Keutamaan Bulan Dzulhijjah

7 views
Skip to first unread message

admin care community

unread,
Nov 12, 2010, 5:04:33 AM11/12/10
to carecommunitydompetdhuafa
Usai Ramadhan, umat Islam kembali menemui bulan istimewa, yakni bulan
Dzulhijjah, dimana setiap tanggal 10 dirayakan sebagai hari raya Idul
Adha (Qurban).

Rasulullah SAW telah bersabda:"Dua bulan untuk berhari raya tidak
berkurang keduanya, Ramadhan dan Dzulhijjah." (HR Muslim ).

Di bulan istimewa ini, Allah SWT memberikan anugerah-Nya pada hamba-
Nya, waktu-waktu tertentu untuk hamba-Nya memperbanyak amal shalihnya
terutama di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Seperti yang diterangkan
dalam firman Allah SWT dalam QS. Al Hajr ayat 1-2: ”Demi Fajar, dan
malam yang sepuluh.”

Imam Al Bukhari telah meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas RA. dari
Nabi SAW, bahwa beliau bersabda:

"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh
Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari (dari bulan
Dzulhijjah)."
Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak pula jihad fi sabilillah?"
Beliau bersabda: "Dan tidak pula jihad fi sabilillah. Kecuali orang
yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak
kembali dengan sesuatupun." (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar berkata dalam kitabnya Fathul Baari: “Sebab yang jelas
tentang keistimewaan sepuluh hari di bulan Dzulhijjah adalah karena
pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama;
yaitu shalat, shaum, shadaqah dan haji. Dan itu tidak ada di hari-hari
selainnya.”

Keutamaan – keutamaan yang ada pada bulan ini pun terutama terjadi
pada hari ke-9 dan ke-10 bulan Dzulhijjah, yakni:

Pada tanggal 09 Dzulhijjah yang disebut juga sebagai hari ‘Arafah
(hari tahu), para jama’ah Haji melaksanakan wukuf di ‘Arafah, dan
wukuf ini merupakan rukun utama dari ibadah Haji. Karenanya hari ini
menjadi hari yang memiliki keutamaan yang agung dan keberkahan yang
melimpah.

Diantara keutamaannya, bahwa sesungguhnya Allah menggugurkan dosa-dosa
(dosa kecil) selama dua tahun bagi orang yang berpuasa pada hari
‘Arafah. Rasulullah SAW bersabda: "Berpuasa di hari Arafah
menghapuskan dosa setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan
datang."(HR.Muslim).

Kemudian, pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu hari Idul Adha, disebut
juga yaumul Nahr yakni hari untuk menyembelih kurban. “Hari teragung
di sisi Allah adalah hari ‘Iedul Adha (yaumul Nahr) kemudian sehari
setelahnya…” (HR. Abu Dawud)

Dan hari yang agung ini dinamakan juga sebagai hari Haji Akbar.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam QS. At Taubah ayat 3: “Dan
(inilah) suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada manusia pada
hari haji akbar.”

Sebagian besar amalan-amalan manasik Haji dilakukan pada hari ini,
seperti menyembelih kurban, memotong rambut, melontar jumrah dan
Thawaf mengelilingi Ka’bah. Pada hari yang penuh berkah ini, kaum
muslimin dan muslimat berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Ied dan
mendengarkan khutbah, dengan maksud menampakkan syi’ar Islam dengan
memaksimalkan berkumpulnya kaum muslimin dan muslimat agar barakah
hari yang mulia ini dapat meliputi mereka.

Pada hari ini dan setelahnya, yaitu pada tanggal 11, 12, 13 yang
dinamakan "yaumul tasyriq”, kaum muslimin bertaqarrub kepada Allah
Ta’ala melalui penyembelihan hewan kurban. Dan menyembelih hewan
kurban merupakan sebuah syi’ar yang agung dari syi’ar Islam. Sedangkan
di luar waktu tersebut bila kita menyembelih hewan dinamakan sedekah.

Inilah beragam keutamaan yang terdapat dalam bulan Dzulhijjah.
Alangkah baiknya untuk umat muslim memanfaatkan kesempatan luas yang
Allah SWT berikan ini dengan memperbanyak amalan yang disyariatkan
pada hari-hari tersebut. (diolah dari berbagai sumber)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages