Mimpi ibarat sepercik api yang membakar semangat! Bersemangat untuk
meningkatkan diri, memiliki daya juang untuk mencari alternatif solusi
terhadap semua masalah yang menjadi hambatan. Setiap hari mengambil
keputusan yang tepat untuk melakukan tindakan yang dapat mendekatkan
kita pada realisasi mimpi besar tersebut.
Seorang pemimpi tak lantas menjadi seorang pemimpin, namun dengan
kekuatan mimpi inilah seorang calon pemimpin dapat tercipta. Gunaryo
contohnya, seorang anak petani di dusun Ngasinan yang terletak di
perbatasan Jawa tengah dan Jawa Timur wilayah Kabupaten Pati, pergi
demi mengejar mimpi. Mimpinya menciptakan sebuah teknologi pertanian
sebagai solusi mensejahterakan masyarakat di dusunnya. Keterbatasan
ekonomi karena dibesarkan oleh keluarga petani bukanlah halangan yang
berarti. Ini terbukti, saat ini Gunaryo telah terdaftar sebagai
mahasiswa ITB semester II jurusan Teknik Industri.
Serupa halnya dengan Anggayudha, seorang mahasiswa ITB semester VI
jurusan Kimia fakultas Mipa ITB. Walaupun mengalami kendala ekonomi,
namun berbagai prestasi tetap diraih. Semasa SMA penghargaan yang
didapat antara lain; Peringkat I Olimpiade kimia se Denpasar,
peringkat II Olimpiade kimia se Provinsi Bali, peringkat II lomba
penelitian ilmiah remaja, peringkat III lomba karya ilmiah remaja se-
Denpasar dan peringkat I lomba karya ilmiah remaja se-Bali, Peringkat
II lomba cerdas cermat kimia di Universitas Indonesia (UI), serta
Peringkat II Medical Science and Applications (Medspin) Fakultas
Kedokteran se-Jawa, Bali dan Lombok. Dengan deretan prestasi itulah
yang menghantarkannya mewujudkan mimpinya untuk berkuliah di ITB.
Kedua sosok ini adalah dua dari sekian mahasiswa yang diberi
kesempatan oleh Dompet Dhuafa Bandung mendapatkan Program Beasiswa
Pemimpin Bangsa (BPB). Program ini merupakan program beasiswa
pendidikan terpadu Dompet Dhuafa Bandung, khusus bagi mahasiswa
berprestasi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), namun memiliki
keterbatasan ekonomi. Program ini bertujuan untuk membangun mental dan
karakter mahasiswa agar tidak sekedar memiliki prestasi akademik, akan
tetapi juga memiliki jiwa kemandirian, kewirausahaan, kepemimpinan dan
kemuliaan akhlak. Kualifikasi yang dibutuhkan untuk mencetak kader
kader terbaik dari kalangan ummat Islam untuk menjadi pemimpin di masa
depan. Bentuk program ini meliputi (1) Pendidikan Pra Asrama, (2)
Bantuan Bea Kuliah, (3) Pembinaan Asrama, dan (4) Bantuan uang saku.
Maka, mimpi mereka menjadi mimpi kita pula, mimpi memiliki Pemimpin
yang memiliki integritas keilmuan dan moral. Ia menjadi pemimpin
sekaligus pemelihara, bukan saja untuk komunitas manusia, tetapi juga
untuk kepentingan segala jenis makhluk yang diciptakan-Nya. Menjadi
wakil Tuhan untuk menjadi pemimpin agar mampu memelihara bumi dan
langit beserta seluruh ciptaan yang ada di antara keduanya. Semoga.