Selamat pagi Pak Tri dkk,
Dari kasus-kasus R1 dan R3 yang melebihi toleransi dan dari apa yang kami amati di lapangan, kami mencatat ada beberapa prosedur (umum) yang belum dilaksanakan oleh Surveyor namun di-amin-kan oleh petugas lain yang ikut. Beberapa hal tersebut diantaranya :
1. Kondisi loading/unloading, pengukuran stock awal (opening) tangki darat dilakukan terlebih dahulu baru kemudian membuka valve-valve yang terkait.
2. Tidak dilakukan penyegelan dijalur pipa yang digunakan.
3. Justifikasi umum yang selalu kami terima adalah, sudah dii lakukan pengukuran ulang, memeriksa tangki-tangki.
Terkait dengan hal tersebut di atas agar dilakukan hal sebagai berikut :
Apa yang HARUS kita lakukan diawal sebelum loading/unloading sangat menentukan AKHIR kegiatan loading/unloading.
Mohon kerjasamanya dan KEBERANIAN kawan-kawan Surveyor dilapangan agar proses loading/unloading dapat berjalan sebagaimana seharusnya yang diatur dalam SOP.
Terima kasih
Salam
M.YUSUF
Quality & Quantity Moda Transportasi / Suplai & Distribusi
Phone +62 21 381 6872
Mobile +62 817 00 98783
E-mail m.y...@pertamina.com
Sent from QQ®
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Selamat pagi pak Tri dkk,
Dari kasus-kasus R1 dan R3 yang melebihi toleransi dan dari apa yang kami amati di lapangan, kami mencatat ada beberpa prosedur (umum) yang belum dilaksanakan oleh Surveyor namun di-amin-kan oleh petugas lain yang ikut. Beberapa hal tersebut diantaranya :
1. Kondisi loading/unloading, pengukuran stock awal (opening) tangki darat dilakukan terlebih dahulu baru kemudian membuka valve-valve yang terkait.
2. Tidak dilakukan penyegelan dijalur pipa yang digunakan.
3. Justifikasi umum yang selalu kami terima adalah, sudah dii lakukan pengukuran ulang, memeriksa tangki-tangki.
Terkait dengan hal tersebut di atas agar dilakukan hal sebagai berikut :
1. Persiapan loading/unloading secara umum seperti memeriksa COT kapal, memastikan COT siap loading/unloading, membicarakan (tertuang di dalam Loading/Unloading Agreement)rencana loading/unloading secara detil seperti line kapal mana yang digunakan-menggunakan pompa nomor berapa-manifold mana yang digunakan-urutan loading/unloading, menyegel valve yang tidak digunakan dll secara umum.
2. Penyegelan dilakukan di valve-vale yang terhubung dengan line/jalur pipa tapi tidak digunakan setelah diyakini dalam kondisi tertutup (closed). Nomor segel dicatat dan di paraf bersama petugas Terminal.
3. KHUSUS untuk pengukuran awal (sebagai angka awal/opening)ditangki darat dilakukan SETELAH line pipa diyakini dalam kondisi penuh. Keyakinan ini, bahwa line pipa dalam kondisi penuh perlu tindakan nyata tidak sekedar saling percaya. Cara yang bisa ditempuh, buka semua valve yang menjadi jalur loading/unloading (untuk mengalirkan BBM dari tangki darat) dan pastikan line pipa sudah terisi dengan cara membukan ‘cerat’ (definisi cerat yang memenuhi syarat akan dibicarakan kemudian) pipa di ujung pipa di dermaga. Kegiatan loading/unloading JANGAN dimulai sebelum dilakukan dan diyakini line pipa terisi penuh. Setelah diyakini penuh terisi BBM dengan indikasi yang keluar dari ‘cerat’ adalah BBM, maka pengukuran tangki darat dilakukan sebagai level awal. Berapa banyak (KL) kekosongan line pipa dapat diketahui dengan cara pengukuran awal sebelum pengisian pipa (line displacement) dan pengukuran setelah line pipa terisi penuh.
4. Bila item 1,2 dan 3 tsb di atas sudah dilakukan dan ternyata masih diperoleh R1 dan R3 melebihi toleransi, barulah kita bisa beralih ke hal-hal/kemungkinan lain.
Apa yang HARUS kita lakukan diawal sebelum loading/unloading sangat menentukan AKHIR kegiatan loading/unloading.
Mohon kerjasamanya dan KEBERANIAN kawan-kawan Surveyor dilapangan agar proses loading/unloading dapat berjalan sebagaimana seharusnya yang diatur dalam SOP.
Terima kasih
Salam
M.YUSUF
Quality & Quantity Moda Transportasi / Suplai & Distribusi
Phone +62 21 381 6872
Mobile +62 817 00 98783
E-mail m.y...@pertamina.com
Sent from QQ®
From: Tri Yulianto [mailto:tyul...@gmail.com]
Sent: Thursday, January 13, 2011 19:55
To: p.yusuf; Mochamad Yusuf; Julfian Siregar; Anwar Dampang
Cc: pd.si...@yahoo.co.id; Pandoyo Danardono; arachman ali
Subject: Kronologi MT. Puteri Dewi
Pak Yusuf,
Berikut saya laporkan dan lampirkan tentang losses yang terjadi di kapal MT. Puteri Dewi. Kapal tersebut loading di Tl Kabung dengan nominasi cargo Premium dan Solar, akan tetapi mengalami loses R-1 yang cukup besar:
Premium : -0.95% dan solar : -1.24
Kapal tersebut mempunyai tujuan ke Bengkulu dan setelah dibongkar mengalami loses yang cukup besar juga di R-3 dan R-4 sebesar:
R-3
Premium : -1.13 % solar : -0.75 %
R-4
Premium : -2.15 % solar : -2.05 %
Untuk lebih detailnya dapat dilihat di lampiran, kronologi muat dan kronologi bongkar
Salam
Tri