FW: Good Story

0 views
Skip to first unread message

Pinasti, Sartika A

unread,
Jun 10, 2010, 3:00:34 AM6/10/10
to Paramita, Aditya, Agustini, Widya, Santoso, Dedny, ceriwi...@googlegroups.com


-----Original Message-----
From: Pattinasarany, Jacqueline
Sent: Thursday, June 10, 2010 1:42 PM
Subject: FW: Good Story





> Subject: Dibaca diresapi..
>
>
> Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami
> dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya
> bersandar di bahunya yang bidang.
>
> Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan,
> saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah,
> alasan-2 saya mencintainya
> dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
>
> Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta
> berperasaan halus.
> Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang
> menginginkan permen.
> Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
>
> Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan.
> Rasa sensitif-nya kurang.
> Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam
> pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang
> ideal.
>
> Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya
> kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
> "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
> "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya
> inginkan"
>
> Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak
> seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
> Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak
> dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan
> darinya?
>
> Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah
> pikiranmu?".
> Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya
> punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati
> saya, saya akan merubah pikiran saya:
>
> Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing
> gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan
> mati.
> Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"
> Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya
> besok."
> Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
>
> Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar
> kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu
> hangat yang bertuliskan....
>
> "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan
> saya untuk menjelaskan alasannya."
> Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.
> Saya melanjutkan untuk membacanya.
> "Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di
> PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan
> jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."
>
> "Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan
> saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan
> membukakan pintu untukmu ketika pulang.".
>
> "Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat
> baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa
> memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."
>
> "Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu'
> datang setiap bulannya,
> dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang
> pegal."
>
> "Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi
> 'aneh'.
> Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau
> meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."
>
> "Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk
> kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua
> nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti
> ubanmu."
>
> "Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,
> menikmati matahari pagi dan pasir yang indah.
> Menceritakan warna-2 bunga
> yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".
>
> "Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.
> Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi
> kematianku."
>
> "Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih
> dari saya mencintaimu."
>
> "Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku,
> mataku, tidak cukup bagimu.
> Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang
> dapat membahagiakanmu."
>
> Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi
> kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
>
> "Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya.
> Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku
> untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya
> sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."
>
> "Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan
> barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.
>
> Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".
> Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan
> pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti
> kesukaanku.
>
> Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih
> dari dia mencintaiku.
>
> Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur
> hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan
> cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya
> telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan
> sebelumnya.
>
> Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari
> pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
> Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga"
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: <icla...@yahoo.co.id>
> To: "Anita Kartasasmita" <yoan...@yahoo.com>; "Bunadi"
> <bun...@ygy.centrin.net.id>; "George" <geor...@centrin.net.id>;
> "Elizabeth dr" <bethl...@yahoo.com>; "Agus Tri"
> <are_g...@yahoo.com>
> Sent: Thursday, February 25, 2010 4:53 PM
>
>
>> ‎​‎​Jika seorg wanita menangis dihadapanmu, itu berarti dia tdk dpt
>> menahannya lagi..
>>
>> Jika kau memegang tangannya saat dia menangis,dia akan tinggal
>> bersamamu sepanjang hidupmu..
>>
>> Jika kau membiarkannya pergi,dia tdk akan kembali menjadi dirinya yg
>> dulu,slamanya!
>>
>> Seorg wanita tdk akan menangis dg mudah,kcuali didpn org yg sgt dia
>> sygi,dia akan mnjdi lemah!
>>
>> Seorg wanita tdk akan menangis dgn mudah,hny jika dia sgt menyayangimu.
>> Dia akan menurunkan rasa egonya.
>>
>> Hay lelaki,jika seorg wanita pernah menangis krnmu,tolong pegang
>> tangannya dg penuh pengertian. Krn dia adalah org yg akan tetap
>> bersamamu sepanjang hdpmu..
>>
>> Hay lelaki,jika seorg wanita menangis krnmu,tolong jgn menyia-nyiakannya.
>> Mgkn,krn keputusanmu,kau merusak kehidupannya.
>>
>> Saat dia menangis didpnmu,saat dia menangis krnmu.
>> Lihatlah jauh kdlm matanya.
>> Dptkah kau lihat dan kau rasakan sakit yg dirasakannya krnmu??
>>
>> Pd hri pnciptaan PEREMPUAN..
>> MALAIKAT bertanya kpd TUHAN "apakah keistmewaan dr cptaanMU ini?"
>>
>> Lalu TUHAN mjwb
>> "ada byk KEISTIMEWAAN yg dimiliki oleh ciptaanKU ini".. :
>> Di balik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yg begitu dahsyat..
>> TUTUR katanya mrpkan KBENARAN..
>> SENYUMAN'nya adlh SEMANGAT bgi org yg dicintainya..
>> PELUKAN & CIUMANnya bs membri keHANGATAN bg anak2nya..
>> Dia TERSENYUM bila melihat tmnya tertawa..
>> Dia TERHARU bila melihat anaknya mjd JuARa..
>> Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN..
>> Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN'nya..
>> Dia sgt GEMBIRA melihat keLAHIRan..
>> Dia begitu sedih melihat KEMATIan..
>> TETESAN air matanya bs mbw perDAMAIan.
>>
>> Tp dia sering lupa 1hal"...
>> Apa itu Yaa TUHAN?? Bhwa "Betapa berHARGA dia"...
>>
>> Sebarkan ini ke SELURUH PEREMPUAN dan pria yg km kenal agar mereka
>> tdk lupa bhwa perempuan begitu berHARGA... Dan sangat berHARGA.....
>>
>>
>



********************************************************************************
The information in this e-mail is confidential and may be legally privileged.
It is intended solely for the addressee.

Access to this e-mail by anyone else is unauthorized. If you have received this
communication in error, please address with the subject heading "Received in
error," send to postm...@kpmg.co.id, then delete the e-mail and destroy
any copies of it. If you are not the intended recipient, any disclosure,
copying, distribution or any action taken or omitted to be taken in reliance on
it, is prohibited and may be unlawful. Any opinions or advice contained in this
e-mail are subject to the terms and conditions expressed in the governing
Siddharta & Widjaja - Registered Public Accountants/ PT KPMG Hadibroto/ PT
Siddharta Consulting client engagement letter. Opinions, conclusions and other
information in this e-mail and any attachments that do not relate to the official
business of the firm are neither given nor endorsed by it.

Siddharta & Widjaja - Registered Public Accountants/ PT KPMG Hadibroto/ PT
Siddharta Consulting cannot guarantee that e-mail communications are secure or
error-free, as information could be intercepted, corrupted, amended, lost,
destroyed, arrive late or incomplete, or contain viruses.

Siddharta & Widjaja - Registered Public Accountants is an Indonesian partnership
and an Indonesian member firm of KPMG.

PT KPMG Hadibroto and PT Siddharta Consulting are each an Indonesian limited
liability company and an Indonesian member firm of KPMG.

KPMG International Cooperative ("KPMG International") is a Swiss entity that
serves as a coordinating entity for a network of independent firms operating
under the KPMG name. KPMG International provides no services to clients. Each
member firm of KPMG International is a legally distinct and separate entity and
each describes itself as such.

This footnote also confirms that this e-mail message has been swept by Postini
for the presence of computer viruses. See www.postini.com for more information.
********************************************************************************

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages