Salah satu masalah yang sampai hari ini masih terjadi dalam perkuliahan pendidikan agama Islam ialah masalah-masalah yang berhubungan dengan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, yakni sumber daya manusia yang memiliki akhlak karimah atau budi pekerti yang luhur. Sehingga, muatan kurikulum hingga strategi penyajiannya mengalami perbaikan berkali-kali.
Terakhir, kita bisa menyaksikan perubahan itu dalam penguatan aspek atau dimensi eksoterik agama. Dengan harapan, kelak lahir peserta-peserta didik yang berkualitas secara moral dan intelektual. Dengan kata lain, akan lahir di kemudian hari generasi penerus dengan kualifikasi tertentu yang lekat dengan nilai-nilai agama.
Nah, buku ini menyajikan serangkaian materi pendidikan agama Islam untuk perguruan tinggi dalam maksud ikut andil dalam melahirkan para peserta didik yang memiliki kompetensi sesuai dengan harapan. Artinya, dengan buku ini, diharapkan peserta didik tidak hanya bagus dalam penguasaan materi pendidikan agama Islam, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan nilai-nilai yang pada akhirnya melembaga dalam praktik keseharian, baik di lingkungan kampus, keluarga, bahkan hingga masyarakat. Materi-materi di dalam buku ini sengaja disusun berdasarkan pedoman kurikulum terbaru mata kuliah pendidikan agama Islam di perguruan tinggi.
Penulis memberikan analisis mendalam mengenai peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter dan moral mahasiswa di perguruan tinggi, serta memberikan saran-saran praktis bagi para dosen dan pengajar untuk mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang efektif.
Buku ini juga membahas isu-isu aktual dalam pendidikan agama Islam, seperti peran agama Islam dalam masyarakat modern, pandangan Islam terhadap sains dan teknologi, dan hubungan antara Islam dengan agama-agama lain.
Melalui buku ini, penulis mengajak para pembaca untuk memahami bahwa pendidikan agama Islam bukanlah tentang mengajarkan ajaran-ajaran radikal atau mempropagandakan kekerasan, tetapi sebaliknya, pendidikan agama Islam yang baik akan membentuk karakter dan moral yang baik dalam diri mahasiswa, serta membantu mereka memahami ajaran agama dengan benar dan proporsional.
Buku ini menguraikan esensi keimanan dan akhlak dalam Islam, membahas konsep keimanan terhadap Allah, malaikat, kitab-kitab Allah, nabi, hari akhir, serta qadla dan qadar. Lebih lanjut, pembaca diajak memahami aliran-aliran pemikiran dalam Islam, termasuk ilmu kalam, madzhab fiqh, dan ilmu tasawuf. Sementara itu, bagian akhlak membahas dasar-dasar, macam-macam, dan faktor-faktor pembentukan akhlak, serta fokus pada akhlak mahmudah seperti birr al-walidain.
Selain itu, buku ini membahas sumber-sumber hukum Islam, termasuk Al-Qur'an dan Al-Hadits, serta ijtihad sebagai bagian penting dalam pembentukan hukum Islam. Bagian selanjutnya mengeksplorasi hukum Islam (syari'ah) dalam berbagai aspeknya, dari ibadah hingga mu'amalah, serta kewarisan dan pajak. Terakhir, buku ini mengupas dimensi sosial dan antropologis Islam, dari sejarah Islam hingga tantangan kontemporer, globalisasi, toleransi, dan peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam perspektif Islam. Dengan pengaturan yang terstruktur, buku ini menjadi sumber rujukan penting untuk studi agama Islam di lingkungan perguruan tinggi umum berbasis kurikulum KKNI.
Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran tentang permasalahan pembelajaran PAI di perguruan tinggi, metodologi pengajarannya, serta desain model komunikasi yang tepat untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar sebagai solusi atas permasalahan yang ditemukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka atau library research. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengumpulkan beberapa referensi, baik berupa buku, artikel, dokumen, dan lain-lain yang berkaitan dengan model komunikasi mengajar Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: Mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting untuk membantu terbinanya sarjana beragama yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berpikir filosofis, bersikap rasional dan dinamis, berpandangan luas, ikut serta dalam kerja sama antarumat beragama dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan ilmu dan teknologi serta seni untuk kepentingan nasional. Diperlukan model komunikasi pengajaran yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut agar pengajaran PAI efektif. Model komunikasi tersebut harus sesuai dan efektif antara dosen dan mahasiswa di perguruan tinggi. Dosen harus memiliki integritas dan kapabilitas dalam tugasnya. Mahasiswa pun harus melakukan intracommunication yang terdiri atas tiga tahap, yaitu (1) persepsi (perception), (2) ideasi (ideation), dan (3) transmisi (tranmission). Di antara model komunikasi yang dapat diterapkan yaitu (1) model alur banyak tahap, (2) model HUB, dan (3) model Black and Whitney. Penerapan model komunikasi pengajaran tersebut akan berhasil jika terdapat dosen dan mahasiswa yang memiliki persamaan persepsi, latihan komunikasi verbal dan nonverbal, serta mendengarkan dan memberi respon dengan baik.
7fc3f7cf58