yang disebut plak aterosklerotik atau ateroma) yang
terisi dengan bahan lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak,
terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat. Ateroma
bisa tersebar di dalam arteri sedang dan arteri besar, tetapi biasanya
mereka terbentuk di daerah percabangan, mungkin karena turbulensi di daerah
ini menyebabkan cedera pada dinding arteri, sehingga disini lebih mudah
terbentuk ateroma.

Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena
ateroma terus tumbuh, maka arteri akan menyempit. Lama-lama ateroma
mengumpulkan endapan kalsium, sehingga menjadi rapuh dan bisa pecah. Darah
bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah, sehingga ateroma menjadi lebih besar
dan lebih mempersempit arteri. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan
kandungan lemaknya dan memicu pembentukan bekuan darah (trombus).
Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri, atau
bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan
sumbatan di tempat lain (emboli).

Resiko terjadinya aterosklerosis meningkat pada:

Tekanan darah tinggi
Kadar kolesterol tinggi
Perokok
Diabetes (kencing manis)
Kegemukan (obesitas)
Malas berolah raga
Usia lanjut.
Pria memiliki resiko lebih tinggi daripada wanita. Penderita penyakit
keturunan homosistinuria memiliki ateroma yang meluas, terutama pada usia
muda. Penyakit ini mengenai banyak arteri tetapi tidak selalu mengenai
arteri koroner (arteri yang menuju ke jantung). Sebaliknya, pada penyakit
keturunan hiperkolesterolemia familial, kadar kolesterol yang sangat tinggi
menyebabkan terbentuknya ateroma yang lebih banyak di dalam arteri koroner
dibandingkan arteri lainnya.

GEJALA
Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak,
aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejalanya tergantung dari
lokasi terbentuknya, sehingga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai atau
tempat lainnya. Jika aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang
sangat berat, maka bagian tubuh yang diperdarahinya tidak akan mendapatkan
darah dalam jumlah yang memadai, yang mengangkut oksigen ke jaringan.

Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa nyeri atau kram yang terjadi
pada saat aliran darah tidak dapat mencukupi kebutuhan akan oksigen.
Contohnya, selama berolah raga, seseorang dapat merasakan nyeri dada
(angina) karena aliran oksigen ke jantung berkurang; atau ketika berjalan,
seseorang merasakan kram di tungkainya (klaudikasio interminten) karena
aliran oksigen ke tungkai berkurang.

Yang khas adalah bahwa gejala-gejala tersebut timbul secara perlahan,
sejalan dengan terjadinya penyempitan arteri oleh ateroma yang juga
berlangsung secara perlahan. Tetapi jika penyumbatan terjadi secara
tiba-tiba (misalnya jika sebuah bekuan menyumbat arteri), maka gejalanya
akan timbul secara mendadak.

DIAGNOSA
Sebelum terjadinya komplikasi, aterosklerosis mungkin tidak akan
terdiagnosis. Sebelum terjadinya komplikasi, terdengarnya bruit (suara
meniup) pada pemeriksaan dengan stetoskop bisa merupakan petunjuk dari
aterosklerosis. Denyut nadi pada daerah yang terkena bisa berkurang.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis aterosklerosis:
ABI (ankle-brachial index), dilakukan pengukuran tekanan darah di
pergelangan kaki dan lengan
Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena
Skening ultrasonik Duplex
CT scan di daerah yang terkena
Arteriografi resonansi magnetik
Arteriografi di daerah yang terkena
IVUS (intravascular ultrasound).

PENGOBATAN
Bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam
darah (contohnya Kolestiramin, kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil,
probukol, lovastatin). Aspirin, ticlopidine dan clopidogrel atau
anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan
darah.

Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran
darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi merupakan suatu pembedahan
untuk mengangkat endapan. Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat
invasif, dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk
membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.


PENCEGAHAN
Untuk membantu mencegah aterosklerosis yang harus dihilangkan adalah
faktor-faktor resikonya.

Jadi tergantung kepada faktor resiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya:
Menurunkan kadar kolesterol darah
Menurunkan tekanan darah
Berhenti merokok
Menurunkan berat badan
Berolah raga secara teratur.
Pada orang-orang yang sebelumnya telah memiliki resiko tinggi untuk
menderita penyakit jantung, merokok sangatlah berbahaya karena:
- merokok bisa mengurangi kadar kolesterol baik (kolesterol HDL) dan
meningkatkan kadar kolesterol jahat (kolesterol LDL)
- merokok menyebabkan bertambahnya kadar karbon monoksida di dalam darah,
sehingga meningkatkan resiko terjadinya cedera pada lapisan dinding arteri
- merokok akan mempersempit arteri yang sebelumnya telah menyempit karena
aterosklerosis, sehingga mengurangi jumlah darah yang sampai ke jaringan
- merokok meningkatkan kecenderungan darah untuk membentuk bekuan, sehingga
meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri perifer, penyakit arteri
koroner, stroke dan penyumbatan suatu arteri cangkokan setelah pembedahan.

Resiko seorang perokok untuk menderita penyakit arteri koroner secara
langsung berhubungan dengan jumlah rokok yang dihisap setiap harinya. Orang
yang berhenti merokok hanya memiliki resiko separuh dari orang yang terus
merokok, tanpa menghiraukan berapa lama mereka sudah merokok sebelumnya.
Berhenti merokok juga mengurangi resiko kematian setelah pembedahan bypass
arteri koroner atau setelah serangan jantung. Selain itu, berhenti merokok
juga mengurangi penyakit dan resiko kematian pada seseorang yang memiliki
aterosklerosis pada arteri selain arteri yang menuju ke jantung dan otak.

2010/10/25 Apip Kamil <apipm...@gmail.com>

> Hallo Robekers!
>
> Saya kutipkan dan rangkum salah satu tema pembicaraan dari kawan-kawan di
> Gebrakers mengenai serangan Jantung. Kebetulan ada seorang dokter yang ikut
> menjawab mengenai fenomena itu :
> ---------------------------------------------------------------
> -------Original Email-------
> Subject :[GeBrakers] Maraknya serangan jantung pada saat gowes
> From :mailto:firman@xxxxxx
> Date :Mon Oct 25 12:01:39 Asia/Bangkok 2010
>
> Melanjutkan e-mail yang terputus kemarin...
> Mengenai semakin banyaknya kasus serangan jantung pada persepeda yang
> belakangan ini terjadi pada teman-teman. Sekarang ini terjadi bukan pada
> pemula tetapi pegowes aktif dan sudah bertahun-tahun rutin bersepeda.
> Logikanya kalau sudah lama bersepeda seharusnya organ tubuh seperti
> jantung, paru-paru dan otot-otot sudah terlatih dan mempunyai daya tahan
> lebih dari orang nornal yang tidak rutin berepeda.
> Saya sering mengalami kondisi track yang memaksa sampai mendekati batas
> kemampuan terutama pada tanjakan curam atau turunan teknikal yang memacu
> adrenalin. Diperparah lagi dengan 'harga diri" yang dirasa sayang yntuk
> dilewatkan dengan TTB.
> Biasanya karena kesempatan cuma pada sabu/minggu kita merasa sayang untuk
> tidak owes seharian penuh atau sering juga disebut "epic riding"yang
> cenderung jauh, kadang cukup berat dan memacu jantung sampai limitnya. Pada
> beberapa lintasan tenaga yang digunakan cenderung meledak-ledak atau gowes
> panjang yang menuntut daya tahan (endurance) yang pada akhirnya memacu
> jantung sampai limit.
> Saya coba menyimpulkan sendiri kemungkinan-kemungkinannya sbb :
> 1. Sebenarnya sudah ada masalah dengan jantungnya tapi yang bersangkutan
> tidak tahu mungkin karena kondisi tubuhnya sehat jadi tidak terasa atau
> gejala-gejalanya dianggap sebagai kondisi biasa kl sedang gowes.
> 2. Kurangnya latihan erobik rutin pada "week days" sebagai persiapan untuk
> menjadi "week-end warrior" sehingga tubuh tidak siap dan cenderung dipaksa.
> Ini cuma pendapat pribadi bukan dari sudut pandang kedokteran atau
> sejenisnya, mohon pendapat teman-teman.
>
> Salam GeBrak Moday
> ---------------------------------------------------------------
>
> -------Original Email-------
> Subject :Re: [GeBrakers] Maraknya serangan jantung pada saat gowes
> From :mailto:xxxx@xxxxx
> Date :Mon Oct 25 13:17:38 Asia/Bangkok 2010
>
> satu hal yg sulit dicegah: plaque
> atherosclerosis, ini biang keroknya, gara2 ini diameter
> pembuluh darah jd nyempit, sering penyempitan di bawah
> 70% tdk ada gejala, apalagi org yg
> rajin olah raga, selain diameter pemb drh nya
> lebih gede, lebih byk cabang2 kolateral,
> yg jd masalah plaque tsb suatu waktu bisa ruptur
> / sobek, biasanya justru terjadi saat
> aliran / tekanan drh sdg meningkat, mis: sdg olah
> raga, emosi, dll, kalo sp sobek, sel2
> drh yg berperan sbg antibody akan bereaksi dgn menyelimuti / membungkus
> plaque
> yg sobek tsb (krn dianggap benda asing), efek
> jeleknya justru terjadi gumpalan drh yg
> lebih besar, mampetlah aliran drh. kalo yg
> disuply pemb drh tsb sangat vital, tentu
> menyebabkan mati mendadak, baik pd jantung / otak
> (serangan jantung coroner / stroke).
>
> Regards:
>
> Chandra R.
> ideapad @ Speedy
> ---------------------------------------------------------------
> -------Original Email-------
> Subject :Re: [GeBrakers] Maraknya serangan jantung pada saat gowes
> From :mailto:firman@idxxxxx
> Date :Mon Oct 25 13:43:42 Asia/Bangkok 2010
>
> Ok Dokter kita lanjutkan diskusinya...
> Saya pernah dikasih tahu kalau plaque atherosclerosis itu karena kebiasaan
> pola makan dari muda yg banyak kolesterol sehingga menumpuk di pembuluh
> darah. Juga tdaik bisa dihilangkan kecuali di hambat penambahannya dengan
> diet, omega 3 dll apa betul begitu.
> Makin seruu nih
>
>
> Untuk sementara...to be continued...
>
> Apip
> Powered by PispotBerry®
>
> ------------------------------------
>
> **Ayo MeROBEK Bekasi**Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


--
Regards,
Pramudya Ade

Know your self, Keep health, keep safety..

--
iyop is garfield the fat cat

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages