ThomasWijaya, Wakil GM divisi Penjualan AHM mengatakan, hasil positif yang diraih Mega Pro FI mencerminkan kepercayaan terhadap model yang dipasarkan di semua segmen. Terima kasih atas kepercayaan konsumen terhadap model sport injeksi Honda terbaru ini," tukas Thomas dalam keterangan resminya, Kamis (6/3/2014).
Honda MegaPro masuk dalam daftar produk yang akan diinjeksikan oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Lantas berapa harga yang ditawarkan kepada konsumen di Indonesia.
Hari ini (27/1), AHM pun merilis generasi terbaru dari MegaPro. Honda MegaPro yang dilepas dengan tampang anyar ini kini sudah mengaplikasi teknologi injeksi, PGM FI.
"Setelah meluncurkan Revo injeksi di awal bulan, kini kami kembali meluncurkan motor injeksi terbaru yakni New MegaPro FI yang merupakan motor injeksi ke-12 Honda," kata Toshiyuki Inuma, President Director PT AHM dari kutipan DetikOto.
Selain perubahan pada desain tubuh, konsumen yang mendambakan untuk menunggangi New MegaPro FI ini juga mendapatkan keuntungan lebih. Utamanya dalam konsumsi bahan bakar. Pasalnya, motor ini telah mengaplikasi sistem pengabutan bahan bakar injeksi.
Untuk bisa memilikinya, Honda New MegaPro FI ini dijual dengan harga Rp 20,45 juta on the road Jakarta. Mengalami kenaikan sebesar Rp 350 ribu dari harga terdahulu. Sementara pilihannya hanya satu tipe yakni dengan velg casting wheel. Sedangkan pilihan warnanya ada hitem, merah, putih dan biru.
Modal pertama adalah revisi bodi. Dibandingkan model lama yang masih menggunakan karburator, sekilas lebih ramping. Ini didapat dari perubahan shroud (bahu) yang lebih kecil. Menurut Eijiro Asakawa, Chief Engineer Honda R&D South East Asia Co. Ltd. Indonesia Representative Office, konsep desain diambil dari CBR1000R yang menganut garis Mass Forward Gravity.
Touring
Posisi berkendara dipertahankan senyaman mungkin dengan setang yang sedikit mundur dibandingkan CB150R Streetfire. Kebutuhan para penyuka touring lain, pijakan kaki untuk boncenger digantungkan ke sasis yang diklaim minim getaran. Agar cipratan air tak banyak mengenai kaki, dipasang rear inner fender yang juga berfungsi juga sebagai penambah kesan sporty.
Irit dan Responsif
Jantung pacu adalah generasi baru mesin MegaPro lama 150cc, SOHC, dengan transmisi 5-percepatan. Proses pembakaran diganti dari karburator jadi ke injeksi yang disebut Honda dengan PGM-FI. Dikatakan, pembakaran lebih sempurna sehingga tarikan lebih responsif.
Menurut AHM, dibanding kompetitor, akselerasi dari 0-200 meter dicapai dalam 11,6 detik. Raihan tersebut lebih cepat dari hasil milik kompetitor yang menorehkan 12,32 detik. Kecepatan maksimum mencapai 108,3 kpj.
Selain tenaga, kelebihan lain terletak pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit dan ramah lingkungan. Dari tes laborarorium metode ECE-R40 AHM, diklaim mencapai 46,2 kpl, atau lebih irit 10 persen dibandingkan versi lama. Angka itu juga jauh lebih irit, dimana kompetitor tercatat 33,2 kpl. Standar emisi pun memenuhi kualifikasi EURO3.
Seperti yang sudah kita tahu, apada akhirnya sosok New Megapro injeksi secara resmi menampakkan dirinya. New Megapro injeksi ini desainnya masih tak terlalu beda dengan desain New Megapro versi karbu dulu. Hanya ada beberapa ubahan yang menurut NP minimalis, namun membuat tampilannya makin manis.
Namun begitu, Primus mampu bertahan sampai 2010 walaupun agak terjegal karena Yamaha merilis V-ixion pada 2007. Pada 2010-lah akhirnya Honda melakukan penyegaran dengan memperkenalkan Honda New MegaPro.
Seri ini visualnya benar-benar baru. Bisa dilihat bodi luarnya dengan model lampu depan kayak barong. Model tangki membengkak jadi 12.3 liter. Pun, ukuran bodi dan lampu belakangnya lebih menyipit, sangat berbeda jauh dari seri yang lalu serta ukuran ban yang dipakai mengecil jadi 17 inci depan belakang. Katanya desain ini sih dari India, diambil Honda CB Unicorn Dazzler. Katanya lho ya.
Tapi sayangnya, mesin jadi mungil kapasitasnya, 150 cc mana belum pakai radiator lagi. Makin nambah gregetan lagi karena ini motor belum pakai injeksi, masih pakai karburator model vakum. Padahal Vixion udah injeksi sejak 2007. Baru pada 2014, Honda lebih sadar dan merilis New MegaPro dengan teknologi injeksi saja dan melakukan perubahan minor dari Honda New MegaPro Karburator.
Jika melihat lamanya usia motor ini, harusnya, harusnya lho ya, pihak pabrikan bisa lebih ada improvement saat menelurkan produk selanjutnya. Namun, hal itu seakan nggak terjadi di MegaPro. Malahan, yang ada penyakit menurunnya selalu ada. Tak berlebih jika saya menyebut Honda MegaPro sebagai produk gagal dengan penyakit turunan. Sebab, faktanya memang banyak problem yang dirasakan para pemiliknya termasuk saya sendiri.
Saya bisa bilang, dari generasi awal penyakit lumrah ditemukan. Mulai dari bagian rantai kamprat lebih cepat kendor. Terus ada masalah frame atau rangka belakang mencong yang bikin spakbor belakang dan roda nggak simetris juga lumrah ditemui.
Belum lagi soal desain pengunci gear belakang yang cuman memakai snap ring. Pada banyak kasus, para pengguna MegaPro sampai hampir celaka gara-gara gir belakang mau lepas. Padahal lumrahnya, motor lain memakai dudukan model nap gir. Bukan pakai bushing terus dikunci snap ring kayak punya Honda MegaPro Hiu sampai Primus.
Meski di generasi MegaPro Primus, Honda menyematkan desain yang lebih sporty. Namun, Yamaha yang memunculkan V-ixion di tahun 2007, tepat setahun setelah Primus ditelurkan. Hal ini seakan jadi pil pahit yang kudu diterima oleh Honda. Sebab Yamaha V-ixion lebih unggul dari semua sisi. Apalagi jika melihat penggunaan rangka deltabox-nya.
Alhasil, Vixion menguasai pasar dan menggeser Honda MegaPro kala itu. Walaupun baru pada 2010 dan 2014, Honda lebih sadar dan merilis New MegaPro dengan perubahan desain dan yang tahun 2014 menyematkan teknologi injeksi. Tapi, langkah ini agaknya sebuah keterlambatan. Pesaingnya sudah jadi idaman apalagi desainnya disukai banyak kalangan tak terbatas anak muda saja.
3a8082e126