Buku 120 Tanya Jawab Seksual hadir untuk memberikan pencerahan pengetahuan dan menjadi rujukan bagi pasangan suami istri dalam memahami aturan Islam terkait hubungan seksual suami istri, yang semakin kompleks isu dan persoalannya.
Panduan praktikal bagaimana hendak memuaskan nafsu seks isteri anda ketika dalam melakukan hubungan intim bersama anda(suami).Kredit Ebook: www.puaskanisteri.comDapatkan BONUS sempena pelaburan anda untuk PuaskanIsteri: -menarik/puaskanisteri-kini-secara-rasmi-dilancarkan-dan-bonus-ohsem-untuk-pelanggan-puaskanisteri/Read less
Pendidikan seks dapat diartikan sebagai pengetahuan yang berhubungan dengan jenis kelamin, mencakup pertumbuhan jenis kelamin, fungsi, kesehatan dan perkembangan alat reproduksi, tingkah laku seksual, dan unsur psikologisnya.
Perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, bentuk tingkah laku bisa bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, dan bersenggama. Objek seksualnya bisa berupa orang lain, orang dalam khayalan, atau diri sendiri.
Perkembangan fisik termasuk organ seksual yaitu terjadinya kematangan serta peningkatan kadar hormon reproduksi atau hormon seks baik pada laki-laki maupun pada perempuan yang akan menyebabkan perubahan perilaku seksual remaja secara keseluruhan. Pada kehidupan psikologis remaja, perkembangan organ seksual mempunyai pengaruh kuat dalam minat remaja terhadap lawan jenis.
Pada masa remaja rasa ingin tahu terhadap masalah seksual sangat penting dalam pembentukan hubungan yang lebih matang dengan lawan jenis. Matangnya fungsi-fungsi seksual maka timbul pula dorongan-dorongan dan keinginan-keinginan untuk pemuasan seksual. Sebagian besar dari remaja biasanya sudah mengembangkan perilaku seksualnya dengan lawan jenis dalam bentuk pacaran atau percintaan.
Buku ini berisikan penjabaran tentang pendidikan seks bagi remaja dan perilaku seksual berisiko pada remaja beserta keseluruhan penyebabnya, penjelasan yang sangat lengkap, disertai contoh kasus, hasil penelitian yang baru tentang perilaku seks yang merupakan ringkasan dari beberapa buku yang digabungkan kemudian dideskripsikan dalam suatu kalimat. Buku ini cocok digunakan oleh mahasiswa kesehatan, praktisi pengajar kesehatan, tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat yang ingin menambah pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko remaja.
Dini Afriani, S.ST., M.Kes., penulis lahir di Ciamis 1995. Lulus D-III Kebidanan di Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tahun 2016, lulus D-IV Bidan Pendidik di Universitas Respati Indonesia tahun 2017, lulus S-2 tahun 2019 Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan peminatan Kesehatan Reproduksi di Universitas Respati Indonesia. Pada tahun 2016 pernah bekerja sebagai Bidan di BPM Mandiri di Jakarta Timur dan Asisten dr.SPOG di salah satu klinik di Jakarta. Tahun 2019 menjadi Dosen Tetap di STIKes Sebelas April Sumedang. Pada saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatatan Universitas Sebelas April Periode 2021-2025. Penulis mengampu mata kuliah Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, Manjemen Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan Manajemen Logistik. Penulis aktif melakukan penelitian, pengabdian masyarakat, dan menulis artikel jurnal ilmiah yang terbit dan dipublikasikan di OJS terakreditasi, dan aktif menjadi narasumber organisasi mahasiswa dan di organisasi masyarakat tentang Kesehatan, khususnya tentang Kesehatan Reproduksi.
Dalam masyarakat, persoalan mengenai hubungan seksual suami istri masih dipandang sebagai topik yang sensitif. Padahal, sangat penting untuk pasangan suami istri untuk mendapatkan informasi (fatwa) yang shahih yang dapat membantu pasangan suami istri dalam memahami syari`at Islam, terkait hubungan seksual suami istri
Buku islami 120 Tanya Jawab Seksual memberikan pemahaman Anda tentang aturan-atura tentang persoalan hubungan seksual suami dan istri yang sesuai syari`at Islam dengaDalam masyarakat, persoalan mengenai hubungan seksual suami istri masih dipandang sebagai topik yang sensitif. Padahal, sangat penting untuk pasangan suami istri untuk mendapatkan informasi (fatwa) yang shahih yang dapat membantu pasangan suami istri dalam memahami syari`at Islam, terkait hubungan seksual suami istri
Kitab QURROTUL UYUN SYARAH NAZHAM IBNU YAMUN menguraikan masalah hubungan seksual antara suami dan isteri. Buku ini menguraikan topik topik seksual antara pasangan rumahtangga dari segi posisi, ekita dan tatacara saat melakukan hubungan intim antara suami isteri. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman dan konsep seksual Islami.
Pada bagian pertama, pengarang menjelasakan seputar pernikahan dan ruang lingkupnya. Di antaranya: hukum dan rukun nikah, anjuran menikah, kedudukan wanita dalam Islam, keutamaan dan manfaat menikah, akibat menyalahkan tujuan pernikahan, jenjang pernikahan, dan juga walimatun nikah. Tentu saja hal ini harus diperhatikan seorang untuk menuju terciptanya kelurga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Penulis kitab memberikan saran, pengantin putri ketika memasuki hari ketujuh dari pernikahannya, dilarang makan cuka dan memakan makanan yang pahit-pahit, seperti turmus, zaitun, dan kacang-kacangan, dan makanan yang asam seperti susu, buah-buahan yang rasanya asam, karena itu semua dapat mematikan syahwat dan menyebabkan orang tidak bisa hamil.
Penulis kitab ini juga menganjurkan, sebaiknya suami selalu menjauhi makanan yang dapat mematikan (melemahkan) syahwat, seperti mentimun, waluh, kedelai, gandum, dan makanan yang masam, juga bawang, dan sebagainya. Hal ini merupakan saran yang baik agar keharmonisan rumahtangga yang dipengaruhi urusan ranjang bisa terjaga stabilitasnya.
Pada bagian kedua diuraikan bahwa sewaktu akan memulai bersenggama, suami hendaknya meletakkan tangannya pada leher istrinya atau dengan kata lain suami merangkul istrinya. Kemudian membaca: Ya Raqiibu sebanyak 7 kali dan dilanjutkan dengan Fallaahu khairun haafidhan wahuwa arhamur raahimiin. Selepas itu hendaknya suami juga membasuh kedua tangan dan kaki istri dengan air pada satu wadah. Suami membaca Asma Allah Swt. dan shalawat Nabi Saw. kemudian air bekas membasuh itu disiramkan ke setiap sudut rumah. Sebab ada keterangan bahwa melakukan hal itu dapat menghilangkan kejelekan dan pengaruh setan.
Ketika suami akan melakukan senggama, hendaklah tangan kirinya memegang zakarnya lalu mengusap ngusapkan kepala zakarnya di atas bibir vagina istrinya. Setelah itu baru zakarnya dimasukan ke dalam vagina istrinya. Ketika sudah merasakan akan ejakulasi, maka hendaklah ia memasukan tangannya ke bawah pinggul istrinya, kemudian ia angkat pinggul istrinya. Maka sesungguhnya suami istri akan merasakan kenikmatan yang sangat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata.
Apabila seorang suami lebih dahulu keluar mani, maka dianjurkan bagi suami jangan mencabut zakarnya sampai istrinya keluar air mani jug. Apabila seorang istri lebih dahulu keluar mani, maka dianjurkan bagi sang suami untuk segera mencabut zakarnya, karena bila ia tidak lekas mencabut zakarnya, maka sang istri akan merasakan sakit. Dan tanda tanda keluar maninya seorang wanita itu adalah keningnya berkeringat dan dekapannya kepada suaminya bertambah kuat, dan sebagian dari tanda tanda yang lain adalah lemas persendiannya, dan ia malu untuk memandang suaminya dan terkadang bisa membuat ia gemetar. Berkumpulnya sperma laki laki dan air mani perempuan itu dapat menyebabkan bertambahnya rasa cinta. Demikianlah menurut penulis kitab.
Pada bagian ini pengarang menjelaskan banyaknya bersenggama (frekuensi) ketika musim kemarau dan musim hujan. Ketika hawa sedang tidak baik, dan ketika wabah penyakit sedang melanda, maka pasangan suami istri hendaknya mengurangi intensitasnya daripada biasanya.
Ketika suami merasakan akan ejakulasi/keluar mani hendaklah dia memiringkan lambungnya yang kanan dan ketika sang suami mencabut zakarnya, maka hendaklah istri memiringkan badannya ke arah kanan. Apabila ingin memiliki anak perempuan, maka saat suami merasakan akan ejakulasi hendaklah dia memiringkan lambungnya yang kiri dan ketika sang suami mencabut zakarnya, maka hendaklah istri memiringkan badanya ke arah kiri. Demikian disampaikan oleh penulis kitab.
Penyakit Menular Seksual (PMS) memiliki probabilitas signifikan penularan antar manusia melalui perilaku seksual, termasuk hubungan seks vagina, seks oral, dan seks anal. Di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2011 terjadi pening-katan yang cukup signifikan hampir 5 kali lipat dari tahun sebelumnya, yaitu seba-nyak 143 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penyakit menular seksual di lokalisasi Km.10 Desa Purwajaya Kecamatan Loa Janan Kabu-paten Kutai Kartanegara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, pengambilan sampel dengan cara total sampling terhadap 179 Pekerja Seks Komersial (PSK). Analisa data dengan statistik deskriprif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil pe-nelitian didapatkan PSK yang memiliki tanda dan gejala penyakit PMS terbanyak pada kelompok umur > 24 tahun dengan pendidikan SD. 51 PSK memiliki kecende-rungan mengalami PMS gonore, diikuti kandidiasis genitalia 44 orang, limpogranulo-ma venereum 17 orang, dan sifilis 14 orang, sisanya diduga mengalami PMS lainnya dengan jumlah dibawah 10 orang untuk tiap penyakit PMS, satu diantaranya AIDS
Perubahan yang terjadi selama kehamilan meliputi perubahan fisik, emosi dan hasrat seksual.Dampak dari perubahan tersebut masih cukup banyak pasangan suami istri yang takut, atau ragu-ragu untuk memutuskan melakukan hubungan seksual selama hamil. Berdasarkan studi pendahuluan pada penelitian Nunung Yuliyati yang dilakukan Tahun 2011 terdapat sekitar 64,7% ibu hamil trimester III mengeluh cemas ketika melakukan hubungan seksual dan diantara yang mengalami kecemasan dalam hubungan seksual mengatakan tidak bergairah dalam melakukan hubungan seksual, frekuensi hubungan seksual juga tidak mesti rata-rata 1kali seminggu. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi senggama, orgasme ,posisi hubungan seksual dan durasi hubungan seksual dengan kejadian kontraksi selama hamil. Metode penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional study. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Rawa Buntu, Serpong 1, Serpong 2. Sampel pada penelitian ini sebanyak 67 ibu hamil yang melakukan kunjungan ANC di Puskesmas Rawa Buntu,Serpong 1, Serpong 2 yang ditentukan dengan proporsi cluster dari setiap puskesmas yang diteliti. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan buku kunjungan ANC. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan hasil primipara 23,9%, multipara 41,8 % , grandemultipara 34,3% ibu hamil TM 3. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi senggama dengan ibu hamil beresiko kontaksi dengan p value 1.000. Terdapat hubungan yang signifikan antara posisi hubungan seksual dengan ibu hamil dengan p value 0.034. terdapat hubungan yang signifikan antara durasi senggama dengan ibu hamil dengan p value 0,034. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara orgasme dengan ibu hamil yang beresiko dengan p value 1,000.
b1e95dc632