Trs: Urgently_Informasi Persiapan Sebelum Loading/Unloading

754 views
Skip to first unread message

Vina Afrimelda

unread,
Jan 14, 2011, 3:27:37 AM1/14/11
to kusriyadi, ahmad.w...@gmail.com, wahyud...@ymail.com, prihan...@ymail.com, Surveyor Indonesia, irfan ramadhan, Beni Alamsyah, Tri Yulianto, cargo monitoring googlegroup, Arachman Arachman, DEFRIJONI

Selamat siang Bpk/Ibu,

Sehubungan dengan adanya permintaan dari pihak Pertamina mengenai prosedur kerja yang harus dilakukan sesuai dengan SOP, Mohon Korwil/Adops/Leader menyampaikan informasi penting ini kepada seluruh rekan-rekan surveyor diwilayah kerjanya masing-masing.

Tolong dipastikan agar informasi ini benar-benar sudah disampaikan kepada seluruh rekan-rekan surveyor dilapangan dan tolong dijalankan dengan sebaik-baiknya.
( Isi email langsung dari Bpk. Yusuf silahkan di print masing-masing dan dapat di jadikan dasar dalam melaksanan kegiatan cargo monitoring)


Terima kasih,

TRI YULIANTO


Berikut Kutipannya:

From: Mochamad Yusuf <m.y...@pertamina.com>
Date: Thu, 13 Jan 2011 22:39:55 +0000
To: Tri Yulianto<tyul...@gmail.com>
Cc: pd.si...@yahoo.co.id<pd.si...@yahoo.co.id>; Pandoyo Danardono<pan...@yahoo.com>; arachman ali<rachm...@gmail.com>; Julfian Siregar<Jul...@pertamina.com>; Anwar Dampang<an...@pertamina.com>
Subject: Persiapan Sebelum Loading/Unloading

Selamat pagi Pak Tri dkk,

Dari kasus-kasus R1 dan R3 yang melebihi toleransi dan dari apa yang kami amati di lapangan, kami mencatat ada beberapa prosedur (umum) yang belum dilaksanakan oleh Surveyor namun di-amin-kan oleh petugas lain yang ikut. Beberapa hal tersebut diantaranya :


1.       Kondisi loading/unloading, pengukuran stock awal (opening) tangki darat dilakukan terlebih dahulu baru kemudian membuka valve-valve yang terkait.

2.       Tidak dilakukan penyegelan dijalur pipa yang digunakan.

3.       Justifikasi umum yang selalu kami terima adalah, sudah dii lakukan pengukuran ulang, memeriksa tangki-tangki.


Terkait dengan hal tersebut di atas agar dilakukan hal sebagai berikut :

  1. Persiapan loading/unloading secara umum seperti memeriksa COT kapal, memastikan COT siap loading/unloading, membicarakan (tertuang di dalam Loading/Unloading Agreement) rencana loading/unloading secara detil seperti line kapal mana yang digunakan-menggunakan pompa nomor berapa-manifold mana yang digunakan-urutan loading/unloading, menyegel valve yang tidak digunakan dll secara umum.
  2. Penyegelan dilakukan di valve-vale yang terhubung dengan line/jalur pipa tapi tidak digunakan setelah diyakini dalam kondisi tertutup (closed). Nomor segel dicatat dan di paraf bersama petugas Terminal.
  3. KHUSUS untuk pengukuran awal (sebagai angka awal/opening) ditangki darat dilakukan SETELAH line pipa diyakini dalam kondisi penuh. Keyakinan ini, bahwa line pipa dalam kondisi penuh perlu tindakan nyata tidak sekedar saling percaya. Cara yang bisa ditempuh, buka semua valve yang menjadi jalur loading/unloading (untuk mengalirkan BBM dari tangki darat) dan pastikan line pipa sudah terisi dengan cara membukan ‘cerat’ (definisi cerat yang memenuhi syarat akan dibicarakan kemudian) pipa di ujung pipa di dermaga. Kegiatan loading/unloading JANGAN dimulai sebelum dilakukan dan diyakini line pipa terisi penuh. Setelah diyakini penuh terisi BBM dengan indikasi yang keluar dari ‘cerat’ adalah BBM, maka pengukuran tangki darat dilakukan sebagai level awal. Berapa banyak (KL)  kekosongan line pipa dapat diketahui dengan cara pengukuran awal sebelum pengisian pipa (line displacement) dan pengukuran setelah line pipa terisi penuh.
  4. Biila item 1,2 dan 3 tsb di atas sudah dilakukan dan ternyata masih diperoleh R1 dan R3 melebihi toleransi, barulah kita bisa beralih ke hal-hal/kemungkinan lain.

Apa yang HARUS kita lakukan diawal sebelum loading/unloading sangat menentukan AKHIR kegiatan loading/unloading.

Mohon kerjasamanya dan KEBERANIAN  kawan-kawan Surveyor dilapangan agar proses loading/unloading dapat berjalan sebagaimana seharusnya yang diatur dalam SOP.

Terima kasih

Salam

 

M.YUSUF

Quality & Quantity Moda Transportasi / Suplai & Distribusi

Phone       +62 21 381 6872

Mobile       +62 817 00 98783

E-mail       m.y...@pertamina.com

                myus...@yahoo.com

Sent from QQ®






----- Pesan Diteruskan ----
Dari: sarma simamora <sarma_...@yahoo.com>
Kepada: Cargomonitoring_ptsi Email <cargomonit...@yahoo.co.id>
Terkirim: Jum, 14 Januari, 2011 12:10:32
Judul: Fw: Persiapan Sebelum Loading/Unloading


 
Best Regards,
Sarma Simamora

PT. Surveyor Indonesia
Graha Surveyor Indonesia Lt.4C
Jl. Jend.Gatot Subroto Kav. 56
Jakarta 12950
Telp :(021) 5265526 Ext 575
Fax  : (021) 57930670


----- Forwarded Message ----
From: "pd.si...@yahoo.co.id" <pd.si...@yahoo.co.id>
To: sarma simamora <sarma_...@yahoo.com>
Sent: Fri, January 14, 2011 9:37:01 AM
Subject: Fw: Persiapan Sebelum Loading/Unloading

Tolong di sampaikan email Pak Yusuf ke seluruh surveyor dilapangan. Kordinasi dulu dgn Pak Tri sebelum di email. Kalau bisa email yg disampaika email Pak Yusuf langsung ke Pak Tri. Salam

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


Date: Fri, 14 Jan 2011 00:12:39 +0000
To: Tri Yulianto<tyul...@gmail.com>
Cc: M.Yusuf Email<m.y...@pertamina.com>; djusep Email<djsuk...@yahoo.com>; anwar<An...@pertamina.com>
Subject: Fw: Persiapan Sebelum Loading/Unloading

Selamat Pagi Pak Tri. Mengingat arahan teknis (SOP)dari Pak Yusuf ini sangatlah baik buat para Surveyor kita, mohon segera diinstruksikan dan dilaksanakan oleh seluruh Surveyor kita dilapangan. Salam

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Mochamad Yusuf <m.y...@pertamina.com>
Date: Thu, 13 Jan 2011 22:39:55 +0000
To: Tri Yulianto<tyul...@gmail.com>
Cc: pd.si...@yahoo.co.id<pd.si...@yahoo.co.id>; Pandoyo Danardono<pan...@yahoo.com>; arachman ali<rachm...@gmail.com>; Julfian Siregar<Jul...@pertamina.com>; Anwar Dampang<an...@pertamina.com>
Subject: Persiapan Sebelum Loading/Unloading

Selamat pagi pak Tri dkk,

Dari kasus-kasus R1 dan R3 yang melebihi toleransi dan dari apa yang kami amati di lapangan, kami mencatat ada beberpa prosedur (umum) yang belum dilaksanakan oleh Surveyor namun di-amin-kan oleh petugas lain yang ikut. Beberapa hal tersebut diantaranya :

1.       Kondisi loading/unloading, pengukuran stock awal (opening) tangki darat dilakukan terlebih dahulu baru kemudian membuka valve-valve yang terkait.

2.       Tidak dilakukan penyegelan dijalur pipa yang digunakan.

3.       Justifikasi umum yang selalu kami terima adalah, sudah dii lakukan pengukuran ulang, memeriksa tangki-tangki.

Terkait dengan hal tersebut di atas agar dilakukan hal sebagai berikut :

1.       Persiapan loading/unloading secara umum seperti memeriksa COT kapal, memastikan COT siap loading/unloading, membicarakan (tertuang di dalam Loading/Unloading Agreement)rencana loading/unloading secara detil seperti line kapal mana yang digunakan-menggunakan pompa nomor berapa-manifold mana yang digunakan-urutan loading/unloading, menyegel valve yang tidak digunakan dll secara umum.

2.       Penyegelan dilakukan di valve-vale yang terhubung dengan line/jalur pipa tapi tidak digunakan setelah diyakini dalam kondisi tertutup (closed). Nomor segel dicatat dan di paraf bersama petugas Terminal.

3.       KHUSUS untuk pengukuran awal (sebagai angka awal/opening)ditangki darat dilakukan SETELAH line pipa diyakini dalam kondisi penuh. Keyakinan ini, bahwa line pipa dalam kondisi penuh perlu tindakan nyata tidak sekedar saling percaya. Cara yang bisa ditempuh, buka semua valve yang menjadi jalur loading/unloading (untuk mengalirkan BBM dari tangki darat) dan pastikan line pipa sudah terisi dengan cara membukan ‘cerat’ (definisi cerat yang memenuhi syarat akan dibicarakan kemudian) pipa di ujung pipa di dermaga. Kegiatan loading/unloading JANGAN dimulai sebelum dilakukan dan diyakini line pipa terisi penuh. Setelah diyakini penuh terisi BBM dengan indikasi yang keluar dari ‘cerat’ adalah BBM, maka pengukuran tangki darat dilakukan sebagai level awal. Berapa banyak (KL)  kekosongan line pipa dapat diketahui dengan cara pengukuran awal sebelum pengisian pipa (line displacement) dan pengukuran setelah line pipa terisi penuh.

4.       Bila item 1,2 dan 3 tsb di atas sudah dilakukan dan ternyata masih diperoleh R1 dan R3 melebihi toleransi, barulah kita bisa beralih ke hal-hal/kemungkinan lain.

Apa yang HARUS kita lakukan diawal sebelum loading/unloading sangat menentukan AKHIR kegiatan loading/unloading.

Mohon kerjasamanya dan KEBERANIAN  kawan-kawan Surveyor dilapangan agar proses loading/unloading dapat berjalan sebagaimana seharusnya yang diatur dalam SOP.

Terima kasih

Salam

 

M.YUSUF

Quality & Quantity Moda Transportasi / Suplai & Distribusi

Phone       +62 21 381 6872

Mobile       +62 817 00 98783

E-mail       m.y...@pertamina.com

                myus...@yahoo.com

Sent from QQ®

 

 

 

 

From: Tri Yulianto [mailto:tyul...@gmail.com]
Sent: Thursday, January 13, 2011 19:55
To: p.yusuf; Mochamad Yusuf; Julfian Siregar; Anwar Dampang
Cc: pd.si...@yahoo.co.id; Pandoyo Danardono; arachman ali
Subject: Kronologi MT. Puteri Dewi

 

Pak Yusuf,

Berikut saya laporkan dan lampirkan tentang losses yang terjadi di kapal MT. Puteri Dewi. Kapal tersebut loading di Tl Kabung dengan nominasi cargo Premium dan Solar, akan tetapi mengalami loses R-1 yang cukup besar:
Premium : -0.95% dan solar : -1.24

Kapal tersebut mempunyai tujuan ke Bengkulu dan setelah dibongkar mengalami loses yang cukup besar juga di R-3 dan R-4 sebesar:

R-3
Premium : -1.13 % solar : -0.75 %

R-4
Premium : -2.15 % solar : -2.05 %

Untuk lebih detailnya dapat dilihat di lampiran, kronologi muat dan kronologi bongkar

Salam
Tri

***** This message may contain confidential and/or privileged information. If you are not the addressee or authorized to receive this for the addressee, you must not use, copy, disclose or take any action based on this message or any information herein. If you have received this communication in error, please notify us immediately by responding to this email and then delete it from your system. PT Pertamina (Persero) is neither liable for the proper and complete transmission of the information contained in this communication nor for any delay in its receipt. *****



Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages