Basic Physics Class

0 views
Skip to first unread message

Jomega Gibson

unread,
Aug 4, 2024, 11:53:30 AM8/4/24
to centgeabvixer
Masalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan AKI dan AKB yang tinggi, permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM. Setiap anak itu unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dipengaruhi oleh keturunan, keadaan sebelum lahir, gizi dan penyakit, serta kondisi setelah lahir. Tingginya prevalensi balita gizi buruk dan balita sangat pendek di Indramayu di tahun 2019 cukup tinggi, Kondisi Sosial ekonomi masyarakat Indramayu khususnya wilayah pesisir sangat mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir Kabupaten Indramayu tahun 2019.Masalah status kesehatan masyarakat yang masih rendah, antara lain ditandai dengan AKI dan AKB yang tinggi, permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas SDM. Setiap anak itu unik, karena faktor bawaan dan lingkungan yang berbeda. Pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan balita dipengaruhi oleh keturunan, keadaan sebelum lahir, gizi dan penyakit, serta kondisi setelah lahir. Tingginya prevalensi balita gizi buruk dan balita sangat pendek di Indramayu di tahun 2019 cukup tinggi, Kondisi Sosial ekonomi masyarakat Indramayu khususnya wilayah pesisir sangat mempengaruhi kesehatan bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir Kabupaten Indramayu tahun 2019.
Masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir kabupaten Indramayu yaitu masih adanya bayi yang lahir dengan BBLR, tidak mendapatkan ASI eksklusif, tidak mengikuti Posyandu, tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, tidak memiliki KMS, tidak mengalami kenaikan BB, dan status kesehatan pada garis kuning, dan mengalami penyimpangan dalam perkembangan. Diharapkan Tenaga Kesehatan, berkolaborasi dengan aparat desa agar lebih meningkatkan upaya promotif dan prefentif untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita.Masalah kesehatan bayi dan balita di wilayah pesisir desa pabean ilir kabupaten Indramayu yaitu masih adanya bayi yang lahir dengan BBLR, tidak mendapatkan ASI eksklusif, tidak mengikuti Posyandu, tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, tidak memiliki KMS, tidak mengalami kenaikan BB, dan status kesehatan pada garis kuning, dan mengalami penyimpangan dalam perkembangan. Diharapkan Tenaga Kesehatan, berkolaborasi dengan aparat desa agar lebih meningkatkan upaya promotif dan prefentif untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita.
Masalah kematian ibu merupakan masalah kesehatan dan sosial, aspek kesehatan ditangani oleh profesi kesehatan disemua tingkat pelayanan. Namun aspek sosial budaya ekonomi masih sangat membutuhkan perhatian dan pemantauan yang sangat tinggi, selain factor tersebut ditemukan pula sejumlah pengetahuan dan perilaku budaya yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan menurut ilmu kedokteran, atau bahkan memberikan dampak kesehatan yang kurang menguntungkan bagi ibu dan bayinya. Tujuan Penelitian Membuktikan budaya masyarakat yang merugikan kesehatan pada ibu nifas dan bayi.
Masalah kematian ibu merupakan masalah kesehatan dan sosial, aspek kesehatan ditangani oleh profesi kesehatan disemua tingkat pelayanan. Namun aspek sosial budaya ekonomi masih sangat membutuhkan perhatian dan pemantauan yang sangat tinggi, selain factor tersebut ditemukan pula sejumlah pengetahuan dan perilaku budaya yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesehatan menurut ilmu kedokteran, atau bahkan memberikan dampak kesehatan yang kurang menguntungkan bagi ibu dan bayinya. Tujuan Penelitian Membuktikan budaya masyarakat yang merugikan kesehatan pada ibu nifas dan bayi.
Metode yang digunakan metode survey kualitatif, Jenisnya semi kualitatif dengan pendekatan observasional, Pendekatan waktu cross sectional, penelitian dilakukan tanggal 09- 29 September 2019, Populasi seluruh ibu nifas dan bayi dengan jumlah sampel 6 responden.
Metode yang digunakan metode survey kualitatif, Jenisnya semi kualitatif dengan pendekatan observasional, Pendekatan waktu cross sectional, penelitian dilakukan tanggal 09- 29 September 2019, Populasi seluruh ibu nifas dan bayi dengan jumlah sampel 6 responden.
Ibu nifas menggunakan rebusan daun sirih untuk di gunakan cebok pada alat kelamin, memakai gurita atau stagen pada perutnya, ada yang meminum jamu tradisional untuk menghilangkan bau pada cairan yang dikeluarkan alat kelamin, dan juga mandi pagi tidak boleh terlalu siang karena dapat menimbulkan rabun. Pada bayi masih di pakaikan gurita pada bayi..
Cairan di sebut lokhea masa nifas normal jika berbau amis dan tidak perlu untuk menggunakan ramuan atau obat untuk membasuh kemaluan.bau yang di keluarkan bersamaan dengan cairan dari alat reproduksi ibu nifas akan berangsnr-angsung hilang dengan berakhirnya masa nifas, Ibu nifas dianjurkan untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, mengajarkan ibu cara membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air, menyarankan ibu mengganti pembalut setiap kali mandi, BAB/BAK, paling tidak dalam waktu 3-4 jam. masa nifas uterus akan berangsur-angsur membaik kembali seperti keadaan sebelum hamil, Ibu nifas dianjurkan untuk: makan seimbang.
Cairan di sebut lokhea masa nifas normal jika berbau amis dan tidak perlu untuk menggunakan ramuan atau obat untuk membasuh kemaluan.bau yang di keluarkan bersamaan dengan cairan dari alat reproduksi ibu nifas akan berangsnr-angsung hilang dengan berakhirnya masa nifas, Ibu nifas dianjurkan untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, mengajarkan ibu cara membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air, menyarankan ibu mengganti pembalut setiap kali mandi, BAB/BAK, paling tidak dalam waktu 3-4 jam. masa nifas uterus akan berangsur-angsur membaik kembali seperti keadaan sebelum hamil, Ibu nifas dianjurkan untuk: makan seimbang.
Abstract. The health level in Indonesia is still a challenge in every central and district area, especially the health level of infants and toddlers. The Health Office in North Bengkulu Regency always strives to provide the best health services to the people in North Bengkulu. Focusing on the health level of infants and toddlers in Bengkulu Regency, this study applies clustering to help the Health Office determining their health level in each village/district. K-means algorithm is used to cluster each subdistrict based on indicators of infant mortality, under-five mortality, morbidity, and nutritional status. The result showed that the processing of existing indicators is grouped into three clusters covering high, medium and low health levels.
Abstract. The health level in Indonesia is still a challenge in every central and district area, especially the health level of infants and toddlers. The Health Office in North Bengkulu Regency always strives to provide the best health services to the people in North Bengkulu. Focusing on the health level of infants and toddlers in Bengkulu Regency, this study applies clustering to help the Health Office determining their health level in each village/district. K-means algorithm is used to cluster each subdistrict based on indicators of infant mortality, under-five mortality, morbidity, and nutritional status. The result showed that the processing of existing indicators is grouped into three clusters covering high, medium and low health levels.
Abstrak. Tingkat kesehatan di Indonesia masih menjadi tantangan di setiap daerah pusat maupun kabupaten, terutama tingkat kesehatan pada bayi dan balita. Dinas Kesehatan di Kabupaten Bengkulu Utara selalu berusaha untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik terhadap masyarakat di Bengkulu Utara. Dalam rangka memperhatikan tingkat kesehatan bayi dan balita pada Kabuaten Bengkulu, penelitian ini menerapkan klasterisasi untuk membantu Dinas Kesehatan mengetahui tingkat kesehatan bayi dan balita disetiap desa/ kecamatan. Algoritma K-means digunakan untuk mengklasterisasisetiap kecamatan berdasarkan indikator angka kematian bayi, angka kematian balita, angka kesakitan , dan status gizi. Hasil proses pengolahan indikator yang ada dikelompokan ialah tiga klaster meliputi tingkat kesehatan tinggi, sedang dan rendah.
Copyright of this journal is assigned to Jurnal Buana Informatika as the journal publisher by the knowledge of author, whilst the moral right of the publication belongs to author. Every printed and electronic publications are open access for educational purposes, research, and library. The editorial board is not responsible for copyright violation to the other than them aims mentioned before. The reproduction of any part of this journal (printed or online) will be allowed only with a written permission from Jurnal Buana Informatika.
Latar Belakang: Pengalaman pijat pertama yang dialami oleh manusia ialah pada waktu dilahirkan,yaitu pada waktu melalui jalan lahir ibu. Meskipun bayi belum bisa bicara, tetapi mereka bisa merasakan rangsangan yang diberikan oleh lingkungannya, seperti sentuhan atau pijatan yang diberikan oleh orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan psikomotor ibu tentang pijat bayi di wilayah kerja puskesmas sukaraya.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu dengan rancangan pre-post eksperimental, dengan jumlah sampel 33 ibu.Penelitian ini dimulai pada tahun 2019 dengan
pengambilan sampel secara total sampling. Pengolahan data mengunakan sistem komputerisasi dan dilakukan analisis secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon.
Kesimpulan: Diharapkan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pendidikan, pembinaan kesehatan, dan program pelatihan tentang pijat bayi melalui Kader-kader kesehatan, sehingga masyarakat terutama ibu-ibu dapat menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan bayi mereka.
Berdasarkan faktor risiko penularan, kasus HIV pada ibu rumah tangga menduduki per-ingkat kedua. Penularan melalui perinatal menyumbang 5,1%. Tujuan penelitian ada-lah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku ibu HIV positif dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi.Penelitian dilakukan pada tahun 2014 di Provinsi Jawa Tengah dengan menggu-nakan pendekatan cross sectional. Sampel ibu HIV positif sebanyak 32 orang secara total sampling.Hasil analisis univariat didapatkan 65,6% mendapat dukungan dari keluarga, 75% mendapat dukungan dari petugas kesehatan, dan 56,3% memiliki perilaku baik dalam pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi. Hasil analisis bivariat dengan menggunakan uji fisher exact didapatkan ada hubungan yang bermakna antara dukung-an petugas kesehatan dengan perilaku ibu HIV positif (p=0,010, OR=17), tidak ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku ibu HIV positif dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi (p=0,142).
The number of women who infected with HIV has increased year by year. Through perinatal transmission contributed 5.1%. This study aims to learn associated of family support and health provider support with the behavior of HIV positive mothers in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS. This study was conducted in Central Java Province at 2014. This study was a cross sectional approach. The sample was collected 32 HIV positive mothers with total sampling technique. Univariat analysis result showed that 65,6% receiving family support, 75% receiving health provider support, and 56,3% has good behavior in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS. Bivariat analysis used fisher exact showed that there was a relationship between health provider support and HIV positive mothers behavior (p=0,010, OR=17), there was no relationship between family support and HIV positive mothers behavior in preventing mother to child transmission of HIV/AIDS (p=0,142).
Asmauryanah, R. 2014. Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Bayi Di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar.Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Tesis. Makassar : Universitas Hasanuddin
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Rencana Aksi Nasional Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Indonesia 2013-2017. Menuju Akses Universal.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta.
Solikha, DA. 2008. Persepsi Ibu dengan HIV Positif terhadap Dukungan Keluarga dan Berbagai Implikasinya dalam Upaya Pencegahan Penularan HIV dari Ibu Ke Anak di Kota Semarang. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.
Desa Rawa Rengas, yang terletak di wilayah pedesaan Tangerang Kabupaten, menghadapi tantangan dalam meningkatkan kesehatan bayi dan balita. Aksesibilitas terhadap imunisasi dan pemahaman nutrisi yang baik adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan anak-anak di desa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang efektif dalam meningkatkan kesehatan bayi dan balita di Desa Rawa Rengas. Imunisasi, sebagai metode sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi dari penyakit berbahaya, memiliki peran penting dalam mewujudkan kesehatan anak-anak. Kekebalan kelompok adalah konsep yang hanya dapat terbentuk jika cakupan imunisasi tinggi dan merata di seluruh wilayah, memberikan perlindungan bagi semua kelompok usia. Selain itu, tingkat pendidikan ibu dan sikap ibu terhadap imunisasi berpengaruh signifikan terhadap cakupan imunisasi dasar lengkap. Demikian pula, masalah gizi pada anak di bawah usia 5 tahun berkaitan dengan pola makan, kontrol gizi yang memadai, penyakit menular, dan faktor kemiskinan. Melalui kegiatan edukasi, mahasiswa Program Studi Keperawatan dari Universitas Ichsan Satya berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Rawa Rengas tentang penting
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages