Dalamdunia seni, drama menjadi salah satu hiburan yang dapat meredakan penat. Drama juga mampu membuat orang yang melihat larut dalam alurnya. Nah, bagi seorang pemeran drama yang akan melakukan pementasan tentunya akan diberikan panduan untuk memerankan sebagai tokoh yang tertera dalam cerita.
Dalam memerankan drama tentunya perlu mempelajari dan menghafalkan teks drama. Dalam sebuah pementasan drama tentunya akan membutuhkan kemampuan khusus mulai dari menghayati sebuah karakter yang akan dibawakan harus totalitas, penghafalan teks, vokal dan ekspresi.
Drama juga memiliki banyak tema yang dapat diangkat. Setiap tema pastinya memiliki makna dan nasihat yang berbeda. Maka dari itu, setiap pemeran drama pasti memiliki karakter antagonis maupun protagonis. Sehingga dapat dinikmati bagi para penontonnya.
Brandon : Pesan yang banyak deh! Nanti aku yang bayar. Pokoknya kalian harus makan sampai kenyang.
Tommy : Baru gajian ya? Kok royal banget sih?
Brandon : Bawel ah! Mau ditraktir nggak nih?
Anna : Ya jelas mau lah! Hari ini kan giliran kamu yang keluar duit.
Anna : Elsa kenapa? Kok sedih? Pamali loh sabtu-sabtu murung gitu!
Ivan : Iya kenapa sih, Sa? Dompetmu hilang?
Brandon dan Tommy tertawa menimpali lelucon Ivan tersebut.
Elsa : Mamaku barusan telepon. Dia bilang papaku bangkrut. Semua rumah, mobil dan tabungan di bank ludes. (Terisak pelan) kami harus pindah ke tempat tinggal yang lebih kumuh. Parahnya lagi semua kebangkrutan ini karena papa terlibat kasus korupsi dan sekarang dia menjadi buronan polisi (Menangis)
Brandon : HAH? Yang bener?!
Ivan : Berarti kamu anak buronan?!
Anna : Kamu jatuh miskin sekarang, Sa?
Elsa : Aku sudah nggak punya apa-apa sekarang, tapi kalian masih mau kan temenan sama aku? Kita kan bersahabat sejak lima tahun lalu.
Anna menjauhkan kursinya yang tadinya berada di dekat kursi Elsa. Ia merapat ke arah Brandon yang berada di sebelahnya.
Anna : Ya, kamu tahu sendiri lah, Sa kita ini sekumpulan pemuda-pemuda kaya. Jadi, mana mungkin kamu bisa menuruti gaya hidup kita?
Tommy : Mending kamu pulang dan tengok keadaan orang tuamu, Sa.
Ivan dan Brandon hanya memandang dingin kearah Elsa. Elsa pun menatap mereka dengan tatapan yang sangat sedih.
Elsa : Kupikir persahabatan kita selama lima tahun ini berarti. Tetapi kita aku jatuh miskin, kalian tak menerimaku lagi!
Brandon : Sudahlah, Sa. Pulanglah. Betul tadi apa kata Tommy. Sudah bagus makananmu kubayari!
Ivan : Gila si Elsa, masa kita disuruh anggap dia teman sih. Sementara dia sudah melarat. Aku jadi nggak nafsu makan.
Brandon : Sama nih, ya udah minta bill aja deh!
Tiba-tiba Anna yang sudah hampir sampai ke mobilnya, berlari menghampiri Brandon dan Ivan.
Anna : Guys! Barusan aku dapat kabar kalo ada seorang gadis yang ciri-cirinya mirip Elsa hendak lompat dari fly over!
Ivan : Serius?!
Anna : Masa kayak gini bohong? Coba cek handphone kalian!
Anna, Ivan dan Brandon masuk kedalam mobil. Brandon mengemudikan mobil ke arah fly over tempat dimana Elsa hendak bunuh diri. Tiba-tiba di separuh perjalanan, handphone Ivan berbunyi dan raut muka Ivan berubah menjadi sangat tegang.
Ivan : Kami mohon maaf sebesar-besarnya, Kak. Kami pasti terus mendoakan Elsa.
Helen : Tidak perlu minta maaf terus menerus, Van. Elsa hanya tidak kuat menerima kenyataan bahwa kami semua jatuh miskin. Aku sangat mengerti karena sejak kecil ia hidup dengan bergelimang harta.
Di suatu meja yang berada di suatu kelas. Di suatu kelas yang berada di sekolah. Di suatu sekolah yang entah ada atau tidaknya. Hiduplah 4 orang murid yang sedang senang-senangnya, tapi semua itu berubah saat ulangan akan datang.
Ririn dan Rio semakin mempersiapkan ulangannya matang-matang. Ririn melakukan gerakan 3B yaitu Belajar, Berdoa, dan Berusaha yang sudah biasa dilakukan. Sedangkan Rio merangkum semua bab dan menulisnya di kertas kecil untuk nanti dihafal saat ulangan dengan kata lain nyontek. Akhirnya saat ulangan pun tiba.
Asep : Ini (Membagikan)
Ririn : Ye. Nilaiku 85
Renal : "Hahaha. Aku ding 65, naik 5 dari ulangan yang lalu
Rio : Lah. Pak, kok nilai Saya 50?
Asep : Itu karena soal nomor 11-20 dibalik kertas nggak kamu isi
Rio : Aduh. Kok bapa ga kasih tahu Saya?
Asep : Kamu itu seharusnya bisa tahu dengan sendirinya, jangan ceroboh
Renata : siap-siap terima perintah Ririn aja
Rio : Iya deh iya
Ririn : Dengan ini Saya nyatakan Kamu tidak boleh nyontek lagi
Asep : Jadi Kamu nyontek?. Nilai Kamu bapa kurangi 6, jadi nilai Kamu -1 (Mukul kepala Rio)
Dalam kehidupan remaja sering ada pertikaian. Begitulah yang dialami oleh dua kelompok remaja murid SMA Negeri 1 Watampone ini. Kelompok healthy (rahmi, ayu dan ewi) mereka bertiga adalah sahabat sejati yang selalu bersama dalam suka dan duka. Ketiga orang ini baik, pintar dan ramah. Tidak seperti kelompok evil atau nama gengnya trio evil. Mereka bertiga sangat keras, kejam dan tidak memiliki rasa keprimanusiaan.
Mereka bertiga menuju ke ruang tamu. Tempat dimana mereka sering mengerjakan tugas sambil berbagi cerita. Kali ini tugas yang dikerjakan adalah tugas bahasa indonesia yaitu membuat proposal. Mereka lalu mengeluarkan buku dari tas. Tapi kali ini mereka tidak bisa menyelesaikannya karena ada keributan di samping rumah Rahmi. Entah mengapa orang itu sangat ribut. Mungkin ada masalah di keluarga mereka.
Ayu : Aduh, berisik amat! Mana bisa kita selesaikan tugas ini kalau situasinya begini.
Ewi : Tetanggamu kenapa sih? Kok heboh amat!
Rahmi : Aku juga nggak tau nih. Nga biasa-biasanya mereka ribut seperti ini.
Mereka bertiga keluar rumah untuk melihat situasi. Ternyata keributan itu datang pada rumah faisyah. Diluar rumah Faisyah ada kelompok trio evil yang sedang kebingungan. Kelompok healthy pun menuju ke rumah faisyah.
Neni : Ngapain lo kesini! Sudah pulang sana, mengganggu aja!
Aeni : Loh kok masih disini. Kalian budek ya! Kami bilang pergi dari sini !( dengan suara yang kejam)
Faisyah : Sudahlah, jangan usir mereka. Mereka kan teman kita juga.
Neni : Kamu kenapa sih faisyah? Kenapa mesti lo bela mereka?
Aeni : Faisyah, kamu habis kesambet batu yah ?
Faisyah : Sudahlah, hentikan semua kebodohan ini.
Neni : Maksud loe apa sih? Gue nggak mengerti dengan semua ini!
Aeni : Baiklah kalo ini mau kamu. Kami akan menurutinya.
Ayu : Kok kamu sedih sih faisyah? Memangnya ada apa?
Faisyah : Aku tidak habis pikir. Kenapa sih orangtuaku selalunya bertengkar. Apa mereka tidak lelah dengan semua ini?
Ewi : Kamu yang sabar yah faisyah.
Faisyah : Tapi aku sudah benar-benar tidak tahan lagi. Hampir setiap hari dan setiap saat aku mendengar bapak dan ibuku bertengkar.
Rahmi : Mungkin memang saat ini bapak dan ibumu sedang ada masalah. Berdoa sajalah, semoga masalah mereka segera bisa diatasi.
Neni : Kami pun akan turut berdoa agar orang tua kamu tidak bertengkar lagi.
Faisyah : Hatiku hancur waktu mendengar ibuku minta cerai. Seandainya mereka benar-benar bercerai, aku harus ikut siapa? aku malu, malu dan sangat malu sekali teman-teman.
Aeni : Aku mengerti sekali perasaanmu, tapi kamu juga jangan sampai terlalu sedih karena aku khawatir kalau kamu terlalu sedih nanti malah akan mempengaruhi fisikmu.
Rahmi : Iya faisyah. Semua ini pasti ada jalan keluarnya kok.
Faisyah : Ah biarlah, seandainya aku sakit, mungkin orang tuaku tidak peduli sama sekali.
Ayu : Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya.
Ewi : Mungkin saat ini mereka berdua sedang ada masalah jadi mereka terlihat sibuk dengan urusan mereka sendiri.
Faisyah : Percuma aku punya orang tua kalau setiap hari isinya bertengkar saja. Apa mereka berdua tidak malu dengan tetangga yang sudah pasti mendengar suara mereka bertengkar?
Rahmi : tapikan biar bagaimanapun juga dia tetap orang tuamu.
faisyah : Saya harus bagaimana (sambil menunduk dan menangis)
Neni : sampaikan bahwa kamu merasa sangat tidak nyaman bila mereka berdua bertengkar.
Faisyah : akan saya coba
Aeni : Nah, kamu jangan sedih lagi ya. Ayo donk tersenyum lagi (sambil mengusap air mata faisyah)
Faisyah : terimakasih yah. Kalian sudah ingin menjadi temanku. Dan memberiku semangat dengan cobaan ini. Aku sayang kalian semua.
Rahmi : kami juga sayang kok sama kamu.
Mereka semua lalu berpelukan.
Andi pun kembali merevisi naskah novelnya tersebut. Shani sebagai sahabatnya pun terus memberi dukungan dan masukan kepada Andi. Singkat cerita, novel fantasi karangan Andi pun terbit dan digemari oleh banyak pembaca.
Alwi : Kenapa ya.. persahabatan 3BG kok sangat erat? aku ingin persahabatan mereka jadi putus, tapi bagaimana caranya? (diam sambil memikir sesuatu)
Alwi : Ah, aku punya ide, aku curi saja dompetnya Andin, dan setelah itu aku Taruh saja di tasnya Aulia, Andin dan Audy pasti akan Akan menuduh Aulia.
Andin : (sambil membuka tasnya dan terlihat sedang mencari sesuatu dan wajahnya sangat gelisah)
Audy : Ada apa Din, kok kayaknya gelisah banget ?
Andin : Aduh gimana nih, dompetku hilang.
Aulia : Kok bisa hilang, mungkin ada di rumah kamu.
Andin : Nggak mungkin, tadi aku inget kok dompetku sudah aku masukkan ke dalam tasku.
Yuda : Ngga, sepertinya ini hari terakhir kita bermain bersama.
Rangga : Kenapa emangnya?
Yuda : Setelah liburan, aku harus pindah ke kota lain karena ayahku dipindahkan ke kota lain.
Rangga : Yah, saya sedih tidak punya teman untuk bermain.
Yuda : Ya, mau bagaimana lagi, ngga. Tapi jangan sedih, ya. Ketika ada waktu, saya akan datang ke sini lagi. Jadi, kita masih bisa bermain bersama lagi.
Rangga : Ya, yud. Saya akan menunggu. Saya harap Anda dapat memiliki teman baik, sehingga Anda tidak akan sendirian saat Anda di sana.
Yuda : Aamiin. Kamu juga, ngga.
Melalui contoh naskah drama untuk empat orang, kita dapat memahami bagaimana setiap karakter memiliki peran khas yang saling melengkapi, menciptakan keseimbangan yang diperlukan untuk menggerakkan plot.
3a8082e126